NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7: Jack, Kuda Hitam Kesayangan

Liora sudah berada di dapur sejak tadi. Setelah kejadian pagi yang membuat jantungnya berdegup kencang—terbangun dalam pelukan Alex—ia mencoba mengalihkan pikirannya dengan memasak. Tangannya yang cekatan mengambil beberapa lembar roti tawar, telur, dan mentega dari kulkas. Ia berencana membuat sandwich telur sederhana untuk sarapan.

Aroma mentega yang meleleh di wajan mulai memenuhi dapur. Suara desisan mentega yang bertemu dengan telur menciptakan irama yang menenangkan. Liora mengocok telur dengan sedikit garam dan merica, lalu menuangkannya ke dalam wajan, membuat telur orak-arik yang lembut dan berwarna kuning cerah.

Ia baru saja selesai menata telur di atas roti ketika ia mendengar suara langkah kaki pelan dari arah tangga. Suara itu semakin dekat, dan tak lama kemudian, Alex muncul di ambang pintu dapur.

Pagi ini Alex sudah berpakaian rapi. Ia mengenakan kemeja flanel berwarna biru tua dan celana jeans panjang. Rambutnya sudah disisir, walaupun sedikit berantakan di bagian atas. Matanya masih terlihat mengantuk, tetapi senyuman hangat terukir di wajahnya.

"Selamat pagi, Liora," sapa Alex dengan suara ceria, seperti anak kecil yang baru bangun tidur dan menemukan hari yang indah.

Liora menoleh, sedikit tersenyum. "Selamat pagi, Alex. Sarapan sudah hampir siap. Sebentar lagi kita bisa makan."

Alex mendekati meja dapur. Ia menatap roti sandwich yang sudah tersusun rapi di atas piring, lalu matanya tertuju pada kulkas. Seperti ada sesuatu yang tiba-tiba ia ingat.

"Liora," panggil Alex dengan nada memohon. "Alex mau susu coklat. Boleh?"

Liora mengangkat alis. Ia menatap Alex yang berdiri di depannya dengan wajah polos dan mata berbinar penuh harap. Liora tidak bisa menahan senyum.

"Kamu mau susu coklat?" tanyanya untuk memastikan.

Alex mengangguk cepat. "Iya! Susu coklat hangat! Emi kalau ke sini selalu buatin Alex susu coklat hangat. Rasanya enak banget."

Liora tersenyum. Ia tidak tega menolak permintaan yang begitu sederhana. "Baiklah, Alex. Aku buatkan susu coklat hangat untukmu. Tapi janji, kamu harus sarapan dulu ya."

Alex bertepuk tangan gembira. "Iya! Alex janji!"

Liora mengambil susu cair dari kulkas, menuangkannya ke dalam panci kecil, lalu menambahkan dua sendok bubuk coklat dan sedikit gula. Ia memanaskan susu itu di atas kompor dengan api kecil sambil mengaduknya perlahan hingga coklatnya larut sempurna. Aroma coklat yang harum segera memenuhi dapur, bercampur dengan aroma telur dan roti panggang.

Liora menuangkan susu coklat hangat itu ke dalam dua cangkir keramik besar. Satu untuk Alex, dan satu untuk dirinya sendiri. Lalu ia membawa kedua cangkir itu ke meja makan, di mana sandwich telur dan sayuran sudah tertata rapi.

Mereka berdua duduk di meja makan. Alex segera meraih cangkir susu coklatnya, meniupnya perlahan agar tidak terlalu panas, lalu menyesapnya dengan hati-hati. Matanya langsung membulat sempurna.

"Wah! Enak banget! Sama kayak buatan Emi!" seru Alex dengan penuh semangat.

Liora tersenyum, merasa senang karena usahanya dihargai. "Syukurlah kalau kamu suka, Alex. Sekarang, makan sandwichnya juga ya."

Alex mengangguk dan mulai menggigit sandwichnya. Roti panggang yang renyah berpadu dengan telur yang gurih dan selada yang segar. Alex makan dengan lahap, sesekali minum susu coklatnya, lalu tersenyum puas.

Mereka makan dengan hikmat. Hanya ada suara kunyahan dan sesekali suara cangkir yang diletakkan di atas meja. Pagi itu terasa begitu damai.

Setelah sarapan selesai, Liora membereskan piring dan cangkir. Ia mencuci semuanya di wastafel, lalu mengeringkannya dengan kain lap. Sementara itu, Alex duduk di kursi ruang tamu, memainkan mobil-mobilan yang ia bawa dari kamarnya.

Namun, ada sesuatu yang mengganggu pikiran Liora. Sejak ia tiba di desa ini, ia hanya melihat peternakan ayam dan kebun anggur di sekitar rumah. Padahal, ia ingat bahwa keluarga Theodore memiliki bisnis peternakan yang cukup besar. Ada beberapa kandang di sekitar area desa ini—kandang sapi, dan kandang kuda—yang dirawat oleh tangan-tangan kepercayaan keluarga Theodore.

Liora penasaran. Ia ingin melihat lebih jauh. Ia ingin mengenal lingkungan tempat tinggal barunya. Dan ia juga ingin tahu apakah ada orang lain di sekitar desa ini selain dirinya dan Alex.

Liora berjalan ke ruang tamu dan duduk di lantai di samping Alex. "Alex," panggilnya pelan.

Alex menatapnya. "Iya, Liora?"

