NovelToon NovelToon
HARGA DIRI SEORANG LELAKI

HARGA DIRI SEORANG LELAKI

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Menantu Pria/matrilokal / Dark Romance
Popularitas:120.2k
Nilai: 5
Nama Author: S. Mia. t

Assalamualaikum readers ketemu lagi di novel Author lagi, semoga kalian tidak bosan membaca novel Author, Happy reading....

CINTA BISA BERTAHAN DALAM KESEDERHANAAN
TETAPI TIDAK DALAM PENGHINAAN
CINTA ITU SUCI DAN HARUS DI HORMATI
KETIKA RASA HORMAT DALAM CINTA MENGHILANG
CINTA ITU AKAN PERLAHAN PERGI.

Bastian Wirayudha pria berusia 33 tahun harus hidup seperti robot di dalam keluarga istrinya shopia Valentine Grace 30 tahun, kehidupan Bastian di istana mewah milik istrinya tak ubahnya seorang budak, ia harus mengikuti setiap perkataan ayah mertuanya yang dikenal seorang konglomerat yang memiliki kekuasaan yang besar di bidang ekonomi maupun pemerintahan.

Bastian bukanlah pria miskin, ia juga berasal dari keluarga pengusaha yang cukup mapan, tapi karena strata keluarga Bastian lebih rendah, maka Bastian seperti tidak ada harga dirinya di keluarga istrinya.

suatu hari ia bertemu gadis sederhana yang menyimpan sejuta rahasia, yang menyadarkan dia akan sebuah arti cinta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPISODE 35

Pertemuan yang Tak Lagi Bisa Disembunyikan.

Satu minggu berlalu sejak Ghina resmi bekerja di PT Cakra Buana.

Dalam waktu yang singkat, namanya mulai dikenal di departemen Quality Control.

Meski usianya paling muda di antara para manajer lainnya, Ghina berhasil membuktikan kemampuannya.

Ia tegas.

Cepat mengambil keputusan.

Dan tidak pernah segan turun langsung ke area produksi.

Bahkan beberapa supervisor senior yang awalnya meragukan kemampuannya kini mulai mengakui kepemimpinannya.

Pagi itu.

Suasana ruang rapat utama PT Cakra Buana jauh lebih ramai dari biasanya.

Hari itu merupakan rapat evaluasi bulanan perusahaan.

Semua kepala divisi, manajer, hingga jajaran direksi hadir.

Di ujung meja paling depan duduk Brandon Tan sebagai Direktur Utama perusahaan.

Di sisi kanannya duduk Arlon dengan wajah yang masih terlihat angkuh.

Sedangkan di sisi kiri Brandon Tan, duduk Bastian.

Seperti biasa, Bastian datang membawa setumpuk berkas.

Sejak rapat dimulai, matanya hampir tidak pernah lepas dari dokumen-dokumen itu.

Ia sibuk memeriksa laporan keuangan, laporan produksi, hingga evaluasi proyek.

Sementara para manajer satu per satu mulai mempresentasikan hasil kerja departemen masing-masing.

Beberapa saat kemudian...

Moderator rapat berdiri.

" Selanjutnya, kami persilakan Manager Quality Control Produk yang baru, Ibu Ghina Manggala, untuk menyampaikan laporan evaluasi bulan ini."

Bastian yang masih menunduk membaca berkas tiba-tiba berhenti.

Tangannya membeku.

Bastian terdiam sejenak,

Siapa tadi ?

Baru saja ia mendengar sebuah nama yang sangat dikenalnya.

Ghina Manggala.

Perlahan...

Ia mengangkat kepalanya.

Dan tepat di depan layar presentasi...

Seorang wanita muda berdiri dengan percaya diri.

Mengenakan blazer pink dan kemeja putih.

Rambutnya diikat rapi.

Wajah cantiknya tampak tenang.

" Ghina..."

" Kenapa ia ada di sini?"

" Dan apa tadi ?"

" Manager QC yang baru "

" Kenapa ia bisa bekerja di sini "

" Terus yang di sana ?"

gumam Bastian dalam hati dengan mata yang terus melihat ke arah Ghina.

Matanya membulat.

Ia benar-benar tidak menyangka.

Gadis itu telah bekerja di perusahaan yang sama dengannya.

Dan ia sama sekali tidak mengetahuinya.

Di sisi lain.

Ghina sebenarnya sudah merasakan tatapan itu.

Tatapan Bastian.

Ia tahu.

Cepat atau lambat...

Momen ini pasti akan datang.

Dan hari ini...

Ia sudah mempersiapkan dirinya.

Meski jantungnya berdegup lebih cepat, wajahnya tetap tenang.

Ia menatap seluruh peserta rapat.

" Selamat pagi."

" Saya Ghina Manggala."

