NovelToon NovelToon
The Return Of The Lost Heiress

The Return Of The Lost Heiress

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Drama
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Haena_Llulia

Tujuh belas tahun hidup sederhana, Haena mendadak mendapati dirinya adalah putri kandung yang tertukar dari Keluarga Dirgantara, dinasti konglomerat terkaya. Namun, kepulangannya ke istana megah itu justru disambut dingin oleh sang ibu, Nyonya Rosalind, serta intrik busuk dari Vanya, anak angkat yang takut posisinya tergusur.

Bukannya tumbang oleh intimidasi dunia elite, gadis jenius bermental baja ini justru menarik perhatian Kaelen Arkananta, pewaris tunggal yang terkenal dingin dan tak tersentuh. Bersama Kaelen, Haena tidak hanya menemukan cinta sejati, tetapi juga mulai membongkar konspirasi gelap masa lalu yang sengaja membuangnya saat bayi.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haena_Llulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 Konfrontasi di Garbarata Changi

Hitung mundur digital berwarna merah darah pada layar jam tangan berlian di pergelangan tangan kiri Haena terus berdetak menyisakan waktu tepat 12:00:00 jam. Koridor garbarata Bandara Internasional Changi yang dilapisi karpet tebal kedap suara itu mendadak terasa mencekam. Dua orang agen berseragam dinas Otoritas Keamanan Domestik Singapura berdiri tegak menghalangi jalur evakuasi taktis, memegang sebuah map folder hitam berlambang burung fiks berlapis emas yang sangat familier lambang otoritas bayangan The Seven Elders.

Haena tetap berdiri dengan posisi tegap yang teramat anggun, tidak bergeser satu milimeter pun dari posisinya. Setelan blazer formal desainer berwarna hitam pekat serta kemeja sutra putih murni yang dikenakannya memancarkan aura dominan seorang pemimpin bermental baja yang tak tergoyahkan. Dari balik kacamata dengan bingkai transparan yang bertumpu di hidung mancungnya, sepasang matanya yang jernih menatap dingin ke arah kedua petugas tersebut. Jari telunjuk tangan kirinya mulai mengetuk pelan tahi lalat kecil di bawah dagunya dengan ritme yang sangat konstan, menandakan otak jeniusnya sedang melakukan komputasi taktis kilat untuk meruntuhkan legitimasi surat perintah tersebut.

"Nona Haena Dirgantara," ucap agen utama dengan suara bariton yang kaku dalam bahasa Inggris formal.

"Berdasarkan regulasi keamanan siber domestik pasal 47, Anda dituduh membawa perangkat enkripsi siber ilegal berdaya tinggi yang berpotensi mengganggu integritas jaringan finansial di Distrik Downtown Core. Kami memiliki perintah eksekusi untuk menahan Anda dan menyita seluruh perangkat elektronik aliansi Anda."

Kaelen Arkananta yang berdiri tepat di samping Haena terkekeh rendah sebuah tawa karismatik yang memancarkan kepuasan mutlak sekaligus ancaman bahaya yang teramat nyata. Sepasang mata elangnya berkilat penuh murka yang luar biasa masif. Langkah kakinya yang kokoh maju satu tindak, secara otomatis memposisikan tubuhnya sebagai perisai utama untuk melindungi Haena dengan aura protektif yang sangat kental.

"Menahan seorang Direktur Utama Dirgantara Corp di area yurisdiksi internasional Changi sebelum sidang arbitrase resmi dimulai?" Kaelen berucap, suara baritonnya yang berat terdengar sangat rendah, dingin, dan sarat akan ancaman predator puncak.

"Kalian berdua tahu persis siapa yang mendanai lencana di dada kalian, tetapi kalian lupa memeriksa siapa yang memiliki hak konsesi atas tanah landasan pacu tempat jet kami parkir malam ini."

Gavin di belakang mereka bergerak cepat, memberikan isyarat taktis kepada empat personel komando bayangan Arkananta yang langsung membentuk perimeter barikade defensif di pintu keluar garbarata, mengunci pergerakan para agen keamanan tersebut dengan ketangkasan militer yang mutlak.

