Bella Oceana adalah istri kedua dari Alan Elvis. Alan menikahi Bella karena Tevy sudah tidak bisa melaksanakan kewajibannya sebagai istri untuk melayani Alan. Tevy sudah lumpuh sejak tiga tahun terakhir karena kecelakaan. Karena alasan tersebut, Alan menikah lagi dengan wanita yang ia kenal dari sebuah restaurant. Karena pada saat itu Bella adalah Manager Restaurant tersebut. Pernikahan Alan dengan Bella tentunya tidak di ketahui oleh Tevy. Alan sangat menyayangi Tevy, ia tidak akan sampai hati jika harus mengatakan hal yang sejujurnya kepada istrinya. Namun Alan juga pria normal yang membutuhkan sentuhan wanita. Sudah satu minggu ini sikap Tevy begitu berbeda kepada Alan, menjadi sangat manja dan tidak ingin ditinggal terlalu lama. Tentu saja sikap Tevy membuat Alan serba salah karena ia juga harus bekerja dan tentunya menemui Bella, istri keduanya. Setiap Tevy mulai menyentuh tubuh Alan, yang terbayang dalam benaknya adalah wajah Bella, desahan Bella, dan juga erangannya diatas ranjang. Dan itu semua membuat Alan memiliki hasrat berlebih untuk bersama dengan Bella. "Sayang, aku pikir kamu udah gak bergairah, ternyata sentuhanku masih bisa membuat kamu seperti ini" ucap Tevy Seketika mata Alan terbuka, ia menyadari jika yang sedang menyentuh miliknya bukanlah Bella, melainkan Tevy istri sahnya sejak tujuh tahun ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yayalifeupdate, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
32
Hari ini adalah hari yang sangat berarti untuk Alan, perceraiannya dengan tevy sudah resmi di putuskan oleh pengadilan. Alan sudah resmi menjadi duda, dan Alan sudah siap untuk menikahi Bella secara legal.
Berbeda dengan Alan, hari ini adalah hari yang tidak pernah Tevy bayangkan sebelumnya, berpisah dari Alan dan kehilangan Devan. Bahkan Tevy harus mulai bekerja untuk bertahan hidup.
Tevy sudah mulai berhenti mengganggu Alan dan Bella, karena hawatir kehidupan Tevy akan semakin menderita. Tevy lebih memilih fokus dengan karirnya dan sambil mencari pengganti Alan, namun Tevy tidak akan melupakan tentang Bella.
.
.
Akhir pekan ini, Bella dan Alan sedang berada di sebuah restaurant yang berada di pusat perbelanjaan. Keduanya tengah menikmati makan siang bersama, dan sekaligus merayakan kebebasan Alan.
Kali ini Alan bebas sedikit bermesraan dengan Bella di hadapan publik karena ia sudah tidak memiliki status apapun dengan Tevy.
Nanda yang tidak sengaja melihat Alan dan Bella sangat terkejut, sejak kapan kakaknya memiliki kedekatan dengan CEO di perusahaannya.
Tidak hanya Nanda, bahkan Imel yang menjadi teman dekat Nanda juga syok melihat kemesraan mereka.
"Duduk sini Nanda, biar kita bisa lihat mereka" ucap Imel
"Sejak kapan mereka ada hubungan? Bukannya CEO kita udah nikah dan punya anak?" tanya Nanda
"Iya. Atau jangan-jangan Kak Bella selingkuhan Pak Alan?"
"Bisa jadi"
Nanda mengambil foto Bella dan Alan kemudian mengirimkan kepada orangtuanya, Nanda kesal karena Bella selalu mendapatkan pria yang sangat oke dari segi wajah dan juga ekonomi. Tapi Nanda yakin jika ini akan membuat kedua orangtuanya murka.
"Nanda, Alan itu gak punya anak dan istri. Alan sudah bercerai dari istrinya. Mama dan Papa sudah prnah bertemu bahkan kami bertemu dengan orangtua Alan" - Santi
DEG!
