NovelToon NovelToon
Kembali Untuk Menjerat Mu

Kembali Untuk Menjerat Mu

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / Mengubah Takdir / CEO
Popularitas:23.4k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Tidak ada yang tahu, Ratu pergi bukan karena ingin meraih cita-cita, namun untuk lari dari perasaannya kepada sosok laki-laki yang ternyata telah memiliki tunangan.
Dia adalah Ardiansyah, putra kedua dari keluarga Suhadi, seorang CEO yang baru saja di Lantik setahun yang lalu setelah menyelesaikan pendidikannya,dan fokus memimpin perusahaan raksasa. namun fakta yang membuat Ratu pergi, Ardiansyah telah bertunangan dengan seorang gadis salehah, teman Adiknya saat berada di pesantren dan memutuskan untuk pergi ke kota dengan misi tersembunyi.
yuk ikuti kisah Ratu di sini....
kawal sampai akhir ya...
apakah sad ending, atau happy ending...

terimakasih atas dukungannya selama ini...
🥰🥰🥰🥰🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 10

Ardiansyah melepaskan cengkeraman tangannya di lengan Ratu, namun tatapannya masih terkunci pada mata di balik kacamata bening itu. Ada desiran aneh yang ia rasakan, sebuah koneksi yang jauh lebih kuat daripada sekadar hubungan profesional antara CEO dan rekan bisnis.

"Ingat, tetap di belakang saya," ucap Ardiansyah sekali lagi, nadanya kali ini lebih protektif daripada memerintah.

Ratu mendengus, mencoba menutupi kegugupannya. "Iya, bawel! Lagipula siapa juga yang mau maju duluan di pabrik yang panas begini."Ratu mengipasi wajahnya yang memerah dengan telapak tangannya.

Begitu mereka memasuki area produksi, aroma kain baru dan deru mesin jahit industrial menyambut mereka. Kepala produksi, Pak Cito, datang dengan wajah yang tampak tegang melihat kedatangan bos besarnya yang baru secara mendadak.

"Selamat siang, Tuan Ardi. Semua jalur produksi sudah siap untuk sampel seragam Family Gathering."ucap Cito dengan sopan.

"Siang, Cito. Kenalkan, ini asisten dari Vanessa yang akan mengawasi detail teknisnya. Jangan kaget kalau dia sedikit... banyak bertanya" sahut Ardiansyah melirik sekilas Ratu .

Ratu menelisik seluruh area, Ia melangkah maju, tangannya langsung meraih salah satu potongan kain yang baru saja keluar dari mesin potong laser. Ia mengerutkan kening.

"Tunggu sebentar. Pak Cito, ini kenapa jarak jahitannya 3mm? Di spesifikasi Vanessa tertulis 2mm untuk ketahanan maksimal. Kalau 3mm, nanti baru dipakai tarik tambang sedikit saat acara, bajunya sudah jebol!"

Pak Cito wajahnya memucat, melirik Ardiansyah meminta bantuan "Anu... itu... untuk mempercepat proses produksi agar kejar tayang satu bulan, Nona. Kalau lebih rapat, waktunya tidak cukup."

Ardiansyah mencoba melerai sesuai janjinya "Asisten..., dengar dulu. Perbedaan satu milimeter tidak akan terlihat oleh karyawan."

Ratu berbalik menatap Ardiansyah dengan mata melotot "Satu milimeter itu perbedaan antara kualitas premium dan barang grosiran, Tuan Purba! Apa Anda mau reputasi Afnan Style dan Suhadi Group hancur hanya karena urusan benang? Saya tidak mau tahu, bongkar semua yang sudah terlanjur dijahit!"

Balas Ratu dengan tegas.

Pak Cito berkeringat dingin, sementara Ardiansyah justru terpaku melihat ketegasan Ratu. Cara Ratu memeriksa serat kain dan cara ia mengomeli teknisi mesin benar-benar menunjukkan bahwa dia bukan sekadar asisten biasa.

