NovelToon NovelToon
Don`t Sleep With Dhamphyr!

Don`t Sleep With Dhamphyr!

Status: tamat
Genre:Vampir / Kutukan / Horor / Tumbal / Hantu / Iblis / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: DityaR

Rowena Scarlett adalah manusia setengah vampir, tetapi sama sekali tidak menyadari jati dirinya. Tante dan om, satu-satunya keluarga yang ia miliki, justru menganggap Rowena mengalami gangguan mental. Anggapan itu berujung pada keputusan untuk menitipkannya di rumah sakit jiwa.

Rowena didiagnosis mengidap gangguan delusi akibat obsesinya terhadap darah. Kondisi tersebut bahkan membuatnya hampir melakukan percobaan pembunuhan demi memuaskan rasa penasarannya. Padahal, dorongan itu merupakan insting yang wajar bagi seseorang yang memiliki darah vampir.

Nahas, di tempat itu Rowena bertemu Darcel, dokter terapis barunya yang ternyata seorang vampir psikopat. Ketika Rowena terjebak dalam genggamannya, ia dijadikan kambing hitam atas pembunuhan-pembunuhan yang dilakukan oleh Darcel.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DityaR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps. 25

Rowena mencoba melempar bulu mata palsu itu ke punggung Agnes sekuat tenaga, tetapi benda itu jatuh menyedihkan ke lantai, tepat di depan sepatu bot merahnya yang terbuka tanpa tali. Ia termangu sejenak, lalu menghentakkan kaki dan mengejar perawat itu sebelum menghilang.

Mereka keluar dari koridor dan memasuki ruangan yang tampak seperti area utama. Sekitar dua puluh pasien duduk bermeditasi. Begitu mereka masuk, mata-mata itu langsung beralih ke arah Rowena. Beberapa lubang hidung mengembang dan mengempis, seolah mencium bau daging segar. Kebanyakan terlihat teler, kelopak mata berkedip lambat satu per satu, air liur menetes di dagu.

Anehnya, Rowena sama sekali tidak merasa buruk melihat betapa mengerikannya penampilannya di tengah sekumpulan orang bejat itu.

Namun ia tidak nyaman dengan pakaiannya. Ia bahkan tidak yakin rok pendeknya terlihat atau tidak di balik kemeja beraroma menyenangkan itu. Bisa saja ia tampak hanya mengenakan celana dalam dan kemeja pria, seperti habis berhubungan seks, sesuatu yang jelas akan membuat tatapan mesum para idiot itu semakin liar.

Langkahnya hampir tersandung saat melihat seorang pria di sudut ruangan mengenakan sesuatu yang mirip topeng Venom. Topeng dari kulit ular hitam itu menempel rapat di kepalanya, dengan desain mulut palsu terbuka lebar, menampilkan deretan gigi tajam dan lidah merah panjang bercabang di ujungnya.

“Apa itu?” gumam Rowena saat mereka melintas.

Kepala bertopeng itu mengikuti pergerakannya ketika mereka menyeberangi ruangan, tanda bahwa pria itu sedang mengawasinya.

Ia condong ke depan di atas meja tempat duduknya, menopang kepala bertopeng itu dengan tangan bersarung kulit. Tak ada seujung kulit pun yang terlihat. Bulu kuduk Rowena meremang.

“Gila, itu seram,” gumamnya kepada Agnes.

Perawat itu melirik ke arah yang ditunjuk Rowena.

“Dia bukan predator terkuat di sini,” katanya. “Ini ruang perawatan. Kita punya buku dan permainan.”

Agnes menunjuk rak buku berisi buku-buku compang-camping dan kotak permainan papan yang rusak. Beberapa halaman buku ternodai bercak cokelat tua yang jelas darah kering.

“Menyenangkan,” balas Rowena datar.

“Kamu tidak diwajibkan bersosialisasi. Bahkan, kami tidak menyarankannya. Tapi kamu bebas berada di kamar kamu dan di sini. Kamar mandi ada di ujung koridor itu, tapi sebaiknya gunakan kamar mandi di kamar kamu.”

“Kalau kamar orang lain?”

“Ka-kamu tidak diizinkan masuk,” jawab Agnes terbata. “Dan kami akan mengawasi. Tidak ada waktu berduaan dengan siapa pun. Selamanya.”

Rowena menatap dinding belakang yang sama sekali tanpa jendela.

“Kalau mau keluar?”

“Tidak.”

“Olahraga?” tanyanya.

“Kami tidak menganjurkannya.”

Rowena tertawa. Mereka bahkan tidak menyarankan kesehatan jantung dan vitamin D.

Serius?

Agnes berlari kecil ke meja panjang dan memanggil seseorang. Seorang wanita penjaga kantin keluar dengan langkah terhuyung, rambut disanggul, wajahnya manyun galak.

