Menjadi artis terkenal tidak selalu membuat bahagia, Ivy Brown harus menyaksikan adiknya diperkosa dan dibunuh, dia melarikan diri dan mengalami kecelakaan hebat. Mobilnya hancur sedangkan kondisinya mengenaskan, ia tidak sadarkan diri dan mengalami koma.
Saat dia tersadar, Ivy tidak mengenali dirinya sendiri dan yang lebih membuatnya kaget,seorang pria tampan berada disisinya dan mengaku sebagai suaminya. Ivy mencoba bertahan di samping pria itu dan pada saat ingatannya kembali, sebuah konspirasi yang dia dapat.
Pengkhianatan, cinta, persahatan dan dendam menjadi satu saat dia tahu siapa dalang atas kematian dan orang yang memperkosa adiknya.
Akankah dia mampu bertahan dengan pria yang mengaku sebagai suaminya? Sedangkan sebuah bukti dikirimkan untuknya yang membuktikan jika pria itu ikut terlibat atas pemerkosaan dan pembunuhan adiknya.
Bisakah dia membalas dendam? Sedangkan cinta mulai tumbuh di hatinya untuk pria yang telah terlibat menghabisi keluarganya.
Antara cinta dan dendam, yang mana harus dia pilih?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni Juli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 35. MFH: Kabar
Seorang wanita berjalan mendekati ruangan dimana baru saja dia keluar, dia keluar secara diam-diam untuk menjawab sebuah panggilan yang masuk kedalam ponselnya.
Tentu dia keluar sebelum memberikan jawaban atas penawaran pria tua yang ada didalam sana, informasi mengenai Ivy Brown ditukar dengan tubuhnya, dia harus melayani pria tua itu jika ingin mengetahui informasi tentang keberadaan Ivy Brown.
Tapi itu bukan masalah untuknya karena dia sudah biasa melakukannya, hanya melayani pria itu satu malam maka informasi tentang keberadaan Ivy akan dia dapatkan.
Wanita itu hendak membuka pintu ruangan tapi niatnya terhenti saat Mendengar suara seseorang didalam sana, wanita itu membuka sedikit daun pintu agar dia bisa mengintip kedalam sana.
Matanya terbelalak kaget saat melihat George dan Chloe ada didalam sana. Kenapa mereka ada disana? Apa tujuan mereka? Apa mereka sudah menyadari sesuatu?
Lebih baik dia diam disana dan mendengarkan pembicaraan mereka dan jangan sampai George dan Chloe tahu dia ada disana karena nanti mereka akan curiga.
Didalam sana, George masih berusaha bertanya kepada pria tua itu mengenai keberadaan Ivy tapi pria tua itu tidak mau membuka mulutnya. Jika sampai keberadaan Ivy Brown tersebar luas dan jika sampai yang diatas tahu dialah yang telah membocorkan masalah ini maka habislah dia, tidak hanya itu, orang itu pasti akan menghancurkannya dengan seluruh keluarganya dan jangan sampai hal itu terjadi.
"Jawab Sir, apa maksud ucapanmu tadi?!" Chloe bertanya lagi dan sekarang mereka semakin yakin jika Ivy memang masih hidup.
"Aku sudah katakan, kalian salah dengar!" pria tua itu tetap dengan pendiriannya.
"Salah dengar seperti apa? Coba jelaskan?!" pinta George.
Pria tua itu diam saja, padahal dia pikir hanya wanita itu saja yang ada didalam ruangan tapi kenapa George dan Chloe harus ada disana dan mendengar pembicaraannya dan dimana wanita tadi?
Suasana hanya hening karena pria tua itu belum menjawab sedangkan George dan Chloe masih sabar menunggu, ini adalah kabar yang mereka nantikan dan pria tua itu tahu bagaimana keadaan Ivy dan keberadaannya.
Lima menit telah berlalu, George mulai kesal karena pria tua itu diam saja. Kenapa keberadaan Ivy begitu rahasia?
"Kenapa kau diam saja?! Cepat katakan dimana Ivy berada?" kesabaran George mulai habis.
"Tidak, ini rahasia yang tidak boleh aku katakan!" tolak pria tua itu.
"Jadi Ivy masih hidup?" tanya Chloe.
"Kau tidak boleh mengatakannya tapi baru saja kau ingin mengatakan hal ini kepada seseorang, coba katakan siapa yang menanyakan keberadaan Ivy padamu dan apa yang dia berikan hingga kau mau mengatakan keberadaan Ivy padanya sedangkan kau tidak mau mengatakannya kepada kami?!" George manatap pria tua itu dengan tajam sedangkan wanita yang ada diluar sana menggenggam kedua tangannya dengan erat, jangan sampai pria tua itu mengatakan siapa dirinya kepada Chloe dan George.
Pria tua itu diam seribu bahasa sedangkan kesabaran George sudah habis.
"Jawab!" bentak George dengan penuh emosi, dia tidak perduli pria didepannya itu siapa karena mengetahui keberadaan Ivy lebih penting saat ini.
"Kau berani membentakku George?! Kau hanya artis disini dan aku bisa membekukan dirimu hingga kau tidak bisa bekerja dimanapun!" ancam pria tua itu.
"Aku tidak perduli! Sekalipun aku tidak jadi artis aku masih punya banyak uang dan kau?!" George menatap direkturnya dengan tajam.
"Kau tidak mau mengatakannya tidak apa-apa dan aku sudah selesai denganmu! Aku akan pergi menemui presdir untuk menanyakan hal ini secara langsung."
Pria tua itu terbelalak kaget, saat George memutar langkahnya dan mengajak Chloe untuk pergi, dia langsung berlari kearah George dan menahannya, jangan sampai mereka menemui atasan untuk menanyakan keadaan Ivy dan jangan sampai bos besar mereka tahu, jika George dan Chloe mengetahui keberadaan Ivy dari mulutnya karena jika sampai hal itu terjadi, maka habislah dia.
