Menjadi yang kedua bukan lah ke inginanku, namun sebuah takdir memaksaku menjalani semuanya.
Suka dan duka kehidupan mengajarkan banyak hal yang akhirnya membuatku menjadi kuat.
Hadirnya cinta yang tertukar menjadi hal yang menarik dalam hal ini.
Nantikan kisahku selanjutnya.
" Terpaksa Menjadi yang Kedua "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syafa Aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berperang Dengan Hati
🌹🌹🌹
Pria yang bernama Arya itu langsung bangkit mempertanyakan apa maksud wanita yang kini bersamanya.
" Lalu kalau memang ada yang salah dengan nya lalu mengapa kamu khawatir, tinggal kamu ceraikan saja dia, gampang kan "
Nadia berdiri dan bergelayut manja pada pria yang bernama Arya.
" Sayang......! tidak semudah itu aku meminta cerai darinya, aku dan juga dia tidak punya anak. Kalau aku yang meminta cerai darinya tentu saja aku yang rugi, aku tidak akan mendapatkan apa pun. Percuma semua yang sudah aku dan kamu lalui, kalau kita tidak mendapatkan apa pun dari harta warisan yang tidak terhitung banyaknya itu "
Arya melepas tangan Nadia dan duduk kembali di bibir ranjang.
" Lalu bagaimana denganku, kamu datang menemuiku hanya saat punya alasan keluar kota saja. Aku juga ingin memilikimu seutuhnya, bukan hanya bisa menikmati sisa dari pria itu "
Nadia tersenyum menggoda dan duduk di pangkuan Arya.
" Sayang......! aku beri tahu kamu satu hal, aku sangat mencintaimu dan bersama Mas Ray bahkan aku jarang melakukan hal seperti yang aku lakukan bersamamu. Semua servis terbaik dariku hanya aku berikan untukmu seorang, percayalah padaku "
Nadia memberikan kecupan mesra di sekujur wajah Arya dengan tujuan agar Pria itu tidak cemberut lagi. Mereka melakukan lagi dan lagi hingga mereka mencapai kepuasan bersama sebelum Nadia kembali pada suami statusnya.
***
Hari demi hari Rayyan merasa ada yang berbeda setiap kali memandang Ayu begitu pun saat berada dekat dengan nya.
" Mas..... kamu kenapa sich, sepertinya ada yang berubah dengan mu " Suara Nadia terdengar sangat keras hingga sampai keluar kamar.
" Kecikan suaramu, apa kamu ingin seisi rumah ini tahu permasalahan kita. Seharusnya aku yang mengatakan ini padamu, kamu yang sudah berubah selama ini, kamu lebih mementingkan pekerjaanmu di luar kota entahlah itu kota apa. "
Nadia memeluk Rayyan, cara yang selalu ampuh untuk meredahkan kemarahan Pria itu. Ia menempelkan tubuh bagian atasnya tepat di belakang Rayyan dan sedikit menekan nya.
Namun sekeras apa pun Nadia menggodanya suaminya itu tetap tidak terpancing, biasanya kalau Nadia melakukan itu suaminya akan langsung membalikkan tubuhnya dan langsung memangsanya namun tidak kali ini.
" Sayang..... kita punya pekerjaan yang sama di bidang yang sama, kamu tahu sendiri kan ada pekerjaan yang harus kita sendiri yang tangani dan tidak bisa orang lain. Itulah sebabnya sayang, aku juga harus ke luar kota kalau ada pekerjaan darurat "
Kali ini Rayyan luluh, bukan karena Ia membenarkan ucapan Istrinya. Ia melakukan itu hanya karena bosan berdebat.
Mereka tertidur setelah melalui pergulatan panas menikmati kelembutan milik Nadia.
" Kenapa aku malah membayangkan menikmati kelembutan Ayu ketika bersama Nadia, apa yang terjadi padaku. aku malah menginginkan wanita itu " Batin Rayyan.
