Super Rich Man!
Kisah cinta yang sudah biasa malang melintang di dunia pernovelan, mula dari CEO hingga datangnya orang ketiga.
Selamat membaca kisah Ariana dan Reykhel, 🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon La_Sha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Laporan Gerry
Gerry yang sudah menyetir mobilnya sendiri dan baru saja sampai di area parkir VVIP Brilian Group.
Setelah turun dari mobil, dia pun segera masuk ke dalam lift khusus yang ada di parkiran itu, menuju ruang lantai teratas gedung ini.
Sesampainya di sana, Gerry mencoba untuk mengetuk pintu ruangan kerja sekretaris Jackson, "Tuan, ini saya... Gerry."
"Masuklah," seru Jackson mempersilakannya.
"Baik, Tuan."
Klek!
Pintu berwarna cokelat itu pun ia buka, Gerry melangkah masuk ke dalam dan meminta izin untuk duduk di sofa.
"Bolehkah saya duduk, Tuan?"
"Silakan..." keduanya diam sejenak sampai pada akhrinya Jackson beranjak dari singgasananya dan memilih untuk menemani asistennya duduk di sofa, "Bagaimana? Kau sudah membereskannya?"
"Sudah, Tuan... tetapi ada sesuatu yang gawat."
"Apa?"
Gerry menghirup napas dalam lalu mengembuskannya dengan sedikit kuat.
"Katakan!" lanjut Jackson yang penasaran tetapi masih bisa menjaga imagenya.
"Seorang pria ingin membebaskan nona Ariana dari Tuan muda!"
Sontak saja kedua mata Jackson terbuka lebar, "Siapa yang berani seperti itu?"
"Nona menyebut namanya dengan ... Sebastian!"
Tangan dan tatapan Jackson saat sedang fokus pada sebuah berkas, pun, langsung beralih menatap tajam pada Gerry.
Tatapan itu membuat Gerry menelan, "Tetapi saya sudah memperingati Nona dan pria itu, Tuan."
"Memperingatinya saja tidak akan cukup, cari tahu di mana alamatnya!" seru Jackson yang langsung beranjak dari duduknya, dan melenggang pergi dari ruangan kerjanya meninggalkan Gerry sendirian.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Pukul 17.00 waktu setempat adalah jam pulang kantor yang telah di tetapkan oleh Brilian Group.
Reykhel sudah duduk di dalam mobil, begitupun juga dengan Jackson yang sudah duduk di belakang kemudi.
Sebelum menyalakan mesin mobil, terlebih dahulu Jackson membenarkan posisi spion kecil di atas kemudi, dan sesekali menatap tuan mudanya dari sana.
"Kenapa?" tanya Reykhel dengan suara ringan, dia terlihat duduk dengan malas sambil bermain hp.
"Tidak apa-apa, Tuan."
"Hm," jemarinya mengetikkan sesuatu pada nomor hp Ariana, dia mengiriminya sebuah pesan, "Cepat jalan."
"Baik."
Tak seberapa lama pun mobil biru itu melaju dengan kecepatan sedang membelah keramaian sore di kota Amsterdam.
Dari balik jendela mobil itu Reykhel sepertinya menikmati senja di bawah kaki langit.
Sembari menunggu kepulangan tuan muda Reykhel, Ariana saat ini sedang membersihkan kamar si tuan muda itu.
Dia tak sendirian, karena ada Clara bersamanya yang ikut membantu. Di sela-sela pekerjaannya itu, hp Ariana bergetar.
Ariana pun segera mengeceknya, "Pesan dari Tuan muda?" seketika dia membuka pesan itu dan membacanya, Siapkan makan malam Bagels and Beans.
"Ih, dasar... kenapa tidak memberitahukannya sejak tadi, coba!" geram Ariana.
"Ada apa Nona?"
"Ah, tidak ada apa-apa... kau lanjutkan saja pekerjaan mu, aku akan menyiapkan makan malam untuk Tuan muda terlebih dahulu."
"Oh iya baiklah, Nona."
Ariana pun segera turun ke lantai satu menuju dapur, dia meminta kepada koki rumah untuk membantunya.
15 menit sebelum Tuan muda sampai, akhirnya menu makan malam yang diinginkan tuan muda pun jadi juga.
"Ran, terima kasih sudah membantu untuk menyiapkan makan malam Tuan muda," tutur Ariana kepada sang koki.
"Sama-sama Nona... Nona Ariana tidak perlu sungkan untuk hal itu, lagi pula itu sudah menjadi tugas saya sebagai koki utama di rumah ini."
Ariana pun segera menyusun hidangan makan malam si Tuan muda itu di atas meja.