Kemungkinan ada narasi adegan nyerempet 21th+
Pembaca mohon lebih bijak dalam memilih bacaan yang sesuai usia! Cerita cuma fiksi jgn terlalu baper
Setelah mengetahui perselingkuhan tunangannya dengan saudara tirinya, Beatrice justru dipertemukan dengan Alexander, seorang CEO ganteng, kaya, dingin yang sangat menyayangi dan memanjakannya. Awalnya Alex hanya penasaran terhadap Beatrice, pasalnya penyakit alerginya terhadap wanita sama sekali tidak kambuh saat bersentuhan dengan Beatrice. Sahabat sekaligus dokter pribadinya, Harris menyuruhnya terus bersentuhan dengan Beatrice sebagai upaya terapi untuk kesembuhan alergi yang diderita Alex. Namun lama-lama sikap posesif dan cemburuan Alex terhadap Beatrice semakin menjadi, membuatnya sadar bahwa dia telah jatuh hati pada Beatrice. Alex ingin pernikahan kontrak mereka menjadi pernikahan sungguhan. Akankah hati Beatrice terbuka untuk Alex?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tiara Pratiwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 33 Alex Sakit
Meskipun Alexander sudah membayangkan makan siang romantis berdua, ia tidak bisa menolak saat Beatrice dengan mata berbinar mengajak Keira ikut serta. Tapi karena mobilnya hanya bisa ditumpangi 2 orang, akhirnya Alex memanggil Nolan untuk datang membawakan mobil lain.
Setelah Nolan datang, akhirnya mereka bergerak menuju restoran hotpot yang dimaksud.
Begitu duduk, Beatrice dan Keira dengan antusias memesan kuah Sichuan Mala dengan level pedas tertinggi. Alex hanya diam, memperhatikan betapa semangatnya Beatrice meracik saus. Sebenarnya, Alex memiliki perut yang cukup sensitif terhadap cabai, namun melihat senyum Beatrice, ia tidak sanggup merusak suasana dengan mengatakan dia tidak bisa makan pedas.
Sepanjang makan, Alex dengan gagah berani ikut melahap daging yang telah berlumuran kuah merah membara itu. Ia berkali-kali menyesap air putih dengan tenang, berusaha menjaga wajah tanpa ekspresinya, padahal keringat dingin mulai muncul di pelipisnya dan punggungnya.
Selesai makan, Alex segera pamit ke toilet dengan langkah yang sedikit terburu-buru. Lima menit berlalu, sepuluh menit, hingga hampir tiga puluh menit, Alex tidak kunjung kembali.
"Kei, tunggu di sini ya. Aku cek Alex sebentar," ucap Beatrice cemas. Ia mampir ke kasir untuk menyelesaikan tagihan terlebih dahulu sebelum berjalan menuju area toilet.
Di depan pintu toilet pria, Beatrice ragu sejenak. Ia mengetuk pintu dan memanggil nama Alex beberapa kali, namun tidak terdengar jawaban ataupun suara Alex dari dalam.
Beberapa orang pria melewati Beatrice dan masuk ke dalam toilet. Saat pintu terbuka, Beatrice mendengar suara seseorang yang sedang muntah-muntah hebat dari dalam.
Beatrice merasa mengenali suara itu.
"Alex!" Beatrice tidak peduli lagi. Ia mendorong pintu toilet pria dan menerobos masuk.
Di dalam, ada tiga pria yang sedang berdiri di urinoir. Mereka tersentak kaget.
Pria-pria itu tadinya ingin protes saat melihat keberadaan wanita di toilet pria, tapi kini mereka justru membeku.
Awalnya mereka ingin marah, namun begitu melihat wajah Beatrice yang sangat cantik dari dekat, kemarahan mereka menguap begitu saja. Wajah mereka memerah, terpana melihat ada 'bidadari'.
Beatrice tidak melirik sedikit pun ke arah mereka, fokusnya hanya pada satu bilik yang tertutup rapat di ujung ruangan.
Beatrice menggedor pintu bilik itu. "Alex! Buka pintunya! Apa yang terjadi? Apa kau baik-baik saja?"
Di dalam bilik, Alex yang sedang lemas seketika menegang. "Beatrice?! Kenapa dia masuk ke toilet pria?" batinnya. Ia segera menyiram toilet, merapikan setelannya, dan membuka pintu.
"Tutup matamu, Beatrice! Jangan melihat ke arah lain!" perintah Alex dengan suara serak namun tegas.
Beatrice patuh dan menutup matanya dengan telapak tangan. Alex segera menggandeng tangan Beatrice, menuntunnya ke wastafel. Alex dengan cepat mencuci wajah dan berkumur untuk menghilangkan rasa pahit dan panas di tenggorokannya.
Alex menutup keran lalu memutar tubuhnya. Ia menyadari tatapan mesum dan terpesona para pria itu tertuju pada istrinya.
Alex melepaskan tatapan yang begitu dingin dan menusuk, seolah siap mencabik siapa pun yang berani bernapas di dekat Beatrice. Para pria itu seketika menunduk, bahkan ada yang sampai menahan napas karena atmosfer di toilet mendadak terasa sangat mencekam dan berat.
"Ayo pergi," desis Alex. Ia merangkul pinggang Beatrice dengan posesif, lalu membawanya keluar dari sana.
Begitu pintu tertutup, para pria di dalam toilet baru bisa mengembuskan napas panjang. "Gila... auranya mengerikan sekali. Tapi wanitanya... benar-benar seperti malaikat," bisik salah satu dari mereka sambil mengelap keringat di dahi.
Akibat memaksakan diri demi menyenangkan Beatrice, kondisi Alex ternyata cukup serius. Beatrice terpaksa membatalkan rencana mengantar Keira kembali ke kampus karena harus melarikan Alex ke rumah sakit. Keira sangat pengertian, dia tidak keberatan, dia akan pulang sendiri menggunakan busway.
Alex harus menjalani rawat inap selama tiga hari. Dokter memutuskan untuk mengeluarkan seluruh isi perutnya melalui prosedur medis dan memasang infus untuk mengembalikan cairan tubuhnya. Melihat Alex yang biasanya gagah kini terbaring lemah di ranjang rumah sakit, rasa bersalah menghantam Beatrice.
"Maafkan aku, Alex. Seharusnya aku bertanya dulu sebelum memilih restoran itu," ucap Beatrice lirih sambil menggenggam tangan suaminya.
Alex tersenyum lemah, jemarinya mengusap lembut punggung tangan Beatrice. "Ini bukan salahmu, Baby. Aku yang terlalu percaya diri bisa menahannya saat melihatmu makan dengan lahap. Aku yang salah karena tidak jujur padamu dari awal."
Selama tiga hari itu, Beatrice menjadi perawat pribadi Alex dengan sangat berdedikasi. Beatrice bahkan bolak-balik antara mansion dan rumah sakit untuk memasak sendiri menu sarapan, makan siang, hingga makan malam yang sangat lembut dan ramah bagi lambung Alex. Di sela-sela itu, ia juga meluangkan waktu menjenguk Colton di bangsal lain.
jgn lupa subscribe, like, komen, kasih rating dan gift, gift yg free jg gpp nonton iklan aja bentar 🤣