NovelToon NovelToon
JODOH OM REI

JODOH OM REI

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Obsesi / Tamat
Popularitas:519.1k
Nilai: 5
Nama Author: Raisya_BC

Setelah lulus kuliah, kamu mau ngapain nih bestie? Kerja? Lanjut S2? Atau bahkan langsung nikah?? Xixixi.

Buat yang lanjut S2 semangat, yang kerja ga usah lesu letih dan lunglai, yuk mampir baca kisah seorang tokoh yang berakhir di jodohkan, dan hidup bahagia (?) setelahnya.

Kirana Putri yang baru saja lulus dari pendidikannya, harus merelakan mimpinya dan menikah dengan seseorang yang belum pernah ia temui sebelumnya. Lelaki penyayang, lembut dan setia, tentu saja bukan. Ia menikah dengan orang yang terlihat begitu membencinya, bahkan ia bukanlah wanita satu-satunya bagi suaminya. Mampu kah ia bertahan dalam kehidupan rumah tangga seperti itu? Atau justru ia akan menyerah dan kembali mengejar mimpinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raisya_BC, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gelap

"Mas? Kok diam aja?" Panggil Ran. Namun Rei belum mampu untuk menjelaskan pada istrinya.

Pintu terbuka, memperlihatkan sosok papah dan mamah yang berlari panik masuk ke dalam ruangan.

"Ran?! Kamu ga papa?!" Tanya mamah yang kini berada di samping kasur Ran.

"Ga papa mah"

"Ya ampun nak, badan kamu.. Kenapa bisa begini, sih?" Tanya mamah sembari mengelus tangan Ran.

Rei masih terdiam dalam lamunannya. Papah dan mamah menyadari ada sesuatu yang aneh. Rei terus melamun, dan Ran memandang arah lain padahal mamah dan papah ada di sampingnya, pandangannya kosong.

"Ran? Kamu ga papa?" Tanya papah.

"Ga papa pah.. Tapi Ran mau minta tolong pah"

"Minta tolong apa, nak?" Tanya papah dengan suara lembut.

"Ran minta tolong lampunya di nyalakan" Ucap perempuan itu lalu tersenyum.

".. Rei, apa Ran baik-baik saja?" Tanya papah memandang wajah Rei yang sedang menahan tangis.

"Memang Ran kenapa, pah?" Tanya Ran.

"Nak.. Lampunya sudah menyala" Jelas mamah dengan nada rendah.

"Tapi mah, ini gelap.. Gelap banget..." Tutur Ran mulai cemas.

"Rei..." Panggil papah.

Rei menutup wajahnya dan kembali menangis. Baru kali ini ia menangis di depan papah dan mamah setelah dewasa.

"Rei, kamu kenapa?" Tanya papah.

"Mas?" Tangan Ran bergerak mencari-cari tangan Rei. Rei meraih tangan Ran dan memegangnya.

"Mas minta maaf Ran.. Mas terlambat datang"

"Oh itu.. Ga papa mas, kan sekarang Ran udah ga papa.. Terus ini mata Ran kenapa? Apa ditutupin sesuatu?" Tanya Ran.

"Rei, kamu sudah bertemu dokter?" Tanya papah.

".. Sudah pah"

"Apa kata dokter?" Rei beralih memandang Ran dengan air mata yang tak dapat lagi ia bendung. Ia tidak sanggup mengatakannya.

"Rei?"

"Ran.. Ran..."

"Ran kenapa??" Tanya mamah gemas.

"Penglihatan nya.."

"Ayo Rei jangan setengah-setengah, greget!" Gerutu papah.

".. Ran tidak akan bisa melihat... Kornea matanya rusak.."

"..Apa?"

"Jangan becanda Rei" Kata papah.

"Aku serius pah. Dan kata dokter mereka tidak memiliki donor untuk Ran.. Jadi kita harus menunggu sampai ada orang yang mau mendonorkan matanya" Jelas Rei.

".. Mas kok ngomong gitu? Ran bisa lihat kok" Ucap Ran tidak terima.

"Saya serius Ran.. Sabar sebentar ya.. Dokter akan carikan donornya" Rei menenangkan Ran dengan mengelus punggungnya lembut.

Papah dan mamah syok mendengar hal tersebut. Dan sepertinya Ran juga mulai syok. Ia menangis.

"Coba ini buka dulu mas! Ran kasih liat kalau Ran masih bisa melihat!" Ran berusaha membuka kain yang menutupi matanya, namun memang pada kenyataannya, tak ada sesuatu apapun yang menutupi matanya. Rei memegang tangan Ran dan berusaha menenangkannya.

"Ran.. Ran sabar dulu.. Nanti Ran bisa melihat lagi kok, kan dokternya nyari pendonor dulu.."

