NovelToon NovelToon
Bukan Darah Biru

Bukan Darah Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 5
Nama Author: Nyai Ambu

Aiza Bahira adalah gadis cerdas, cantik dan selalu ceria. Sebuah peristiwa di masa lalu yang melibatkan keluarga darah biru menyeretnya ke dalam sebuah konflik kehidupan dan terpisah dengan keluarganya serta kehilangan ingatan akan masa lalunya.

Sedangkan Deanka Kavindra Byantara adalah anak cerdas yang dijadikan korban perjanjian politik. Masa lalu Deanka dipenuhi dengan tekanan dan kekerasan hingga ia trauma dan takut jatuh cinta.

Aiza dan Deanka terjebak dalam kisah cinta yang sangat rumit. Aiza dan Deanka sama-sama menjadi korban keserakahan keluarganya yang gila harta, popularitas dan jabatan.

Apakah Aiza dan Deanka bisa menemukan cinta dan kebahagiaan?

Apakah Aiza bisa mengingat lagi masa lalunya dan berkumpul lagi dengan keluarganya?

Apakah Deanka bisa sembuh dari traumanya?

Mari kita ikuti kisahnya!!

NB: Siapkan tissue!

***

Terima kasih sudah berkenan mampir dinovel pertamaku ❤

Semoga kita semua selalu diberikan kesehatan.

Aamiin...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyai Ambu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Buah Cinta [Warning !!! ]

Senja di hari itu nampak berbeda dengan hari-hari sebelumnya, Nara teringat kembali saat senja mulai datang, ia dan Aiza naik ke bukit kecil yang terletak tidak jauh dari rumahnya untuk melihat sunset.

Mereka duduk di atas batu, Nara membelai rambut Aiza dan memberinya nasihat berupa petuah-petuah kehidupan yang nantinya bisa di jadikan salah satu pengalaman hidup untuk Aiza di masa depan.

Kini Nara terbaring lemas di kamarnya, ia tidak diizinkan untuk ikut mencari Aiza karena kondisinya masih syok.

Nara menangis terus menangis, sambil memeluk boneka keropi kesayangan Aiza.

Pikirannya kacau balau, hingga ia teringat kembali akan kenangannya di masa lalu.

Kilas Balik [Tahun 2000]

Nara sangat terkejut melihat laki-laki pujaan hatinya berdiri tegak dan tersenyum di hadapannya, ia dikelilingi oleh lima orang laki-laki berbadan tinggi dan kekar memakai kacamata berwarna ungu dan memakai setelan jas tuxedo yang senada dengan warna kacamata.

Bapaknya Nara berdiri dan menghampirinya.

"Nara benarkah pemuda tampan itu kekasihmu, Nak? Kenapa kamu tidak cerita sama Bapak? Tadi Bapak sudah mengobrol banyak dengannya, ternyata hubungan kalian sudah terjadi sejak kalian Sekolah Menengah Pertama ya?" kata Bapak sambil tersenyum.

"Ya ampun Nak, Bapak kira gadis polos sepertimu akan sulit medapatkan kekasih, sekarang Bapak lega, pemuda ini datang kemari untuk meminangmu Nak, Bapak sudah sepakat untuk menikahkanmu dengannya malam ini juga."

"Apa?! Menikah?!"

Nara sangat terkejut.

"Tapi Pak, ini tidak benar Pak, ada sesuatu diantara kita Pak, kita tidak boleh menikah."

Nara mencoba menjelaskan mengenai permasalahan yang terjadi antara dirinya dengan kekasihnya.

Bapak Nara membisu.

"Naraaa," pemuda itu mendekati Nara.

"Aku sudah memutuskan untuk memilihmu, dan meninggalkan keluarga besarku, aku muak dengan semua keangkuhan yang telah mendarah daging di keluarga besarku, mereka semua sangat gila uang dan jabatan, aku ingin memulai hidup baru bersamamu sebagai orang biasa saja, seperti yang kamu inginkan, maukah kau menikah denganku?"

Pemuda itu berlutut dihadapan Nara, lalu mengeluarkan cincin permata biru. Bola matanya yang bening dan tatapan matanya yang tajam menatap Nara dengan lekat, gadis itu menggigit bibir bawahnya, tersipu malu, dan di ujung matanya nampak kristal-kristal bening.

Apakah itu tangisan terharu atau tangisan kesedihan? Entahlah, hanya Nara dan Tuhan yang tahu.

Nara masih tidak bergeming, namun matanya melirik bapak dan ibunya, seolah meminta pendapat mereka. Bapak dan ibunya Nara tersenyum, keduanya menganggukkan kepala sebagai tanda restu.

"Terima kasih Bapak, Ibu ..." Nara berlari memeluk keduanya.

Lalu melangkah mendekati kekasihnya.

"Ya aku mau menikah denganmu," kata Nara sambil tersipu malu-malu tapi mau.

.

.

Nara membelai rambut lelaki yang sudah menjadi suaminya, lelaki itu tertidur di pangkuan Nara, tangannya mengelus pipi istrinya yang merona, matanya terus menatap wajah cantik istrinya, karena malu Nara memalingkan pandangan matanya.