"Jangan lakukan tindakan fisik, Gavin," perintah Haena tenang. Suaranya yang jernih memotong ketegangan konfrontasi fisik tersebut dengan otoritas mutlak yang tak terbantahkan. Dia melangkah maju dengan anggun, membiarkan riasan Douyin glass skin di wajah cantiknya tertimpa cahaya lampu neon koridor, memancarkan pesona suci seorang dewi hukum yang tak tersentuh bahaya.

Haena menatap langsung ke dalam manik mata agen utama tersebut.

"Surat perintah penahanan yang Anda bawa ditandatangani oleh Wakil Komisaris Keamanan Sipil pada pukul sepuluh malam tadi. Namun, tiga puluh menit yang lalu, Pengadilan Tinggi Singapura telah mengeluarkan maklumat Habeas Corpus nomor 902 yang menegaskan bahwa seluruh delegasi hukum Dirgantara Corp berada di bawah perlindungan hukum kekebalan diplomatik korporasi maritim regional."

Agen utama itu terbelalak, wajahnya seketika memucat.

"Bagaimana mungkin... maklumat itu baru bisa keluar jika ada rekomendasi dari Kejaksaan Agung!"

"Kalian meremehkan sirkuit komputer asistenku," sahut Haena dengan seulas senyuman sinis yang teramat menawan namun mematikan di bibir cantiknya. Dia menoleh sedikit ke arah Clarissa yang berdiri di belakang dengan gawai tablet taktisnya yang menyala terang.

"Persis seperti perkiraan Anda, Nona Haena," Clarissa menyela dengan nada patuh yang teramat dalam.

"Dua puluh menit sebelum kita mendarat, saya telah mengirimkan seluruh berkas metadata manipulasi pasar saham yang dilakukan oleh firma hukum musuh ke server penegak hukum domestik Singapura. Mereka terpaksa mengeluarkan maklumat tersebut untuk menghindari skandal internasional."

Haena kembali menatap kedua agen tersebut, jari telunjuknya mengetuk tahi lalat di bawah dagunya untuk terakhir kali.

"Sekarang, minggir dari jalur jalanku. Atau nama kalian berdua akan masuk ke dalam draf gugatan pelanggaran hak imunitas yurisdiksi internasional yang akan saya bacakan di ruang sidang SIAC dalam waktu tiga puluh menit ke depan."

Mendengar ancaman hukum yang begitu presisi dan mematikan dari seorang mahasiswi hukum jenius itu, kedua agen tersebut saling berpandangan dengan tubuh gemetar, sebelum akhirnya melangkah mundur dan membungkuk hormat, membiarkan Haena dan Kaelen lewat dengan kemenangan taktis pertama di tanah Singapura.

Sementara itu, di dalam ruang tunggu eksklusif lantai teratas gedung Pengadilan Arbitrase Internasional Singapura (SIAC), Sir Archibald pengacara legendaris perwakilan faksi The Seven Elders sedang menyesap cerutu mewahnya dengan senyuman penuh kemenangan. Di sekelilingnya, tiga puluh pengacara senior dari London dan Manhattan sibuk menyusun tumpukan berkas setinggi satu meter yang berisi klausul pembekuan total seluruh aset maritim Dirgantara Corp.

Melalui panggilan video terenkripsi pada layar dinding, wajah Nyonya Rosalind dari balik jeruji besi sel tahanan Jakarta tampak menyeringai kejam dengan sisa-sisa kegilaan distorsi kebencian yang mendalam.

"Sir Archibald... pastikan Anda mencabik-cabik jalang kecil itu di ruang sidang. Jangan biarkan dia membawa nama Dirgantara Corp keluar dari Singapura hidup-hidup!"

Vanya yang duduk bersimpuh di lantai sel semen di samping ibunya, memeluk jaket denim longgarnya dengan air mata yang terus mengalir deras.

"Ibu, hentikan... Haena bukan lagi lawan yang bisa kita hancurkan dengan uang. Dia memiliki Arkananta di belakangnya!"

"Diam kamu, Vanya penakut!" bentak Nyonya Rosalind dengan sepasang mata melotot merah.