Nanda dibuat terkejut oleh jawaban Ibunya, selama ini dia selalu mencari tahu tentang Bella dan mencari celah untuk menyerang Bella, namun ia malah di kejutkan dengan jawaban Ibunya.
"Sialan. Jadi dia tetap berada di depanku" batin Nanda
"Nanda, kamu kenapa?" tanya Imel
"Gak apa-apa, ini Mama ku ngechat"
"Oh, kamu kirimkan foto Kak Bella"
"Iya. Katanya Pak Alan udah cerai dan Pak Alan gak punya anak. Gosip yang kita dengar bohong"
"Wow berarti kamu jadi iparan sama Pak Alan Nanda, keren sih ini"
Nanda merasa ini bisa ia gunakan sebagai batu loncatan, untuk menunjang karirnya.
"Iya, hehehe sebenernya aku udah tau soal ini. Tapi karena aku sungkan mau bilang kamu, aku pura-pura gak tau"
"Nanda, kenapa sungkan sih. Ini bisa jadi berita heboh besok di kantor kalau semua tahu kakak kamu sama Pak Alan ada hubungan"
"Hehehe"
Nanda sengaja membiarkan Imel menyebarkan gosip, setidaknya Nanda akan memiliki posisi yang aman di kantornya. Dan Nanda tidak perlu hawatir karena calon kakak iparnya adalah CEO.
Bella dan Alan meninggalkan tempat tersebut dan begitu terkejut saat Nanda dan Imel melihat kebersamaan mereka.
"Kak Bella, hai" sapa Imel
"Hai Imel, sudah lama?"
"Belum kak barusan. Selamat siang Pak Alan"
"Siang Imel, dan Nanda" jawab Alan
"Ini Nanda, adikku" ucap Bella memperkenalkan
"Nanda, Pak"
"Alan. Akhirnya saya bisa bertemu dengan adiknya Bella" ucap Alan sambil meraih pinggang Bella
"Iya Pak, karena kami tinggal terpisah dan juga jarang bertemu"
"Tidak masalah Nanda, kapan-kapan kamu bisa main kerumah Bella dan saya juga bisa datang untuk menemui kamu"
"Baik Pak"
"Enjoy ya kalian"
"Terimakasih Pak"
Setelah Bella dan Alan meninggalkan restaurant tesersebut, Nanda dan Imel melanjutkan makan siang mereka. Imel masih tidak menyangka jika Bella akan seberuntung itu karena bisa mendapatkan Alan sebagai pasangannya.
"Tapi Kak Bella memang cocok sih Pak Alan. Cantik banget dan tubuhnya aduh... Apalagi karir kak Bella juga bagus" ucap Imel yang tentu saja membuat Nanda menjadi kesal.
"Semua orang kenapa pada tergila-gila sama dia sih" batin Nanda
Sementara bella dan Alan, mereka menuju parkiran basement kemudian meninggalkan pusat perbelanjaan tersebut dan menuju supermarket di dekat rumah mereka.
"Kamu biasanya belanja disini sayang?" Tanya Alan
"Iya sayang, yang paling dekat"
"Waktu ketemu Mama juga?"
"Iya, disini hahaha"
"Hai Bella. Ketemu lagi" ucap Calvin
Sontak pandangan Alan tertuju pada Calvin, pria yang ia kenal karena orangtuanya memiliki bisnis bersama dengan keluarga Alan.
"Hai. apa kabar?" ucap Bella
"Baik. Kamu?"
"Baik"
"Pak Alan dan Bella?"
"Iya Pak Calvin, kami bersama" sahut Alan
"Oh, oke. Saya pikir Bella adalah staff"
"Tidak, dia pacar saya"
"Pasangan yang serasi"
"Terimakasih Pak Calvin"
Setelah berbasa-basi, Calvin meninggalkan Bella dengan perasaan kecewa. Ia berharap bisa mendekati Bella, namun sayangnya Bella adalah milik Alan yang sudah pasti tidak akan bisa Calvin ambil sekalipun dengan cara paksa.