Squal dari novel Dosenku sang Casanova dan Istri Simpanan Tuan Jeremy, author Tessa Amelia Wahyudi.
~Aku tidak pernah memilih kepada siapa jatuh cinta, karena itu terjadi begitu saja. Meski mulut berkata tidak, hati tak bisa menolak.
Aku sudah berusaha untuk mengubur dalam-dalam cintaku padamu, Dave. Kenyataannya aku tak bisa!~
Anastasia Laurencia Lemos.
~Aku tidak bohong aku mencintaimu, cinta yang berusaha kusembunyikan dalam setiap sikap dinginku, karena aku tak ingin akhirnya hanya akan menyakitimu.~
David Sanjaya Grey.
***
"Tidak apa-apa kau belum mencintai ku. Tapi, aku akan terus berjuang untuk mendapatkan cintamu, Dave." Kata Ana yakin sembari memandang wajah dingin Dave yang saat ini ada didepannya.
"Silahkan, berjuanglah sampai kau merasa bosan mengejar ku. Karena sampai kapanpun, aku tidak akan pernah bisa mencintai gadis boddoh seperti mu!" Tekan Dave sembari menoyor kening gadis cantik di depannya, tanpa memikirkan perasaan gadis itu.
Yuk simak kelanjutannya,
CEKIDOT
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Azzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 4. Memilih Baju
Dad Alex menepati janjinya pada Tuan Ello, dua keluarga yang masing-masing memiliki pengaruh besar di kotak ini mengadakan pertemuan, yang akan bertempat di mansion Tuan Daniello.
Kemarin, sewaktu Daddy Alex mengadakan pertemuan dengan klien, tidak di duga ia kembali bertemu dengan teman lamanya Tuan Ello, hingga akhirnya mereka menyetujui untuk mengadakan pertemuan dua keluarga itu agar semakin mempererat hubungan.
Tentu saja Daddy Alex maupun Tuan Ello memiliki tujuan sendiri mereka mengadakan pertemuan ini, entah apa yang direncanakan oleh dua orang yang tak lagi muda itu, namun semangatnya mengalahkan jiwa muda.
"Sayang, udah siap belum?" Mommy Jenni mengetuk pintu kamar Ana yang masih terlihat tertutup, padahal sudah setengah jam orang tuanya itu menunggu anaknya bersiap.
"Iya, sebentar lagi, mom... !!" Ana sedikit mengeraskan suara agar Mommy Jenni bisa mendengar perkataannya yang terhalang pintu.
"Astaga, Ana. Apa yang kamu lakukan sejak tadi? kenapa selalu bilang sebentar lagi- sebentar lagi, tapi tidak juga selesai?" Mommy Jenni heran pada putri satu-satunya ini, tidak biasanya putrinya akan bersiap selama ini.
Akhirnya Mom Jenni membuka pintu kamar Ana untuk melihat apa yang sedang dilakukan anaknya.
"Ya ampun, Ana!!" Mom Jenni sangat terkejut melihat kamar anaknya yang berantakan seperti rumah tidak dibersihkan selama setahun. Bagaimana tidak? jika seluruh baju yang ada di lemari dikeluarkan semua dan memenuhi seluruh sisi ruangan.
Ana yang melihat mommy nya mengetahui kelakuannya hanya tersenyum kaku sambil garuk-garuk kepala, sedangkan mom Jenni sudah geleng-geleng kepala melihat tingkah anaknya.
"Astaga, kenapa kamu menghancurkan semua isi lemari mu, Sayang?" Mom Jenni mendekati Jenni yang sedang berdiri kaku di sebelah ranjang yang sudah penuh dengan bajunya.
"Dan apa ini? kenapa kamu belum bersiap juga?" mom Jenni mengamati penampilan anaknya dari atas sampai bawah yang ternyata masih menggunakan tang top dan hot pant.
"Hehehe, Ana bingung mau pake baju yang mana, mom? semua baju milik Ana tidak ada yang cocok." Keluh anak gadisnya sembari memasang wajah cemberut.
"Biarkan mommy yang pilihkan untukmu!" Putus mom Jenni tidak bisa di bantah.
"Pakai ini saja!" Mom Jenni menyodorkan gaun berwarna silver pada anaknya.
"Tapi, mom. Gaun ini sudah sering Ana pakai." Keluhnya.
"Astaga, sayang. Gaun ini kan baru kemarin kamu beli. Mana mungkin sudah sering dipakai." Mom Jenni sedikit frustasi melihat tingkah anak nya.
"Tapi, kemarin pernah Ana pakai, mom." kekeh Ana.
"Sudah kamu pakai berapa kali?" Tanya mom Jenni dengan wajah kesalnya.
"Satu kali sih, tapi--"
"Sudah, tidak ada tapi-tapi. Kalau kamu mau ikut mommy ke rumah om Ello, kamu harus cepat bersiap! Kalau tidak mau, ya sudah. Mommy tunggal!!" Ancam mommy.
"Lagian baju itu tidak hanya berfungsi untuk sekali pakai, bukan seperti tissue yang fungsinya hanya untuk sekali pakai." Mom Jenni masih mengomel tidak jelas, bahkan mulutnya masih terus komat-kamit mengatai anaknya.
"Sekarang cepat pakai! mommy tunggu kamu bersiap 10 menit. Kalau masih belum selesai juga, terpaksa mom and dad tinggalin kamu." Kata mom Jenni sedikit mengancam.
"Iya, mom. Ana akan bersiap... !!" Ana langsung berlari ke kamar mandi untuk cuci muka setelah mengambil baju pilihan mommy nya.
Mom Jenni akhirnya bernafas lega, ia menghirup udara sebanyak-banyaknya agar tidak darah tinggi nya tidak kumat.
Mom Jenni keluar kamar, ia akan menunggu anaknya di bawah.
Ana grogi mau ketemu pujaan hati, mom🤭
...💙💙💙...
...TBC...
See you next chapter 👋🙂
Sempat menduga Dave tp sambil berpikir ga mgkn ga ada background jd dosen kan
Ternyata....oh ternyata dosennya si Edo
Si kutu kupret yg sok cool kepedean hbs kalo Ana bs ditaklukan no...no...no....😛😃
iy aj skeg masih datar muka ny kalau udh jatih cintrong gee berbunga bunga tuuh wajah ketemu ana,,
duduk diem aj anak di bangku meja makan jgn buat gaduh 😒
tpi apapun it aku ttep mampir,,