NovelToon NovelToon
TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

TUNGKU EKSTRASI SURGAWI

Status: tamat
Genre:Sistem / Mengubah Takdir / Slice of Life / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:7.1k
Nilai: 5
Nama Author: samsu234

Dihina karena dantiannya cacat, Xiao Bai mendadak mendapatkan Tungku Ekstraksi Surgawi—sebuah artefak gaib yang berfungsi sebagai sistem mutlak. Tanpa perlu berkultivasi dengan cara biasa, ia bisa mengekstrak esensi monster, tumbuhan obat, hingga pusaka kuno menjadi pil murni tanpa cacat! Dari seorang sampah yang diinjak-injak, Xiao Bai bangkit mengekstrak langit dan bumi untuk menjadi penguasa tunggal yang tak tertandingi.

#Romance #Drama #Adventure #Kultivasi #Sistem #Overpowered #BalasDendam #Action-Fantasy

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon samsu234, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sosok di Ujung Lorong

# TUNGKU EKSTRAKSI SURGAWI

Lorong rahasia itu membentang gelap dan sempit, hanya diterangi oleh cahaya lentera kecil yang dibawa Master Sekte Agung di tangannya yang bebas, sementara tangan lainnya masih menopang tubuh Xiao Bai yang nyaris tak sadarkan diri di punggungnya. Di belakang mereka, Li Ling'er setengah menyeret setengah memapah Su Yan yang masih terlalu lemah untuk berjalan sendiri, sementara wanita Aliansi Bayangan berjaga di posisi paling belakang, sesekali menoleh waspada memastikan tak ada yang mengikuti.

"Berapa jauh lagi?" bisik Li Ling'er, napasnya memburu menahan beban tubuh Su Yan.

"Lorong ini seharusnya berakhir di sumur tua di luar tembok belakang sekte," jawab Master Sekte Agung, suaranya juga mulai terengah. "Sudah puluhan tahun tidak digunakan, hanya beberapa tetua senior yang tahu keberadaannya."

Mereka terus berjalan dalam diam yang tegang, hanya suara napas yang memburu dan langkah kaki yang bergema di dinding batu sempit itu mengisi kesunyian. Xiao Bai, meski kesadarannya nyaris hilang sepenuhnya, masih bisa merasakan setiap goncangan langkah Master Sekte Agung, dan di kejauhan pikirannya yang mengabur, ia masih bisa mendengar suara Tungku yang kini terdengar begitu lemah, nyaris berbisik.

> **[Host... energi tersisa... di bawah lima persen...]**

Tepat ketika mereka hampir mencapai ujung lorong, sebuah sosok tiba-tiba muncul dari kegelapan di depan mereka, membuat seluruh rombongan membeku seketika. Master Sekte Agung segera membentuk kuda-kuda pertahanan meski tubuhnya sendiri sudah kelelahan, sementara wanita Aliansi Bayangan melompat maju melindungi yang lain.

"Tenanglah," suara familiar itu menggema tenang dari kegelapan, "aku bukan musuh."

Cahaya lentera akhirnya menyingkap sosok itu—pria berjubah abu-abu polos, wajahnya yang teduh kini tampak jelas di antara bayang-bayang lorong sempit. Xiao Bai, meski hampir kehilangan kesadaran, mengenali sosok itu seketika.

"Guru... Bayangan..." bisiknya lemah.

Su Yan, yang sejak tadi berjalan gontai, tiba-tiba mengangkat kepalanya, matanya melebar penuh keterkejutan sekaligus kelegaan yang mendalam. "Kau," bisiknya, "kau masih hidup. Aku pikir dia sudah membunuhmu bertahun-tahun lalu."

"Aku lebih sulit dibunuh dari yang kau kira, Su Yan," jawab pria itu, senyum tipis terukir di wajahnya yang teduh. "Sama seperti dia yang lebih sulit dimusnahkan dari yang seharusnya."

Master Sekte Agung menatap tajam ke arah pria itu. "Kau mengenal Sang Pendiri secara langsung. Siapa kau sebenarnya?"

Pria berjubah abu-abu itu menghela napas panjang, matanya menerawang jauh seolah menimbang seberapa banyak kebenaran yang siap ia ungkapkan. "Tiga ribu tahun lalu, sebelum ia menjadi sosok haus kekuasaan yang baru saja kalian temui, Sang Pendiri Sekte Awan Sembilan bukanlah satu jiwa tunggal. Ia adalah dua sisi dari satu kesadaran yang sama—satu sisi yang mendambakan kekuatan tanpa batas, dan satu sisi lain yang masih memegang teguh prinsip untuk melindungi, bukan menghancurkan."

