NovelToon NovelToon
Sugar Duda Terjerat Cinta

Sugar Duda Terjerat Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Pengganti / Balas Dendam / Penyesalan Keluarga
Popularitas:842
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Jenna tak sengaja menyelamatkan seorang anak kecil yang terkurung bersamanya di gudang bar. Tak disangka, anak itu merupakan anak kesayangan seorang duda bangsawan.

Sebelumnya, Jenna selalu tersisih dari keluarganya. Kakaknya bahkan membuat kedua orang tua mereka berbalik memusuhinya. Sementara itu, pria yang dulu ia cintai justru berpihak kepada sang kakak.

Kali ini, Jenna tidak berniat mengalah. Ia ingin membalas semua yang telah dialaminya sekaligus mengejar kembali mimpinya menjadi aktris terkenal. Namun, setiap langkahnya selalu dihadang berbagai rencana licik dari kakaknya yang terus berusaha menjatuhkannya.

Saat Jenna perlahan membantu anak sang duda membuka diri dari trauma, pria itu mulai memperhatikannya dengan cara yang berbeda.

Akankah ia jatuh cinta pada Jenna?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesalahan

Malam itu Jenna sedang di rumah membaca naskah sambil setengah hati mengobrol dengan seseorang di internet.

Dewa Kematian: Jenna, bisa gak kamu ganti nama IG kamu yang jadul itu? Sakit mata lihatnya.

Putri Salju Kesepian: Nama Dewa Kematian juga gak bikin sakit mata? Kamu gak malu ngomong begitu?

Dewa Kematian: Hem, bulan depan aku pulang ke Jakarta. Jemput aku di bandara.

Putri Salju Kesepian: gak. gak sempat.

Dewa Kematian: Jemput aku.

Putri Salju Kesepian: aku sudah bilang gak sempat.

Dewa Kematian: Kamu datang atau gak?

Putri Salju Kesepian: Orang yang kamu hubungi tidak ingin berbicara dan melempar seekor anjing.

Dewa Kematian: Orang yang kamu hubungi meniduri anjingmu.

Putri Salju Kesepian: Anjing itu merasa dilecehkan oleh jarum.

Dewa Kematian: Sial! Kenapa kamu lebih kotor dari aku! Dan siapa yang kamu bilang punya jarum!

Putri Salju Kesepian: Kamu yang mulai duluan. aku gak mau buang waktu lagi. aku masih harus baca naskah.

Dewa Kematian: Cuma peran pendukung, apa yang mau dibaca! Kita dulu punya perasaan satu sama lain. Kamu benar-benar mau setega ini?

Putri Salju Kesepian: Mantan aku banyak banget. Kamu nomor berapa?

Dewa Kematian: Jenna! Tunggu saja!!!

Jenna menutup laptopnya dan kembali fokus membaca naskah.

Beberapa saat kemudian HPnya berdering.

Nomor yang tidak dikenal.

Ia khawatir itu dari kru drama, jadi langsung mengangkatnya.

“Halo?”

“Jenna, tolong aku!”

“Siapa ini?”

“aku Xander. Cepat datang ke Glorium Orchid. Juju kenapa-kenapa!”

“Apa? Juju kenapa?”

Jantung Jenna langsung menegang.

“Situasinya gawat. Cepat datang… cepat… K-kakak, tenang… dia masih kecil… Juju, jangan pecahin itu… ah…”

Dari suara benda jatuh dan pecah di telepon, Jenna semakin panik.

Ia buru-buru mengganti pakaian. “Aku datang sekarang!”

Bahkan ia sendiri tidak tahu kenapa.

Begitu mendengar Juju dalam masalah, ia langsung tidak bisa duduk diam. Padahal ia baru mengenalnya beberapa hari. Namun anak itu sudah masuk ke dalam hatinya. Ia tidak bisa membiarkannya begitu saja.

Rumahnya cukup jauh dari Glorium Orchid. Kalau naik taksi butuh setidaknya empat puluh menit.bJenna takut terjadi sesuatu jika ia terlalu lama. Jadi ia langsung mengeluarkan motor dan melaju secepat mungkin ke sana.

Perjalanan yang biasanya empat puluh menit hanya ia tempuh dalam sepuluh menit. Sepertinya Xander sudah memberi tahu para penjaga.

Begitu ia menyebutkan namanya, mereka langsung membiarkannya masuk. Di depan Villa No. 16 sudah ada seorang pelayan yang menunggu untuk membawanya masuk.

Jenna mengenakan celana kulit hitam ketat agar lebih mudah mengendarai motor. Begitu tiba, ia segera melepas helm dan sarung tangannya. Rambut panjangnya jatuh ke bahu seperti air terjun. Seluruh penampilannya terlihat bebas dan gagah. Dan sangat cantik.

Xander hampir saja bersiul melihat kedatangannya.

“Juju, kamu benar-benar pikir aku gak berani menyentuh kamu?” Marco sudah menjebak putranya di sudut ruang tamu. Dalam satu gerakan ia berhasil menangkapnya.

Juju berjuang keras di tangannya seperti anak binatang kecil yang sangat marah. Kedua tangan kecilnya terus melambai-lambai dengan panik.

“Jangan!” Melihat itu, Jenna langsung berlari dan merebut Juju dari pelukan Marco.

Juju tertegun sejenak. Ia mengangkat kepala dan menatap orang yang datang. Detik berikutnya, mata besarnya memerah.

