NovelToon NovelToon
Tuan Tiada Tanding 2

Tuan Tiada Tanding 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: Abdul Rizqi

lanjutan novel Tuan Tiada Tanding

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Abdul Rizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bianca

Koran lama mungkin sudah 3 bulan yang lalu. Arjuna terdiam mengamati satu-persatu kalimat yang ada di sana.

"Bagus juga!" Ucap Arjuna dia kemudian meletakan kembali barang-barang tidak bergunanya. Arjuna kemudian mengambil kembali koran itu dan lanjut membaca.

"Benar juga, mengapa aku tidak kepikiran? Dari pada aku harus mengandalkan orang-orang sekitar sini untuk membeli barang antikku, aku bisa mencoba ikut pameran. Barangkali ada orang kaya yang mau membelinya!" Batin Arjuna.

"Namun bagaimana caranya aku bisa menemukan pameran?" Tanya Arjuna dengan ekspresi mendalam.

Arjuna mengambil salah satu barang antik yang ada di meja sebelah, yang selama ini menjadi hiasan usang. Sebuah tanduk melengkung spiral yang bahkan Arjuna tidak tahu ini tanduk apa.

Arjuna mengambil dan mengelapnya, "mungkin bagi orang-orang sekitar sumbersekar ini terlihat aneh dan usang, namun bagaimana jika ini di jual kepada orang-orang yang menyukai barang antik? Mungkin mereka akan tertarik dan membelinya dengan harga tinggi!" Batin Arjuna.

Arjuna kembali ke meja konsernya menyeruput kopi spesialnya dan kembali berfikir.

"Namun di mana aku bisa menemukan pameran?" Tanya Arjuna dalam hatinya.

Siapa sangka Duo kuli lewat di depan Arjuna, mereka sepertinya habis mengepel gudang belakang.

"Hei, kalian!" Panggil Arjuna.

Dengan cepat Suwarno dan Momon langsung berbaris rapih di depan Arjuna.

"Kalian berdua aku kasih ongkos, coba carikan pameran barang antik!" Ucap Arjuna.

Kedua orang ini termenung, "pameran barang antik?" Tanya mereka berdua dengan bingung.

Arjuna menganggukan kepalanya, "Benar pameran barang antik! Aku ingin memajang sam-- sih maksudku aku ingin memajang barang-barang ini!" Ucap Arjuna.

Suwarno dan Momon langsung terdiam dengan wajah gugup, memajang barang-barang mengerikan ini? Apakah sekarang Tuan Arjuna akan menunjukan kekuatannya di depan umum.

Momon memberanikan diri bertanya, "pak, apakah anda ingin berpartisipasi di sana?"

Arjuna menganggukan kepalanya, "Benar, aku ingin berpartisipasi. Tolong carikan pameran barang antik yang sekiranya cocok dengan barang-barang miliki ini." Ucap Arjuna.

Arjuna sendiri sangat sadar sebagian besar barang-barang miliknya tidak memiliki latar belakang, dan bukanlah barang-barang yang berasal dari kolektor orang kaya.

Tidak ada semacam sertifikat hanya barang yang cukup unik dan menarik. Oleh karena itu Arjuna mengatakan mencari pameran barang antik yang setara. Arjuna takut apabila duo kuli ini mencari pameran barang antik yang pesertanya para konglomerat dan memiliki sejarah serta asal-usul yang jelas.

Sayang sekali yang di tangkap oleh duo kuli berbeda dengan pemikiran Arjuna. Bagaimana mungkin ada pameran barang antik yang memiliki nilai setara dengan barang-barang antik yang ada di sini? Sedangkan Tuan Arjuna sendiri adalah Tuan Tiada Tanding!

Kalau Tuan Arjuna mengatakan dia nomer dua maka tidak akan ada yang berani mengklaim nomer satu. Seketika itu juga duo kuli langsung pusing, bagaimana mereka bisa menyelesaikan misi sulit ini?

"Segera pergi cari informasi!" Ucap Arjuna sambil menyodorkan uang untuk ongkos duo kuli.

***

Waktu berjalan dengan sangat cepat sekali. Duo kuli berjalan dengan lesu di pinggiran jalan sesekali mereka duduk di trotoar wajah mereka benar benar suram.

Sesekali mereka melihat toko barang antik di sini berharap pemiliknya adalah Tuan Tiada Tanding seperti Tuan Arjuna.

Namun sayang sekali apa yang mereka lihat hanyalah jejeran toko biasa.

"Apa kita coba ke Bianca saja? Siapa tahu dia memiliki informasi tentang pameran barang antik, bukankah dia broker informasi dunia bawah tanah?" Usus Momon.

"Ide bagus!" Ucap Suwarno.

Akhirnya mereka berdua menuju ke jalan raya untuk bisa naik angkot..