Ia memegang perkakas nya yang tiba tiba bereaksi hanya dengan memikirkan siang panas yang Ia lalui bersama dengan wanita yang mereka jebak bersama. Tiba tiba ada rasah bersalah di hatinya karena telah merenggut secara paksa kelembutan gadis itu.
Rayyan melangkah pelan menuruni anak tangga menuju ke lantai bawah, langkah tanpa sadar mengiringnya menuju kamar Ayu. Rayyan memberanikan mengetuk pintu itu tanpa bersuara, Ayu yang baru akan memasuki bawah sadarnya samar samar mendengar pintu di ketuk.
" Siapa.......? " Tanyanya namun tidak ada suara.
" Iya sebentar " Ayu terpaksa membuka pintu karena pintu yang terus di ketuk dari luar.
Ia terkejut melihat siapa yang berdiri di depan pintu.
" Rayyan........ " Gumam Ayu
Dirinya memang terbiasa memanggil nama Pria itu dengan nama, kebetulan juga Rayyan tidak pernah komplen dengan panggilan Ayu untuknya, berbeda dengan para pelayan lainnya yang memanggilnya dengan berbagai macam panggilan.
" Boleh aku masuk " Tanya Rayyan.
Karena terkejut Ayu jadi bengong, lidahnya terasa keluh untuk berucap. Ia baru tersadar ketika Pria itu sudah ada di dalam kamarnya.
" Kenapa kamu disini, di atas kan ada Istrimu. Bagaimana kalau dia melihat kamu ada disini, aku pasti berada dalam masalah. "
Rayyan hanya diam saja, otaknya berperang dengan batin nya. Ingin rasanya Ia mengulang kembali kejadian beberapa minggu yang lalu namun hati kecilnya merasa itu salah.
..."Kenapa rasanya aku tidak tega walaupun aku ingin, aku menginginkan nya seutuhnya, apa aku salah " Batin Rayyan....
" Kamu kenapa, lebih baik kamu kembali ke atas dan tidur bersama Nadia. "
" Ijinkan aku disini sebentar lagi " Ucap Rayyan yang sepertinya mulai ada rasa.
" Apa kalian hidup ini hanya di takdirkan untuk membuat masalah untukku, tidak bisakah kalian melihat hidupku tenang tanpa ada cacian dan penilaian miring dari orang lain "
Entah mengapa Rayyan merasa kasihan dengan apa yang baru saja di utarakan Ayu padanya. Ray akhirnya mengalah dan meninggalkan tempat itu.
" Ya sudah Yu, hati hati ya selamat tidur dan selamat malam "
Ayu hanya ter bengong melihat perubahan Rayyan, nampaknya seperti bukan Rayyan yang Ia kenal sebelum nya.
" Ada apa dengan nya, apa salah makan ya. Atau salah minum obat "
Ayu menggeleng gelengkan kepalanya dan kembali ketempat tidur, Ia masih senyum senyum sendiri mengingat tingkah Rayyan yang menurutnya begitu aneh
🌟🌟🌟
Arya yang akan membongkar kebusukan mu itu..
gak usah di tunggu Rayyan nya..
karena sekarang kamu bukan utama lagi baginya tapi Nadia
kau begitu memikirkan perasaan Nadia sedangkan ayu tidak kau pikirkan..
awas lo Ray entar ayu pergi jauh darimu dan meninggalkan kau
yg di kandung Nadia belum tentu anakmu ray
anak Rayyan apa Arya
tapi takut juga.jgn sampe Nadia tau tentang rumah dan ayu
Nadia kamu cepatan pegi deh..
bila perlu lamaam dikit..pe ayu lahiran kek peginya..
Nadia memang istrimu juga tapi dia mengabaikan kamu selama ini..
jadi kamu berhak bahagia
dan sehatkan ayu dan janin nya
betapa senangnya Rayyan mendapat kabar ini..
dan kamu Nadia kamu akan tersingkir dan kamu juga tidak mendapatkan apa-apa karena kamu sudah lebih dulu berhianat