Menceritakan seorang gadis yang berusia 22 tahun yang bernama ASKIA PUTRI HUMAIRA, seorang muslimah cantik yang hidup dengan kesederhanaannya, memiliki sifat yang ceria dan ramah pada setiap orang.
Kehidupannya berubah saat dirinya dijodohkan dengan seorang pria yang tak pernah menganggap dirinya sebagai tempatnya pulang.
Berharap Cinta setelah menikah, malah poligami yang ia dapatkan.
Tiada hari tanpa Air mata.
Akankah dirinya bisa bertahan dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-35
Kembali ke Jakarta
malam hari
Dimas dan Askia sudah sampai di rumah beberapa menit yang lalu, setelah makan malam bersama keluarga Askia dan Dimas kembali kedalam kamarnya.
Askia dan Dimas baru saja menyelesaikan sholat insya, dan sekarang mereka sedang duduk berselonjoran kaki di atas ranjang.
"Sayang, gimana kalau minggu depan kita pindah rumah?" kata Dimas sambil memainkan rambut sang istri.
"Kenapa mas? kenapa kita ngak tinggal di sini saja?" tanya Askia menghentikan acara membacanya dan mendengarkan perkataan suaminya.
"Ya kan kita ngak mungkin terus terusan tinggal di rumah mama sayang, gimana nanti kalau kita punya anak?" ujar Dimas.
Sejenak Askia memikirkan nya, benar yang di katakan suaminya, tidak mungkin mereka akan terus tinggal di rumah mamanya, suatu hari nanti mereka pasti punya anak anak dan mereka harus memiliki rumah untuk anak anaknya kelak.
"Baiklah mas Kia setuju" ujar Askia membuat Dimas tersenyum.
"Oh ya mas, besok Kia minta izin ya?" kata Askia.
"Izin?? kemana sayang?" tanya Dimas.
"Besok itu, Nia akan membuka cabang cafe nya yang ada di bandung mas dan Nia mengajak Kia untuk menemaninya" jawab Askia.
"Kalian berdua saja??" tanya Dimas.
"Tidak mas, nanti di sana ada Nia, Viona pacarnya Viona dan Bimo mas, kami di sana cuman dua hari, boleh ya?"
"Baiklah mas izinkan, tapi ingat jangan lebih dari batas waktu." ujar Dimas.
"Makasih suamiku sayang" kata Askia senang dan mendaratkan sebuah kecupan di bibir suaminya.
"Kamu menggoda mas sayang??" kata Dimas.
"Eh.. en..enggak mas" sahut Askia gelagapan.
ia menarik selimut menutupi seluruh tubuhnya
Dimas yang melihat istrinya yang masih malu malu pun ikut masuk kedalam selimut, hingga terjadilah malam yang sangat panjang........😉
_______
Keesokan paginya Askia terbangun terlebih dulu, ia mengerjab ngerjab matanya dan hal pertama yang dia lihat adalah wajah tampan sang suami yang masih terlelap di sampingnya sambil memeluk dirinya.
Askia tersenyum mengingat kejadian semalam, lalu ia memindahkan lengan suaminya dengan hati hati, dan turun dari kasur, baru saja ia berjalan selangkah tubuhnya langsung jatuh kebawah.
Bruukk
"Aduh" ringis Askia memegang pinggang nya.
Dimas yang mendengar suara itu langsung terbangun, ia melihat istrinya sedang terduduk di lantai.
"sayang, kamu ngak apa apa" kata Dimas turun dari ranjang.
"Pinggang Kia sakit mas" cicit Askia .
"Kamu ngak apa apa, ada yang luka sayang??" tanya Dimas khawatir.
"Ngak mas Kia ngak apa apa, mas bantuin Kia kekamar mandi yah??" ujar Askia.
Tanpa menjawab dengan sigap Dimas langsung menggendong istrinya ala bridal style masuk kedalam kamar mandi.
Setelah beberapa menit mereka keluar dari kamar mandi, kemudian mengantikan pakaian masing masing karna hari ini hari libur Dimas menggunakan pakaian santainya, ia akan mengantarkan istrinya kebandara, tak lupa Askia memasukkan 3 buah pakian kedalam tas ransel guna di bawa saat akan kebandung hari ini.
Setelah itu mereka keluar bersamaan menuruni tangga menuju ruang makan.
"Selamat pagi, pa, ma" ujar Askia dsn Dimas.
"Pagi sayang" sahut mama papa kompak.
"Sayang kamu mau kemana?? ini kan hari libur kok udah rapi aja??" tanya mama saat melihat penampilan Askia.