"Liora penasaran dengan tempat ini, Alex. Di sekitar sini, ada kandang sapi dan kandang kuda, kan? Liora ingin melihatnya. Bolehkah Liora minta Alex mengajak Liora jalan-jalan ke sana?"

Mata Alex langsung berbinar. Ia segera meletakkan mobil-mobilannya dan berdiri dengan penuh semangat. "Kamu mau lihat kandang kuda, Liora?"

"Iya, aku mau lihat," jawab Liora.

Alex melompat kecil kegirangan. "Ayo! Alex tunjukkan! Alex suka sekali dengan kuda! Alex punya kuda sendiri!"

Liora mengikuti Alex yang sudah berlari kecil menuju pintu belakang. Mereka berjalan melewati peternakan ayam, menyusuri jalan setapak tanah yang diapit oleh rerumputan hijau. Di kejauhan, Liora bisa melihat bangunan-bangunan kayu yang cukup besar. Itu adalah kandang-kandang hewan.

Udara pagi yang segar berhembus di wajah mereka. Matahari sudah mulai naik, tetapi belum terlalu panas. Suara langkah kaki mereka berderap di atas tanah yang sedikit lembab.

"Liora," kata Alex tiba-tiba di tengah perjalanan, "Alex dulu pernah naik kuda!"

Liora menoleh. "Oh, benar? Kamu pernah naik kuda?"

"Pernah!" Alex mengangguk dengan bangga. "Dulu, sebelum Alex kecelakaan, Alex sering naik kuda. Alex bahkan ikut lomba berkuda! Alex dapat piala banyak di kamar Alex, tapi sekarang sudah disimpan oleh Emi."

Liora terdiam sejenak. Mendengar Alex bercerita tentang masa lalunya sebelum kecelakaan membuat hatinya sedikit teriris. Alex seharusnya adalah seorang joki atau pengusaha muda yang sukses. Tetapi sekarang, ia hanya bisa bercerita dengan tatapan mata yang masih polos, tanpa benar-benar memahami apa yang hilang dari dirinya.

Tapi Alex tidak terlihat sedih. Ia justru semakin bersemangat saat mereka mendekati kandang.

"Aku punya kuda!" seru Alex. "Kudanya warna hitam! Sangat hitam, seperti malam! Namanya Jack! Jack adalah kuda kesayangan Alex!"

Liora mengikuti langkah Alex. Mereka akhirnya tiba di depan sebuah kandang besar yang terbuat dari kayu jati yang kokoh. Di dalam kandang itu, Liora melihat beberapa ekor kuda. Namun, salah satu di antaranya langsung menarik perhatiannya.

Seekor kuda hitam pekat berdiri di sudut kandang. Bulunya berkilau di bawah sinar matahari, seperti beludru hitam yang terawat. Kuda itu tinggi dan gagah, dengan otot-otot yang tampak kuat. Matanya yang coklat gelap menatap ke arah mereka dengan rasa ingin tahu.

Alex segera berlari mendekati pagar kandang. "Jack! Jack! Alex datang!" teriak Alex dengan suara gembira.

Kuda hitam itu, Jack, segera berjalan mendekati pagar. Ia mengendus-endus tangan Alex, dan Alex dengan senang hati mengelus leher kuda itu.

"Ini Jack, Liora," kata Alex dengan suara penuh kebanggaan. "Jack adalah kuda Alex. Alex yang merawatnya sama seperti Alex merawat anggur. Jack sangat pintar. Dia bisa lari kencang sekali!"

Liora mendekat dengan hati-hati. Ia tidak pernah dekat-dekat dengan kuda sebelumnya. Namun, melihat bagaimana Jack merespons Alex dengan tenang, Liora merasa sedikit lebih berani.

"Halo, Jack," ucap Liora dengan suara pelan.

Jack menatap Liora. Ia menggerakkan telinganya, lalu mendekatkan kepalanya ke arah Liora. Liora mengulurkan tangannya, dan Jack mengendus tangannya dengan lembut.

"Jack suka kamu, Liora!" seru Alex. "Jack tidak suka semua orang. Tapi Jack suka kamu! Karena kamu istri Alex!"

Liora tersenyum. Ia mengelus leher Jack dengan perlahan, merasakan bulu kuda yang halus dan hangat di bawah telapak tangannya.

Alex terus bercerita dengan antusias. "Jack pernah menang lomba, Liora! Alex dan Jack berlari sangat cepat, sampai semua orang bertepuk tangan! Jack yang tercepat!"

Liora mendengarkan semua cerita Alex dengan sabar, sementara tangannya masih mengelus Jack. Kuda itu tampak tenang, menikmati perhatian yang diberikan.

Mereka bertiga—Liora, Alex, dan Jack—berdiri di bawah sinar matahari pagi. Liora merasa untuk pertama kalinya, ia benar-benar melihat Alex sebagai manusia yang utuh. Bukan hanya sebagai pria dengan keterbatasan, tetapi sebagai seseorang yang pernah memiliki mimpi dan kegembiraan. Seseorang yang mencintai kudanya dengan sepenuh hati.

"Besok-besok, Alex mau ajak Liora naik Jack!" kata Alex dengan semangat. "Boleh, Liora?"

Liora menatap Jack, lalu menatap Alex. Ia tersenyum.

"Boleh, Alex. Tapi, kamu harus janji hati-hati ya," jawabnya.

Alex mengangguk dengan gembira. Dan pagi itu, di kandang kuda yang sunyi, Liora mulai melihat bahwa mungkin ada lebih banyak hal yang ia perlu ketahui tentang suaminya yang spesial itu.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!