"Pak Cito , lakukan apa yang dia katakan. Bongkar dan ikuti spesifikasi awal. Saya tidak mau ada komplain soal kualitas." tegas Ardiansyah tanpa ada bantahan.

"Baik, Tuan Ardi, Segera kami laksanakan."

Setelah Pak Cito pergi dengan terburu-buru, Ratu bersandar pada meja pola sambil mengipasi wajahnya dengan tangan. Maskernya sedikit naik turun karena napasnya yang memburu akibat emosi.

"Puas sekarang? Kamu baru saja membuat satu tim produksi harus kerja lembur malam ini." ucap Ardiansyah tersenyum mengejek.

"Mereka lembur untuk kesempurnaan, Tuan, Bukan untuk kesalahan saya. Harusnya Anda berterima kasih karena saya menyelamatkan wajah Anda di depan 5.000 karyawan nanti., dan bagian bukannya karyawan senang ya kalau ada jam tambahan, yang rugi itu ada harus menggaji kerja lembur" ejek Ratu terkekeh.

Udara di pabrik memang cukup gerah. Ratu tampak kelelahan, ia membuka tasnya dan mengambil Tabletnya untuk mencatat poin-poin revisi agar tidak lupa. Ardiansyah yang melihat Telapak Ratu sedikit memerah karena keringat dan iritasi tekstil teringat sesuatu.

Ia merogoh sakunya, mengeluarkan botol antiseptik Tanpa bicara, ia meraih tangan Ratu dan meletakkan botol itu di telapak tangannya.

"Pakai ini. Telapak tangan mu memerah karena iritasi, Jangan sampai bos jandamu itu menuntut saya karena asistennya lecet-lecet di pabrik saya."

Ratu tertegun, jantungnya berdegup kencang melihat perhatian kecil itu "Tadi janda, sekarang bos saya dibilang janda lagi... Benar-benar ya mulut Anda. Tapi... terima kasih. Setidaknya Anda tidak sekaku yang saya kira."

Ratu mengoleskan sedikit antiseptik tersebut pada telapak tangannya yang gatal, aroma mawarnya seketika memberikan efek relaksasi di tengah kebisingan pabrik. Ia juga merapikan kembali jilbabnya agar tetap nyaman meski ia banyak bergerak.

Saat Ratu sedang asyik dengan tabletnya, Ardiansyah memperhatikannya dari samping. Cara wanita ini memegang pulpen digital, cara ia menyipitkan mata saat berpikir... bayangan Ratu yang dulu sempat memaki-makinya di pinggir jalan kembali melintas dengan sangat jelas.

"Vanessa... apakah asistenmu ini punya kembaran?" Gumam Ardiansyah tiba-tiba ,namun Ratu masih bisa mendengar nya.

Ratu tersentak hampir menjatuhkan tabletnya "Hah? Kembaran apa maksud Anda?"

"Tidak. Hanya saja, semakin lama saya melihatmu, saya merasa seperti sedang berdebat dengan seseorang yang sudah saya kenal ,tapi itu dulu , beberapa tahun yang lalu, dan sekarang orang itu baru kembali, . Seseorang yang sangat berisik, tapi tak bisa saya lupakan"

Ratu memalingkan wajahnya, pura-pura memeriksa tumpukan kancing di meja. "Mungkin itu perasaan Anda saja karena Anda terlalu banyak kerja. Sebaiknya kita cepat selesaikan ini, saya sudah lapar."

Hari sudah sore, mereka memutuskan untuk mencari tempat makan , Ardiansyah mengendarai mobilnya keluar dari kawasan industri. Makan di kantin khusus para petinggi pabrik maupun operator produksi.

" Saya kira, seorang tuan muda seperti Anda, tidak bisa makan di tempat seperti ini" Celetuk Ratu saat sedang mencocol lalapan pada sambal mentah,

" Ternyata boss mu itu kurang tahu tentang keseluruhan dari saya" ejek Ardiansyah yang terus memakan ayam penyet dengan lahap, tak perduli sumpah Ratu tadi , yang menyumpahi dirinya akan mulas-mulas, yang jelas , saat ini, ayam penyet dengan sambal mentah , begitu sangat lezat di mulutnya, seperti masakan adiknya saat sedang ngumpul.

