NovelToon NovelToon
Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Tahta Darah Sembilan Cakrawala 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:3.6k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

(SEASON 2)

Dengan Inti Emas Iblis di Dantian-nya, Shen Yuan kini meninggalkan benua kelahirannya. Ia melangkah menembus Gerbang Lintas Benua menuju jantung peradaban Sembilan Cakrawala, siap membawa badai darah mematikan bagi para dewa palsu yang pernah merenggut segalanya darinya. Perburuan yang sesungguhnya baru saja dimulai!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pelarian

Udara di ruang peracikan rahasia Puncak Neraka Es terasa membeku, namun darah yang mengalir di dalam tubuh Shen Yuan justru mendidih oleh kegirangan yang liar.

Di tangannya, Cincin Giok Pusaka milik Bai Luo memancarkan pendaran cahaya redup. Ia tidak hanya merampas nyawa sang Pelindung Bintang Tujuh, tetapi juga menyapu bersih seluruh kekayaan, pusaka, dan rahasia yang telah dikumpulkan pria itu selama ratusan tahun.

Namun, sang Iblis Penelan Surga tahu bahwa ini bukanlah waktunya untuk merayakan kemenangan.

Kematian seorang ahli di Ranah Peleburan Jiwa bukanlah sesuatu yang bisa disembunyikan. Di markas utama Kuil Dewa Perak, lentera jiwa milik Bai Luo pasti telah pecah berkeping-keping. Dalam hitungan tarikan napas, para tokoh tua yang tertidur di puncak-puncak gunung lainnya akan segera menyadari bahwa salah satu pilar langit mereka telah runtuh.

"Aku harus memusnahkan jejak hawa murniku, atau mereka akan melacak sisa-sisa pusaran iblis ini hingga ke ujung benua," gumam Shen Yuan, matanya menyapu ruangan yang porak-poranda tersebut.

Tatapan Shen Yuan tertuju pada sisa-sisa kuali perunggu raksasa yang telah ia hancurkan, serta deretan tabung kristal berisi racun Yin Mutlak dan sisa Darah Tuan Tanah Hantu yang berceceran.

Di dalam Cincin Ruang miliknya, ia memiliki sisa-sisa energi dari Inti Emas Jian Wushuang yang bersifat Yang Mutlak—energi murni yang telah memadat namun tidak stabil.

Sebuah gagasan gila, sejalan dengan watak kejamnya, terlintas di benak Shen Yuan.

Ia merogoh cincin ruangnya dan mengeluarkan tiga buah kristal api tingkat tinggi hasil rampasannya. Ia melemparkan kristal-kristal itu ke tengah genangan racun Yin Mutlak di lantai ruangan. Kemudian, ia menyalurkan sisa hawa murni iblisnya untuk membungkus kristal-kristal api tersebut, menciptakan sebuah pemicu ledakan yang tertunda.

"Yin dan Yang yang saling bertabrakan secara paksa... ditambah dengan racun pelebur tulang. Mari kita lihat seberapa tangguh gunung es kalian ini," Shen Yuan menyeringai dingin.

Langkah Bayangan Hantu!

Tubuh Shen Yuan langsung memudar ke dalam kehampaan. Ia tidak berlari melalui lorong penjara, melainkan memusatkan hawa murni Inti Emas Iblisnya untuk langsung menembus lapisan es di langit-langit ruangan rahasia tersebut. Di Ranah Inti Emas, ia bisa melunakkan es abadi itu sejenak hanya dengan aura penelanannya.

Wussshhh!

Hanya dalam waktu tiga tarikan napas, Shen Yuan telah menembus ratusan tombak lapisan es padat, muncul di udara terbuka di lereng Puncak Neraka Es. Badai salju yang lebat langsung menyambutnya, menyembunyikan sosoknya yang dibalut jubah hitam.

Namun, tepat pada saat kakinya menginjak udara terbuka...

Teeenggg! Teeeeenggg! Teeeeenggg!

Sembilan dentangan lonceng perak purbakala bergema merobek langit Benua Pusat! Suara lonceng itu begitu luar biasa dahsyat hingga awan-awan badai di atas Puncak Neraka Es tersibak seketika.

Itu adalah Lonceng Kehancuran Bintang! Lonceng yang hanya dibunyikan jika seorang Pelindung Kuil Dewa Perak tewas di dalam wilayah sekte!

