NovelToon NovelToon
Pesona Adik Angkat

Pesona Adik Angkat

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Terlarang
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: bundaAma

Aaron Alexander Demian Dirgantara, seorang pria sukses yang memiliki perusahaan di Amerika yang bergerak di bidang infrastruktur dengan kekayaan yang tidak terhitung, memiliki paras tampan dengan tinggi badan ideal dan bentuk tubuh yang cukup bagus.

Ia merupakan seorang pria yang sangat di puja puja dan menjadi impian para wanita, namun ia hanya menganggap wanita sebagai tisu basah dan mainannya.

Setelah 10 tahun ia tak pulang ke negaranya, ia malah terpincut pada seorang wanita muda yang sering ia temui di sebuah club, wanita yang membuatnya penasaran dan ingin memiliki nya seutuhnya.

Namun takdir berkata lain, selain saingannya yang lumayan banyak ia tertampar dengan kenyataan jika wanita kecil incarannya adalah adik angkatnya sendiri yang sering ia temui di rumah dengan pakaian syar'i nya.

Bagaimanapun kelanjutannya, yuk ikuti kisahnya...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bundaAma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps-5

"Lalu mengapa kamu memakai baju merah menyala sendirian?" Jack bertanya sembari melangkah masuk ke dalam ruangan yang biasa di pakai Hajeera dan teman-temannya.

"Aku tidak suka memakai pakaian yang sama dengan mereka, aku berbeda dari mereka..." jawab Hajeera santai lalu duduk di atas sofa mengambil bantal kecil lalu menyimpan nya di atas paha terbuka nya untuk menutupi kulitnya yang terpampang.

"Ckkk... Hanya sama dari segi warna, kamu tetap bisa tampil mencolok di banding mereka..." lanjut Jack

"Ckkk... I don't care, aku tidak suka memakai baju seperti sedang qosidahan, lagipula baju hitamku sedang di laundry..." ketus Hajeera yang risih terus terusan di bombardir pertanyaan oleh Jack.

Jack hanya diam tanpa ingin bertanya kembali saat mood Hajeera kembali memburuk, begitupun Demian ia yang baru datang ke Indonesia setelah sekian lama cukup kebingungan saat temannya memiliki peliharaan yang menurutnya aneh.

Jack yang biasanya mengendalikan, kali ini Jack seperti tengah dikendalikan.

"Sorry Dem, dia seperti anak kucing yang terus menempel padaku, abaikan saja dia tidak akan mempedulikan apapun selain incarannya..." ucap Jack mencoba menjawab kebingungan Demian.

"Dia siapa? Apakah saudaramu?" tanya Demian yang masih penasaran.

"Kenapa? apa dia masuk kriteria mu?" tanya Jack tersenyum semirik saat melihat temannya sedikit tertarik pada Hajeera, bagaimana tidak menarik tubuh Hajeera begitu mulus dan indah bukan gitar spanyol bukan pula triplek entah pelet apa yang menempel di tubuhnya, proporsi tubuhnya begitu ideal dan cukup menggairahkan ketika dipandang.

Demian terkekeh mengingat kembali sikap yang diambil Hajeera tadi.

"Aku suka caranya menghadapi Simon,.." ujarnya.

"Simon? Simon di sini?" Jack terkejut dengan ucapan Demian yang mengatakan jika Simon tengah berada di sekitar sini.

"Yes, dia di ruangan samping.." jawab Demian singkat, mengambil sebatang rokok miliknya lalu memantik nya dengan pemantik.

Demian menghisap rokok nya perlahan, lalu mengeluarkan nya seraya mengeluarkan nafas beratnya tatapan nya lurus ke depan dengan saraf otot di wajahnya yang mulai mengencang.

"Apa Silvia pun di sini?..." Jack berpindah posisi duduk lebih dekat dengan Demian, wajahnya tiba tiba saja berubah serius saat membicarakan tentang Simon.

Hajeera tidak peduli ia malah berjalan ke arah jendela ruangan yang langsung di suguhi pemandangan orang orang yang tengah menari di lantai bawah, matanya mencari seseorang yang sangat ingin ia temui.

"Seperti nya begitu..." jawab Demian singkat.

"Lalu apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana dengan hatimu, apakah kamu masih mencintai nya?" tanya Jack.

"Cinta? Untuk apa aku masih mencintai nya saat wanita yang lebih cantik dan menggoda dari Silvana mengantri di bawah ranjang ku?" ujar Demian dengan nada dingin.

"Maafkan aku Dem, bahkan saat ini pun aku masih sama seperti 5 tahun yang lalu, aku tidak bisa membantumu melawan keluarga Caroline...." lirih Jack yang merasa menyesal karena sampai detik ini pun ia merasa tidak berguna karena tidak bisa membantu temannya.

