NovelToon NovelToon
My Beloved Wife

My Beloved Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Indigo / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:6.3M
Nilai: 5
Nama Author: intanpermata

Mencintai dan dicintai, memang menjadi harapan bagi setiap orang. Namun, bagi seorang Alexander Matthew harus selalu bisa dengan bijak untuk menyikapinya.

Hal yang paling sulit bagi Alex dalam mencintai yaitu memulainya. Terutama untuk membuka kembali hatinya setelah membereskan yang lama.

Pada akhirnya, hanya tiga hal yang berarti dalam hidup Alex yaitu seberapa banyak dia mencintai, seberapa lembut dia menjalani hidup, dan seberapa ikhlas dia melepaskan sesuatu yang tidak dimaksudkan untuknya.

Kini hati Alex pun berakhir pada satu wanita yang mampu membuat dia hanya ingin hidup bersamanya untuk selamanya.

"Meski banyak wanita di luar sana yang lebih baik, lebih cantik mungkin, atau lebih sexy, aku tidak peduli! Bagiku, hanya kamu wanita satu-satunya yang terbaik dari semua wanita di luar sana, dan hanya denganmu, aku ingin menghabiskan sisa hidupku!"

"Dasar gombal! Sejak kapan Tuan Muda sepertimu bisa berkata semanis ini?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon intanpermata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

MBW #35

Sesampainya di Villa,Amanda masuk kedalam kamarnya meletakkan tas dan pembalutnya. Ia membuka 1 pack pembalut dan mengambilnya kemudian segera masuk kedalam kamar mandi. Selesai dengan urusannya didalam kamar mandi, Amanda segera keluar dari kamar sudah mengganti pakaiannya.

"Dimana Bibi?" Gumamnya mencari Bi Salma.

Amanda menuju kamar Bi Salma dan mengetuk pintu kamarnya.

"Bibi! Apa Bibi di dalam?"

'Ceklek!'

"Kamu sudah pulang Non?" Tanya Bi Salma setelah membuka pintu kamarnya.

"Iya Bi. Apa Bibi sedang tidur? Maaf ya kalau aku mengganggu istirahat Bibi." Amanda merasa bersalah.

"Bibi sedang tidak tidur Non. Apa kamu sudah makan? Tadi Bibi memasak untukmu." Tanya Bi Salma sambil keluar memeluk lengan Amanda dan mereka berjalan menuju ruang makan.

"Wah, kenapa jadi Bibi yang memasak untukku? Aku jadi tidak enak." Ucap Amanda dengan menyengir.

"Kamu ini sok merasa tidak enak segala! Sudah cepat, kamu makan dulu ya!" Bi Salma menarik Amanda untuk duduk kemudian mengambilkan makanan untuknya dengan penuh kasih sayang.

"Eh Bi..biar aku sendiri saja yang mengambilnya!" Amanda menghentikan Bi Salma dan meraih piring yang dipegang Bi Salma.

"Ya sudah, kamu makan yang banyak ya!" Ucap Bi Salma dengan tersenyum kemudian duduk menemani Amanda makan.

Malam harinya selesai makan malam, Amanda yang belum mengetahui kalau Alex pergi, ia merasa gelisah karena seharian ini biasanya Alex mengirim pesan sekedar menanyakan "bagaimana kuliahmu?" tapi kali ini Alex tidak mengiriminya pesan. Amanda berdiri di jendela kamarnya menatap langit gelap yang dipenuhi bintang malam ini sambil memeluk tubuhnya sendiri karena angin malam di sini begitu dingin saat malam hari.

'Beep'

Ponsel Amanda yang diletakkan dinakas samping tempat tidur berbunyi. Amanda berbalik dan mengambilnya. Ia tersenyum saat melihat siapa yang mengirimi pesan untuknya. Tuan Alex!

Amanda segera membuka dan membaca pesan tersebut.