Seketika itu juga, lima pilar cahaya perak yang tebalnya mencapai sepuluh tombak meledak dari lima puncak gunung yang berbeda di sekeliling Kuil Dewa Perak. Lima tekanan dari Ranah Peleburan Jiwa meletus secara bersamaan! Udara di seluruh penjuru kota raksasa Kaki Dewa di bawah sana membeku; jutaan fana dan pendekar jatuh berlutut tanpa bisa bernapas.

"SIAPA YANG BERANI MENYENTUH BINTANG TUJUH KAMI?!"

Sebuah raungan yang mengguncang kaidah alam terdengar dari arah puncak tertinggi. Hawa murni dari raungan itu memadat menjadi gelombang kejut yang menyapu lereng pegunungan, membuat pepohonan giok patah bagaikan ranting kering.

Shen Yuan menyipitkan matanya. Jantungnya berdebar kencang. Ia bisa merasakan kelima aura Ranah Peleburan Jiwa itu mengunci arah Puncak Neraka Es dan melesat mendekat dengan kecepatan perpindahan seketika!

"Waktunya pergi."

Tepat saat Shen Yuan bersiap untuk menukik turun dan membaur dengan pelataran murid luar...

Bummmmm!

Perut Puncak Neraka Es meledak!

Siasat yang ditinggalkan Shen Yuan di ruang rahasia Bai Luo bekerja dengan sempurna. Benturan antara kristal api Yang Mutlak dan genangan racun Yin Mutlak menciptakan letupan berantai yang menghancurkan susunan es abadi penyangga gunung tersebut.

Pilar api berwarna biru dan merah kehitaman meletus menembus puncak gunung, memuntahkan jutaan ton bongkahan es, batu pualam, dan kabut racun ke udara! Lereng Puncak Neraka Es runtuh ke dalam, mengubur seluruh istana pribadi Bai Luo, penjara bawah tanah, dan ruang peracikannya ke dalam jurang ketiadaan!

"TIDAAAK! ISTANA BINTANG TUJUH RUNTUH!" jerit ribuan murid Sekte Dalam yang berada di lereng bawah, berhamburan melarikan diri dari hujan es dan api.

Lima ahli Peleburan Jiwa yang baru saja tiba di atas langit Puncak Neraka Es terpaksa berhenti. Mereka harus menyalurkan kekuatan mutlak mereka untuk membentuk jaring hawa murni perak raksasa demi menahan ledakan tersebut, mencegah racun Yin Mutlak menyapu seluruh wilayah sekte.

"Sialan! Pelakunya meledakkan pusat puncak ini untuk menghapus jejak auranya!" raung salah seorang Pelindung bertopeng dewa yang mengenakan zirah emas putih. Matanya menyapu kekacauan di bawahnya dengan murka. "Tutup seluruh Susunan Aksara Pemusnah Bintang! Kunci setiap gerbang! Bahkan lalat pun tidak boleh keluar dari Kuil Dewa Perak hari ini!"

Memanfaatkan kekacauan laksana kiamat dan kabut racun yang membutakan pandangan para dewa fana tersebut, Shen Yuan telah menukik lurus ke bawah.

Sutra Penelan Surga berputar dalam diam, menelan dan menyembunyikan setiap riak hawa murninya secara mutlak. Di Ranah Inti Emas, ilmu penyamarannya telah mencapai tingkat di mana ia benar-benar terlihat seperti sepotong kayu mati di mata kesadaran spiritual.

Ia mendarat di pelataran asrama Murid Luar yang kini sedang dalam keadaan kepanikan besar-besaran. Ribuan murid berpakaian abu-abu berlarian tak tentu arah, melihat puncak gunung salah satu pelindung mereka meledak.

Shen Yuan dengan cepat merobek sebagian jubah hitamnya, mengenakan kembali seragam murid luar abu-abu kusam yang ia simpan di dalam Kantong Qiankun, dan mengacak-acak rambutnya. Ia mengotori wajahnya dengan debu es, lalu menjatuhkan dirinya di antara kerumunan murid yang sedang berdesakan, berpura-pura terhuyung-huyung dan ketakutan.

"A-Apa yang terjadi?! Apakah langit runtuh?!" teriak seorang murid di sebelah Shen Yuan.

"Pelindung Bai Luo... seseorang membunuh Pelindung Bai Luo!" jerit murid lainnya dengan wajah sepucat kertas.

