Akibat insiden penculikan dan pemerkosaan, Syifa menjadi trauma serta takut jika berdekatan dengan seorang pria, selain Abinya. Termasuk kepada Joe, yang telah menjadi suaminya.
Semua hal yang dialami Syifa, seolah menyulitkan Joe. Jangankan untuk melakukan malam pertama setelah pernikahan, duduk bersebelahan saja gadis itu merasa enggan.
Namun, seolah tak ada kata 'menyerah' di dalam kamus hidup Joe. Sehingga sampai sekarang pun—dia masih berupaya meluluhkan serta mengejar cinta duplikat dari mendiang istrinya itu. Dan tanpa diduga, rasa cinta pria itu terhadap Syifa semakin hari menjadi semakin dalam.
Akankah ketulusan cinta dari seorang Jonathan mampu membuat Syifa mengikis rasa traumanya? Dan apakah benar, Syifa telah diperkosa? Sebab Syifa sendiri tak ingat dengan semua itu.
Semua jawabannya hanya ada di novel ini, yuk baca~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rossy Dildara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
5. Syifa nggak diper*kosa
Buku nikah Joe dan Syifa belum keluar, sebab proses ijab kabul mereka dadakan. Jadi yang Joe tandatangani hanya akta nikahnya saja.
Setelah semuanya selesai, dia pun langsung berlari menyusul Robert anaknya. Tentunya dia juga ingin bertemu Syifa, dan melihat keadaanya.
Namun, saat sampai di depan UGD—dia malah tak berhasil menemukan Robert, Umi Maryam atau pun Bibi Pembantu di rumahnya, yang memang dua wanita itu sengaja menunggu Syifa yang tengah diperiksa oleh dokter.
"Maaf, Sus!" Joe menyeru pada Suster yang baru saja lewat dengan membawa beberapa berkas di tangannya. Langkah wanita berseragam putih itu lantas terhenti, kemudian menoleh kepadanya.
"Iya, Pak?"
"Apa aku boleh minta tolong, sama Suster?" tanyanya.
"Minta tolong apa, ya, Pak?" Suster melangkah mendekat.
"Tolong Suster cekkin ke dalam. Apakah ada pasien bernama Syifa Sonjaya." Tangan Joe menunjuk ke arah pintu UGD. "Dia Istriku, soalnya mertua dan anakku yang menunggu di sini nggak ada, Sus."
"Baik. Saya akan cek sebentar, Pak." Suster itu mengangguk. Dia yang menuruti permintaan Joe lantas melangkah masuk ke dalam sana. Kemudian tak berselang lama dia pun kembali. "Pasien bernama Syifa Sonjaya sudah dipindahkan di ruang VVIP nomor 113, Pak, kata dokter yang memeriksanya," jelasnya memberitahu.
"Oh begitu. Ya sudah terima kasih, Sus. Kalau begitu aku permisi." Joe membungkuk sopan, kemudian melangkah pergi dari sana.
"Sama-sama."
*
Di depan kamar inap VVIP nomor 113, Joe menghentikan langkahnya. Sebab melihat Umi Maryam yang baru saja berdiri dari duduknya.
Gegas, Joe melangkah mendekat. Tangannya terulur hendak meraih tangan sang mertua, akan tetapi wanita itu justru menepis tangannya. Dan langsung mundur beberapa langkah.
"Kenapa Pak Joe nggak ceritakan semuanya sama Umi? Kenapa?!" teriak Umi Maryam sambil melototi Joe. Mata wanita itu tampak memerah, begitu pun dengan wajahnya.
"Ceritakan apa? Apa maksud Umi Mertua?" Kening Joe tampak mengernyit. Dia tak mengerti mengapa Umi Maryam tiba-tiba begitu marah kepadanya.
"Syifa diculik sekaligus diperk*osa oleh Beni, kan?" berang Umi Maryam.
Joe sontak membelalakkan matanya. Bagaimana bisa Umi Maryam tahu soal pemerkosaan itu? Padahal, sama sekali Joe tidak menceritakannya kepada siapa pun.
"Harusnya, sebelum akad nikah itu dimulai, Pak Joe beritahu dulu apa yang telah terjadi terhadap Syifa. Kepada Umi dan Abinya." Umi Maryam menyentuh dadanya terasa sesak dan panas, sungguh ini begitu memilukan. Perlahan buliran air matanya itu mengalir membasahi kedua pipi.
"Syifa nggak diperko*sa, Umi!" sangkal Joe dengan gelengan kepala.
Apa yang dia katakan bertepatan dengan Abi Hamdan yang baru saja melangkah menghampiri. Lantas dia pun mendekati istrinya, dan perlahan memeluk tubuhnya.
"Umi kata siapa, Syifa diper*kosa?" tanya Abi Hamdan.
'Nggak! Siapa pun nggak boleh ada yang tau kalau Syifa telah diperko*sa.' Joe menggelengkan kepalanya dengan cepat. 'Nanti Syifa makin terpuruk dan sedih. Aku nggak mau melihatnya seperti itu. Dia harus bahagia bersamaku dan Robert.'
"Dokter. Dokter yang mengatakannya," jawab Umi Maryam bibir yang bergetar.
"Dokter pasti berbohong Umi!" tegas Joe.
"Apa saja yang Dokter katakan tentang Syifa?" tanya Abi Hamdan. Dia lantas merasakan dadanya berdenyut ngilu.
"Saat dia memeriksa keadaan Syifa ... Syifa terus menerus histeris sambil menyebut; 'Kakak! Aku nggak mau diperk*osa! Dan setelah memeriksakannya lebih lanjut ... Dokter mengatakan jika ada kemungkinan Syifa mengalami pelecehan sek*sual."
"Kemungkinan?" ulang Joe. Kata kemungkinan itu bisa iya, bisa tidak. Berarti itu belum pasti.
"Iya. Dan Dokter meminta izin untuk melakukan visum," ujar Umi Maryam.
"Lalu Umi mengizinkannya?" tanya Joe.
"Lalu apa hasilnya, Umi?" tanya Abi Hamdan.
Mereka bertanya secara bersamaan.
...Hayo, apa kira-kira?🤣...
🤲🤲🤲. Ditunggu lg y kak novel sekuel juna cs dkk😍
Meskipun belum rela tamat tapi ndak ppa lah om joe beserta syfa sekeluarga sudah hidup bahagia 😂😂😆😆