WARNING 21++ ⚠️
BIJAKLAH DALAM MEMILIH BACAAN
------
VANESSA PUTRI ANJANI
Merupakan seorang gadis yang masih berumur 24 tahun. Nessa, panggilan akrab wanita itu memiliki tubuh bak model, dengan kaki panjang yang mulus, dan juga pinggang yang begitu ramping.
Tak ayal, banyak sekali wanita yang begitu iri dengan lekuk tubuhnya yang seperti.
Dari tubuhnya, mari kini pindah ke wajahnya yang begitu cantik. Wajahnya yang begitu ketara sekali jika ia adalah bule. Ayahnya yang berasal dari Rusia, dan juga ibunya yang campuran Korean Selatan-Indonesia.
Bibir atas yang tipis, dipadukan dengan bibir bawah yang tebal. Membuat siapa saja ingin sekali menaklukkan bibir wanita.
Mata bulat yang bak Barbie dalam kartun anak-anak itu menambahkan kesan mahal pada diri wanita itu.
Dan jangan lupakan hidung yang mancung, bukan mancung yang seperti perosotan anak SD, tapi hidung Nessa benar-benar cetakan yang sempurna.
Apalagi rambutnya yang sering ia ganti cat berkali-kali, menambah kesan seksi pada aura Nessa.
Benar-benar sempurna!!
Saat ini dia baru saja menyelesaikan kuliahnya dan saat ini dia sudah bekerja di salah satu cabang dari perusahaan kelas kakap yang bernama XANDER's CORP.
Dia bekerja sebagai salat satu dari puluhan orang dibagian staf pemasaran. Di kantornya, Nessa juga menjadi primadona disana. Bukan sekali-duakali teman kerja laki-lakinya terang-terangan mendekati Nessa, namun sudah sangat banyak dan Nessa sendiri sudah tak bisa menghitung lagi.
Nessa yang ramah.
Nessa yang baik.
Nessa yang perhatian.
Nessa yang pekerja keras.
Itulah yang mereka tahu dari Nessa, tidak ada yang tahu kehidupan pribadi wanita bule itu. Tak akan ada yang tahu....
Yang mereka tahu adalah Nessa adalah anak tunggal dari pasangan suami-istri yang hidup sederhana.
Ayah kandung Nessa adalah pensiunan PNS dan ibu kandungnya adalah seorang ibu rumah tangga biasa.
Namun tidak ada yang tahu jika Nessa adalah....
W-A-N-I-T-A S-I-M-P-A-N-A-N.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ssyptr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHAPTER 32 - FLASHBACK 4
YUK SEBELUM BACA PASTIKAN SUDAH
LIKE
COMMENT
VOTE
DAN JANGAN LUPA BERIKAN BINTANG l
LIMA.
SUPAYA AUTHOR-NYA BERSEMANGAT DAN RAJIN UPLOAD.
TERIMA KASIH CINTA-CINTAKU.
..._-_...
...🌊 CERITA INI HANYALAH CERITA FIKTIF NOVEL! MOHON UNTUK JANGAN DIAMBIL HATI. TERIMA KASIH SEBELUMNYA, PARA PEMBACA YANG TERHORMAT 🌊...
FLASHBACK 25 TAHUN YANG LALU
"Mall yang berada di tengah kota Jakarta Pusat itu, sudah saja hancurkan tuan. Banyak sekali media dan juga para wartawan yang berada di lokasi saat penghancuran mall itu berlangsung."
Ucapan Mark membuat senyum kecil terbit pada wajah Jordan untuk yang pertamakali pada hari ini.
Setelah kemarin malam ia bergulat sendiri dengan pikirannya yang tengah memikirkan tentang kejadian semalam, saat Ririn dijemput oleh laki-laki yang sampai saat ini ia juga tidak tahu siapa.
Namun sayap-sayap ia mendengar Ririn, menyebutkan kata "suami" dan itu amat sangat menganggu pikiran Jordan sedari semalam.
Apalagi sampai saat ini Mark belum juga memberikan segala informasi mengenai Ririn, sebenarnya hari ini ia akan memarahi Mark habis-habisan, tapi berhubung Mark membawakannya kabar baik jadi mungkin ia bisa bersikap lebih baik hari ini.
"Bagus Mark, aku mau perusahaan kita dibangun kurang dari 1 bulan, selagi pembangunan masih dalam proses. Aku ingin kau segera merekrut pegawai perusahaan. Jadi saat perusahaan sudah berdiri kokoh, langsung bisa kita gunakan bekerja," ucap Jordan yang langsung diangguki oleh Mark.
Kini mereka berdua masih ada di kamar hotel milik Jordan, pagi-pagi sekali Mark sudah menganggu tidur Jordan dengan setumpuk pekerjaan.
