Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.
Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DUA DUNIA
Bab 05
Alfin dengan iseng nya sengaja terus mendekati Samanta, ia tau bahwa ia hantu dan telah meninggal tapi entah kenapa ia masih berada di dunia,dan kenapa Samanta bisa melihat nya.
Padahal saat diri nya koma,ia terus berusaha berbicara dan berteriak kepada orang orang. Bahkan ibu nya pun tak tau saat dokter menyatakan dirinya telah meninggal.
Dia ada di samping sang ibu dan melihat diri nya sendiri sedang berbaring terbujur kaku.
Saat semua pergi hanya ia sendiri yang tertinggal di sini, bahkan tubuh nya pun telah meninggalkan nya.
Sampai ketika ia bertemu dengan Sam, ia heran mengapa hanya dia yang bisa melihat nya.
Merasa mempunyai harapan untuk bisa berinteraksi dengan dunia nyata, Alfin pun mencoba mengikuti Samanta agar bisa lebih dekat.
" Woii Sam,jangan takut gue gak gigit kok,, cuma mau jadi temen lo aja, boleh kan " Alfin terus saja mendekat.
" Jangan macem macem ya lo,,gue gak ada niatan punya temen hantu kayak lo " Sam berusaha memberanikan diri, walau pun keringat sebesar biji rambutan berjatuhan.
Tak lama,suara anak kecil tertawa cekikikan berlari ke arah mereka. Anak kecil itu melewati Alfin dan Sam dengan menjulurkan lidah nya seolah tengah meledek mereka.
Dalam hati Sam berkata, Kenapa dia bisa melihat Alfin yah, kenapa juga tengah malam begini bisa ada anak kecil.
Hilang sudah rasa takut di hati Sam kini telah tergantikan oleh rasa penasaran. Tak mau ambil pusing, ia langsung bergegas berdiri dan ingin segera kembali ke kamar nya.
Dengan menggunakan jurus kaki seribu nya,Sam berlari meninggalkan Alfin di sana.
Setelah hampir sampai, Sam melihat ada perawat wanita yang berdiri di depan pintu ruangan rawat inapnya. Betapa lega rasanya akhir nya ada seseorang yang masih terjaga,pikir Sam.
" Huh,,huh,, Akhirnya.. Sus,,tolong saya sus,, di lorong sana ada hantu saya ta..."
Belum sempat Sam melanjutkan ucapannya, suster itu tampak berbalik dan menunjukan wajah nya.
Betapa terkejut nya Sam ketika melihat suster yang ada di hadapan nya ternyata bukan manusia, sosok ini bahkan lebih menyeramkan dari Alfin. Dengan wajah yang hancur sebelah, dan bola mata yang hampir copot juga terdapat darah di antara wajah dan pakaian depan nya. Sontak Sam berlari menjerit dan berbalik arah ke tempat tadi Alfin berada.
" ALFIINN...TOLONGIN GUE.." Dengan nafas yang ngos ngosan Sam berlari menghampiri Alfin yang masih setia berdiri di sana.
" Lo kenapa Sam,bukan nya takut sama gue ? " Sambil tersenyum dia terus saja meledek Samanta.
" Fin, di depan ruangan gue ada setan, yang muka nya lebih serem dari lo..Tolongin gue fin.." Saking takut nya sam bahkan memegangi baju Alfin dari belakang.
" Oh, yang itu namanya mbak susi. Gak apa apa..dia gak ganggu kok,mungkin cuma mau nyapa lo aja .." dengan santai nya Alfin berucap
" Berarti lo udah kenalan sam dia ya, ya sudah suruh dia pergi dari depan ruangan gue ,gue mau masuk.."
Sam melepaskan pegangan tangan nya dengan cepat dan langsung bersikap biasa kembali.
" boleh,asal lo janji mau jadi temen gue, dan gue boleh ada di samping lo kapan aja, deal..? " Tawar Alfin
" Oke, tapi dengan syarat, lo gak boleh nunjukin muka serem lo sebelum gue terbiasa, dan jangan asal nujukin diri kalo bukan gue yang minta. " Ucap Sam dengan serius.