Tuan Alex : "Jangan terlalu lama membuka jendela kamar! Angin malam tidak bagus untuk kesehatan!"

"Hah? Kenapa dia tau kalau aku sedang membuka jendela kamar?" Gumam Amanda sambil melangkah ke jendela dan mengamati luar jendela kalau saja Alex sedang melihatnya. Namun, Amanda tidak melihat apapun diluar.

Amanda membalas pesan dari Alex.

("Apa Tuan sudah pulang?")

Alex tidak membalas pesannya dan pesan Amanda belum dibaca olehnya. Amanda menutup jendelanya dan duduk bersandar diatas ranjang.

'Ceklek'

Bi Salma masuk kedalam kamar Amanda dan menghampirinya.

"Bibi?"

"Boleh Bibi tidur disini bersamamu Non?" Tanya Bi Salma dengan tersenyum.

"Bibi serius?" Amanda sangat senang.

"Tentu saja!" Jawab Bi Salma sambil naik keatas ranjang disamping Amanda.

"Waaah, aku senang sekali kalau Bibi mau tidur disini bersamaku!" Ucap Amanda kemudian memeluk Bi Salma dari samping seperti dengan ibunya sendiri.

"Ya sudah, sekarang ayo tidur Non! Sudah larut malam."

Amanda mengangguk dan tersenyum kemudian ia menarik selimut dan bersama Bi Salma dengan berbagi selimut. Malam ini, Amanda bisa tidur nyenyak karena ditemani Bi Salma. Rasa takutnya pun menghilang. Ia sebenarnya ingin bertanya kepada Bi Salma tentang kejadian malam kemarin, tapi sepertinya ia ingin melupakannya.

Amanda terbangun di jam dua malam. Ia merasa haus dan beranjak keluar dari kamar mengambil minum. Setelah sampai dapur dan menuang air putih didalam gelas Amanda meminum airnya hingga tandas. "Haaah..segar sekali!" Gumamnya.

"Aaaah!" 'PYARRR'

Amanda tiba-tiba berteriak kencang dan gelasnya jatuh lepas dari genggaman tangannya lalu pecah dilantai.

"Nona, ada apa?"

Dion yang telah diperintahkan Alex untuk berjaga diVillanya langsung menghampiri Amanda begitu mendengar suara teriakan Amanda. Meski diluar banyak penjaga, namun Alex tetap mempercayakan Dion untuk stay di dalam Villa saat malam hari.

"Kak Dion, itu..ta-tadi aku melihat ada bayangan seorang wanita berjalan cepat cepat kearah sana!" Jawab Amanda dengan wajah ketakutan sambil menunjuk kearah kamar kosong yang baru saja diperbaiki pintunya.

Dion menoleh menatap kearah kamar tersebut kemudian berbalik berjalan menuju kamar tersebut. Amanda yang kembali merasa penasaran, ia mengikuti langkah Dion dibelakangnya dengan wajah yang masih ketakutan.

Dion membuka pintunya dan melihat kedalam, tapi tidak ada siapa-siapa. Ini sangat aneh!

Batin Dion kemudian ia menyalakan lampunya dan masuk.

Pandangan matanya tertuju pada sebuah lukisan yang ia lihat tadi.

Amanda berdiri diambang pintu dengan memeluk tubuhnya sendiri memperhatikan Dion. "Kak Dion, itu lukisan siapa?" Tanya Amanda yang ikut memperhatikan lukisan tersebut dari pintu.

"Sepertinya lukisan ini milik pemilik Villa yang sebelumnya." Jawab Dion dengan terus menatap lukisan tersebut.

Amanda melangkah masuk dan berdiri disamping Dion memperhatikan lukisan tersebut. Amanda merasa aneh saat melihat lukisan tersebut. "Astaga!" Pekik Amanda dengan melebarkan matanya terkejut.

"Ada apa?" Tanya Dion menoleh pada Amanda.