"Sir Archibald memiliki seluruh instrumen finansial global di tangannya! Haena hanyalah sampah dari kedai soto yang beruntung memakai kacamata mahal! Dia akan hancur malam ini!"

Sir Archibald terkekeh sombong, meniupkan asap cerutunya ke arah kamera.

"Tenang saja, Nyonya Rosalind. Dalam waktu sepuluh menit, sidang darurat akan dibuka. Saya akan menggunakan tuduhan monopoli Selat untuk menyita seluruh aset pelabuhan pintar milik mereka. Haena Dirgantara tidak akan memiliki ruang untuk bernapas."

Tepat pukul sebelas malam, pintu ekasila ruang sidang utama SIAC terbuka lebar dengan hantaman angin mekanis yang pelan. Suara langkah kaki yang konstan dan berwibawa seketika memutus keriuhan perdebatan para pengacara internasional.

Haena masuk memimpin aliansinya dengan punggung yang sangat tegap. Di sampingnya, Kaelen Arkananta berjalan dengan keangkuhan seorang penguasa bayangan sejati, memancarkan aura dominan yang langsung menekan mental seluruh isi ruangan. Di barisan belakang, Gavin dan Clarissa mengambil posisi taktis di balik meja delegasi pembela.

Pak Baskara yang memantau jalannya persidangan melalui umpan video terenkripsi dari markas komando Jakarta menahan napasnya dengan dada yang bergemuruh kencang. Di dalam ruang perawatan VIP rumah sakit, Tuan Bramasta juga menatap layar monitor dengan sepasang mata yang bengkak namun dipenuhi rasa bangga yang luar biasa masif. Ibu Aminah yang duduk di kursi roda di samping tempat tidur Tuan Bramasta terus menggenggam tasbihnya, merapalkan doa keselamatan untuk putri angkatnya yang sedang bertarung di puncak dunia.

Sir Archibald berdiri dengan angkuh dari kursinya, merapikan jubah hukumnya. "Yang Mulia Hakim Majelis Arbitrase, kami meminta pengadilan malam ini juga mengeluarkan maklumat Injunction darurat untuk menghentikan operasional megaproyek Smart Port karena adanya indikasi kuat tindakan monopoli maritim terstruktur yang dilakukan oleh saudari Haena Dirgantara bekerja sama dengan Arkananta Group."

Hakim Majelis menoleh ke arah Haena.

"Bagaimana tanggapan dari pihak pembela, Nona Dirgantara?"

Haena tidak langsung berdiri. Dia membetulkan letak kacamata transparannya dengan gerakan yang sangat elegan dan tenang, memancarkan ketenangan ekstrem yang luar biasa memukau. Dia membuka map titanium di atas mejanya, lalu berdiri dengan keanggunan mutlak seorang penguasa baru yang sah.

"Tuduhan monopoli maritim yang diajukan oleh Sir Archibald adalah sebuah cacat logika hukum yang teramat memprihatinkan untuk seorang pengacara kaliber internasional," suara Haena yang jernih dan tegas bergema lantang, seketika membuat wajah Sir Archibald menegang.

"Berdasarkan Konvensi PBB tentang Hukum Laut (UNCLOS) Pasal 192, setiap negara berdaulat memiliki hak mutlak untuk mengamankan wilayah maritimnya dari spionase industri luar negeri. Smart Port bukan sebuah praktik monopoli, melainkan infrastruktur pertahanan siber resmi yang telah dilegalisasi oleh pemerintah Indonesia pagi ini."

Haena menekan satu tombol pada konsol mejanya, memproyeksikan sebuah dokumen digital berskala besar di dinding ruang sidang.

"Dan yang lebih penting," lanjut Haena, matanya berkilat penuh kecerdasan mutlak yang mematikan.

"Akun-akun institusi hantu yang digunakan oleh konsorsium Sir Archibald untuk melakukan short-selling saham Dirgantara Corp dalam tiga jam terakhir, setelah kami lacak menggunakan sirkuit pelacak kuantum Clarissa, ternyata terdaftar di bawah entitas cangkang (shell company) milik The Seven Elders yang berbasis di Cayman Islands. Ini adalah pelanggaran berat terhadap Pasal 32 tentang Manipulasi Pasar Finansial Internasional."