“Jenny, yang ini harus makan,” kata Agnes.

Wanita itu memutar mata, lalu menatap Rowena dengan ekspresi masam.

“Jenis apa?”

Pandangan Rowena melirik ke balik meja. Tidak ada apa pun selain permukaan baja. Seolah ia bisa memesan sesuatu.

“Beri dia milkshake merah,” perintah Agnes.

“Kedengarannya lezat,” gumam Rowena. Rasa kesalnya kembali naik. Tempat ini jelas bukan rumah sakit jiwa biasa. Lebih mirip penjara untuk penjahat gila.

Ia berusaha keras tidak menatap pria bertopeng Venom itu, tetapi ia bisa merasakan tatapan menyeramkan dari balik topeng tersebut. Membuat kulitnya merinding.

“Kamu harus makan di sini setiap jam makan,” kata Agnes ketus sambil menusuk dada Rowena dengan jarinya.

“Aku tidak nafsu makan,” jawab Rowena. Itu benar. Ia hampir tidak pernah makan. Mungkin itu sebabnya tubuhnya kurus, pucat, dan mudah lemas. Namun ia memang tak mampu memaksa diri untuk makan.

Agnes mencibir dan kembali memutar mata, menjadikannya salah satu orang paling tidak sopan yang pernah ditemui Rowena, padahal ia hanya seorang perawat.

“Kami tidak akan bermain-main dengan delusimu di sini. Paham?” katanya dingin. “Kamu mungkin berpikir kamu tidak bisa makan. Kamu mungkin berpikir kamu perlu minum ‘darah’ untuk bertahan hidup. Tapi itu seratus persen salah.”

“Maaf... apa?” Rowena melongo.

Siapa sebenarnya yang gila di sini?

Minum darah untuk bertahan hidup?

“Persis seperti yang aku bilang. Vampir itu tidak ada. Kamu hanya perempuan dengan pikiran kacau. Minum obatmu, makan, dan jangan pernah membicarakan vampir, darah, atau omong kosongmu itu. Fasilitas ini khusus untuk orang-orang sepertimu, yang sudah terlalu lepas dari kenyataan sampai percaya diri bahwa mereka makhluk ajaib.”

Brak.

Sebuah gelas plastik dibanting ke meja, nyaris mengenai jari Rowena.

1
Adellia❤
ya darcel rowena... siapa lagi😂😂
Adellia❤
hah... kok Apollo enggak mati😂😂
DityaR 🌾: dia itu serigala kak,
total 3 replies
Adellia❤
hhh ya mana bisa ketawa lah km beracun yah di mana" cogann itu beracun😂😂
Adellia❤: rumus dunia lah semua cewek di dunia ini tau kalo semua cogan itu beracun 😂😂
total 2 replies
Adellia❤
yaah di hapus lagi ingatan rowena padahal itu penting buat rowena..
Adellia❤
ampuun deh darcel👻👻
Adellia❤
sikopat itu serius rupanya..
Adellia❤
hiii merinding sebadan" tuh orang bener" sikopat eh bukan orang dink👻
Adellia❤
km di cap pasien gila rowena tapi dokter terapi km dy orang gila yg sebenernya👻👻
Adellia❤
serruu karna gak cuman gairah pingin di tindih tapi juga gairah pingin minun darah👻👻👻
Adellia❤
hhhh rowenaaa🤦‍♀️🤦‍♀️
Adellia❤
hah... menguntit??? berati ilmu dr darcel buat menghapus ingatan itu enggak mempan??? 😱😱
DityaR 🌾: kan yg di hapus ingatan hari itu aja kak 🙏
total 1 replies
Adellia❤
sereem tapi seruu sekaligus menegangkan semangaatt thorr tulisanmu bagusss💪💪
Adellia❤
sama" senyum tapi beda arti.. hati" rowena dy vampir berbulu dombaa🤗🤗
Adellia❤
dr darcel bolehkah q bertemu km q ingin menghapus ingatanku sama seseorang😭😭
Adellia❤: boleh gak kasih no wa dr darcel thorr pliiisss🙏🙏
total 2 replies
Adellia❤
Torvald... heyyy emang km punya mental🤣🤣 kalo punya mah km enggak bakal tinggal di paragon ✌
Adellia❤
palingan km bakal di gigit sama darcel ..
Adellia❤: itu apa anu😱
total 4 replies
Adellia❤
astaga.. ngegantung🤔
Adellia❤: ciyuuss???
total 14 replies
Adellia❤
ya ampun pak dokter chat mulu... sugardady 😍
Rainn Ziella
Beuhh!
Rainn Ziella
Pelit kali 👀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!