NovelToon NovelToon
Se Atap Dengan Mantan Suami

Se Atap Dengan Mantan Suami

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mantan
Popularitas:14.7k
Nilai: 5
Nama Author: Hanela cantik

Jasmine, menikah dengan Aksa adalah mimpi buruk yang ingin ia kubur dalam-dalam. Sebagai anak yatim piatu yang miskin, Jasmine hanya dianggap sampah dan pembantu gratisan oleh keluarga Aksa yang terpandang. Puncaknya, sebuah fitnah kejam membuatnya terusir dari rumah megah itu tanpa membawa sepeser pun uang.

Tiga tahun berlalu, Jasmine bertahan hidup sebagai Professional Housekeeper di sebuah agen elit. Tugas terbarunya adalah mengurus sebuah penthouse mewah milik klien misterius yang sangat menuntut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hanela cantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mabuk

Waktu terus berjalan, Jasmine berkali-kali melirik jam dinding di ruang tengah, namun hingga pukul sebelas malam, tidak ada tanda-tanda lift pribadi itu akan berdenting. Penthouse itu tetap sunyi, hanya menyisakan suara hembusan AC yang dingin.

Merasa Aksa mungkin tidak akan pulang atau menginap di tempat lain, Jasmine akhirnya memutuskan untuk masuk ke kamar stafnya. Tubuhnya sudah terlalu lelah untuk terus berjaga dalam kecemasan. Setelah memastikan pintu kamarnya terkunci, ia merebahkan diri di ranjang kecilnya yang sederhana.

Mata Jasmine terasa sangat berat untuk dibuka. Kesadarannya masih tertinggal di alam mimpi, membuatnya berpikir bahwa itu mungkin hanya halusinasinya atau mimpi buruk yang biasa menghampirinya. Ia hanya mengerang pelan, mencoba mencari posisi tidur yang lebih nyaman.

Namun, rasa kantuknya hilang seketika saat ia merasakan sebuah hawa hangat yang sangat nyata merayap di belakang punggungnya. Jantung Jasmine mendadak berhenti berdetak saat sebuah tangan yang besar dan kokoh perlahan meluncur, melingkar dengan protektif di atas perutnya.

Jasmine tersentak, seluruh bulu kuduknya meremang. Ia bisa merasakan hembusan napas hangat yang beraroma alkohol samar dan parfum maskulin yang familiar di tengkuknya.

"Ssssh... tetaplah tidur, Jasmine," bisik sebuah suara bariton yang serak tepat di telinganya.

Jasmine ingin berteriak, ingin berontak, namun tubuhnya seolah membeku karena syok. Ia mengenali suara itu.

"Bagaimana bisa Anda masuk? Saya sudah mengunci pintunya..." suara Jasmine keluar dalam bisikan yang bergetar hebat.

Aksa justru semakin mengeratkan pelukannya, menarik tubuh Jasmine agar semakin merapat ke dadanya yang bidang. "Ini rumahku, Jasmine. Tidak ada pintu yang benar-benar bisa mengunciku di luar."

Tangan Aksa yang berada di perut Jasmine mulai bergerak naik perlahan, jemarinya mengusap lembut kain kaus yang dikenakan Jasmine.

Aksa menenggelamkan wajahnya di antara rambut Jasmine yang terurai, menghirup aromanya dengan rakus seolah pria itu baru saja menemukan oase di tengah padang pasir.

"Rambutmu masih sewangi dulu," bisik Aksa, suaranya kini terdengar berat dan serak oleh gairah yang tertahan.

"Dan tubuhmu... tubuhmu selalu menjadi canduku, Jasmine."

Aksa mendaratkan kecupan-kecupan panas di ceruk leher Jasmine, membuat napas Jasmine memburu pendek. Setiap sentuhan itu membakar kulitnya.

"Lepaskan... kumohon, Tuan Aksa, lepaskan saya!" pinta Jasmine dengan suara yang nyaris hilang, tangannya mencoba mencengkeram tangan besar Aksa yang masih melingkar di perutnya.

Aksa bukannya menjauh, ia justru menggigit kecil daun telinga Jasmine sebelum membisikkan ancaman yang membuat darah Jasmine seketika membeku.

"Diam," desis Aksa dengan nada rendah.

"Diam dan turuti aku, atau aku akan menanam benihku kembali di rahimmu sekarang juga agar kau tidak bisa lari ke mana-mana lagi."

Jasmine terkesiap, tubuhnya mendadak kaku seperti batu. Air mata Jasmine akhirnya jatuh membasahi bantal. Ia hanya bisa memejamkan mata, membiarkan tubuhnya gemetar di bawah kekuasaan pria yang kini menjadi majikan sekaligus monster dalam mimpinya.