Mereka pun berjalan menyusuri lorong menuju ruangan rawat inap,
Sam berada di belakang Alfin sambil menengok ke kanan dan ke kiri, ia takut ada hantu lain yang mengikuti nya.
Setelah sampai di depan pintu ruangan, terlihat tidak ada siapa pun di sana.
" Fin,lo temenin gue sampe ke dalem ya,gue takut ada setan di dalem kamar gue. " Pinta Sam sambil melihat lihat ke setiap sudut ruangannya.
" Kalo gue ikutan masuk berarti setan di kamar lo ya gue.." Jawab Alfin sewot
" Yee.. gitu aja marah, ya udah gue masuk sendiri. Kasian ibu gue sendirian dan lo jangan gangguin gue dulu, gue mau istirahat sama satu lagi bilangin temen temen lo jangan ada yang nakutin gue, oke. !! Gue mau tidur. " Ia pun berjalan masuk dan langsung menutup pintu, tanpa menghiraukan Alfin yang masih berada di sana.
" Hmm.. gue harus sabar ngadepin ni cewe, tapi gak apa apa juga sih, se enggak nya dia udah gak takut sama gue. Mungkin berjalan nya waktu gue bisa lebih akrab lagi sama dia. " Setelah mengucapkan itu, Alfin pun akhirnya menghilang.
Mungkin masih butuh banyak waktu untuk menguak kebenaran tentang diri nya.
.
.
.
Siang ini di sebuah kantor ternama di kota B, terlihat Silvia tengah menunggu seseorang di ruangan Direktur utama, dengan sangat percaya diri, ia mengaku sebagai calon menantu sang nyonya bos agar di beri akses masuk untuk bertemu dengan Pimpinan perusahaan tersebut. Silvia pun duduk di dalam ruangan sampai Ibu dari Alfin tiba.
Ketika terlihat seseorang membuka pintu ruangan,Silvia berdiri dan langsung menghampiri Ibu Alfin yang masuk ke ruangannya. " Selamat siang tante,apa kabar.. Maaf saat pemakaman Alfin Via gak bisa hadir, soal nya Via ada syuting di luar kota.. Via turut berbela sungkawa ya tan, Via sedih banget dan gak nyangka Alfin bakalan pergi secepat ini..Padahal kan kita mau lamaran gimana nasib Via tan,, huhu.." Tanpa basa basi Silvia langsung saja memeluk nyonya Irma
Dengan derai air mata palsu nya.
" Loh,,kok kamu ada di sini Via,,? " dengan sangat terkejut Ibu Irma berusaha melepaskan diri dari pelukan Silvia karena merasa agak risih.
" Maaf tante,,via sedih saat mengetahui kabar tentang kematian Alfin Via syok, dan cepat datang kesini.." Ungkap nya. Padahal ia tau saat Alfin masuk rumah sakit karena mencoba mengakhiri hidup nya, Tetapi Silvia tidak mau menunjukan batang hidung nya karena takut.
Silvia adalah seorang aktris yang tidak terlalu terkenal, selama ini ia berusaha agar diri nya bisa bersinar tanpa bersusah payah, dan dengan bantuan Alfin juga ia bisa menggaet para sutradara terkenal dengan jalur koneksi.
Sebab ia sangat terobsesi oleh ke populeran dan gaya hidup mewah.
Padahal orang tua nya adalah keluarga yang sederhana,tetapi ia ingin sekali mewujudkan impiannya itu dengan segala cara, termasuk memanfaat kan kebaikan Alfin sehingga ia bisa melakukan apa yang ia mau. Temasuk seperti belanja barang barang mewah dan memfasilitasi diri nya agar bisa terlihat berkelas.
Tapi sayang sejak Alfin memutuskan diri nya, sudah tidak ada lagi sumber uang bagi Silvia, apa lagi kini Alfin telah tiada. Sekarang ia berencana untuk mendekati Ibu nya Alfin,berharap ia pun bisa melakukan hal yang sama.
*Bersambung*