Tolong harap dimaklumi, pekerjaan seorang CEO kelas kakap seperti dirinya. Dan jangan tanyakan berapa jam Jordan tidur, karena untuk tidur saja Jordan memerlukan seorang jal*ng agar tidurnya lebih lelap.
"Kali ini tugasmu lambat juga, Mark."
Bagi saja dipuji tapi Jordan sudah menjatuhkan dirinya lagi. "Tuan memberikan saya waktu 3 hari untuk meratakan hotel itu, dan hanya melakukan hanya dalam waktu 27 jam saja. Bagian mana dari tugas saya yang terlambat ?" tanya Mark dengan tidak terima.
Jordan menatap Mark dengan geram, jangan bilang kalau Mark lupa dengan perintah Jordan untuk mencari tahu asal-usul Ririn, padahal itu kan sangat penting.
Baginya, eh ralat. Tidak terlalu penting. Biasa saja.
"Ekhem..." Jordan berdehem sebentar untuk menetralisir ke gugupnya. Entah mengapa ia sangat malu untuk mengingatkan Mark tentang tugas rahasianya itu.
Jordan mengigit bibir bawahnya bingung, jujur saja ia malu. "Katakan, jangan, katakan, jangan...." batinnya menimang-nimang.
Suara langkah kaki membuyarkan lamunan Jordan, laki-laki itu menatap kaki Mark yang berjalan mendekati dirinya.
"Ini tuan, data tentang Ririn yang tuan minta. Semuanya lengkap, mulai dari Ririn masih TK, SD, SMP, SMA lalu juga–"
Tangan Jordan terangkat ke udara, mengisyaratkan Mark untuk segera berhenti berbicara.
Dengan cepat Jordan menarik map yang Mark sodorkan kepadanya. "Kapan aku pernah memintamu untuk mencari tahu informasi Ririn ?" tanya Jordan sembari melirik Mark sekilas dan membuka map itu dengan tergesa-gesa.
Seperti anak balita yang baru saja mendapatkan mainan baru dari ibunya.
Alis Mark bertautan, menandakan saat ini dirinya tengah bingung dengan tuannya itu. "Kemarin kan tuan, meminta saya untuk mencari informasi Ririn, selengkap mungkin."
Gerakan tangan Jordan membuka map itu terhenti dan kini ia memfokuskan dirinya pada Mark.
"Oh ya ? Aku tidak ingat."
Jordan membaca sekitar 6 lembar kertas itu dengan begitu antusias. Kadang mimik wajahnya juga suka berubah-ubah. Kadang ia tersenyum seperti orang bodoh, kadang juga rahangnya mengeras–karena marah, terkadang juga Jordan menampilkan raut wajah sedihnya.
Dan itu semua tidak pernah ia perlihatkan selama hidupnya, baru kali ini Mark melihat ekspresi wajah yang berubah-ubah dari tuannya.
"Apa tuan tertarik dengan Ririn ? tapi bagaimana bisa ? Ririn sudah memiliki seorang suami!" batinnya.
Hanya perlu waktu 10 menit bagi Jordan untuk membaca segala informasi milik Ririn. Ia meletakkan beberapa lembar kertas itu ke meja bersamaan dengan helaan nafas panjang yang ia keluarkan.
"Ini jam berapa ?" tanyanya pada Mark.
"Jam 7 pagi tuan."
Jordan menganggukkan kepalanya, ia mengalihkan pandangannya kearah jendela besar dikamar hotelnya yang memperlihatkan bangunan tinggi di kota Jakarta itu.
"Itu artinya 1 jam lagi Ririn akan sampai disini. Aku harus segera mandi, dan bersiap-siap secepat mungkin."
Jordan berdiri dari duduknya dan segera berjalan menuju kamar mandinya, meninggalkan Mark yang tampak kebingungan tak mengerti dengan tingkah laku tuannya.
"SEGERA SIAPKAN PAKAIAN PALING MAHAL UNTUK HARI INI!!!" teriak Jordan dari dalam kamar mandi.
"Kumohon, jangan sampai ada apa-apa. Kasihan sekali nasib non Alexa...."
..._-_...
Ririn si gadis Korea
Jordan, laki-laki berdarah Spanyol
..._-_...
2 FLASHBACK LAGI INI KELARR GAISS
CERITANYA SAMPAI SEGITU DULU YA...
NANTIKAN TERUS EPISODE-EPISODE TERBARUNYA YAAA
JANGAN LUPA UNTUK VOTE+KOMEN+LIKE.
UNTUK MEMBERIKAN AUTHOR SEMANGAT ❤️❤️
TERIMA KASIH UNTUK YANG SUDAH VOTE+KOMEN+LIKE
gregetan banget sama Alexa.....
apakah Jordan dan riri bersama...
soalnya masa lalu blm diceritakan