Di langit, suara guntur kembali menggelegar. Sesosok pria tua dengan rambut perak menjuntai hingga ke kaki muncul di atas lautan awan. Ia tidak mengenakan zirah, melainkan jubah kain biasa. Namun, kehadirannya membuat kelima Pelindung Peleburan Jiwa langsung menundukkan kepala mereka dengan penghormatan yang dalam.

Itu adalah salah satu Leluhur Tertinggi Kuil Dewa Perak! Sosok yang mungkin telah menyentuh puncak mutlak dari alam fana, bersiap memisahkan jiwanya dari duniawi!

"Tutup seluruh jalur menuju Benua Pusat," suara Leluhur Tertinggi itu tidak keras, namun terdengar jelas di setiap benak yang ada di Benua Pusat. "Pelaku ini sangat licik. Ia menghancurkan lokasi kejadian untuk menghapus jejak kultivasinya. Namun, ia tidak mungkin menghilang tanpa jejak. Periksa seluruh daftar tamu, murid baru, dan utusan yang masuk dalam sepuluh hari terakhir!"

Mendengar perintah itu, jantung Shen Yuan tetap berdetak dengan irama normal. Kesempurnaan fana dan Inti Emas Iblisnya telah memberinya ketenangan mutlak. Ia tahu, dengan meledaknya istana tersebut, semua bukti tentang "Kuali Darah" bernama Mo Yuan telah hangus. Bai Chen dan Penatua Wu—dua orang yang membawanya masuk—juga telah lenyap tanpa sisa.

Saat ini, ia hanyalah satu dari puluhan ribu murid luar yang tidak berarti, terjebak dalam kepanikan.

Para Penatua Pelaksana dari Sekte Dalam segera turun ke pelataran murid luar. Mereka membawa cermin-cermin giok raksasa yang berfungsi untuk menyingkap kebohongan dan riak hawa murni asing.

"Semua Murid Luar! Berbaris! Tidak ada yang boleh bergerak!" bentak seorang Penatua Pelaksana dengan wajah beringas.

Satu per satu, puluhan ribu murid itu diperiksa. Cermin giok itu memancarkan cahaya ke arah mereka, memeriksa tingkat kultivasi dan sisa-sisa niat membunuh.

Ketika giliran Shen Yuan tiba, ia melangkah maju dengan bahu sedikit membungkuk. Wajahnya menunjukkan raut ketakutan fana yang sangat wajar.

Cahaya dari cermin giok menyapunya.

Di dalam tubuhnya, Inti Emas Iblisnya telah dibungkus rapat-rapat oleh kepompong gelap dari Sutra Penelan Surga. Yang dibiarkan terpancar keluar hanyalah sisa-sisa hawa murni lemah di Ranah Penempaan Raga Lapisan Ketujuh.

Penatua Pelaksana itu melirik cerminnya, mendengus meremehkan, lalu mendorong Shen Yuan dengan kasar ke arah barisan murid yang telah "bersih".

"Hanya sampah Penempaan Raga. Lanjut! Periksa yang berikutnya!" teriak sang Penatua.

Shen Yuan menundukkan kepalanya, menyembunyikan kilatan kegelapan di pupil matanya. Ia berhasil. Ia telah menipu cermin pusaka dari salah satu sekte terkuat di Sembilan Cakrawala, di bawah hidung para ahli Peleburan Jiwa.

"Mereka akan menyisir gunung ini selama berhari-hari," batin Shen Yuan. "Begitu kewaspadaan mereka bergeser ke arah kubu-kubu musuh di luar, aku akan menggunakan kedudukan murid luar ini untuk mendaftarkan diri dalam tugas perburuan di luar sekte, dan keluar dari gerbang mereka dengan santai."

Ia memandang ke arah langit yang masih dipenuhi oleh para dewa fana yang mengamuk.

"Kuil Dewa Perak... kalian baru saja kehilangan satu Pelindung. Nikmatilah ketakutan kalian," bisik sang Iblis Penelan Surga di dalam benaknya. "Karena suatu saat nanti, aku akan kembali bukan sebagai penyusup, melainkan sebagai penakluk."

Dendam sepuluh tahun atas kematian sang ayah telah dibayarkan dengan tuntas. Sang algojo telah musnah. Namun, perburuan sejati Shen Yuan untuk menelan keabadian dan menduduki puncak Sembilan Cakrawala baru saja membuka babak yang paling mematikan. Alam atas kini tidak akan pernah bisa tidur dengan tenang.

1
black swan
...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!