NovelToon NovelToon
KIRANA (Dia Juga Dia)

KIRANA (Dia Juga Dia)

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Cintapertama / Romansa-Teen angst
Popularitas:365.4k
Nilai: 5
Nama Author: Tataxx

Kirana Dwi Lestari, seorang gadis belia berusia 17 tahun.
Tari, begitu Sapaanya di sekolah. Memiliki tiga orang adik yang sudah dua tahun ini ia hidupi sendiri. Kemana orangtuanya? Mereka meninggal dunia dua tahun lalu.
Tari dan adik-adiknya tinggal di sebuah rumah sederhana hasil kerjanya selama dua tahun ini.

Saat pagi menjelang, Tari akan berangkat kesekolah dan bekerja saat malam tiba. Selama dua tahun ini, kehidupan Tari tenang-tenang saja. Sampai suatu saat, ia bertemu dengan pria sebaya yang mampu menggetarkan hatinya.

Apakah cinta Tari akan terungkap dan terbalaskan?
Apakah pria itu akan menerima seorang ... Tari?

Ikuti kisahnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tataxx, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Eps 35

"Kamu tau aku bisa dapet nomor kamu darimana?"

"Hem?" Ana pura-pura tidak tahu.

"Dari sahabatku, Tari namanya." ujar Yoga tersenyum.

"Oh," jawab Ana singkat. Ana tidak berani menatap Yoga, dirinya terlalu takut jika kebohongannya terungkap.

"Kamu kenal kan?"

"Ha?" Ana memberanikan melihat lelaki yang ada di hadapannya itu. Tiba-tiba jantungnya berdetak sedikit kencang dari sebelumnya. Takut.

"Kamu kenal Tari kan, An?" tanya Yoga sekali lagi

"Dia tinggal satu kampung sama kamu. Aku juga dapet nomor kamu dari dia." imbuhnya sembari tersenyum.

"Emb, Yoga kamu ngga jadi pesan makanan?" Gadis itu mencoba mengalihkan pembicaraan mereka. Sebisa mungkin dia tidak ingin membahas tentang Tari atau siapa lah.

"Oh iya!" Yoga menepuk jidatnya pelan. Hampir ia lupa tujuannya membawa Ana ke restoran itu untuk makan malam.

"Pelayan!" Yoga menjentikkan jarinya.

****

"Makasih ya udah ajak aku makan malam." ucap Tari saat mereka sudah berada di dalam mobil.

"Sama-sama." Yoga tersenyum.

"Habis ini aku ajak kamu ke suatu tempat. Mau ya?" Yoga menoleh ke kiri tempat Ana berada.

"Loh, aku kira kita cuma makan malam aja Ga."

"Makan malam itu cuma acara tambahan, biar kamu nanti ngga kelaparan pas ke bagian utamanya."

"Kamu bisa aja Ga," Ana tergelak.

"Kita berangkat sekarang ya?" Yoga menghidupkan mobilnya.

Ana sangat menikmati perjalanannya malam ini, senyum yang ia ukir di bibirnya menggambarkan betapa bahagianya suasana hatinya saat ini. Melakukan kencan bersama orang yang dicintainya. Sesekali Ana menoleh ke sebelah kanannya melihat wajah Yoga yang begitu sangat tampan.

"Kenapa An? Jangan dilihatin gitu! Nanti kamu suka, makin seneng aku." ucap Yoga tiba-tiba tanpa mengalihkan pandangannya di depan.

Segera Ana mengalihkan perhatiannya ke luar jendela. Malu sekali dirinya ketahuan sedang mengagumi sosok yang sedang menyetir di balik kemudi itu. Sedangkan Yoga tersenyum bahagia. Ia merasa cintanya juga akan terbalas nantinya.

"Nah, kita sampai."

Ana menegapkan duduknya. Ia melihat ke sekeliling luar mobil. Area pelabuhan? Mau dibawa kemana dirinya?

"Kita mau kemana Ga?"

"Kita naik kapal pesiar punya papa ku, mau ya? Disana aku udah siapin sesuatu buat kamu." Yoga tersenyum.

Yoga segera keluar dari mobil dan berjalan mengitarinya. Membukakan pintu untuk Ana dan mengulurkan tangannya. Sedangkan Ana hanya terdiam melihat mata Yoga dan tangannya bergantian, belum mengerti apa maksud Yoga mengulurkan tangannya.

"Ayo!" ucap Yoga.

Ana mencoba menerka, ia mengulurkan tangannya pada Yoga. Yoga tersenyum dan menggengam jemari Ana. Membantu gadis itu keluar dari mobilnya perlahan.

Ana melihat sekitaran pelabuhan setelah berada diluar mobil. Benar, ini tempat yang sama saat ia bersama tuan Anton waktu itu. Ah, ternyata anak dan papanya memiliki selera yang sama. Tunggu, kalau Yoga membawa Ana ke kapal yang sama dengan tuan Anton waktu itu ....

"Ayo An," Yoga menggandeng Ana untuk berjalan ke kapal. Namun Ana masih diam tak bergerak sedikitpun.

"Kenapa An?" Gadis itu hanya bisa menunduk dan menggigit bibir bawahnya. Ia sedang memikirkan sesuatu.

"Kamu kok tiba-tiba pucat? Kamu sakit?" Yoga merasa khawatir melihat raut wajah Ana yang terlihat cemas dan pucat.

"An?" Gadis itu masih diam dan menunduk memikirkan alasan agar Yoga tidak jadi membawanya naik ke kapal.