Sir Archibald mulai mengeluarkan keringat dingin di dahinya, tangannya gemetar saat melihat barisan data forensik digital yang dibuka oleh Haena.

"Ini... ini adalah fabrikasi data! Pengadilan tidak bisa menerima bukti siber mentah!"

"Ini bukan data mentah, Sir Archibald," Kaelen Arkananta memotong dengan suara baritonnya yang berat dan sarat akan ancaman mutlak.

"Ini adalah berkas audit forensik yang ditandatangani langsung oleh Gubernur Bank Sentral Singapura sepuluh menit yang lalu, setelah kami membuktikan bahwa firma hukum Anda menggunakan dana gelap untuk menyuap otoritas pelabuhan."

Haena menarik sudut bibirnya tipis, membentuk seulas senyuman sinis yang teramat menawan di wajah cantiknya yang berwajah Douyin glass skin. Jari telunjuknya mengetuk tahi lalat di bawah dagunya dengan ketukan terakhir yang lambat.

"Yang Mulia, saya meminta pengadilan bukan untuk menolak gugatan mereka, melainkan untuk membekukan seluruh aset finansial senilai lima miliar dolar milik akun hantu musuh yang saat ini berada di dalam bursa efek Singapura, dan mengalihkan kepemilikannya secara mutlak kepada Dirgantara Corp sebagai kompensasi atas kerugian manipulasi pasar."

Suara palu hakim terdengar mengetuk meja dengan keras.

TOK! TOK! TOK!

"Permohonan pembela diterima secara mutlak. Seluruh aset akun konsorsium penggugat dinyatakan dibekukan dan dialihkan kepada Dirgantara Corp. Sidang darurat ditutup."

Wajah Sir Archibald seketika pucat pasi bagaikan mayat, dia jatuh terduduk di kursinya dengan tatapan kosong. Tiga puluh pengacara senior di belakangnya terdiam seribu bahasa. Haena telah menghancurkan agresi hukum terbesar The Seven Elders hanya dalam waktu lima belas menit menggunakan kejeniusan hukumnya yang tak tertandingi.

(Cliffhanger)

"Dua puluh menit setelah kemenangan mutlak di ruang sidang SIAC, saat Haena dan Kaelen berjalan melintasi koridor keluar gedung menuju mobil taktis, jam tangan berlian di pergelangan tangan kiri Haena mendadak bergetar hebat. Hitung mundur merah darah itu mendadak berhenti di angka 00:05:00 lima menit tersisa bukan karena sistemnya diretas kembali, melainkan karena radar taktis Clarissa menangkap sinyal bahwa sebuah rudal balistik taktis jarak pendek dengan hulu ledak EMP baru saja diluncurkan dari sebuah kapal selam siluman tak dikenal di Selat Malaka, membidik langsung ke arah koordinat gedung tempat Haena berdiri."

1
Osie
rosalind mak kandung harga bukan yaa?? kok malah jd musuh anak sendiri
Haena_Llulia: kamu tau kan maknya gimana😔
total 1 replies
Osie
ini hana apa udah gak sekolah ya..kok mainnya diperusahaan terus
Haena_Llulia: iya, kayaknya gitu deh. ini jg pasti krn masalah yg muncul
total 1 replies
Osie
eh nyonya rosalind ente emak kandung haena kan??? kok kayak mak tiri ya yg takut kehilangan harta warisan
Haena_Llulia: iya aku juga jadi ngedek dehhh sama dia😡
total 1 replies
Osie
mampir akuh nya..msh nyimak dan moga MC nya sosok tangguh. benar benar tangguh n smart
Haena_Llulia: Terimakasih banyak, aminnnn🙏🤗
total 1 replies
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat thor nulisnya😍
Haena_Llulia: Terimakasih banyak bebkuhhhh😳🙏❤
total 1 replies
Alia Chans
mampir thor✍️👈
Haena_Llulia: Terimakasih banyak🙏
total 1 replies
Siru06
mampir thor👍
Haena_Llulia: Terimakasih banyak🤗
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!