"Kia mau pergi ke bandung mah sama Nia baut pembukaan cabang cafe Nia di sana mah" sahut Askia sambil menyerahkan piring yang berisi nasi pada suaminya.
"Berapa hari kamu di sana sayang??" tanya mama di sela sela makan.
"Cuma dua hari kok mah" sahut Askia.
Setelah selesai makan Dimas membuka suaranya guna memberi tahu perihal ia akan pindah rumah bersama Askia.
"Mah pah Dimas mau bicara" kata Dimas.
"Bicara apa Dim? ada masalah di kantor??" tanya papa.
"bukan pah" ujar Dimas.
"lalu??" tanya mama.
"Dimas dan Kia berencana satu minggu lagi akan pindah kerumah sendiri mah pah" ujar Dimas.
"Loh kok buru buru gitu sih Dim, kalian kan baru sebulan tinggal di rumah mama" ujar mama.
"Iya mah Dimas tahu, tapi kan Dimas nanti akan punya keluarga sendiri" kata Dimas.
"Benar yang dikatakan Dimas mah, dia udah punya keluarga sendiri apa lagi nanti jika mereka sudah punya anak" sahut papa.
"Baiklah mama setuju, tapi kalian harus janji sering seringlah berkunjung kesini, terutama Kia padahal mama ngak mau jauh dari menantu mama ini" ujar mama sedih menggenggam tangan Askia.
"iya mama, insya Allah, kalau bisa nanti Kia pasti sering berkunjung" ujar Askia menghibur mertuannya.
"Baiklah kalau begitu, Kia berangkat dulu ya mah pah, assalamu'alaikum" ujar Askia mencium punggung tangan mama dan papa mertuannya dan di ikuti oleh Dimas.
Sedangkan di sebuah apartemen yang berada di pusat kota seorang gadis yang masih menggunakan kimono tidurnya sedang menyesap teh sembari menikmati udara di pagi hari.
ya.. dia adalah Amber.
Cuaca yang berbeda membuat kulit putih nya sedikit memerah karna sinar matahari.
lamunan nya terganggu saat mendengar dering ponselnya.
Setelah melihat ID penelpon Amber langsung mengeserkan tombol berwarna hijau
"Hallo mamah" kata Amber dalam bahasa kanada.
"Sayang kamu udah ketemu sama Dimas ??" tanya sang mama
"Belum mah, Amber baru sampai kemarin dan mungkin hari ini Amber akan menemui kak Dimas" sahut Amber .
"Baiklah sayang, bagaimana pun kamu harus mendekati nya dan buat dia berada disisimu sayang" ujar mama Amber.
"Mama tenang saja, Amber pastikan kak Dimas akan berada di sisi Amber" kata gadis itu dengan senyum smirk nya.
"Baiklah kalu begitu mama tutup ya, semoga berhasil"
Setelah menutup telpon itu Amber masuk kedalam kamarnya, ia meletakkan cangkir teh nya dan ponsel di atas nakas, lalu ia masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Setelah selesai ia menggunakan pakain dengan long dress berwarna biru, rambut gelombangnya ia tata dengan rapi, make-up natural sudah melekat di wajah cantiknya tak lupa ia menyemprot parfum keseluruh tubuhnya dengan high heels berwarna hitam menambahkan kesan sempurna nya.
Ia memandang dirinya di dalam cermin.
"Kak Dimas, aku tahu kakak marah sama aku karna masalah dulu, tapi itu aku lakukan karna aku sangat mencintaimu kak, padahal kakak tahu kan? kalau aku sangat mencintai kakak tapi kenapa kakak malah menganggapku hanya sebagai seorang adik, mengapa?? apa karna cinta pertama yang kakak katakan itu?? apa bagus nya wanita itu? apa hebat nya dia, kak sekarang aku sudah ada di sini, aku berjanji aku akan membuat kakak bertekuk lutut di hadapanku, aku tidak akan membiarkan wanita manapun merebut kakak dari ku," kata Amber dengan penuh tekat.
Serasa sudah siap gadis itu mengambil tas selempangnya dan kunci mobil lalu keluar dari apartemen nya.
Sampai di parkiran apartemen ia masuk kedalam mobil yang sudah ia beli kemarin, ia menyalakan mobilnya dan langsung meninggalkan area apartemen tersebut.
BERSAMBUNG........
jangan lupa tinggalkan jejak kalian sayang sayangku 😘 😘 😘 😘 TERIMAKASIH
Humaira yg Sabar yah...
Lanjuuut Thooor..