Aksa merasakan tubuh dalam dekapannya bergetar hebat. Isakan kecil yang tertahan itu sampai ke indranya, membuat gerakannya terhenti sejenak. Bukannya menjauh, ia justru menggeser tubuhnya dan memaksa posisi Jasmine berubah.

"Kenapa menangis, hm?" bisik Aksa, suaranya terdengar parau dan dalam.

Dengan satu gerakan tangan yang kuat namun tetap penuh kendali, Aksa membalikkan tubuh Jasmine hingga mereka kini berhadapan di atas ranjang yang sempit itu. Jasmine mencoba memalingkan wajahnya, enggan menatap mata pria yang sedang menguasainya, namun Aksa mencengkeram dagunya agar tetap menatapnya.

"Aku tak suka kamu menangis," ucap Aksa lagi.

Bau alkohol yang tajam dari napas Aksa menusuk penciuman Jasmine, menegaskan bahwa pria ini sedang tidak dalam kesadaran penuh.

Jasmine meringis, mencoba menjauhkan hidungnya dari aroma minuman keras yang memuakkan itu.

"Anda mabuk, Tuan. Tolong keluar dari kamar saya," pintanya dengan suara parau.

Aksa justru terkekeh rendah, tawa yang terdengar getir sekaligus mengancam. "Mabuk? Mungkin. Tapi mabuk karena alkohol tidak ada apa-apanya dibandingkan rasa hausku padamu selama tiga tahun ini, Jasmine."

Ia mengusap air mata di pipi Jasmine dengan ibu jarinya.

"Jangan menangis. Kamu yang memilih untuk masuk kembali ke sarangku lewat kontrak itu. Jadi, nikmati saja perannya."

Aksa kembali mendekatkan wajahnya, membiarkan ujung hidungnya bersentuhan dengan hidung Jasmine.

Aksa terus menatap Jasmine dengan pandangan yang sayu. Cengkeraman tangannya di dagu Jasmine mulai melonggar, dan kelopak matanya perlahan menutup seiring dengan napasnya yang menjadi lebih berat dan beraroma alkohol.

Pengaruh minuman keras itu akhirnya meruntuhkan kesadaran Aksa. Tanpa peringatan, kepalanya jatuh di ceruk leher Jasmine, dan pria itu tertidur seketika.

"Tuan... Tuan Aksa?" bisik Jasmine gemetar.

Tidak ada jawaban, hanya suara dengkur halus dan napas teratur yang menerpa kulit lehernya. Jasmine mencoba menggeser kakinya, namun beban tubuh Aksa yang atletis benar-benar mengunci pergerakannya. Setiap kali Jasmine bergerak, Aksa justru menggumam tidak jelas dan semakin mengeratkan dekapannya dalam tidur.

Jasmine akhirnya menyerah. Ia berbaring kaku di bawah dekapan mantan suaminya, menatap langit-langit kamar yang gelap dengan air mata yang masih tersisa di sudut matanya.

1
Redmi Nam
Jasmine jangan membangunkan singa tidur..
tuh singanya muaraaah😄😄😄
vita
knp cerita ini jarang update sih kak
Redmi Nam
jangan lama" punya thor🙏
Kaknia
suka jl ceritanya 👍👍😘
sunaryati jarum
Nah gitu jika cinta perjuangkan
sunaryati jarum
Kamu benar Yasmine ,Nak Aksa dengarkan Bara kau jangan mempersulit Yasmine, kasihan
sunaryati jarum
Kau jatuh cinta sama mantanmu
Aidil Kenzie Zie
ngapa nggak ambil kamar yang ada pintu penghubungnya
mini
hah,,, ikut plong aku😍
Kaknia
suka alur ceritanya
Kaknia
bucin Aksa 😂🤭
Kaknia
seruuuuuuu
partini
dihhh felakor
Kaknia
semakin seruuuu ceritax tapi nanggung banget masih penasaran😭
partini
tamat sudah kamu Jasmine
Kaknia
astagaaa semoga Jasmine TDK knp knp 😭
Kaknia
mantap ceritax
Kaknia
semoga Jasmine TDK knp knp dan semoga Aksa pembela terdepanx
Kaknia
Semoga Bisa Bersatu Kembali.......
Suka Ceritax Seruuuuu....
Risa Virgo Always Beau
Jasmine mending kamu bertahan saja kerja sama Aksa di banding kamu di denda seratus juta
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!