" Hari ini saya akan memaparkan hasil evaluasi Departemen Quality Control Produk selama satu minggu terakhir beserta beberapa temuan yang memerlukan tindak lanjut."

Suara Ghina terdengar jelas dan mantap.

Slide demi slide berganti.

Ia menjelaskan data dengan runtut.

Menyampaikan penyebab meningkatnya angka produk yang harus direvisi.

Memberikan solusi.

Sekaligus menawarkan sistem pengawasan baru agar tingkat kesalahan produksi dapat ditekan.

Beberapa manajer senior mulai mengangguk-anggukkan kepala.

Bahkan Brandon Tan yang dikenal sangat sulit dipuaskan tampak memperhatikan dengan serius.

Sesekali ia membuka laporan di depannya dan mencocokkannya dengan presentasi Ghina.

Tidak ada kesalahan.

Semua data akurat.

Sementara itu...

Bastian sama sekali tidak lagi melihat laporan di tangannya.

Tatapannya hanya tertuju kepada Ghina.

Ia teringat pertemuan pertama mereka.

Gadis absurd yang menabraknya di lobi perusahaan miliknya di kota X.

Gadis yang terang-terangan memanggilnya tampan.

Gadis yang tiba-tiba menawari dirinya untuk menjadi pacarnya.

Gadis yang beberapa kali muncul secara tidak terduga.

Dan kini...

Ternyata Ghina bekerja di perusahaan ini.

" Kenapa dia tidak pernah bilang?"

gumamnya dalam hati.

Ia mulai mengingat kembali beberapa kejadian.

Ghina berada di Kota Y.

Pertemuan di mall.

Semuanya kini mulai tersambung.

Di tengah presentasi, tanpa sengaja pandangan Ghina bertemu dengan mata Bastian.

Beberapa detik.

Tatapan mereka saling bertemu.

Namun Ghina tidak menghindar.

Ia hanya tersenyum tipis.

Lalu kembali melanjutkan presentasinya.

Sikap profesional itu justru membuat Bastian semakin kagum.

Presentasi berakhir dengan tepuk tangan dari seluruh peserta rapat.

" Presentasi yang sangat baik."

ucap salah satu direktur.

" Terima kasih."

jawab Ghina sopan.

Brandon Tan ikut mengangguk.

" Usiamu masih muda, tetapi analisismu cukup tajam." kata Brandon Tan.

" Pertahankan."

" Terima kasih, Tuan Brandon."

Ucapan itu membuat Brandon sedikit terkejut.

Jarang ada karyawan baru yang tetap tenang ketika berbicara langsung dengannya.

Sedangkan Arlon memicingkan matanya, ia mengingat-ingat wajah Ghina yang seperti tak asing.

" Bukankah dia gadis yang ada di ruangan Bastian beberapa minggu yang lalu "

" Iya benar, dia gadis itu " gumam Arlon dalam hati.

Arlon menoleh ke arah Bastian dan ia melihat tatapan Bastian yang tak berkedip saat melihat Ghina.

Arlon menghela nafas berat.

" Apa Bastian yang memasukkan dia ke dalam perusahaan ini "

Entah mengapa, ia merasa kehadiran manajer baru itu akan menjadi ancaman.

Rapat akhirnya ditutup.

Para peserta mulai berdiri dan meninggalkan ruangan.

Namun ketika Ghina sedang merapikan laptopnya...

Sebuah suara menghentikannya.

" Nona Ghina."

Ghina menoleh.

Bastian berdiri tidak jauh darinya.

Mereka saling menatap beberapa saat.

" Kenapa kamu ada di sisi?"

" Saya Bekerja pak " sahut Ghina .

Bastian menggeleng pelan mendengar jawaban Ghina.

" Saya tahu kamu bekerja bukan bermain "

Ghina tersenyum tipis.

" Bagaimana kamu bisa di sini, dan bagaimana dengan pekerjaanmu di kota X "

" Saya sudah mengundurkan diri dari sana Pak "

" Apa...!!!"

" Terus bagaimana proyek barumu"

" Bu Ratna dan yang lainnya yang mengerjakannya "

" Ghina, investor baru itu mempercayakan investasinya pada perusahaan Bantara karena proyekmu, bagaimana bisa kamu meninggalkan begitu saja "

" Bapak, tenang saja, saya sudah menemui investor itu dan menjelaskan semuanya, dan investor itu tidak keberatan pak, dan mereka masih menanamkan modal di Bantara .

Ghina tersenyum kecil.

" Ada apa sebenarnya dengan kamu Ghina, kenapa kamu tiba-tiba bekerja di sini "

" Apa alasanmu pindah ke sini, apa Pt. Bantara tidak memberikan kenyamanan padamu saat kamu bekerja di sana "

" Tidak Pak, Saya merasa nyaman di sana, tapi ada alasan lain yang membuatku memiliki pindah ke Pt. Cakra Buana "

" Alasan apa "

Ghina tersenyum manis, senyum yang selalu terbawa di alam bawah sadar Bastian.