"Engga! Ran ga mau begini mas! Nanti Keli gimana?! Mas.. Mata Ran kenapa?! Kenapa?!"

"Nak, sabar nak" Ucap mamah berusaha ikut menenangkan.

"Iya Ran.. Sabar ya, dokter pasti melakukan yang terbaik, sabar ya sayang" Ucap papah menenangkan Ran.

Ran menggelengkan kepalanya, menutup wajahnya dan menangis sekeras mungkin. Rei memeluknya dan Ran membalas pelukan itu. Ran menangis histeris dipelukan Rei.

"Sabar sayang..." Bisik Rei, ia berusaha menahan tangisnya.

"Huwaaaaa mas.. Ga mau.. Kenapa?! Kenapa?!! Kenapa Ran harus begini?!" Teriak Ran.

"Ssstt.. Sudah ya, tenang ya.. Nanti pasti dapat donornya.. Oke? Tenang ya.."

Papah dan mamah ikut menjatuhkan air mata melihat Ran seperti ini. Mereka terus berusaha menenangkan Ran yang masih menangis histeris. Beberapa jam berlalu dan sekarang Ran sudah tertidur berkat bantuan obat tidur dari dokter.

"Nak, papah sama mamah pulang ya? Kamu sabar-sabar ya" Ucap papah.

"Iya nak, Ran sedang butuh kamu.. Keli biarlah di rumah mamah dan papah dulu, ya?" Tambah mamah.

"Baik pah, mah.. Terimakasih banyak"

"Iya nak, kami pulang dulu ya. Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam"

Papah dan mamah keluar dari ruangan. Kini tinggal Rei dan Ran yang sedang tertidur. Rei mendekati Ran dan mencium keningnya. Ia teringat bagaimana histerisnya Ran tadi.

"Ya.. Kenapa kamu harus begini ya, Ran? Kenapa ya..." Batin Rei ikut merasa bersalah.

Ia teringat dengan Nadine. Orang yang sudah membuat istri kecilnya kehilangan penglihatannya. Ia menelepon Raja dan akhirnya tahu di mana kamar Nadine.

Ia sampai di depan ruang rawat inap Nadine. Rei masuk dan melihat Nadine sedang memainkan ponselnya. Saat Rei memasuki ruangan, Nadine begitu gembira dan langsung meletakkan ponselnya.

"Ah akhirnya datang juga~ Kemana aja si sayang? Aku bosaan tau" Rengek Nadine.

"Syukurlah masih hidup" Ucap Rei dingin.

"Ih gitu banget sih.. Kamu ga khawatir sama aku apa?"

"Engga"

"Bohong. Kalau ga khawatir ngapain ke sini? Oh iya, gimana istri kamu? Ga parah-parah amat kan ya? Parahan aku, kan? Mobil pake ilang lagi, sial banget" Keluh Nadine.

"Kamu kok diem terus sih? Kenapa?" Tanya Nadine ketika Rei diam saja.

"Kamu yang kenapa? Kenapa masih gangguin saya? Udah bagus resign dari kantor, hilang. Malah muncul lagi" Cerca lelaki itu.

"Kenapa sih? Ga ada loh perempuan kayak aku, langka"

"Iya, ga ada yang lebih gila dari kamu. Kamu tau ga? Gara-gara kamu, tingkah gila kamu ini, istri saya jadi kehilangan penglihatannya!" Bentak Rei.

"Apasih, becandanya jelek ah" Nadine meraih ponselnya dan kembali memainkannya.

"Saya ga becanda! Gara-gara kamu dia harus menderita! Gara-gara ego kamu yang ga jelas itu! Gara-gara kamu!" Bentak Rei.

"Kamu kenapa sih? Udahlah, itu kan takdir. Oh iya mumpung begini, aku tanya sekarang. Kamu masih mau sama dia ga?"

"Maksudnya?!"

"Kamu pasti mau ninggalin dia, kan? Dia kan udah cacat" Ceplos Nadine membuat urat di leher Rei menimbul karena marah.

"Jaga ya omongan kamu! Saya ga peduli dia mau kenapa! Yang penting hatinya baik, ga seperti kamu, busuk!" Cerca Rei seraya menunjuk muka Nadine dengan jari telunjuknya.

"Ih, sakit banget deh dibilangin gitu.." Nadine menangkupkan dagunya dengan kedua tangannya, bersikap sok imut.

"Gila!"

"Kamu tuh pasti bohong, kan? Pasti kamu nanti mau nyari perempuan yang lebih cantik, kan? Lebih modis"

"Astaga.. Saya udah ga tau pemikiran kamu itu seperti apa. Intinya, sekali lagi kamu ngelakuin sesuatu sama Ran, saya ga akan segan-segan untuk lapor polisi" Rei berbalik dan keluar meninggalkan Nadine.