"I-ini..wanita ini yang tadi aku lihat kak!" Jawab Amanda dengan wajah yang semakin terlihat ketakutan.

Dion mengernyitkan keningnya dan kembali menatap lukisan seorang wanita cantik berpakaian adat jawa sedang tersenyum. Namun Dion melihatnya merasa sangat aneh dengan lukisan ini.

"Apa kamu yakin Nona?" Tanya Dion.

"Aku yakin! Dan kemarin malam, a-aku juga mendengar suara tangisnan dan tertawa dari dalam sini kak!" Jawab Amanda menceritakan kejadian kemarin malam sambil bergidik ngeri membuat Dion seketika merasakan merinding disekujur tubuhnya.

"Ayo, sebaiknya kita keluar dari sini!" Ajak Dion dan mereka berdua langsung keluar dari kamar tersebut. Dion menutup kembali pintunya.

"Apa kamu punya indera ke enam?" Tanya Dion setelah keluar dari kamar tersebut.

"Hah? Indera ke enam?" Amanda melongo menatap Dion.

"Hmm. Bisa melihat sesuatu yang tidak bisa dilihat orang awam, semacam indigo gitu?" Tanya Dion.

"Aku tidak tau. Aku saja takut dengan hal-hal yang begituan!" Jawab Amanda sambil mengusap-usap lengannya sendiri yang merasa merinding disko.

"Baiklah, sebaiknya kembalilah ke kamarmu Nona!"

Amanda mengangguk dan berbalik melangkah menuju kamarnya. Ia masuk dan naik ke ranjangnya, membaringkan tubuhnya. Ia masih terbayang-bayang dengan apa yang ia lihat tadi. Ini sangat aneh! Indigo? Apaan sih kak Dion itu!

Amanda menarik selimutnya hingga menutupi kepalanya. Ia mencoba memejamkan matanya namun tetap tidak bisa tidur hingga terdengar suara kicau burung dari luar jendela kamarnya baru Amanda tertidur.

Bi Salma yang terbangun ia tersenyum melihat Amanda yang masih tidur. Ia mengusap lembut kepala Amanda seperti kepada anaknya sendiri. "Tuan Alex memang benar, kamu tidur seperti bayi." Gumamnya dengan tersenyum kemudian beranjak keluar dari kamar Amanda karena tidak tega ingin membangunkan Amanda. Ini hari minggu, Amanda libur tidak kuliah, jadi Bi Salma tidak ingin menganggu tidurnya.

...*****...

...Readers, terimakasih banyak sudah berkenan mengikuti karyaku ini ya! Terimakasih juga atas semangat dan dukungan kalian!🙏🏻❤...

1
asterchamomile
Oalah pantesan Amanda nggak pernah diganggu lagi waktu dikamar sendirian wkwkwk
asterchamomile
Luar biasa
asterchamomile
Robert udah pulang duluan ya?
asterchamomile
kok selama ini bik Salma nggak pernah diganggu?
asterchamomile
*Tuan typo kk 😭😭
ree
terbaik..
ree
terbaik.,
ree
semangat..
menarik, terus semangat!
Reva Azriyanty
visualnya ngak cocok thor.
Ana Rela
lnjuttttt thor upx🙏❤
Febriy Febriy
ha-ha-ha benar marah blh bodoh jangan di pelihara Amanda
Febriy Febriy
emg bodoh amanda
Desi Listidiyah
sepertinya iya..
tania_
penulisannya masih berantakan...
Maulai7
Luar biasa
Rahma
ceritanya bagus sekali
Agustina Dwi sintia_3PPB
alur ceritanya bagus
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "bangkitnya pria terhina" makasih kak🙏
total 1 replies
Ummi Nza
duh amanda sering banget jatuh nyaa .. kalo kata orang sunda mah letoy hihihi
Ummi Nza
knp ngga ngelawan saat d fitnah sih manda mlah lngsung kabur. jd orng lain nyangka ny klian memang selingkuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!