Sarti gadis cantik berasal dari Desa Lengi, di saat usia nya yang baru saja lima belas tahun, ia terpaksa merantau ke ibu kota untuk mengadu nasib,
" ibu neng berangkat dulu ya, Ibu sama Bapak jangan khawatir neng pasti baik baik saja." ucap Sarti seraya memeluk wanita paruh baya dan berpakaian lusuh bahkan kain jarik nya pun sudah robek.
" lya neng Hati Hati ya, maaf kan Ibu belum mampu membahagiakan kamu nak."
" tidak apa apa Ibu neng akan kerja ke kota, untuk masa depan kita Ibu." ucap Sarti seraya menyeka bawah mata nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Queenvyy27, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kuntilanak Gendong Bayi
Ica dan fani buru buru lari menuju pintu kamar, tapi kamar fani mendadak tidak bisa di buka,
" Kamu kunci pintu nya ?" Tanya ica.
" Enggak kan kaka loh yang terkahir masuk." sahut fani.
" Tapi pintu nya tidak bisa di buka." ucap ica seraya menekan kenop pintu itu, tapi tetap saja tidak bisa di buka.
" Kaka siapa yang di belakang ku." bisik fani karena ia merasa ada seseorang di belakang nya, Spontan ica pun nengok ke belakang,
" Aaawww." teriak ica seraya berusaha membuka pintu itu, bahkan ica menggedor pintu itu sekuat tenaga, Fani pun ikut panik ia juga memukul pintu itu seraya teriak.
" ayah ibu tolong."
" Fani kenapa pintu nya di kunci." teriak pak tarjo seraya berusaha membuka pintu itu,
" Paman tolong ada hantu." teriak ica seraya terus menggedor pintu, Akhir nya pintu itu pun terbuka, Ica dan fani pun langsung lari keluar, kedua nya menangis sesenggukan di sofa karena ketakutan.
" Kalian kenapa." Tanya buk jumi terkejut,
" Ada hantu bi nia buk." sahut fani di sela isakan nya,
" Apa hantu nia tidak mungkin." sahut pak tarjo,
" Terus saja bela walau pun dia sudah jadi hantu." sahut buk jumi seraya memeluk fani,
Sejak nia mati pak tarjo memang sangat kehilangan bahkan ia sempat sakit, terlebih bayi yang di lahir kan oleh nia bayi laki laki,
" Sudah ku bilang buang semua barang di kamar itu biar dia gak gentayangan di rumah ini." sambung buk jumi.
" Kalian hanya salah lihat saja, nia gak mungkin gentayangan." sahut pak tarjo.
" Kami tidak salah lihat paman itu memang hantu bi nia, kami melihat wajah nya dengan jelas iiih seram." ucap ica seraya bergidik.
" Sial aku kesini kan mau mata matain paman malah lihat hantu." batin ica.
" Aku tidak mau tidur di kamar sendiri lagi aku takut." rengek fani.
" Kan ada ica."
" mulai sekarang tiap malam kamu nginap di sini saja ca." ucap bi jumi,
" Ini kesempatan untuk ku." batin ica seraya meng iya kan tawaran buk jumi.
Sedang kan gang sukma sudah hampir tiba di hutan di mana sukma melihat bayangan sang kaka di bawa masuk ke hutan itu,
" Sukma..!" Panggil Zia.
" Kaka..!" Sahut sukma.
"Jadi itu yang nama nya Zia dan itu pasti kuntilanak yang nama nya Zea." ucap satria.
" Iya ini nama nya kak Zia dan ini Zea." Ucap sukma.
Satria dan Doni pun menyalami Zia.
" Sama gua enggak salaman." ucap Zea kesal.
" Tidak mau masa salaman sama hantu." sahut satria.
" Eh satria baja hitam belum pernah di sleding kuntilanak ya." ucap Zea.
Satria hanya terkekeh, Sedang kan Doni hanya diam saja.
" Jadi kalian mau cari jejak Sarti juga." tanya Zia.
" Iya kami mau ikut nyari." sahut satria seraya senyum ramah kepada Zia.
" Dengar kan aku hutan ini tidak aman untuk kalian mungkin saja di dalam sana banyak binatang buas nya, Kenapa sih kalian tidak siang saja datang ke hutan ini." ucap Zia.
