NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Tidak ada yang salah, termasuk bertemu dan menikah dengan pria itu, pria asal Busan-Korea, yang hidupnya terlalu pas-pasan. Pernah mendapatkan cinta yang penuh dari pria itu sebelum akhirnya memudar lalu kandas.
Gagal di pernikahan pertama, Anjani kembali menjalani pernikahan kedua, dengan seorang pengacara kontroversial di negeri yang sama. Bukan hanya harta dan kedudukan tinggi yang menaunginya, Anjani berharap, ada kekuatan cinta menghampar 'tak terbatas untuknya, menggantikan yang lebur di kegagalan lalu, dia tidak ingin kandas kedua kali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Baru Akan Mencoba

Karena sudah memberi kesempatan pada Ahn Woojun dan menerima maaf suaminya itu, Anjani kembali mencoba menata diri dan berusaha berperan bagaimana biasa seorang istri.

Seperti pagi ini ....

Alarm berbunyi di angka jam 05.30.

Anjani mematikan sinyal itu lalu bangkit terduduk. Setelah mengusap wajah sembab dan pandangan sudah meraih jelas, dalam beberapa saat dia tertegun menyikapi keadaan sekarang.

Merunduk menatap tubuhnya sendiri, lalu menoleh Ahn Woojun yang masih terlelap dalam posisi telungkup di sampingnya. Dia dan pria itu sama-sama tak berbusana, hanya selimut usang yang dibagi berdua, menutupi hanya bagian bawah.

Perasaan aneh menyeruak menguasai, jari-jari pias meremas selimut di depan dada. Dalam keadaan itu, satu per satu bayangan tentang apa yang terjadi semalam melintasi kepala Anjani.

Semalam, selain datang ke toserba untuk menjemput pulang, Woojun juga mengajaknya kencan ke sebuah kafe, mendadak bicara bahasa romantis yang penuh manisnya janji. Lalu sampai di rumah, mereka langsung bercinta. Woojun bahkan bersikap menggebu seperti tak pernah melakukan itu berbulan-bulan.

Anjani tidak kekanakkan, seperti menerima permen kemudian tertawa senang dan langsung melupakan bahwa dia baru saja disakiti.

Berbanding terbalik dengan sikap Woojun yang hangat, semangat, mengumbar senyum lalu mengulang maafnya lagi, dia hanya mengangguk dengan senyuman tipis, tanpa balasan kata-kata yang berlebihan.

Mendesah panjang dan kasar, lagi.

Perasaannya tetap belum membaik. Rasa perih di hati tidak mengering cepat, apalagi saat membayangkan bagaimana bernafsunya Woojun berbagi liur dengan wanita lain, gejolak itu terasa membuat sesak.

Meski sikap dan kata-kata Woojun begitu manis juga serius dengan penyesalannya, Anjani sadar mendapati hatinya tetap merasa kebas.

“Aku harus membiasakan diri lagi. Setelah menerima kesalahan dan maafnya bersamaan, aku hanya perlu melupakannya. Ya, dengan begitu semua akan tetap baik-baik saja.”

Setelah mendoktrin diri seperti itu, dia beranjak, memunguti pakaiannya yang tercecer lalu melangkah ke kamar mandi.

Di sana dia berkaca lagi. Dipautnya seluruh rambut ke belakang hingga jelas seluruh bagian wajahnya yang tanpa seoles pun makeup. "Aku nggak tahu apa yang salah dengan diriku, tapi aku seperti yakin, tetap ada yang salah."

*

*

Hari ini berlalu seperti biasa.

Anjani bekerja di tiga waktu dan Woojun kembali ke pabrik setelah tadi pagi mengulang kalimat janjinya bahwa dia tidak akan pernah bertemu dengan Cha Yuri lagiーwanita selingkuhan yang ternyata memiliki posisi bagus di bagian kantor pabrik tempatnya bekerja.

Terasa tercubit hati Anjani saat mengetahui fakta yang mengesankan. Bermodal nama yang dia tahu dari mulut suaminya saat tertangkap basah, juga wajah Cha Yuri tentu saja, sosial media menjawab semua siapa wanita itu sebenarnya.