***

Hari telah beralih menjadi sore hari.

Di sebuah restoran mewah di Surabaya terlihat beberapa satpam dan para penjaga berjaga di sana.

Restoran ini merupakan milik Bianca, Bianca sendiri merupakan seorang wanita berparas cantik dia merupakan broker informasi yang menjual informasi di dunia bawah tanah.

Selain itu Bianca sendiri juga mengenal Arjuna dan Duo kuli karena Bianca dulu pernah di tolong Arjuna di Blitar.

"Ah akhirnya tiba juga." Ucap Suwarno yang keluar dari angkot. Mereka berdua langsung menuju ke satpam yang berjaga.

"Dimana Bianca?" Tanya Momon.

Ketika pertanyaan ini terlontar semua penjaga dan satpam di sini langsung menatap tajam Momon dan Suwarno.

"Dari mana kamu tahu nama itu?" Tanya Salah satu satpam..

Perlu di ketahui Orang-orang ini tahu Arjuna namun mereka tidak mengenal Suwarno dan Momon. Di tambah lagi mungkin orang-orang di sini baru.

Dengan langkah perlahan para penjaga mendekat ke Suwarno dan Momon sambil memancarkan aura intimidasi.

Namun di tengah-tengah kejadian itu sebuah mobil terparkir begitu saja di halaman restoran ini. Beberapa orang dengan pakaian rapi terlihat keluar dari mobil itu.

Yang paling mencolok adalah seorang pria tua namun cebol. Walaupun pria tua itu cendol anehnya semua penjaga di sini terlihat gemetar dan tegang..

"Bos Hong! Dia benar benar datang ke tempat ini!"

"Astaga! Aku sama sekali tidak menyangka bos Hong akan datang sesuai surat ancamannya!"

"Bos Hong?" Tanya Suwarno dengan penuh tanda tanya kemudian dia mengangkat bahunya, "lupakan bukan urusan kami!"

Bos Hong di dampingi oleh lima orang dengan tinggi dan tubuh yang normal, mereka terdiri dari tiga pria dan dua wanita.

Kelimanya mengeluarkan aura yang sangat mengerikan, bahkan saking memberikannya mereka setara dengan Tuan Muda keluarga besar.

"Di mana Bianca? Beraninya dia menolak bisnis yang aku lakukan!" Ucap Bos Hong tubuhnya cendol namun suaranya terdengar berat dan mengintimidasi.

Momon memandangi semua penjaga di sini dengan pandangan aneh, semuanya terlihat gemetaran.

"Ce... cepat panggil Nona! Evakuasi para tamu yang ada di dalam!" Ucap Salah satu satpam yang sepertinya pemimpin.

Di dunia bawah tanah namanyaserang menyerang sangat biasa. Perang di mana-mana nyawa manusia lebih murah daripada uang.

Bos Hong adalah salah satu penguasa dunia bawah tanah di pulau seberang, dia sedang melebarkan sayapnya di jawa Timur.

Namun sayang sekali usahanya sedikit terganggu karena Tim Penjual informasi ini tidak mau bekerja sama dengannya.

Perselisihan sudah lama terjadi dan puncaknya hari ini, di mana bos Hong datang ke tempat ini.

"Panggil Bianca ke sini! Aku penasaran dengannya dia konon wanita yang sangat cantik!" Ucap Bos Hong dengan suara berat.

"Keparat! Lewati mayat kami dulu jika kamu ingin melecehkan Nona!" Ucap Salah satu orang dan semuanya langsung membentuk sebuah barisan.

1
Pencuri Hati
upppp thorrrr....
Pencuri Hati
Maheswari mau nambah benjol di kepala kali😆
Rere Emon
/Drool/upp lagi kak thor
Jadi Orang
knp mc nya di buat tolol
Pencuri Hati
crazy up Thor....
brajamusti
yg banyak thorrr.. jangan males up nya
Pencuri Hati
lanjuttt
Pencuri Hati
up Thor 🙏
heru Rujak
receh
watno antonio
bagus
Arman Jaya
semangat...../Good/
Aqlul /aqlan
tetep smngt thor...merdeka...
Vinski Ambar01
semoga lekas diberikan kesembuhan dan bisa beraktivitas seperti dulu lagi.. aamiin
Eva Akmal
semoga lekas sembuh aamiin..
Pencuri Hati
Syafakallah semoga cepet sembuh 🤲
brajamusti
wah up nya cuma 1 uyy
Aqlul /aqlan
wah kabuuuurrrr.....lnjut tpi jngan kabur ya thor....
Lilis Khotimah
lg dong ceritanya
Aries Hikmal
💝
Aqlul /aqlan
hhhh...bolo sewu opo srewu tor...lnjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!