"Ih! Rei!! Mau ke mana?! Yang jagain aku siapa?!!" Nadine diam, menatap seseorang yang masuk ke ruangannya dengan tatapan dingin.

"Ngapain Lo ke sini?!" Tanya Nadine dengan nada tinggi.

"Lo kelewatan. Sekali lagi Lo sentuh Ran, gue bakal turun langsung buat ngehukum Lo, Dine" Ucap Raja memberi peringatan.

"Kalian tuh kenapa sih? Kenapa belain dia terus? Apa bagusnya dia sih? Jangan-jangan dia pake pelet!" Celetuk Nadine.

"Kalau mulut Lo asal ngomong kaya gitu, gue bakal pelintir mulut lu sampe ga bisa ngomong lagi" Balas Raja dengan nada datar.

"Mana mungkin" Nadine terkekeh.

Rei kembali ke kamar Ran. Ia melihat Ran sudah duduk di ranjangnya. "Loh, Ran? Udah bangun"

"..Iya..." Jawab perempuan itu dengan suara parau.

"Kamu mau sesuatu? Buah?" Tawar Rei.

"Engga.. Mas dari mana?"

"Dari toilet, Ran"

"Mba Nadine mana?"

".. Kenapa kamu nanyain dia?"

"Aku mau tau keadaan bayinya, bukan dia"

".. Kata Raja bayinya aman" Jawab Rei membuat Ran menghembuskan napas lega.

".. Alhamdulillah"

Rei duduk di samping Ran dan memeluknya.

"Sabar ya sayang.."

"Mas ga akan tinggalin Ran, kan?" Ran mulai mengeluarkan air matanya lagi.

"Engga dong.. Udah jangan nangis. Ran saya kuat kok" Ran memeluk Rei erat. Hari itu ia banyak menangis.

Semuanya terjadi secara tiba-tiba. Yang tadinya cerah dan terang, kini berubah menjadi gelap. Semoga dokter bisa segera menemukan pendonor untuk Ran.

Hari ini, pada tanggal 10 Maret, tepat di hari ulang tahunnya, Ran kehilangan penglihatannya.

1
Eni Lestari
wah kebangetan si Dika pake nyulik si ran sm ank2😠😠
Eni Lestari
tuh kan dah ketebak tujuan Dika apa,kurang ajar Eman tu si Dika pngen gua tampol tu orng dsr gk da Ahlak emang😠😠
Eni Lestari
kyknya ini ulah Dika dech bukan suuzon,tp mungkin Dy sengaja mau ngancurin Rei,Dy pikir dgn ngancurin Rei dan buat Rei miskin Dy bisa dpetin si arka sekaligus sm RAN,Krn Dy suka sm ran
Eni Lestari
kayaknya hamil LG si RAN,syukurlah
Eni Lestari
dasar Sinina,jgn2 Dy terobsesi LG pengen dprin Rei,awas aja klo sampe kejadian 😠😠
Eni Lestari
aduh...ada calon pelakor LG nich kyknya,harti2 RAN sapa tau Nina ada mksd tertentu,nti tau2 ngerebut Rei dari kamu
Eni Lestari
akhirnya...Rei belah duren 😊😊
Eni Lestari
RAN kyknya dah trauma Krn perlakuan si Rei slma ini
Eni Lestari
iri..bilang booosss....😂😂😂😂
Yanik Bagas
gak ada tantangan bacanya,, stop sampai sini ajah 🙌
wikha Sandra
horang kaya msa mw mndi ngerebus air dlu,,kn gk lucu thoor
Bundanya REvan
ini gimana manggil ran kakak manggil rei kok om,,
si ratu drama nadine minta di baigon nie
Bundanya REvan
sie rei gesrek emng,, udah jelas² pcar matre pengennya dibeliin berlian terus beda sama istrinya yg hanya coklat,, bukannya sadar mlh tmbah gesrek tuhhh
Krisna New
rei bucin ama ran
ecaaa
geregetan thorrrr
pengen ku bunuh dua orang itu😭👍
ecaaa
kukira bakalan hilang ingatan thor,, ternyata lebih sadis thorr
ecaaa
kasiann Bambang yg gk tau apa apa jadi disalahin😭🤣
Naoki Miki
Haii mampir yuk ke krya q 'Rasa yang tak lagi sama'
Cuss bacaa jan lupa tinglkan jejaakk🤗
tkn prfil q aja yaa😍
vielen danke😘
ig@imaaa_ayuuu
Uwuw, ceritanya keren 😘😘
christiana lestiyanti
Makin sukses yaa utk karya yg lain....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!