Keheningan mencekam menyelimuti lorong sempit itu. Xiao Bai, meski kesadarannya nyaris hilang, memaksakan diri tetap mendengarkan setiap kata yang diucapkan.

"Ritual pemurnian jiwa yang ia coba selesaikan tiga ribu tahun lalu," lanjut pria itu, suaranya kini lebih berat, "sebenarnya adalah upaya untuk menyatukan kembali kedua sisi itu, menciptakan satu wujud sempurna dengan kekuatan tak terbatas. Namun aku—sisi yang menolak jalan kekerasan itu—berhasil memisahkan diri sebelum ritual itu selesai, meninggalkan dia sebagai sosok yang kalian kenal sebagai Sang Pendiri hari ini, sementara aku menjadi apa yang kini disebut sebagai Guru Bayangan."

Xiao Bai merasakan dunia di sekelilingnya mulai berputar, bukan hanya karena kelelahan ekstrem yang menguasai tubuhnya, melainkan karena beban kebenaran yang baru saja terungkap. "Jadi kalian berdua... berasal dari satu jiwa yang sama?"

"Benar," jawab Guru Bayangan, matanya kini menatap Xiao Bai dengan sorot penuh kekhawatiran mendalam. "Dan itulah sebabnya aku telah mengawasimu sejak lama, Nak. Karena aku tahu, cepat atau lambat, ia akan menemukan jalan kembali menuju Tungku itu—dan menuju dirimu. Sekarang, waktu kita sangat terbatas. Ia tidak akan berhenti mengejar sampai ritual itu selesai, dan jika ia berhasil menyatukan kembali kedua sisi jiwa kita sekaligus merebut Tungku itu darimu, tidak ada kekuatan di benua ini yang akan mampu menghentikannya."

Ia melangkah maju, mengulurkan tangan ke arah Xiao Bai yang kini benar-benar kehilangan kesadaran di punggung Master Sekte Agung.

"Aku bisa membawa kalian ke tempat yang aman untuk sementara waktu—sebuah tempat bahkan Sang Pendiri sendiri tidak akan mampu menemukan dengan mudah. Namun aku harus memperingatkan kalian sekali lagi: begitu kalian menerima bantuanku, kalian akan resmi terseret ke dalam konflik yang telah berlangsung selama tiga ribu tahun ini, sebuah konflik yang jauh lebih besar daripada sekadar melindungi satu artefak atau satu keluarga."

1
Crimson
iklan bro /Grin/
Crimson
iklan min /Grin/
Crimson
Bener, tuh. Minimal bisa jaga diri, lah /Determined/
Crimson
Wdih, sok kali dia/Panic/
Crimson
cih, Lama" ku tandaiin Lo ya, anjing /Angry/
Crimson
Plis lah ini masih pagi woy. jangan bikin gw emosi lh/Angry/
Crimson
Wow, lumayan sih. /Chuckle/
Crimson
Makasih, Thor. karna buat bikin aku kesel sama nih novel /Tongue/
Luó Lìxuān: kok ngamuk bg 🤣
total 1 replies
Crimson
Kepala bapak kau pecah /Angry/
Crimson
Anjing nih orang. Lama" ku pecahin kepala nya.. tengok lh nanti /Angry/
Crimson
Bacod amat sih, lo. senek, betumbuk aja kita, yok. buat kesal aja, nih orang /Angry/
Crimson
Yok, By One klen/Facepalm/
Crimson: Gas. wkwkwk 🤣
total 4 replies
Crimson
Bintang lima untuk mu, Thor./Good//Good//Good//Good/
Luó Lìxuān: makasih bg 🙏
total 1 replies
Crimson
sorry Thor gw bacanya ambil penting" nya aja. ada perlu soap nya /Pray/
Luó Lìxuān: ok ok makasih udah baca bg
total 1 replies
Crimson
Jirr masih di ikutin ternyata /Grin/
Crimson
Hadeh! Lagi" di tolak jirr😭
Crimson
Mantap /Good/
Luó Lìxuān: bintang 5 jangan lupa 🤣
total 1 replies
Crimson
Kok gw makin nagih ya, baca nih novel./Grin/
Luó Lìxuān: masa iya sih bg 😂
total 1 replies
Crimson
udah tau Xiao bai lagi nggak mood, malah masih di tanya dong. wkwkwk 🤣🤣
Luó Lìxuān: sabr bg jangan emosi 🤣
total 1 replies
Crimson
Gas balas dendam kh/Sneer//Grin/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!