Suasana pun hening, Hajeera yang sibuk berdiri memandangi ke arah luar jendela sembari sesekali menyeruput jus di tangan nya, dan Jack serta Demian yang kembali merenung.

"Jackkk.... Mengapa malam ini orang orang tidak seperti biasanya?" tanya Hajeera yang melihat kericuhan di bawah, serta beberapa orang yang seperti keracunan.

Namun Jack tak menjawab, ia hanya diam membisu begitupun dengan Demian.

"Pulanglah..." titah Demian dingin namun tegas.

"Sialll!!!! Seperti nya mereka memakai narkoba, mereka harus cepat di tangani.." ucap Hajeera berlari ke arah sofa lalu menyambar ponselnya yang tergeletak secepat kilat.

Namun saat tangannya hendak menelpon 119 Jack mengambil ponselnya seraya menggelengkan kepalanya dengan pelan.

"Kembalikan Jack, mereka bisa mati jika tidak langsung di tangani..." ujar Hajeera dengan nada khawatir dan jantung yang berdegup kencang.

"Inilah dunia malam yang sesungguhnya nya Hadriana..." ucap Jack tegas dengan wajah dinginnya.

"No, aku ke club setiap malam tapi ini kejadian pertama kali yang aku lihat,... Mereka gila mengedarkan narkoba di sini..." jelas Hajeera dengan wajah polosnya.

Brakkkkk...

Tiba tiba saja Livia masuk ke dalam ruangan tempat Hajeera berada.

"Kita harus pergi jer....." ucap Livia buru buru dengan wajah panik.

"Why?" tanya Hajeera kebingungan.

"Kita tidak boleh menjadi bahan uji obat mereka..." jawab Livia mencoba menjelaskan sesingkat mungkin.

"Are you crazy Livia!!!! ini klub milik ayahmu, mengapa ayahmu menjual Narkoba? Apakah dia kekurangan uang?" tanya Hajeera dengan nada tinggi.

"Terserah apa katamu, sebaiknya kita pergi, go!!!" ujar Livia menarik paksa tangan Hajeera lalu membawa berlari bersamanya.

Namun baru saja menuruni anak tangga seseorang yang seperti nya memakai narkoba mendorong mereka dengan keras hingga terjatuh.

Suasana di lantai bawah sangat ricuh oleh orang orang yang kehilangan kendali layaknya zombi, mereka saling menyerang satu sama lain dan ada pula yang tengah kejang kejang memuntahkan cairan di perutnya dengan bibir berbusa.

Tiba tiba saja Livia di lempar oleh seseorang yang berdiri di belakang mereka.

Awhhhhhhh

Livia berteriak kesakitan saat tubuhnya menyentuh lantai dengan cepat, Hajeera saat melihat temannya kesakitan berusaha menghadang orang orang yang sempoyongan yang hampir saja menginjak injak Livia yang tengah berbaring di lantai.

"Are you okey Liv!!" teriak Hajeera mencoba membantu Livia dengan tangannya.

Namun seorang pria malah menarik paksa Hajeera dan melemparkannya ke atas sofa.

"Mau ngapain loh?" teriak Hajeera bertanya saat seorang pria yang tadi melemparkannya ke sofa kini berjalan ke arahnya lalu mengukung tubuh Hajeera dengan lututnya.

Tatapan nya seolah tengah melayang dan tangan nya tanpa sadar meraba raba tubuh Hajeera yang langsung menjerit jerit ketakutan, Hajeera meronta seraya berteriak meminta tolong meskipun semua orang sibuk dengan penyelamatan dirinya masing masing.

Bughhhhh....

Demian memukul pria yang tengah menindih tubuh Hajeera dengan keras. Tangan nya dengan cepat menyingkirkan pria tadi lalu membopong Hajeera melewati kericuhan yang tengah menggila.

Hajeera menggigil ketakutan di pundak Demian, tubuhnya bergetar hebat hingga berkeringat dingin.

Klekkkk

Demian membuka pintu mobil miliknya lalu mendudukkan Hajeera tepat di kursi depan mobilnya.

"Livia belum keluar om!!" ucapnya dengan suara bergetar penuh ketakutan.

"Jack sudah membawanya pergi..." jawab Demian yang langsung membuatnya lega dan kembali bernafas bebas.

Namun beberapa detik kemudian Hajeera kehilangan kesadarannya, Demian panik karena ini pertama kalinya ia melihat seseorang yang pingsan tepat di hadapannya.

"Hadriana,.." ucap Demian seraya menggoyang goyangkan tubuh Hajeera.

"Hey, Hadriana..."

Namun Hajeera tak kunjung bangun, ia tetap menutup matanya hingga membuat Demian semakin panik.

"Sial!!!!" umpat Demian, ia langsung menutup pintu mobil, lalu berjalan ke arah pintu sebelah nya, dengan panik Demian mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh ke sebuah rumah sakit.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!