" Alasan saya adalah karena ....."

Ghina terdiam sejenak, matanya menatap dalam mata Bastian, sehingga keduanya saling beradu pandang.

" Karena Pak Bastian? "

Jawaban itu membuat Bastian terdiam.

Dan keduanya kembali terpaku dalam nuansa hati masing-masing.

Bastian lalu menatap dalam mata Ghina, ada hati yang berdenyut pelan.

" Sepulang kerja, aku tunggu kamu di ruanganku, ada banyak hal yang harus kamu jelaskan padaku"

Setelah mengatakan itu Bastian langsung melangkah pergi.

Dalam langkahnya ada sebuah senyum tipis di bibir Bastian.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama...

Ada seseorang yang mendekatinya bukan karena jabatan, bukan karena kekuasaan, dan bukan pula karena kepentingan.

Melainkan dengan kemampuannya sendiri.

Dan tanpa disadari keduanya...

Dari kejauhan, sepasang mata sedang memperhatikan mereka dengan tajam.

Arlon.

Pria itu menyipitkan matanya.

Nalurinya mengatakan...

Hubungan antara Bastian dan manajer baru itu bukan sekadar hubungan pekerjaan semata.

Arlon sebenarnya sangat tertarik dengan Ghina sejak pertemuan di ruangan Bastian beberapa minggu yang lalu.

Sebenarnya tadi dia sudah pergi, tapi ia kembali lagi karena ingin menemui Ghina, tapi tanpa di sangka ia melihat Bastian dan Ghina yang terlihat serius berbicara dengan sebuah tatapan yang berbeda di antara mereka.

######

1
nunik rahyuni
terlalu cepat menilai seseorang....hgn memandang remeh ghina klo kalian tau siapa dia kalian g akan berani menyentuh nya seujung kuku pun...tp kemampuan ghina sdh teruji mknya zayn melepas ny
mamaqe
siapa lalat kecil..kamu kali marion
mamaqe
berarti cucumu punya contoh yg baik ken🤣🤣🤣
Dew666
Suka liat huru hara Ken sama zayn
Yhenny Pudji
kempede bnget
Teh Qurrotha
marion pasti babak belur mau melukai gina atau mengusir Ghina, owhhh tak mungkin ya, sebab gina lebih waspada
Teh Qurrotha
berarti marion tau Bastian punya perusahaan sendiri dan sekarang sudah berjalan
Windi Rahayu
GK update Thor
hj suyani
waalaikumsalam, salam sehat kakak, Ghina pancen bocah gemblung, klakuan nya bener-bener berani
Vie
dan hanya Ghina yang bangga juga jujur dengan menjadi seorang pelakor 😂😂
Vie
waaahh mas Babas lagi puer kedua🤭🤭
Vie
sepintar2nya kamu menyembunyikan bangkai, pasti akan tercium juga bau nya...
reza indrayana
Ketuarunana Zayn Manggala... 🥰🥰🥰
Jangan main- main dengan Keluarag Manggala & Narendar apalagi Keluaraga dari bestiè sebelahnya yang sekaligus jadi besan Manggala yaitu keluarga Pradipta ( Dio Fandi Pradipta ) semua keturunan dari tiga keluarga besar adalah bibit premium.. 🥰🥰🥰
Bastian akan lebih kaget lagi jika tahu siapa Ghina sebenarnya.. belum lagi ketangGuhan dalam. bela dirinya yang bergelar sabuk hitam malah mungkin melebihi itu.. jadi walaupun keluarga Tan mau bikin ulah pada Ghini atau Bastian.. siap- siap aja akan di kerangkeng di bawah tanah milik pribadi kelurga besar Ghina..
Yakinlah Bastian.. langkah yang kau ambil sudah tepat Bahakan kamunakan dapat kebahagiaan yang tidak kamu bayangin sebelumnya.. begitupun dengan anakmu Vallen.. akan mendapatkan kasih sayang yang Tulus dari Ghina & Keluarga besarnya...
Keberanianmu sangat gentle sebagai perempuan yang bermartabat Ghina.., Mantap + KeReeenNn...👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘
hj suyani
lanjuuut kaa
hj suyani
uwalah misi mu berhasil ya mbak Ghina bisa ketemu Mas Bastian, secara kebetulan edun
Dyah Rahmawati
lanjuut kak .....👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻
Dyah Rahmawati
tetap semangat GINA .....😘😘😘😘
Dyah Rahmawati
kapokmu kpn Sopiah........heem
menyesal tiada guna ...
Dyah Rahmawati
Semangaat Bastian.....AQ dukung keputusanmu 😀🤭
hj suyani
semoga penyelidikan Ghina berhasil, bocah serba ingin tahu urusan orang dasar edun
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!