"Mm, Yoga, kita bisa pulang sekarang? Tiba-tiba aku ngga enak badan." Ana berbohong.

"Oke, kita pulang ya!" Yoga memegang kedua bahu Ana. Kemudian ia membuka kembali pintu mobil dan mempersilahkan Ana masuk dan menutup pintunya kembali.

"Hufh," hela napas lega dari Ana. Gadis itu tidak boleh naik ke kapal bersama Yoga, ia takut jika para awak kapal memberitahu tuan Anton. Ana tidak mau terjadi sesuatu dengan hubungan antara anak dan orangtuanya.

"Atau kita ke dokter dulu ya, An?" saran Yoga setelah ia masuk ke dalam mobil dan memasang sabuk pengaman.

"Eh, ngga usah Ga. Kita langsung pulang aja." tolak Ana.

"Oke kalau gitu."

Yoga segera menghidupkan mesin mobilnya dan memutarnya kembali, mengantar Ana pulang ke rumahnya. Ada rasa kecewa di hati Yoga. Karna kejutan yang akan ia beri pada Ana saat di atas kapal nanti gagal total. Yoga sudah menyiapkan pertunjukan kembang api kesukaan Ana dan ingin mengutarakan isi hatinya. Namun apalah daya, kesehatan Ana jauh lebih penting. Apalagi Ana yang hanya memakai minidress dan pastinya akan sangat kedinginan nanti.

"Kamu beneran ngga mau ke dokter dulu?" tanya Yoga seraya menggengam jemari Ana.

"Engga usah Ga, ngga papa kok." jawab Ana tersenyum. Memang berbeda rasanya jika tangannya di genggam oleh orang yang dicintai. Terasa nyaman dan hangat. Itulah yang dirasakan Ana saat ini.

Jika seperti ini, gadis itu merasa ingin menjadi seorang Ana sepenuhnya dan bisa bersama dengan Yoga terus-terusan. Karna saat menjadi Tari, Yoga tak mungkin mau berlama-lama menggengam tangannya karna Yoga hanya menganggapnya sebagai sahabat.

"Habis ini kita lewat jalan mana, An?" tanya Yoga yang sudah melepaskan genggamannya dan fokus ke jalan.

"Ah, iya."

"Lewat mana?" tanya Yoga lagi. Saat ini mereka sudah berada di depan gang kampung Ana.

"Turun di sini aja Ga!"

Yoga menghentikan mobilnya. "Ngga bisa gitu An, kamu kan lagi sakit aku anter kamu sampe rumah."

"Sini aja. Makasih ya makan malam nya." Ana cepat-cepat melepaskan sabuk pengaman yang melingkar di pinggangnya.

"Tapi ...."

"Sekali lagi makasih Ga." sela Ana kemudian tersenyum dan segera keluar dari mobil.

Yoga hanya bisa melihat kepergian Ana dari dalam mobil.

"Huft," Ana bernapas lega setelah berjalan masuk ke dalam gang. Ia berjalan tergesa-gesa agar bisa sampai rumah dengan cepat. Dia takut Yoga membuntutinya.

Sedangkan Yoga, meski dirinya kecewa karna tujuannya untuk mengutarakan isi hatinya gagal, ia tetap bahagia karna bisa bertemu Ana meski hanya sesaat. Yoga melajukan kendaraannya pulang ke rumah. Ini sudah malam dan besok ia harus ke sekolah. Dia ingin segera bertemu Tari dan bercerita padanya.

****

"Sayang, apa papi tidak pernah memberitahumu untuk tidak dekat dengan lelaki lain?"

"Atau papi harus mengingatkanmu kejadian saat kamu berada di dalam ruang karaoke bersama pria lain?"

1
Rini Maryani
aah lm lm si tari ky jalang semua d layanin kasian pa anton mendingan jujur ja
Gladys Aira
Luar biasa
Ref Nita Pilii
cerita nya lumayan bagus...asik baca nya dan gampang di mgti....suka bgt baca nya.
112 'ONE'
BAGUS...👌👍
LANJUT THOR.....🙏🙏
Qomariyah Kom
lanjut dong thor
𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ⏤͟͟͞Rafael💝drg🔯HS࿐
mana lanjutannya???
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
mana ingat kn waktu itu mabuk 🙈
ayooo lanjut 🚴🚴🚴
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
yaaah kirain pak Anton
𝕸𝖆'𝕶' 𝖈𝖚𝖙𝖊
pak Anton?
uuuuuhhhh Miss u om
safik🆘𝕱𝖘 ᶯᵗ⃝🐍
setelah reinkarnasi yg berbulan2 untuk menelurkan 1bab... lanjut thor
Eti
lanjut thor jgn lm2
Siti Fatimah
knp lamaaaa bingit upny thooor
Qomariyah Kom
lanjut lagi dong thor ceritanya
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mungkin Tari uda lupa karena itu kejadian lama banget
lagipula saat itu Tari atau Ana dalam keadaan mabuk seeeh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
Semalat datang kembali -----> Selamat datang kembali
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
km skng sedang berada dibasement apartemen Yoga
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
diiiiiih ini mah km curi-curi kesempatan tuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
woooooy fokus nyetir yoooooo....
disebelah ada nyawa yang harus kamu jaga tuuuuh
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
haadeeeh ini juga....napa uda punya bayangan menikahi Tari 🤦🤦🤦🤦
☠ Pramono W⃠ᵕ̈✰͜͡v᭄
mending jangan kasih Gaje harapan deeh Bu Mae, karena itu uda pasti gak mungkin terjadi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!