NovelToon NovelToon
JANJI PERNIKAHAN TUAN AROGAN

JANJI PERNIKAHAN TUAN AROGAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: La Rumi

Zenna Amalia bukanlah perempuan suci. Ia memiliki masa lalu yang kelam, pernah menjadi simpanan pewaris kaya bernama Rendy Wangsa demi membiayai pengobatan ibunya yang sakit kanker.

"Di luar sana, mana ada laki-laki yang sudi bersamamu, apalagi kalau mereka tahu, kamu bukan lagi perempuan yang punya kesucian dan kehormatan?" kata Rendy keji, sebelum mencampakkan Zenna.

Setelah kehilangan segalanya, Zenna berusaha kembali ke jalan yang benar, rela menebus dosa dengan menikahi seorang lelaki arogan bernama Bram Atmaja.

Bram tahu semua masa lalu Zenna, bersedia menikahinya, demi memenuhi wasiat mendiang ayah tirinya, yang juga merupakan ayah kandung Zenna. Meski dari awal, ia juga sudah memperingatkan Zenna bahwa dirinya adalah pria kasar dan arogan, dan barangkali tak akan pernah mencintai Zenna seumur hidupnya.

Pernikahan yang berlangsung dengan itikad penebusan dosa, tanpa cinta pada awalnya, dan dikejar bayang-bayang gelap masa silam, akankah berujung bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La Rumi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Janji Pernikahan Tuan Arogan - Bab 5

"Kamu... bicara apa?"

Zenna menatap Bram, nanar. Kata-kata yang didengarnya barusan sama sekali tak masuk nalar.

"Mendiang Tuan Zahir Atmaja, pemilik dan pemimpin Atmaja Group sebelum ini, pernah menikah dengan mendiang Nyonya Amalia Hartati--ibu Anda, Nona Zenna Amalia. Ini buktinya."

Haris menyodorkan beberapa berkas berupa buku nikah dan akta cerai yang mencantumkan nama keduanya, membuat detak jantung Zenna sesaat seakan berhenti berdetak.

Kenapa aku tak pernah tahu...?

"Anda adalah putri kandung dan sah Tuan Zahir dan Nyonya Amalia. Tetapi, karena pernikahan ini tak direstui keluarga besar Atmaja, keduanya terpaksa bercerai."

Haris menarik napas dalam sejenak, sementara Zenna hanya bisa menatapnya dengan hati retak.

"Saat itu, Anda masih berada dalam kandungan Nyonya Amalia. Nyonya Amalia pun pergi dan menghilang dari ibukota sejak resmi bercerai dengan Tuan Zahir. Beliau melahirkan dan membesarkan Anda seorang diri, tanpa pernah memberitahu siapa ayah kandung Anda yang sebenarnya. Nyonya Amalia melakukannya karena tak ingin menambah luka bagi dirinya dan Anda--apalagi setelah bercerai, Tuan Zahir menikah lagi dengan Nyonya Ariana Mentari..."

"Ibuku," sela Bram dengan raut muka masam. "Itu adalah pernikahan politik. Keduanya dijodohkan untuk memperkuat aliansi dua perusahaan besar--begitulah."

Zenna tak bisa mengurai kata. Sebagian yang dikatakan Haris benar--ibunya membesarkannya seorang diri tanpa pernah memberitahu siapa ayah kandungnya. Amalia selalu berkata, mereka sudah bercerai sejak Zenna dalam kandungan, dan sang ayah pergi entah ke mana.

Zenna tak pernah paham apa yang terjadi, tetapi ia tak bisa mengulik lebih jauh sebab ibunya memohon agar tak pernah membahasnya, dan hatinya pedih melihat lara di wajah ibunya jika harus menyinggung kembali perkara mantan suaminya. Diam-diam Zenna juga benci pada ayahnya--tak habis pikir bagaimana lelaki itu bisa dengan keji menghancurkan hati ibunya dan membuatnya harus membesarkan darah dagingnya seorang diri.

Kebencian itu yang membuatnya enggan mencari tahu dan berurusan dengan ayahnya, sampai kiamat sekalipun.