Ternyata Ahn Woojun benar-benar mendapat tangkapan bagus.

Akan tetapi Anjani coba memercayai dengan kalimat pendukung, "Kupegang kata-katamu, jangan lagi melampaui batas." Ada sedikit tambahan yang langsung membuat Woojun sedikit tercengang. "... Karena jika kau ulangi lagi ... aku benar-benar akan meninggalkanmu."

Itu sungguh tidak seperti Anjani yang biasanya, Anjani yang memujanya sepenuh jiwa.

Namun di balik itu, bibir Woojun menyembunyikan senyum tertahan saat mendengarnya, mendefinisikan sebait kalimat, “Memangnya kau bisa melakukan itu? Kau kan paling tidak bisa jauh dariku!”

Baru satu jam Anjani berada di toserba, menjalankan pekerjaan ketiga paruh waktunya, Ahn Woojun sudah menelepon. Tapi tak sempat Anjani angkat karena sedang ramai pelanggan.

Setelah satu pelanggan akhir berlalu, Anjani memutuskan menelepon balik suaminya itu.

“Ada apa? Maaf tadi aku sedang benar-benar sibuk.”

Woojun 📞: "Ah, tak apa. Kau pulang jam berapa malam ini?"

"Seperti biasa, sekitar jam sembilan lebih sampai di rumah. Kenapa?"

Woojun 📞: "Aku hanya ingin bilang kalau aku akan menunggumu di rumah. Akan kumasakkan untukmu dan kita makan malam bersama. Bagaimana?"

Tanpa panjang berpikir, Anjani menjawab, "Baiklah."

Panggilan ditutup, layar meredup lalu mati ditatap Anjani. “Sepertinya aku tak perlu cemas lagi,” katanya, tersenyum samar kemudian kembali ke pekerjaan.

Tak lama, Kwon Seokjinーpemilik toko datang mengejutkan Anjani bersama seorang lelaki muda, yang mungkin cucunya atau kerabat.

“Tuan Kwon, Anda sudah datang? Bukankah ini masih jam tujuh?” Anjani bingung.

“Iya, Anjani. Sepertinya hari ini kau bisa pulang cepat," ujar Tuan Kwon dengan selipan senyum. “Ini Min Ji Hyung, putra temanku. Ingin mencoba jaga malam ini. Dia ingin belajar karena akan membuka toko serupa di Gangnam minggu depan.”

Setelah berhasil mencerna, Anjani manggut, tapi masih sedikit bingung.

“Tapi, Tuan Kwon, kenapa aku harus pulang cepat? Bukankah aku bisa sekalian mengajarkannya banyak hal?” Sekilas dia melirik lelaki bernama Ji Hyung yang tetap tenang berdiri di samping Kwon Seokjin bersama senyum tipisnya.

“Dasar penggila kerja!” Kwon Seokjin menyembur dengan kekehan tipis. “Seharusnya kau senang aku suruh pulang lebih awal. Sudah, pulang saja! Gajimu tidak akan kupotong walau setengah waktu. Anggap ini bonus dari bosmu yang baik ini.”

“Ahー”

“Nona pulang saja! Lagi pula saya tidak nyaman bekerja bersama wanita!” ujar pria bernama Ji Hyung seraya merunduk hormat tipis pada Anjani.

Anjani tak bisa mendebat lagi. “Baiklah. Aku akan pulang, terima kasih, Tuan Kwon.” Kepada Ji Hyung, dia hanya tersenyum.

“Yayaya. Anak ini benar-benar rajin sekali.”

Ji Hyung menanggapi ringan, “Sepertinya begitu, Tuan Kwon. Anda beruntung punya pekerja seperti Nona Anjani.”

“Hahaha! Itu tidak bisa didebat."

Anjani sudah berlalu ke ruang ganti untuk membuka rompi dan mengambil tasnya di dalam sana. Dalam dua menit dia kembali dan mendapati Ji Hyung sudah berada di meja kasir bersama Tuan Kwon.

Sebentar dia memberi hormat pamit pada kedua orang itu kemudian melanting cepat keluar toko.

