Kevin O'Leary adalah seorang CEO dingin dan berwibawa yang sangat disukai oleh wanita manapun. Tapi sayangnya ia belum pernah menjalin hubungan dengan wanita manapun
Kimberly Kane adalah seorang ballerina profesional yang sangat terkenal didunia. Ia pernah jatuh cinta kepada satu pria tetapi hubungan itu kandas hingga akhirnya ia tidak pernah menjalin hubungan lagi dengan pria manapun.
Apa jadinya jika mereka bertemu secara tidak sengaja? Dan bagaimana nasib mereka ketika ada yang ingin menghancurkan hubungan mereka?
No plagiat❕❕
Instagram : xylv.ia_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon XylviA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
34
Kim terbangun dari tidurnya. Tangannya meraba sesuatu yang aneh. Ia pun lanjut meraba benda yang ada di depannya itu dengan setengah kesadaran dan mata yang terpejam. Tangannya pun berhenti ketika Ia mendengar ada suara kekehan.
"Kenapa berhenti hm?"
Kim pun langsung membuka matanya. Ketika Ia sudah tersadar, Ia langsung melepaskan tangannya. Ia merutuki dirinya sendiri karena yang dari tadi Ia raba adalah dada bidang Kevin. Kevin yang melihat tingkah laku itu langsung tertawa. Lalu Ia mendekatkan tubuhnya ke Kim. Kim spontan mundur tetapi Kevin terus saja mendekat hingga akhirnya Kim berada di ujung kasur.
"Vin hentikan." Ucap Kim sambil memalingkan wajahnya. Kevin langsung memeluk Kim dan mendekatkan Kim Kepada dirinya.
"Kau harus terbiasa, sayangku." Ucap Kevin. Semburat merah muncul di pipi Kim setelah Kevin memanggilnya dengan panggilan sayang.
"Sejak kapan kau terbangun?" Tanya Kim. Kevin langsung tersenyum.
"Sejak kau meraba dadaku. Sayangku." Ucap Kevin. Ia sengaja menjahili Kim dengan panggilan sayang. Entahlah, mungkin itu hobi barunya. Kim yang mendengar jawaban Kevin langsung terdiam.
"Kenapa diam? Aku suka kok kamu raba."
"Vin, hentikan." Ucap Kim sambil memukul pelan dadak Kevin. Ia pun melepaskan pelukan Kevin lalu bangkit dari kasur. Kevin ikutan bangkit dan berjalan ke arah Kim lalu memegang keningnya.
"Sepertinya demam mu sudah turun." Ucap Kevin. Lalu Ia pun menatap Kim. Lalu Ia pun mendekatkan bibirnya ke bibir Kim. Lalu kedua bibir mereka pun bersentuhan. Lama-kelamaan ciuman mereka semakin dalam. Lalu Kevin ******* bibir Kim. Setelah beberapa saat, mereka pun melepas ciuman mereka.
"Aku akan menginap di sini. Sebelum aku pergi." Ucap Kevin lalu mencium kening Kim. Kim mengangguk mendengar ucapan Ryan.
"Mandi dulu Vin." Ucap Kim sambil berjalan ke arah lemari dan mengambil handuk untuk diberikan kepada Kevin. Kevin pun mengambil handuk yang diberikan dan langsung pergi ke kamar mandi.
Kim menyadari bahwa Kevin tidak membawa pakaian ganti. Ia pun mengetuk pintu kamar mandi untuk bertanya perihal baju ganti.
"Nanti aku akan telepon orang." Jawab Kevin setelah ditanya oleh Kim.
"Kau bisa membawa Molly?" Tanya Kim. Kevin yang mendengar itu langsung mendengus kesal. Tapi tidak apa-apa, itu artinya Kim menerima ada Molly.
Selesai mandi, Kevin keluar dengan tidak menggunakan baju dan hanya melilitkan handuk di pinggang nya karena tidak membawa baju. Kim yang melihat itu langsung membalikkan badannya. Tentu saja Kevin langsung menjahili Kim lagi. Ia langsung memeluk Kim dari belakang.
"Vin..." Ucap Kim yang sudah pasrah. Kevin langsung mencium leher Kim lalu berbisik di telinga nya.
"Aku siap untuk mempunyai seorang anak." Ucap Kevin dengan nada yang menggoda.
"Vin, sudah cukup." Ucap Kim lalu pergi keluar kamar. Mukanya benar-benar merah mendengar ucapan Kevin. Ia benar-benar tidak terpikir untuk mempunyai seorang buah hati.
Kevin yang ditinggal oleh Kim hanya tertawa. Ia sedikit merasa bersalah kepada Kim. Setelah itu Ia mendapat telepon dari salah satu pelayan bahwa Ia sudah sampai di depan pintu apartemen Kim. Saat Ia membuka pintu kamar, Kim sudah terlebih dahulu memberikan sebuah paperbag berisi pakaian. Kevin pun menerima paperbag itu lalu memakai baju.
Ia pun keluar kamar dan melihat Kim sedang bermain dengan Molly. Kevin yang melihat Molly langsung duduk di lantai lalu meneriakkan nama Molly.
"Molly apa kau rindu aku?" Tanya Kevin. Molly tidak peduli dengan tuannya itu. Ia hanya main dengan Kim. Kim yang melihat itu hanya tertawa sambil menatap ke arah Kevin dan melihat raut wajah Kevin yang kesal.
Kim langsung menggendong Molly dan berjalan ke arah Kevin. Ia pun memberi Molly ke Kevin. Kevin langsung menerima Molly dan langsung memeluknya. Tapi Molly langsung mencoba untuk melepaskan pelukannya. Kevin pun langsung melepaskan pelukannya karena tidak ingin dicakar. Dan Molly langsung berjalan kembali ke arah Kim.Kevin hanya bisa pasrah dengan tingkah kucingnya.
Lalu mereka bermain bertiga sampai hari sudah mulai malam. Saat sudah malam, Kim bersiap untuk memasak makan malam. Dan saat selesai mereka pun menikmati makan malam mereka.
Setelah selesai makan malam, Kevin dan Kim bersiap untuk tidur. Tapi tiba-tiba Kevin langsung mencium bibir Kim. Ciuman yang lama-kelamaan menjadi makin panas. Kevin mulai membuka bajunya lalu lanjut kembali mencium Kim. Lalu Kevin menindih tubuh Kim. Dan yang terjadi selanjutnya hanya mereka dan Tuhan yang tau.