Namanya Esterlita Hanggara Suparapto, putri bungsu pengusaha transportasi terkenal Anthony Hanggara Suprapto dan Hagia Selvia Suprapto.
Ester adalah gadis cantik berusia 20 tahun, karena statusnya yang merupakan putri bungsu ia mendapatkan kasih sayang berlebih dari kedua orang tuanya dan kedua kakak perempuannya.
Namun ternyata perlakuan itu menjadikan Esterlita menjadi sosok nona muda dengan segudang sifat dan sikapnya yang menyebalkan. Estelerlita menjadi sosok yang sangat arrogant dan suka merendahkan orang lain.
Pergaulannya kian liar,
Keributan demi keributan seringkali ia ciptakan, Titik kesabaran tuan Anthony mencapai batas ketika ia bertemu dengan sang putri di loby hotel bersama seorang pria yang sangat tidak ia suka.
Tuan Anthony marah bukan main,
keputusan di buat,
Jika Ester tak ingin kehilangan haknya atas semua fasilitas dari sang ayah maka ia harus mau menikah dengan Yoga Setyawan.
Supir pribadi sang ayah,
brugh....
Ester pingsan....
apa yang akan terjadi.....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon khitara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
bab 10 keluar
Menjelang siang,
Yoga yang sejak di suruh masuk ke dalam kamar tadi setelah adegan berbahanya bersama Ester,
terlihat keluar dari kamar.
Beberapa pesan baru saja masuk ke dalam ponselnya dari Zahra yang mengatakan ingin bertemu dan mengajaknya keluar sekarang.
Yoga bermaksud meminta izin kepada tuan Anthony untuk itu.
" permisi tuan...
nyonya..."
sapanya setelah ia sampai di dekat kedua orang itu.
Tuan Anthony dan nyonya Hagia menoleh menatapnya.
Penampilan pemuda itu yang sedikit rapi namun cukup membuat ia terlihat sangat tampan membuat kedua pasangan paruh baya itu terdiam sejenak.
" kau terlihat rapi begini Yoga....
mau kemana ?! "
tanya tuan Anthony kemudian dengan perasaan sedikit cemas.
Tiba tiba ia merasa khawatir pemuda itu akan pamit dan pulang karena masalah dengan Ester tadi.
" maaf tuan,
Boleh saya meminta izin keluar sebentar ?! " Yoga meminta izin.
" keluar ?! "
" iya tuan,
Sepupu saya ingin mengajak saya keluar sebentar.
Kebetulan dia juga sedang berada di sini " terang Yoga.
" sepupu ?! " cicit tuan Anthony lagi, tapi rasa lega seketika menyelimuti jiwanya.
Setidaknya ketakutannya salah.
" iya tuan,
adik sepupu....anak dari adik ibu saya, kebetulan dia sedang berlibur di rumah kakeknya karena kakeknya berasal dari sini " terang Yoga lagi.
" oh...begitu,
ya baiklah....toh hari ini hari minggu, kamu bebas Ga.." jawab tuan Anthony kemudian
" iya tuan "
" kamu pakek mobil aja,
terserah kamu mau pakek yang mana...asal jangan yang merah, itu punya Ester.
kayaknya dia juga mau keluar " ucap tuan Anthony lagi.
( oh...
jadi dia ketemu sama pacarnya ?!
pakek baju apa dia ya ?! )
diam diam Yoga jadi memikirkan Ester.
" tidak tuan terimakasih....
adik sepupu saya sudah bawa motor. Kita boncengan saja " jawab Yoga menolak halus niat baik tuan Anthony.
" oh udah bawa motor to....
memang sepupu kamu laki apa perempuan Ga ?! " kali ini yang bertanya adalah nyonya Hagia.
" perempuan nyonya "
" apa ?! " nyonya Hagia tanpa sadar terpekik hingga spontan ia berdiri.
" sepupu kamu perempuan dan kalian mau boncengan motor ?! " nada suara Hagia sedikit mengeras namun itu cukup membuat Yoga terjengkit.
" i..i...iya nyonya, kami sudah biasa seperti itu..." jawab Yoga jujur.
Mata nyonya Hagia melebar,
ia baru akan berkata kata lagi tapi sang suami telah lebih dulu menghentikannya dengan ikut berdiri dan memegangi lengannya.
" ma...
dia sepupu Yoga, se..pu..pu...mereka saudara ma...." ucap tuan Anthony dengan sedikit melotot kepada sang istri sementara tangannya meremas pelan lengan sang istri seolah sedang memberi isyarat.
Dan seolah paham,
Wajah nyonya Hagia yang tadi menegang kini perlahan berubah.
" emm...maaf Yoga,
Istriku.....hanya khawatir, berboncengan dengan motor rasanya itu sedikit berbahaya.
Ester pernah kecelakaan dengan motor, jadi ia sedikit trauma...
Yakan ma...." kata tuan Anthony sambil tersenyum canggung.
" i..iya...maaf...." cicit nyonya Hagia kemudian.
" iya tuan...nyonya,
terimakasih sudah mengkhawatirkan saya, tapi tenang saja....
saya sudah biasa " jawab Yoga.
" ah baiklah...terserah kamu " ucap tuan Anthony.
" ini terimalah, sebagai pegangan kamu " tuan Anthony menyodorkan sejumlah uang yang cukup tebal kepada Yoga,
Mata Yoga terbelalak.
" ah tidak tuan...
saya masih ada uang "
" terimalah Yoga,
Ini hak kamu....itung itung ini hasil kerja kamu tiga minggu ini di sini "
" tapi tuan...."