"George, berhenti! Aku yang akan mengatakannya padamu!" ucapnya karena dia tidak punya pilihan lain.
George dan Chloe menghentikan langkah mereka begitu juga dengan wanita yang ada diluar sana, dia hendak pergi supaya tidak ketahuan tapi sekarang dia mengurungkan niatnya untuk mendengar pembicaraan ketiga orang itu lebih lanjut.
"Bagus, jadi katakan padaku, bagaimana dengan keadaan Ivy? Dia masih hidup, bukan?" George bertanya tanpa basa basi.
"Baiklah, tapi kalian harus berjanji agar tidak membocorkan hal ini pada siapapun!"
Chloe dan George menganggguk menyetujui permintaan pria itu sedangkan pria tua itu menghembuskan nafasnya dengan berat.
"Dia masih hidup dan sedang koma." jawabnya karena pria tua itu tidak tahu jika Ivy sudah sadar.
Saat mendengarnya George dan Chloe benar-benar senang karena ini kabar bagus untuk mereka tapi tidak untuk wanita yang ada diluar sana karena ini kabar buruk baginya dan dia benar-benar takut sekarang.
"Katakan, katakan dimana Ivy berada?" Chloe bertanya dengan tidak sabar.
"Mengenai hal itu aku tidak tahu!" jawab pria tua itu.
"Jangan menipu kami! Sebaiknya kau beritahu kami dimana dia disembunyikan?!" tanya George.
"Aku sungguh tidak tahu! Aku hanya mendengar jika Ivy bersama dengan seseorang yang tidak boleh diganggu dikota ini!" jawab pria tua itu.
Chloe dan George saling panjang, jadi Ivy disembunyikan oleh seseorang? Siapa yang tidak boleh diganggu dikota ini? Apa Ivy disembunyikan oleh seorang pejabat?
Wanita diluar sana kembali mengepalkan tangannya dengan erat, jadi Ivy dilindungi oleh seseorang? Sepertinya dia tidak boleh menganggap hal ini sepele dan sebaiknya dia pergi karena dia sudah cukup mendapatkan informasi.
Sedangkan didalam sana George dan Chloe masih berusaha bertanya siapa yang menyembunyikan keberadaan Ivy tapi pria tua itu tidak menjawab pertanyaan mereka karena dia memang tidak boleh mengatakan hal ini kepada siapapun.
Walaupun George dan Chloe memaksa tapi mereka tidak mendapatkan jawabannya, pria tua itu pergi dari ruangannya sedangkan Chloe dan George juga terpaksa pergi dari sana.
Mereka berdiri didepan lift menunggu benda itu terbuka dan tampak berpikir, siapa sebenarnya yang menyembunyikan Ivy?
"Chloe, kira-kira apa Ivy mengenal seorang pejabat disini?" tanya George.
"Setauku tidak ada." jawab Chloe.
"Apa Ivy punya pacar diluar sana tanpa sepengetahuan kita dan media?" tanya George lagi.
"Tidak George, Ivy tidak berhubungan dengan pria manapun!"
Saat pintu lift terbuka, Chloe dan George masuk kedalam dan selama berada didalam benda itu yang membawa mereka kebawah, mereka diam saja dengan pikiran-pikiran mereka masing-masing sampai kotak sempit itu berhenti.
Mereka keluar dan berjalan kearah loby tapi pada saat itu, seseorang memanggil mereka dan menghentikan langkah mereka.
"George, Chloe, apa yang kalian lakukan disini?"
George dan Chloe memutar langkah mereka dan melihat orang yang memanggil mereka.
"Clara, kenapa kau ada disini?" tanya Chloe.
"Oh aku, ada sedikit urusan diatas." jawab Clara.
Mereka hanya diam saja sedangkan Clara melihat ekspresi wajah mereka dengan heran.
"Ada apa dengan kalian?" tanyanya penasaran.
"Tidak, tidak apa-apa." jawab Chloe dan pada saat itu, Megan keluar dari pintu lift sambil membawa sebuah naskah.
Dia hendak keluar dari tempat itu tapi dia urungkan saat melihat teman-temannya berada disana.
"Hei, apa yang kalian lakukan disini?" tanyanya sambil menghampiri mereka.
"Megan? Oh kebetulan macam apa ini?" ucap Clara.
"Apa yang kalian lakukan disini?" Megan melihat mereka satu persatu.
"Kami disini karena ada urusan Megan." jawab Clara.
"Sudah kebetulan bertemu bagaimana jika kita pergi minum." ajak Chloe.
"Boleh saja." jawab Megan dan Clara.
"Sory, aku tidak bergabung, aku mau pergi." ucap George.
"Kenapa George?" Clara menatap George dengan lekat.
"Tidak apa-apa, aku ada pekerjaan." jawab George dengan malas.
"Baiklah, kami akan minum tanpamu." sela Chloe.
George hanya mengangguk dan melangkah pergi, begitu juga dengan ketiga wanita itu. Mereka pergi dari sana untuk minum tapi sebelum mereka keluar dari tempat itu, salah satu dari mereka memalingkan wajahnya untuk melihat George, Ivy masih hidup dan sepertinya George akan diambil darinya.
Tapi dia tidak akan membiarkan hal itu terjadi dan dia harus menemukan Ivy dan menghabisinya. Dia tidak mau usaha yang dia lakukan selama ini menjadi sia-sia, tapi yang menjadi pertanyaannya sekarang, dimana Ivy berada dan siapa yang telah menyembunyikan Ivy?
Kl Bella cuma bilang dikenalkan dgn semua..... blm titik, Bella usah seneng duluan😄