mantan tim keamanan negara yang bernama Darren mengundurkan diri tinggal ditengah hutan, dirinya dikabarkan oleh sahabatnya bahwa presiden hilang. akhirnya Darren dan tim khusus dibawah naungan Samuel menyusun rencana untuk membebaskan presiden Roland dari jeratan musuh. masalah cinta, konspirasi, serta manipulasi diungkapnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daisy Puppy 1412, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
the return of Mr Darren
...Di markas milik Patrick, Alexo datang dengan beberapa pengawal. “Bos” panggil Patrick saat tahu Alexo datang dihadapan nya....
...“Bagaimana?”....
...“Kabur”....
...“Sudah kuduga. Dari dulu kamu gak becus mengurus dia” teriak Alexo marah....
...“Maaf bos”....
...“Gak butuh maafmu, aku hanya butuh dia berada di hadapan ku karena kalau dia sudah bertindak hancur semua rencana ku” ucap Alexo sambil duduk dikursi....
...“Tenang bos, gak ada hubungannya dia dengan masalah ini. Dia gak bakalan turun gunung untuk mencampuri masalah ini” ucap Patrick....
...“Kata siapa? Kabar presiden hilang dia orang pertama kali yang akan dihubungi oleh bawahan presiden” teriak Alexo berdiri menatap tajam Patrick....
...“Cari sampai dapat, segera! jangan lama, lempar dihadapan ku dalam keadaan mati atau hidup terserah” tegas Alexo pergi meninggalkan markas Patrick....
...Tak lama ponsel Patrick berbunyi, terdengar dari saluran telepon nya ada suara laki laki dengan suara serak memberitahu nya “percayalah sebentar lagi kamu akan dibuang olehnya ketika dirimu tak bisa memenuhi semua keinginan nya sekalipun kamu sudah membunuh serigala berbulu emas” ucap pria itu yang langsung mematikan teleponnya....
...“Hallo kamu siapa? Maksud mu ngomong seperti itu apa? Hallo hallo” teriak Patrick kesal....
...Tatapan Patrick menjadi kosong, pikirannya kemana-mana....
...Dikantin, Sean duduk sendiri dan terlihat masih kesal dengan apa yang terjadi di ruang rapat. Dari arah belakang Samuel menepuk pundak Sean, “sendirian?” Tanya Samuel basa basi sambil duduk disebelah Sean....
...Samuel memberikan satu kaleng soda untuk Sean....
...“Terimakasih pak” Sean menerima minuman itu namun wajahnya masih cemberut....
...“Kamu tahu kenapa kamu terpilih sebagai anggota di tempat ini?” Tanya Samuel....
...“Ya jelas karena saya mampu dan saya bisa” ucap Sean....
...“Nah nah itu maksudku, aku dan Darren sudah kenal lama ya bisa dibilang sahabat. Namun karena ada suatu tragedi akhirnya dia berhenti, di militer dia anggota yang disegani banyak penghargaan dan prestasi yang sudah ditorehkan untuk negara ini” ucap Samuel menjelaskan....
...“Tapi pakkkk….”....
...“Tapi kamu belum tahu siapa yang sudah menyelamatkan banyak tawanan di kota sadara dari para teroris?”....
...“Ya belum kan bapak waktu cerita hanya setengah”....
...“Ya dia”....
...“Siapa?”....
...“Darren Hayes”....
...Sean yang mendengar jawaban Samuel langsung berubah ekspresi, wajahnya menatap Samuel dengan rasa terkejut....
...“Sudahlah, turunkan egomu itu. Di Hadapannya aku ini hanya butiran debu begitu juga dengan kamu, walau dia pensiun tapi tidak dengan kehidupannya. Hidupnya di hutan membuatnya sama saja hidup di tengah gempuran militer” ucap Samuel menepuk pundak Sean lalu pergi meninggalkannya....
...Darren yang berada di ruangan mencoba menjelaskan tugas masing-masing anggotanya ketika nanti beraksi, “Mega, Sandy, Jack dan Hans” panggil Darren mengabsen timnya....
...“Kurang satu pak” ucap Jack....
...“Saya hadir pak” ucap Sean melangkah masuk kedalam ruangan....
...Sean memberikan hormat kepada Darren....
...Mega terkesan dengan sikap Sean, dia menutupi rasa senangnya di hadapan teman temannya....
...“Saya minta maaf atas sikap saya tadi” ucap Sean dengan nada terbata-bata....
...“Jangan gugup, kepala tim mu yang satu ini pemaaf orangnya” ucap Samuel meledek sambil memakan Snack yang dibawanya....
...“Bergabunglah dengan mereka” ucap Darren dengan nada datar....
...“Benar kan omonganku” ucap Samuel masih bercanda....
...“Kalau tidak ada kepentingan lebih baik keluar” celetuk Darren dengan ekspresi datar....
...“Wasahhhh oke oke aku keluar, toh aku juga sudah penat dengan seragamku ini rasanya ingin aku lepas lalu aku simpan di museum kenegaraan” ucap Samuel meledek kembali....
...Darren langsung menatap Samuel yang membuat Samuel tak berkutik....
...“Jangan menatapku seperti itu Darren, wajahmu mirip singa” ucap Samuel berlari menutup pintu diikuti lemparan bolpoin dari Darren kearahnya....
...Ekspresi wajah Darren sedikit cerah....
...“Ternyata pak Darren bisa senyum juga” bisik Sandy....
...“Hustttt” ucap Mega segan....