Tetapi sekarang...

"Tuan Zahir menderita stroke dan dirawat di rumah sakit yang sama dengan Nyonya Amalia. Mereka sempat bertemu dan saling bicara, sebelum akhirnya menghembuskan napas terakhir... di hari yang sama," papar Haris perlahan.

Zenna terguncang berat sekarang.

Tidak mungkin...! Bagaimana bisa...? Bagaimana aku tak tahu semua ini...?

"Karena pertemuan itulah, Tuan Zahir akhirnya tahu ia memiliki anak dengan Nyonya Amalia. Saat bercerai, Tuan Zahir tak tahu jika Nyonya Amalia sedang mengandung. Ia juga tak bisa menemui Nyonya Amalia lagi karena situasi waktu itu rumit," lanjut Haris dengan berat hati. "Begitu tahu ia memiliki seorang putri, di detik terakhir hidupnya, ia memanggil saya untuk merilis surat wasiat baru, dengan mencantumkan nama Anda sebagai pewaris sahnya... dan ibu Anda, Nyonya Amalia, juga menyetujuinya."

Haris pun membuka map tebal berwarna cokelat, dan meletakannya di atas meja kaca. Dengan hati-hati ia mengambil lembar kertas pertama, dan sekilas Zenna bisa melihat stempel resmi dan tanda tangan besar tergurat di surat wasiat itu.

“Baik, kita akan memulai pembacaan wasiat Tuan Zahir Atmaja,” kata Haris. “Harap semua mendengarkan dengan tenang.”

Zenna menelan ludah, jantungnya berdetak lekas tanpa jeda. Ia tidak tahu harus bereaksi apa.

“Saya, Zahir Atmaja, menulis surat wasiat ini atas kehendak dan kesadaran penuh, tanpa paksaan pihak mana pun. Wasiat ini berlaku begitu saya wafat, dan hanya dapat dilaksanakan sesuai ketentuan yang saya tetapkan," Haris mulai membacakannya dengan nada serius dan lantang.

"Pertama, putri kandung saya satu-satunya, Zenna Amalia, yang selama ini tidak mengetahui hubungan kami, adalah ahli waris utama atas seluruh aset pribadi saya-- termasuk properti, rekening bank, emas, aset digital, dan saham di Atmaja Group."

"Namun, aset ini hanya dapat diwarisi jika Zenna bersedia menikah dengan Bram Atmaja, putra tiri saya, dalam jangka waktu tiga bulan sejak pembacaan wasiat ini."

Zenna bagai tersambar petir. Tubuhnya benar-benar tersentak dan beberapa detik nadinya seakan kehilangan detak.

“Tidak… tidak mungkin...!" sengalnya.

Haris sama sekali tidak terpengaruh reaksi Zenna, dan meneruskan.

“Kedua, pernikahan ini adalah amanah dan wasiat terakhir saya, dan sebagai muslimah dan muslim yang baik dan taat, ahli waris dan pasangannya wajib mengemban dan menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya, dengan Allah Subhanahu wa ta'ala dan para malaikat-Nya sebagai saksi."

"Ketiga, saya berwasiat bahwa pernikahan ini bukan sekadar formalitas. Tidak boleh ada perceraian, hingga maut menjemput. Selama menjadi suami Zenna, Bram Atmaja wajib dan bertanggung jawab menjaga keselamatan Zenna dan hak-haknya sebagai ahli waris, termasuk mengelola dan memimpin perusahaan Atmaja Group. Seluruh pelanggaran ketentuan ini akan berimplikasi hukum, dan harap dilaksanakan sebaik-baiknya."

Keheningan yang canggung seketika mengudara begitu Haris selesai membaca surat wasiat dan menyimpannya kembali dengan rapi ke dalam map.

"Kamu sudah dengar itu," Bram yang pertama memecah kesunyian--matanya menyorot tajam ke arah Zenna tanpa perasaan. "Aku akan menikahimu bukan karena aku mau, bukan karena aku mencintaimu. Tapi itulah wasiat orang yang sudah meninggal, dengan implikasi hukum yang mengikat. Jadi tak perlu ada yang dipertanyakan lagi--"

"Tidak--ini tidak benar!" Zenna menggeleng kalut, suaranya bergetar penuh emosi. "Aku tidak bisa menikah denganmu begitu saja... bukankah kamu saudara tiriku?"

