Season 2
Erland si pria dingin yang jatuh cinta pada Jasmine sedari kecil,ia bahkan rela melakukan apa pun agar Jasmine menjadi milik nya. Tak ada yang tahu bahwa Erland adalah seorang mafia Kejam.
Season 1
Seorang mafia berdarah dingin dan kejam pada siapa pun yang mengusik ketenangan nya,Ia juga merupakan seorang CEO di perusahan terbesar, selain itu ia juga mempunyai wajah tampan nan rupawan tetapi untuk soal wanita tidak ada yang membuat nya tertarik sama sekali, di usia nya yang tak lagi muda ia masih setia sendiri namun saat ia keluar dari restoran tempat ia bertemu dengan clien nya, seorang gadis yang berwajah cantik dan imut menabrak nya hingga gadis itu terjatuh akan tetapi bukan nya minta maaf gadis itu hanya melihat nya sekilas lalu pergi. Sedangkan ia melihat kelakuan gadis tersebut malah tersenyum dan itulah awal ia merasakan cinta pada pada pandangan pertama pada seorang gadis.
Apakah ia bisa membuat gadis tersebut jatuh cinta pada nya, atau malah sebalik nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon H.Elisha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 5
Aksa yang sedang memayangkan wajah cantik wanita nya pun buyar saat mendengar ketukan pintu.
"Masuk "ucap Aksa.
"Tuan ini data wanita yang anda inginkan" ucap Vino, saat sudah berada di dalam.
"Hmm" ucap Aksa.
"Nama nya Jessica Falleria Florence, dia mahasiswa di Kampus milik tuan, ia memiliki toko kue yang ia bangun sendiri dan ia juga hidup sendiri tidak jauh dari toko kue tersebut, Keluarga nya tidak memperlakukan nya dengan adil mereka lebih menyangi kakak nona Jessica di bandingkan diri nya, hingga ia memutuskan keluar dari rumah dan hidup sendiri" Jelas Vino.
"Jadi ia merupakan anak dari Bayu Florence" ucap Aksa.
"Benar tuan" ucap Vino.
"Apa mereka pernah melakukan kekerasan fisik padanya" ucap Aksa dengan dingin.
"Tidak pernah tuan, hanya saja mereka tidak pernah peduli pada nona Jessica,mereka seperti tidak menganggap nona Jessica berada di rumah itu, berbeda dengan kakak nona yang sangat mereka manjakan apa pun ke inginan nya akan mereka berikan sementara nona Jessica tidak pernah, bahkan untuk biaya sekolah nona jessica saja ia harus bekerja keras agar mendapat kan uang, untung nya nona merupakan orang yang cerdas hingga selalu mendapat kan beasiswa sampai kuliah, hanya kebutuhan nya saja ia penuhi dengan bekerja" ucap Vino.
"Bukan kah kita memiliki saham di perusahan itu" ucap Aksa mengepalkan tangan nya mendengar wanita nya menderita.
"Benar tuan" ucap Vino.
"Berapa persen saham kita berada di perusahaan itu" ucap Aksa.
"55 % tuan" ucap Vino.
"Bagus, waktu nya bermain, berani sekali mereka memperlakukan wanita ku seperti itu" ucap Aksa dingin.
"Suruh anak buah mu untuk mengawasi Jessica dari jauh, aku tidak ingin ia terluka sedikit pun" ucap Aksa.
"Baik tuan, ada lagi" ucap Vino
"Awasi keluarga itu, seperti nya mereka cukup licik" ucap Aksa.
"Baik tuan, saya permisi dulu" ucap Vino.
"Hmm" ucap Aksa.
Vino pun segera keluar dari ruangan Aksa, ia merasa kasihan pada keluarga tersebut yang sudah membuat tuan nya marah, entah apa yang akan Aksa lakukan pada keluarga itu.
Sementara Aksa di ruangan nya masih menahan emosi nya saat mendengar kan wanita nya di perlakukan tidak adil.
kalian tunggu saja pembalasan ku, berani nya kalian bersikap seperi itu pada wanita ku, aku akan membalas kalian semua nya lebih kejam karna sudah membuat wanita ku menderita, batin Aksa tersenyum iblis.
Sementara di kampus Jessica dan kedua teman nya sudah berada di parkiran menuju toko milik Jessica.
"Ayo cepat gua udah gak sabar" ucap Dea.
"Iya ayo berangkat" ucap Sasa.
Mereka pun segera pergi ke toko kue Jessica dengan Jessica menaiki motor nya sedangkan kedua sahabat nya menaiki mobil.
Sampai di toko mereka segera masuk ke dalam dan duduk di meja yang memang sudah di siap kan.
"Gue ambil sebentar ke dapur" ucap Jessica.
"Ya udah cepat sana" ucap Sasa.
"Ck, lu kira gua pembantu lu apa nyuruh gua seperti itu" ucap Jessica.
"Itu karna gua gak sabar untuk mencoba nya" ucap Sasa.
Jessica pun segera ke dapur untuk mengambil yang sudah ia asingkan untuk kedua teman nya dan membawa nya ke depan.
"Nih ambil" ucap Jessica menaruh nya di depan kedua nya.
Kedua nya pun segera mengambil dan memakan nya.
"Enak bengat jess" ucap Dea.
"Bener jess, enak bangat" ucap Sasa.
"Habis kan saja kalau begitu" ucap Jessica.
"Dengan senang hati" ucap kedua nya kompak.
Jessica hanya geleng kepala melihag kelakuan kedua teman nya tersebut.
🍁🍁🍁🍁🍁
Jangan lupa vote, like dan komen nya😊
agar author lebih semangat lagi😊