" jangan di tolak...."
Yoga akhirnya menerima uang itu dengan berat,
" terimakasih tuan...."
" iya,
sudah jangan terlalu formal begitu...."
" iya tuan,
kalau begitu saya permisi " pamit Yoga
" iya..
hati hati di jalan " ucap tuan Anthony dan segera di angguki oleh Yoga.
Setelahnya Yoga segera bersiap berlalu.
" Yoga..." nyonya Hagia menghentikan langkahnya.
" ya nyonya ?! "
" kamu yakin kamu akan keluar dengan sepupumu saja ?! " tanya perempuan itu menelisik.
" ma...." tuan Anthony mencoba mengingatkan dan menghentikan sang istri,
tapi nampaknya wanita itu tak perduli. Ia sangat penasaran sekarang dan ia tak bisa menahan itu.
Ia harus mencari tahu dan mendapat jawabannya sekarang juga.
" i..iya nyonya..." jawab Yoga dengan raut wajah bingung.
" kau yakin kau tidak punya hubungan lain dengannya ?! " tanya nyonya Hagia lagi dengan wajah serius dan membuat Yoga bingung.
Wajah pemuda itu nampak jelas menunjukkan kebingungannya.
" yakin nyonya,
Dia saudara saya....
e....hubungan seperti apa yang nyonya maksud... ?! " cicit Yoga akhirnya semakin bingung.
Nyonya Hagia menghela nafas, ia seakan baru tersadar akan sesuatu.
" tidak...
tidak ada hubungan apa apa yang maksud, baiklah berangkatlah sekarang dan hati hati di jalan.
Jangan ngebut dan ingat jangan pulang terlalu malam karena besok pasti akan sangat sibuk sekali.
Ya kan pa....?! " ucap nyonya Hagia sembari menoleh menatap sang suami,
Tuan Anthon yang di tatap seperti sedikit tergagap.
" ya...." cicitnya tak paham.
" besok kan hari senin pa...
kamu selalu sibuk di hari seninkan jika di banding hari hari biasa ?!
pasti kamu juga akan membuat Yoga sibuk sepertimu,
Yakan...." ucap nyonya Hagia penuh penekanan kepada sang suami.
" oh itu...iya iya....
kalau itu Yoga juga pasti sudah tahukan ?! " jawab tuan Anthon sambil terkekeh pelan.
" iya tuan,
saya mengerti....kalau begitu saya pamit.
permisi "
" iya....hati hati " jawab nyonya Hagia lemas.
Ia kembali terduduk setelah Yoga benar benar pergi dari ruangan itu dan tak lagi terlihat olehnya.
" mama kenapa sih ?! Kentara sekali...." omel pak Anthon.
" kepo pa....
curiga juga...
tapi ngomong ngomong menurut papa bener nggak sih mereka cuma sodaraan ?! "
" nggak tahu....
Bagus nggak pernah cerita apa apa " jawab tuan Anthony ikut kembali duduk.
" kalau sebenarnya ada sesuatu di antara mereka gimana pa ?! "
" biarinlah ma....itu artinya Yoga memang tidak untuk Ester "
" papa kok gitu....?!
papa nyerah gitu aja ?! "
" apanya yang nyerah sih ma ?! Lha kalau memang mereka emang sudah ada hubungan sejak awal kita bisa apa ?
kita tidak boleh egois...hormati pilihan orang lain...." jawab tuan Anthony.
Nyonya Hagia terdiam,
Ia tak bisa lagi protes, apa yang di katakan sang suami memang benar.
" ma..
pa....aku pergi dulu ya " Ester tiba tiba telah berada di dekat kedua pasangan paruh baya itu.
Nyonya Hagia dan tuan Anthony segera menelisik penampilan sang putri.
Tapi kali ini mereka tak bisa memprotes penampilan sang putri karena Ester yang memakai pakaian cukup sopan saat ini.
Celana jeans mode pencil yang ia padukan dengan T-shrit yang sedikit terlihat oblong di tubuhnya dan di lengkapi dengan sepatu kads warna putih.
Cukup modis meski jauh dari harapan kedua orang tuanya yang sebenarnya sangat ingin ia berpakaian sama seperti sang mama dan kedua kakak kakaknya.
Pakaian yang sesuai anjuran agama.
Tapi ya sudahlah....
tuan Anthony dan nyonya Hagia memilih bersabar dulu walau harapan mereka masih akan terus ada untuk Ester suatu hari nanti memakai pakaian itu.
" hati hati di jalan dan jangan lagi membuat onar, karena jika tidak....
maka kali ini papa akan benar benar menghukummu " ucap tuan Anthony
" iya....dada pa...dada ma...." pamit Ester sambil melambaikan tangannya dan mulai berlalu dari ruangan itu.
" Ester....!! " teriak sang papa tiba tiba
" ya...." jawab Ester sambil menghentikan langkahnya dan menoleh kepada sang papa.
" jangan coba coba kamu menemui pemuda brengsek itu apalagi berbohong pada papa hanya untuk menemuinya.
Karena percayalah.....papa pasti akan tahu itu....kau dengar ?! "
Glek....
Ester terdiam sejenak di tempatnya berdiri.
makasih udah up di hari Minggu ya Kak Thara, aku beneran ga nyangka, love sekebon deh😍😍😍😍
ngakuuuuuuuuuu udah mulai tersepona dan teryoga yoga🤣🤣🤣