NovelToon NovelToon
Cinta Di Langit Tajmahal

Cinta Di Langit Tajmahal

Status: tamat
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu / Dunia Masa Depan / Tamat
Popularitas:627
Nilai: 5
Nama Author: Siti Muarofah

❤️ CINTA DI LANGIT TAJ MAHAL 🕌✨

AARYAN, CEO muda yang dingin dan playboy, hidupnya berubah total saat bertemu MAHEERA, gadis suci yang mengajarkannya arti cinta sejati.

Meski ditentang keras oleh Ny. Savitri, ibu Aaryan yang angkuh, cinta mereka tetap bersemi. Bahagia sempat terjalin indah, hingga takdir berkata lain. Maheera harus pergi meninggalkannya lebih dulu.

Bertahun-tahun Aaryan hidup dalam kesepian, menyimpan rindu yang tak pernah mati. Hingga akhirnya, ia pun menyusul kekasih hatinya.

Kisah cinta abadi yang membuktikan, kematian pun tak mampu memisahkan dua jiwa yang saling memiliki. 🥹🕊️🖤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Muarofah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 8: PILIHAN YANG BERAT

Suasana di ruang tamu megah itu seketika menjadi hening total. Hening yang begitu mencekam, seolah waktu berhenti berputar.

Kata-kata Aaryan tadi masih bergema di telinga semua orang.

"Aku memilih Maheera. Dan biarlah semua yang Ibu katakan itu terjadi."

Ny. Savitri ternganga tak percaya. Mulutnya terbuka sedikit, namun tak ada satu kata pun yang bisa ia ucapkan. Wajahnya yang tadi merah padam karena marah, kini berubah menjadi pucat pasi.

"Kau... kau benar-benar mau meninggalkan segalanya demi wanita rendahan ini?" tanya Ny. Savitri dengan suara bergetar, campuran antara kaget dan kecewa yang luar biasa. "Kau sadar tidak apa yang kau katakan itu, Aaryan?! Kau akan jadi orang miskin! Kau akan kehilangan segalanya!"

Aaryan tetap berdiri tegak membelakangi mereka. Bahunya kokoh, tak menunjukkan sedikitpun keraguan.

"Saya sadar sepenuhnya, Bu," jawab Aaryan dingin dan tegas. "Dan saya siap menanggung resikonya. Asalkan saya bisa bersama Maheera, hidup susah atau kaya... itu tidak masalah bagi saya."

Maheera yang berdiri di sampingnya, merasa jantungnya seakan diremas-remas dengan kuat. Air matanya jatuh semakin deras.

Ia merasa begitu bersalah. Hancur rasanya melihat Aaryan rela berkorban sejauh ini demi dirinya. Rela kehilangan harta, jabatan, dan keluarga hanya karena cintanya.

"Mas... Aaryan..." panggil Maheera pelan, tangannya menarik lengan pria itu. "Jangan lakukan ini... jangan... Aku tidak mau Mas kehilangan segalanya karena aku. Aku tidak pantas membuat Mas menderita..."

Aaryan menoleh, menatap wajah gadis itu yang basah oleh air mata. Dengan lembut, ia menghapus air mata itu menggunakan ibu jarinya.

"Jangan menangis, Sayangku..." bisiknya lembut. "Aku tidak kehilangan apa-apa. Justru aku mendapatkan hal paling berharga di dunia ini. Yaitu kamu. Harta bisa dicari lagi, nama bisa dibangun lagi. Tapi cinta sejati sepertimu... tidak akan pernah bisa aku temukan lagi di tempat lain."

Lalu ia kembali menatap ibunya dengan tatapan tajam.

"Kalau itu syaratnya... baiklah. Mulai detik ini, saya keluar dari keluarga Singhania. Saya tidak akan menyentuh harta Ibu dan Ayah sepeser pun. Saya akan membangun hidup saya sendiri bersama Maheera. Dan saya buktikan... bahwa kami bisa bahagia tanpa bantuan kalian!"

Setelah mengucapkan itu, Aaryan kembali menggandeng tangan Maheera dan berjalan keluar dari ruangan itu tanpa menoleh sedikitpun. Ia meninggalkan kemewahan, meninggalkan status, dan meninggalkan orang tuanya yang masih terpaku kaget.