"Istriku," tanyanya.

"Hmm, iyaaa," jawab Nara.

"Aku sangat bahagia bisa memilikimu seutuhnya, malam ini aku akan menguasai jiwa dan ragamu." Pria itu mencubit pipi Nara sambil tersenyum.

"Ihh, apa sih?!" kata Nara.

"Dulu saat kita pacaran secara sembunyi-sembunyi aku sama sekali tidak bisa menyentuhmu, pernah aku mau menciummu saat kelulusan sekolah itu, kamu malah menamparku. Malam ini kau harus membayar semuanya, oke?"

Lelaki itu menarik tengkuk Nara dengan perlahan. Ia mendekatkan Nara ke wajahnya, mencium rambut Nara, mencium keningnya, menggigit hidung mancung Nara, lalu mencium bibir Nara dengan perlahan.

Aktivitas di bibir berlangsung sangat lama.

Nara memenjamkan matanya, ia pasrah saat tangan suaminya mulai aktif beraktivitas ke daerah lain dibagian tubuhnya. Nara menikmati semua sentuhan lembut yang diberikan suaminya, dia menggigit pakaiannya yang telah terlepas agar tidak mengeluarkan suara.

Hingga sampailah pada intinya itu ....

Raut wajah Nara nampak sangat khawatir.

"Bang aku takut ...," ucap Nara dengan suara lirih namun terdengar menggoda di telinga suaminya.

Suaminya bebisik "Pejamkan matamu cantik, aku akan melakukannya dengan lembut dan perlahan."

"Bolehkaah?" tanyanya. Tatatapan matanya membara dan deru napasnya tidak beraturan.

"Sekarag yaa ... ?" tanyanya lagi.

Perlahan Nara menganggukkan kepalanya, dan akhirnya ... terjadilah **** sesuatu yang sangat mereka inginkan.

"Aahhh ...."

"Hikks ...."

"Aahhh ...."

Nara merintih dan menangis, entah apa yang terjadi dengannya.

Satu jam kemudian lelaki itu memeluk Nara, dan berbisik "Terimakasih istriku, maaf jika aku malah menyakitimu," lalu mengusap bercak darah di tubuh istrinya.

"Sama-sama suamiku, aku mencintaimu selamanya, Tuan Bahir."

Kilas balik selesai.

.

.

"Bahir, Bahir, Bahir!" Nara mengigau sambil menangis.

♡♡ Bersambung ....

1
Atun Nasa
siapa ya kira2 kaki2 ini🤔
Moertini
terimakasih thor ceritanya sudah tamat menarik mantap asyik dan seru berakhir semua bahagia yang jahat menerima hukumannya dilanjutin seasen ke 2 anak Deanka dan Aiza ditunggu semangat
nyai ambu: terima kasih kak, dan salam kenal🥰🥰🥰. oiya ditunggu kunjungannya ke karya nyai yg lain
total 1 replies
Dewi Eka
bagus
Dewi Saskia
visual Aiza jelek thor...beda banget dgn imajinasi sy karena gambaran2 yg ditulis...lihat gambar visualnya gak sesuai banget dgn gambar visual deanka...
kl visual deanka aku rasa sdh pas...sesuai banget...
tp aizanya jelek banget thor...
biar kau visual sendiri aja kayak nya ya...hehehee...
zainiyah hamid
baru nyambung baca LG nyai ....🤭
sambil nunggu TBR
Ganuwa Gunawan
tambah terasi betong dikit ja thor.. biar sedap jus nya
Ganuwa Gunawan
aduh nih s susi.. mau. bobo aja kok ya repot amat
Ganuwa Gunawan
kaya nya klu d jdiin satu jdi TIK TOK
Ganuwa Gunawan
kemanusiaan yg adil dan beradab
persatuan indonesia.. dan lain lain sbgy nya..
Ganuwa Gunawan
hahahaha..
yg jdi bawang putih bukan s susi
tp si niana sm s liana
Ganuwa Gunawan
aku juga ga tau bu
tanya aja tuh sama s thor
Ganuwa Gunawan
entah lah dokter...
aku juga bingung
Ganuwa Gunawan
jadi ayam geprek
Ganuwa Gunawan
bukan cuman beli hp nya doang thor
tapi sma pabrik juga karyawan bahkan sma yg punya pabrik nya pun dia beli..
Ganuwa Gunawan
dasar kalian serigala berbulu ketek
Ganuwa Gunawan
waduh
ngapa kerja nya nyangsrang d rumah warga thor.. heum bahaya ini mh
Ganuwa Gunawan
ya betul
yang kaya yg banyak harta banda nya pda dapat BANSOS..
yg miskin melarat mh cuma pda mangap doang makan angin
Ganuwa Gunawan
kenapa mesti d lap sih thor..
d jilat ge ngapa aaah
Ganuwa Gunawan
oh tak kira megangin kartu KIS thor..
Ganuwa Gunawan
ya karena mertua nya galak.. sadis.. seperti acan bing maung.. klu kga nurut bangsa nya d caplok ku mertua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!