Ratu mendengus kesal, benar juga, Ia tidak menyelidiki lebih lanjut, nanti Ia akan meminta bantuan Noah agar bisa lebih dalam lagi untuk mencari tahu tentang Ardiansyah...

" Astaghfirullah...."

Gumam Ratu pelan, Ia tidak boleh terlalu dalam ikut campur tentang Ardiansyah, cukup hubungan masalah pekerjaan saja,

___

Malam semakin larut ketika SUV hitam itu membelah jalanan pinggiran Tangerang yang sepi. Ardiansyah sengaja mengambil jalur tikus untuk menghindari kemacetan, namun instingnya mendadak tajam saat merasakan guncangan hebat.

Duar! Ban mobilnya pecah seketika.

" Astaghfirullah....." ucap Ratu sedikit terkejut,lalu ia menoleh ke arah Ardiansyah.

"Hebat sekali, Pak CEO. Selain kaku seperti batu, ternyata mobil Anda juga ringkih," ejek Ratu sambil melipat tangan di dada.

Ardiansyah menghela napas, mencoba tetap tenang. Ia meraih ponselnya. "Saya telepon supir kantor untuk menjemput kita. Tunggu di dalam."

"Astaghfirullah...., ganti ban saja harus panggil bala bantuan? Mana kejantanan Anda?" Ratu tertawa remeh, matanya berkilat mengejek.

Merasa harga dirinya tersentil, Ardiansyah turun dan membuka bagasi. mengeluarkan ban serep dengan susah payah , setelah ban serep sudah berada di bawah, suasana berubah mencekam. Dari kegelapan semak-semak, muncul tiga motor yang mengepung mereka. Enam orang pria berjaket kulit turun dengan parang dan rantai di tangan.

1
@Mita🥰
udah nanti Siska di biayai Ardi
Uba Muhammad Al-varo
bagus 👍👍👌
Sri Supriatin
tks upnya....lanjut Thor.... Selamat hari Kartini utk wanita Indonesia......🙏🙏🙏
Sri Supriatin
semangat Thor, sdh mlm msh up, sehat n selamat beristirahat 🙏🙏🙏
@Mita🥰
la terus gimana nasib mu sya ...nisya🫣🫣
@Mita🥰
lanjut
@Mita🥰
kasihan nisya
Susi C
monica nggak pernah belajar dari pengalaman
Sri Supriatin
makin seru kasihan Nisya, korban keserakahan seorang ayah🤭🤭
Dewi kunti
jangan lupa ngetiknya pakai spasi biar terbaca🤭🙏🙏🙏
Cica Aretha
ahhh..tambah donk thor..ga sabar nunggu bsk d kantor suhadi🤭💪🙏
Sukarti Wijaya
gercep langsung slesaikan masalahnya ardy jangan sampe berlarut2....👍
suti markonah
tlg nisa jangan di bikin lembek dong thor..kasihan dia jadi korban ayah nya yg tamak sm angga yg tidak punya hati
@Mita🥰
wah Angga ...hati" kamu bakal hancur lo🤭🤭
Aisyah Virendra
Fix... Angga mau cari mati dengan memancing pertikaian sm Ardiansyah, secara tidak langsung dia juga mengusik Najwa. tapiiiiii Ardiansyah dan Ratu bergabung sudah cukup untuk menbuat Anggi mati kutu, Najwa dan Rukayyah hanya akan membantu dari balik layar 🤭
@Mita🥰
Bagus ratu
Aisyah Virendra
Tidak akan pernah terjadi 🤣 yg ada mama Monica akan menyesal seumur hidupnya karena meremehkan seorang Ratu Pratama 🤭
@Mita🥰
Monica kok gak kapok " ya dulu kasus siapa tuh anak angkat nya .
suti markonah: klo ga salah raisa kak
total 1 replies
Cica Aretha
ga ada kapok nya tu h tante monica..semangattt thor💪
@Mita🥰
kasihan Nisya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!