Langkah mereka keluar dari rumah besar itu terasa begitu berat, namun hati mereka terasa ringan karena kini mereka bebas dan saling memiliki.

 

Di dalam mobil, perjalanan pulang terasa sangat sunyi. Maheera terus menangis tersedu-sedu di bahu Aaryan. Hatinya penuh rasa bersalah yang luar biasa.

"Maafkan aku... maafkan aku, Aaryan..." isaknya berkali-kali. "Karena aku, kau jadi menderita. Kau jadi kehilangan segalanya..."

Aaryan menghentikan mobilnya di pinggir jalan yang sepi. Ia memutar tubuhnya menghadap Maheera, lalu memegang kedua bahu gadis itu dengan lembut namun kuat.

"Dengar aku, Maheera... tolong jangan pernah merasa bersalah," ucap Aaryan serius, matanya menatap dalam ke manik mata gadis itu. "Aku melakukan ini karena aku mau. Karena aku mencintaimu lebih dari nyawaku sendiri. Dan percayalah... selama kita berdua bersama, kita bisa melewati segalanya. Kita bisa bekerja keras, kita bisa berjuang."

"Tapi... bagaimana nanti hidup kita? Kita tidak punya apa-apa..." cicit Maheera cemas.

"Kita punya tangan, kita punya tenaga, dan yang paling penting... kita punya cinta," jawab Aaryan yakin. "Aku mungkin bukan CEO lagi, tapi aku punya otak dan keahlian. Aku pasti bisa cari kerja. Aku bisa buat kita bahagia lagi. Janji."

Ia menarik tubuh Maheera ke dalam pelukannya, membiarkan gadis itu menangis melepaskan semua beban di dadanya.

"Mulai sekarang, kita mulai dari nol. Tapi itu tidak buruk kok. Justru itu bukti bahwa cinta kita murni. Tidak ada campur tangan uang atau status. Hanya kita berdua."

 

Sementara itu, kembali di kediaman keluarga Singhania.

Suasana di sana masih terasa sangat dingin dan suram.

Ny. Savitri duduk lemas di sofa, wajahnya terlihat syok dan hancur. Ia tidak menyangka putranya akan sejauh itu mengambil keputusan.

"Gila... benar-benar gila..." gumamnya pelan, matanya kosong menatap lantai. "Dia benar-benar pergi... dia memilih wanita itu..."

Mr. Ranveer menghela napas panjang, duduk di sebelah istrinya. Ia menepuk bahu wanita itu perlahan.

"Kau lihat sendiri kan, Savitri? Itulah kekuatan cinta," ucap Mr. Ranveer pelan. "Anak kita sudah dewasa. Dia berani mengambil resiko. Dan jujur... Ayah bangga padanya. Dia membuktikan bahwa dia pria yang punya prinsip dan punya hati."

"Bangga apanya?! Dia sudah menghancurkan masa depannya!" bentak Ny. Savitri tapi suaranya sudah terdengar lemah dan mulai bergetar. Ternyata, di balik kemarahan dan keangkuhannya, ia juga sangat menyayangi putranya. Kehilangan Aaryan rasanya seperti kehilangan separuh nyawanya sendiri.

"Biarkan dia pergi dulu... biarkan dia merasakan pahitnya hidup susah," lanjut Ny. Savitri dengan mata mulai berkaca-kaca. "Nanti... nanti kalau dia sudah capek, kalau dia sudah sadar dia salah... dia pasti akan kembali. Dia pasti akan pulang ke rumah ini lagi."

Meski berkata begitu, deep down di hatinya, ia merasa sangat takut. Takut kalau Aaryan benar-benar tidak akan pernah kembali. Takut kalau ia benar-benar kehilangan putranya selamanya.

Malam itu, di dua tempat yang berbeda, dua hati yang saling terhubung sedang merasakan kesedihan yang sama. Namun, di antara kepedihan itu, terselip sebuah harapan besar.

Harapan bahwa cinta sejati memang mampu mengalahkan segalanya. Bahwa cinta mampu membuat orang biasa menjadi kuat, dan orang kaya rela menjadi miskin demi kebahagiaan.

Perjalanan baru Aaryan dan Maheera baru saja dimulai. Perjalanan yang penuh rintangan, kesulitan, namun pasti akan diwarnai oleh cinta yang lebih hangat dan lebih indah dari sebelumnya.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!