"Memang. Tapi kita tidak sedarah," tukas Bram dingin. "Aku putra kandung Ariana Mentari dengan lelaki lain. Sama seperti kisah ayah dan ibumu, ibuku sempat menikah dengan orang yang dicintainya sebelum dipaksa berpisah dan dijodohkan. Aku adalah putra bawaan ibuku saat menikah dengan ayahmu. Karena itu, aku dan kamu sepenuhnya bukan muhrim, dan boleh menikah berdasarkan hukum agama maupun negara..."

Penjelasan Bram sama sekali tak melegakan hati Zenna. Justru sebaliknya.

"Tidak... kita tidak bisa menikah...," rintih Zenna, kepedihan luar biasa kini menggayuti wajahnya.

"Ini wasiat ayah kita. Tak bisa dibantah. Atau kamu mau kita berdua dipenjara karenanya?" Bram mulai meradang.

Pandangan Zenna mengabur seiring air matanya melinang deras.

"Jadi kamu tetap akan menikahiku, meskipun aku..."

Batin Zenna menjerit dan menyeri.

Haruskah aku memberitahunya?

***

1
Shamira Zee
Aduh plis Zenna jangan pergi /Sob/
Shamira Zee
Author nyindirnya ngena banget deh soal polisi /Tongue/ Wah bisa nggak tuh Bram dan Rendy kerja sama buat nemuin pembunuhnya? Kira-kira siapa ya?
Shamira Zee
Duh ngeri kali diracun demi dapat warisan /Gosh/
Lord Aaron
Racun?
Nyonya Billy
Narasinya bagus. Ceritanya cukup menghanyutkan emosi.
Nyonya Billy
Ada apa dengan Zenna...?
Shamira Zee
Ceritanya bagus, gak kacangan, alurnya unik, penuh intrik. Gak bisa berhenti baca soalnya tiap babnya bikin penasaran terus. /Angry//Good/
Shamira Zee
Aduuuh Zenna kenapa ini thor? /Gosh/
Shamira Zee
Keren Bram bisa atur pesta jadi gitu. Tapi gak ketemu Rendy malah ketemu Aurel /Grimace/
La Rumi: sama aja ya 😅
total 1 replies
Shamira Zee
Pengantin baru malah ngurus kerjaan /Facepalm/ Duh ada Rendy ntar... gimana tuh Zenna? Semoga baik-baik aja yaa
La Rumi: pengantin teladan 😅
total 1 replies
Nyonya Billy
Selamat dan semangat menempuh hidup baru, Zenna ❤️
La Rumi: ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
total 1 replies
Nyonya Billy
Manisnya Bram
La Rumi: Like sugar 🤭
total 1 replies
Shamira Zee
Horee akhirnya sah! Selamat Ze-Bra! /Angry/
La Rumi: Yaaay
total 1 replies
Shamira Zee
Kenapa Bram bisa manis begini? Duuuh meleleh lho denger dia bilang "perlukah alasan" /Proud/
La Rumi: So sweet yesss
total 1 replies
Lord Aaron
Melahirkan seratus kurawa dong... othor bisa aja /Facepalm/
La Rumi: 🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Nyonya Billy
Parah kelakuan rendy
Nyonya Billy
Hubungan toxic juga bisa bikin hubungan ke sekitar hancur...kasihan Zenna
Shamira Zee
Dia yang inisiatif hamilin, terus dia juga yang nyuruh gugurin... fix emang titisan iblis nih rendy
La Rumi: Benerrr
total 1 replies
Shamira Zee
Duh lama-lama bisa ketahuan Aurel tuh...🤔
La Rumi: Bisa jadi...
total 1 replies
Shamira Zee
Nah lho... bestie lama pun sampai tahu... ya bukan kekasih gelap lagi itu namanya 😅
La Rumi: jadi terang ya kak 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!