Ketika hidupnya akan berakhir tragis dari pria yang ia cintai.Ia seketika terbangun dan bereinkarnasi ke 10 tahun yang lalu.Dimana ia bisa mengulang kembali ke kehidupannya yang dulu.
Disaat itu,ia memiliki kesempatan yang ingin merubah nasibnya dan membalaskan semua perbuatan busuk dari pria yang selama ini ia cintai.Karena pria itu telah mengkhianati ketulusannya dengan berselingkuh dan merebut seluruh aset kekayaannya.
Apa yang akan dilakukan seorang nona muda bernama Alena,untuk membalaskan dendamnya pada pria itu??Dan juga kedua orangnya tuanya yang hidup menjadi parasit dalam kehidupannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mitha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5
Sontak membuat Toni dan kedua orang tuanya terkejut akan ucapan Alena yang tegas.
"Hei,Alena.Kenapa kau bicara begitu?Kenapa kau tiba-tiba melarang kami untuk makan di meja makan ini?Bukankah kita ini sudah seperti keluarga??" sahut ayah Toni bernama Andi saat menegur Alena.
Alena pun langsung melirik ke arah ayah Toni dengan dingin.
"Karena aku merasa kalian sudah terlalu manja,menikmati fasilitas dirumah ku.Dan lagi pula,siapa yang paman anggap keluarga??Tidak ada ikatan keluarga antara majikan dan sopir,apalagi pelayan dirumah ini." jawab Alena dengan tegas.
Membuat Toni dan kedua orang tuanya kembali terkejut.Toni pun langsung mendekati Alena dan mencoba memegang lengan Alena.Tapi Alena dengan cepat menghindar dan menjauh dari Toni.
"Alena,apa kau tidak salah bicara?Kau pasti bercanda,'kan?" tanya Toni menegur Alena.
Alena pun langsung tersenyum ke arah Toni.
"Tidak.!" jawab Alena dengan singkat.
"Sudah lah,Alena.Berhenti bercanda,lebih baik kita sarapan bersama.Ayo." ujar Toni yang langsung meraih tangan Alena dan mencoba menggenggamnya.
Membuat Alena langsung menghempaskan tangan Toni secara kasar.
"Aku tidak bercanda.!!Ku minta kalian segera tinggalkan meja makan ini,sebelum kalian menerima akibatnya.!" pekik Alena dengan raut wajah yang emosi.
"Alena,tolong jangan bersikap seperti itu.Apa kau sedang ada masalah dengan Toni?Sampai kau harus semarah itu pada kami?" sahut Santi ibu Toni yang masih enggan menuruti perintah Alena.Begitu juga dengan Andi dan Toni.
"Benar itu,Alena.Jika ada masalah dengan Toni tolong kalian selesaikan baik-baik.Jangan libatkan kami sebagai orang tua.Sikap seperti itu sangat tidak baik,Alena.Kami tidak akan bangkit dari tempat duduk ini.Karena kami sudah terbiasa sarapan di meja makan ini." sahut Toni yang dengan santainya menasehati Alena sambil tetap menikmati sarapan paginya.
Hal itu semakin membuat Alena memanas karena perintahnya justru diabaikan oleh Toni dan kedua orang tuanya.
Alena pun langsung berjalan ke arah meja makan dan tanpa basa basi,ia justru membuang seluruh makanan yang ada diatas meja makan.Termasuk sarapan yang masih dinikmati oleh kedua orang tua Toni.
Prangg...
Seketika seluruh makanan yang ada diatas meja berjatuhan dan berserakan dimana-mana.Toni dan kedua orang Toni begitu terkejut dengan tindakan Alena yang begitu tiba-tiba.
"Sudah ku bilang,aku tidak bercanda.!!Apa kalian anggap aku selalu menuruti semua omong kosong kalian.!!" sentak Alena dengan tatapan yang tajam dan menusuk.
Membuat kedua orang tua Toni terdiam dan langsung bangkit dari tempat duduknya.
"Pelayan.!!" panggil Alena pada pelayan rumahnya yang lain.
Para pelayan pun dengan cepat langsung datang menghampiri Alena dengan kepala menunduk.
"Buang semua makanan ini berikut seluruh peralatan makanan yang sudah mereka pakai.Dan jangan biarkan mereka menggunakan meja makan ini.Jika diantara kalian membiarkan mereka makan di meja makan ini,aku tidak akan segan memecat kalian semua.Paham.!!" ucap Alena memberi peringatan tegas pada para pelayannya.
"Ba..Baik nona." jawab para pelayan secara serentak.
Setelah melampiaskan kemarahannya dan memberi peringatan tegas pada para pelayannya.Alena pun langsung meninggalkan Toni dan kedua orang tuannya.
Kedua orang tua Toni pun tampak begitu syok dan kebingungan.Melihat tindakan Alena yang terlihat begitu emosi dan sedikit brutal.Karena selama ini mereka hanya mengetahui jika sikap Alena adalah gadis yang lemah lembut dan sopan santun.
Sementara Toni masih terlihat bingung dan tidak percaya akan tindakan Alena tadi.
sampe emosi banget bacanyaaaaaaaa
semangat alena
terus si Toni itu gimana, jangan sampe dia berpesta pora di villa yang bukan miliknya. sadar diri Toni kau itu cuma anak majikan berserta kedua ortumu 😏🔥😈🔥😈