" Benar juga apa lagi kita belum pernah masuk ke hutan ini." sahut sukma.
" Jadi kita pulang lagi." ucap satria.
" Iya lebih baik kamu dan Doni pulang saja, aku dan sukma saja yang masuk ke hutan ini, kalian bagian siang nya." ucap Zia seraya melirik wajah Doni yang sembari tadi hanya menunduk saja.
" Ayo bang kita pulang saja besok pagi kita kesini lagi." ucap satria.
" Kita tunggu pagi di sini saja." sahut Doni.
" Lebih baik kalian pulang saja nanti kalau kuntilanak merah itu datang bagai mana,
Jangan cari masalah baru masalah saat ini saja belum selesai." ucap Zia.
Sesaat Doni, menatap wajah cantik Zia,
" Baik lah ayo kita pulang." sahut Doni.
Doni dan satria pun memilih pulang,
" Bang lihat itu." ucap satria seraya narik tangan Doni untuk sembunyi, di balik semak,
Doni dan satria pun berjongkok seraya menatap wanita memakai jubah serba putih sedang melayang, Sosok wanita itu hampir dekat, satria menempel kan telunjuk di bibir nya agar Doni tidak bersuara, Doni dan satria terus menatap wanita itu yang tidak terlihat wajah nya karena tertutup oleh rambut panjang nya, Kini sosok wanita itu tepat di depan mata nya, dan aneh nya sosok wanita itu berhenti, Tentu saja membuat Doni dan satria terkejut seperti nya sosok wanita itu telah mengetahui keberadaan Doni dan satria sedang bersembunyi, Angin mengibas kan rambut yang menutupi wajah sosok wanita itu, Doni yang melihat nya hampir saja ia teriak, tapi satria dengan sigap menutup mulut Doni.
" Hihihi ! Kalian sembunyi ya." ucap sosok wanita menyeramkan itu, seraya melayang mendekati Doni dan satria.
" Eh kuntilanak mau apa luh ??? cepat pergi." ucap Zea yang tiba tiba muncul berdiri persis di depan hidung Doni bahkan jubah nya menutupi wajah Doni.
" Apa yang elu bawa itu bayi ya.". tanya Zea.
Tapi sosok kuntilanak itu pergi begitu saja, seraya berkata
" semua nya akan mati semua nya akan menjadi demit hihihihihi." ucap nya.
" Ngadi ngadi luh kalau yang mati laki masa jadi kuntilanak juga, eh elu kunti siapa luh." ucap Zea.
Tapi sosok kuntilanak itu hanya diam seraya terus melayang entah mau ke mana.
" Dah jauh dia tapi seperti nya akan menuju Desa Lengi deh." ucap Zea, Doni dan satria pun bangkit berdiri,
" Kenapa di sini banyak hantu." ucap Doni
" Ya elah nama nya juga novel horor ya pasti banyak hantu." sahut Zea.
" Kok kamu ada di sini ?." Tanya satria
" Zia yang suruh gua susul kalian, Ya sudah sana balik, gua mau kembali ke Zia dan sukma dulu." ucap Zea.
" Tapi hantu tadi seperti nya mau ke Desa Lengi, ayo anter kami sampe ke rumah Zea aku takut soalnya." ucap satria.
" Sudah gua anter kalian pakai jalur langit dah, ayo pegang pundak gua lalu tutup mata kalian, jangan buka kalau gua belum suruh." Satria dan Doni hanya manut saja apa yang di suruh Zea.
"hadeh kerja sendirian mana yang lain belum pada muncul." gumam Zea.
" Buka mata kalian." ucap Zea.
" Yakin nih baru juga tutup mata." sahut satria.
" Buka saja sih ribet bener luh." ucap Zea.
Doni dan satria pun perlahan membuka mata mereka, Benar saja kedua nya sudah ada di depan rumah satria.
" Eh benar bang kita sudah ada di depan rumah kita." ucap satria.
" Ingat kalian jangan ke Desa Lengi, Desa itu sedang di teror kuntilanak." ucap Zea.
" Ah yang benar kamu Zea."
" Iya satria pokonya kalian jangan kesana, Sudah kalian pada masuk bukan nya pagi mau ke hutan itu lagi."
" Okey ayo bang kita masuk kita harus istirahat dulu." ucар satria seraya lebih dulu masuk.