“Kalau begini aku bisa masak bersama Woojun. Sekarang dia pasti sedang memberantakkan dapurku.”

Sebenarnya Anjani senang mendapat bonus waktu seperti ini apalagi tanpa potongan gaji, dia hanya tak enak jika langsung menunjukkan itu di depan mereka. Setidaknya dengan sedikit mendebat, dia tidak akan kehilangan karakter.

"Bukankah ini berkah? Aku harus menikmatinya."

Di dalam toserba, tatapan mata Ji Hyung terus memerhatikan, sampai Anjani benar-benar menghilang jauh dari pandangan.

Kemudian ....

“Terima kasih kerjasamanya, Tuan Kwon. Saya permisi.”

“O-oh i-iya!” Kwon Seokjin sampai tergagap. Gemetar kedua tangannya menerima uang yang sangat banyak dari lelaki bernama Ji Hyung itu. “Terima kasih."

Kata akhir tidak akan didengar, pria itu sudah keluar, masuk ke dalam mobil dan pergi.

“Siapa sebenarnya orang itu? Apa hubungannya dengan Anjani?” ーKwon Seokjin.

Di dalam mobil Ji Hyung, sembari mengemudi.

“Sudah kuselesaikan, dia dalam perjalan pulang.” Melalui telepon, seseorang dikabarinya hal demikian.

Anjani sudah di dalam busー yang hanya membawanya sekitar 15 menit untuk sampai di area tempat tinggalnya.

Kaki diayunnya semangat menuju rumah atap yang sudah dia tinggali tiga tahun bersama Ahn Woojun. Sekarang rumah yang disewanya itu sudah di depan mata.

Napasnya masih terengah saat titian tangga akhir dia dijejaki, namun tak urung langkahnya tetap bergegas menuju pintu.

Saat handle akan diputar, pendengarannya terusik oleh kesiur suara dari dalam rumah. Anjani jadi diam, urung sejenak untuk mendengarkan. Dalam sekejap keningnya berkerut dan hati mulai 'tak enak.

Udara membawa kejelasannya.

"Ah, aku jadi cemburu. Setelah kita bercinta seperti ini, kau malah akan menyambut istrimu dan makan bersama. Tidak bisakah kau batalkan saja dan keluar bersamaku?"

DEG!

1
Batsa Pamungkas Surya
woojoon.. kau yg buat luka seolah olah kau yg jadi korban... hadeeech😄
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hadeuh banget emang, Kak
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
👍 mantap
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan⏩ laah🙏
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap, Kak.
makasih masi membaca. Up-nya agak slow. aku sedang menggarap satu buku pria--action--lagi. do'akan lancar ya.
total 1 replies
Machan
kesian amat ya. padahal banyak yg nganggur di pasar
Machan
aku lebih romantis dari mereka lho, nyonya ju. klo mo tau, sini mampir😜
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
sebut saja, Malaikat tanpa saraf 😝
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Sepertinya kenalan lama 🤔
Batsa Pamungkas Surya
jangan tunggu lama lama
Batsa Pamungkas Surya
semngat up nya💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe, insyaAllah, Kak.
total 1 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Hmmh... blekok 😌
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Iklannya sekarang makin meresahkan, asal scroll bab berikutnya, pasti disambut dua iklan yang syulit diskip 🥴
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Babu!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Bajjjjjiiiingaaaaaan....!!!
DZIIIING... 🤜🥴💨
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Idungnya pesek gak, Pak? 😁
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Hahaha 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Tipsnya buat Tuan Berkaki Panjang!
Selamat jingkat buat Author!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Jingke... jingke...
total 2 replies
Drezzlle
nah gitu pintar dikit 😒
Drezzlle
udah beban masih juga bisa ngasih janji palsu ke wanita lain😒
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Ketidakbergunaan rata2 jarang disadari sama pelakunya🤣
total 1 replies
Drezzlle
dan kau masih percaya mereka akan bercerai. bulol/Curse/
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan lah
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap.
Btw, terima kasih selalu hadir, Kakak😍
total 1 replies
Drezzlle
trik apa ini? apakah menyembunyikan bangkai lagi/Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!