Ia langsung menundukkan kepala dan memeluk Jenna erat-erat, sama sekali tidak mau melepaskannya.

Melihat bakpau kecil yang kemarin masih begitu lembut dan menggemaskan sekarang gemetar ketakutan, hati Jenna terasa sangat sakit.

Amarahnya langsung naik. Ia bahkan tidak peduli bahwa orang yang dihadapinya adalah bos besar yang menakutkan.

Kata-katanya keluar seperti peluru dari senapan mesin. “Tuan Alamsyah, aku tahu aku cuma orang luar dan mungkin gak punya hak ngomong apa-apa. Tapi aku tetap harus bilang sesuatu. Cara kamu membesarkan anak benar-benar bermasalah!”

“Anak sekecil ini butuh kehangatan. Apalagi kondisi Juju agak khusus. Dia baru saja mengalami kejadian menakutkan dan bahkan gak punya ibu di sisinya.”

“Bagaimana kamu bisa bersikap sekeras ini pada dia? kamu harus lebih sabar dan lebih lembut! kamu lihat sendiri tadi dia ketakutan. Bahkan kamu hampir memukulnya!”

Marco berkata singkat, “Ini salah aku.”

Xander melongo, “……”

Xander hampir tertawa terbahak-bahak. Ia sangat senang melihat kakaknya mengakui kesalahan begitu cepat. Waktu dia bilang metode kakaknya bermasalah, wajah kakaknya langsung hitam. Tapi ketika Jenna yang mengatakannya, kakaknya malah langsung menurut.

Sejak Jenna datang, Juju seperti anak anjing yang akhirnya menemukan pemiliknya. Ia patuh membiarkan Jenna menggandengnya kembali ke kamar.

Sama sekali berbeda dengan anak singa kecil yang tadi mengamuk di ruang tamu. Jenna menepuk kepala Juju dengan lembut.

“Ada apa sebenarnya hari ini? Bukannya tadi pagi dia baik-baik saja?”

Xander menghela napas. “Apa lagi kalau bukan karena kamu. Juju kangen sama kamu. Dia mau ketemu kamu atau minimal telepon kamu. Kakak aku takut dia ganggu kamu, jadi dia gak mengizinkan keduanya. Jadi Juju langsung mengamuk. Dia lari ke mana-mana dan menghancurkan semua yang ada di ruang tamu. Kakak aku gak mau membiarkan kebiasaan buruk seperti itu. Jadi mereka berdua saling keras kepala sampai kamu datang.”

“Semua ini cuma karena dia gak boleh ketemu aku atau telepon aku?”

Jenna benar-benar tidak percaya.

Marco memang pernah bilang bahwa Juju sangat bergantung padanya sekarang. Tapi ia tidak menyangka sampai sejauh ini.

“Menurut kamu karena apa lagi?” kata Xander. “kamu benar-benar meremehkan pengaruh kamu.”

Melihat Jenna masih belum mengerti, Xander mulai memberikan contoh. “Ingat hari di gudang itu? Waktu kamu pingsan, Juju gak mau membiarkan siapa pun menyentuh kamu. Pada akhirnya kakakku yang menggendong kamu sendiri ke rumah sakit.”

Jenna tanpa sadar melirik ke arah Marco.

Marco … yang menggendongnya ke rumah sakit?

“Waktu Juju bangun di rumah sakit dan gak melihat kamu, dia pikir kamu sudah mati. Dia langsung mengamuk dan hampir melompat dari jendela. Dia baru tenang setelah kakak aku memberikan catatan yang kamu tinggalkan. Semalam dia bahkan mogok makan supaya kakakku membawanya menemui kamu.”

“Kalau malam ini… dia makan terlalu banyak karena telepon kamu. Jadi dia gak bisa memakai jurus mogok makan lagi. Akhirnya dia pakai cara ini.”

Jenna tertegun.

Makan terlalu banyak?

Ia memang menyuruh Juju makan lebih banyak saat menelepon tadi.

Jadi … semua ini salahnya sekarang?

Ucapan Xander tadi terlalu banyak. Jenna butuh waktu cukup lama untuk mencerna semuanya.

Dia menoleh ke bakpau kecil yang menempel di sampingnya. “Juju, Kamu ngerusakin semua barang itu cuma karena mau ketemu aku?”

Juju mengangguk.

Jenna mengernyit. “Kamu tau itu salah?”

Juju menggeleng. Saat itu Jenna akhirnya mengerti kenapa Marco begitu keras. Anak ini kemungkinan terlalu dimanjakan di rumah sampai merasa semua harus berjalan sesuai keinginannya.

Tatapan Jenna berubah tegas. “Denger ya. Yang Kamu lakuin tadi salah. Itu kelakuan anak nakal. Kamu gak boleh ngelakuin itu lagi, ngerti?”

Juju mengangguk. Ekspresi di wajah Marco sulit dijelaskan. Meski Juju keras kepala, selama dia sudah menyetujui sesuatu, dia akan menepatinya.

1
@Reeartha1231
lanjutin trus kak
@Reeartha1231
awal cerita yang bagus
ᴹᴵᴹᴵ a ʙᴊɴ💋🅚🅙🅢👻ᴸᴷ
Pesona Jenna tak terkalahkan apalagi seorang Moy yang penuh tipu muslihat pasti kebusukannya segera terbongkar
tutiana
menarik
Piw Piw: terima kasih
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!