NovelToon NovelToon
Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Menaklukkan Hati Pangeran Antagonis

Status: tamat
Genre:Komedi / Romansa Fantasi / Transmigrasi ke Dalam Novel / Tamat
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Kak_Hans

SINOPSIS

Mati di tangan Antagonis yang kejam? Itu urusan belakangan. Tapi hidup miskin dan banyak utang? Itu penistaan bagi jiwa kapitalis Aura!

Bertransmigrasi ke dalam tubuh Elara—seorang figuran pelayan istana lusuh yang ditakdirkan mati di Bab 10—Aura menolak menyerah pada takdir novel klise. Berbekal insting bisnis tingkat dewa dan satu koin emas pusaka curian, ia nekat menerobos masuk ke ruang kerja Pangeran Caden, sang Antagonis utama yang dingin, sadis, dan luar biasa kaya. Bukannya mengemis nyawa, Elara justru memeras sang pangeran dan menawarinya proposal investasi saham!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak_Hans, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Istana Teknologi dan Tagihan Room Service Raksasa

Istana Benua Barat sangat berbeda dengan Istana Astoria di Timur. Jika Astoria menonjolkan kemegahan klasik dengan emas dan pualam, Istana Barat milik Kaisar Julian terlihat seperti markas masa depan. Semuanya terbuat dari kaca kristal ajaib, baja putih, dan dijalankan dengan sistem otomasi magis.

Aura melangkah masuk ke dalam Presidential Suite yang disediakan Julian untuk mereka. Matanya langsung memindai setiap sudut ruangan.

"Wah, gila! Pintu otomatis? Lampu yang nyala sendiri pakai sensor gerak? Ini mah Smart Home versi isekai!" seru Aura takjub, mencoba berjalan maju-mundur di depan pintu kamar mandi untuk melihat pintunya terbuka dan tertutup sendiri.

Julian, yang bersikeras mengantar mereka secara pribadi ke kamar, tersenyum bangga. Ia bersandar di kusen pintu, menyilangkan tangan di depan dada.

"Tentu saja, Elara. Istana ini adalah puncak dari inovasi teknologi magis. Tidak ada satu pun pelayan manusia di lantai ini. Semuanya dilayani oleh Golem Pelayan tak kasat mata. Bukankah ini jauh lebih efisien dan elegan daripada istana kuno suamimu?" pamer Julian sambil melirik sinis ke arah Caden.

Caden, yang sedang melepaskan jasnya dan melemparkannya ke sofa, bahkan tidak repot-repot menatap Julian.

"Efisien apanya?!" Aura tiba-tiba ngegas, menghentikan aktivitas main-main pintunya. Ia berkacak pinggang menatap Julian. "Kaisar Julian, lo tahu nggak berapa daya Mana (energi sihir) yang kesedot cuma buat ngidupin sensor gerak 24 jam?! Belum lagi biaya maintenance kalau kristal inti Golem-nya rusak! Ini namanya pemborosan operasional, Bro!"

Senyum Julian seketika luntur. "P-pemborosan? Ini adalah simbol kemajuan—"

"Kemajuan apanya kalau ROI-nya (Return on Investment) negatif?!" potong Aura tanpa ampun. Ia berjalan mengetuk-ngetuk dinding kaca. "Lo pakai manusia sebagai pelayan itu jatuhnya ngasih lapangan kerja, muterin roda ekonomi mikro. Lah kalau lo pakai Golem semua, rakyat lo kerja apa? Pengangguran massal, daya beli turun, akhirnya pajak negara lo anjlok! Pantesan lo nggak sanggup beli gandum gue tanpa ngutang! Otak lo cuma Tech-Bro doang, nggak ngerti ekonomi makro!"

Di sudut ruangan, Lucas nyaris tersedak ludahnya sendiri, sementara Mia sibuk mencatat omelan bosnya di buku catatan dengan judul: 'Teori Ekonomi Makro vs Golem'.

Caden akhirnya tertawa pelan. Tawanya sangat berat dan penuh ejekan untuk Julian. Sang Antagonis berjalan mendekati istrinya, melingkarkan lengan kekarnya di pinggang Aura dari belakang, lalu mengecup pipi gadis itu.

"Penjelasan yang sangat brilian, Istriku," puji Caden lembut. Ia menatap Julian yang wajahnya sudah semerah kepiting rebus. "Kau dengar itu, Julian? Teknologi mainanmu bahkan tidak lolos standar kelayakan asistenku. Sekarang, keluar dari kamar kami. Kami mau beristirahat."

"K-kalian belum melihat potensi sebenarnya dari benua ini!" Julian menggeram, harga dirinya benar-benar terkoyak. "Malam ini aku mengadakan perjamuan makan malam. Aku akan menunjukkan teknologi yang akan membuat kalian memohon untuk berinvestasi padaku!"

Julian langsung membalikkan badan dan keluar ruangan dengan langkah menghentak. Pintu otomatis menutup di belakangnya dengan bunyi desisan magis.

"Dih, ngambek dia," cibir Aura, lalu menepuk tangan Caden yang melingkar di pinggangnya. "Bos, lepas dulu ah. Gue mau ngeksplorasi fasilitas gratisan ini."

"Fasilitas gratisan?" Caden menaikkan sebelah alisnya, tidak melepaskan pelukannya.

"Iya! Kan tadi dia bilang semua dilayani Golem otomatis! Artinya kita bisa pesen Room Service sepuasnya tagihin ke bill istana!" Aura menyeringai licik, matanya berbinar-binar memancarkan aura parasit kapitalis tingkat dewa.

Aura berlari ke meja konsol yang memiliki layar hologram pesanan. Jari-jarinya menari lincah di atas layar.

"Mia! Sini, lo mau pesen apa? Mumpung dibayarin kaisar sombong itu!" teriak Aura.

"Wah! Saya mau coba dessert Puding Es Aurora, Bu Bos! Katanya harganya lima ratus koin emas per porsi!" jawab Mia kegirangan.

"Masukin keranjang! Sepuluh porsi! Biar lo bisa makan sambil mandi!" Aura terus mengetik. "Lucas! Lo mau apa? Kopi Luwak Naga? Masukin keranjang! Gue mau pesen Caviar Mutiara Hitam satu ember! Daging Wagyu Griffin lima kilo! Oh, sabun mandinya juga gue pesen yang harganya seribu emas per botol, ntar botolnya kita bawa pulang buat suvenir!"

Caden hanya bisa memijat pelipisnya melihat tingkah istri dan bawahannya itu. "Elara, kekayaanku cukup untuk membeli sepuluh istana ini. Kau tidak perlu merampok kaisar malang itu dengan tagihan makanan ringan."

"Bos, ini bukan soal mampu atau nggak mampu!" Aura menoleh, menatap suaminya dengan ekspresi sangat serius. "Ini soal kepuasan batin! Merampok uang musuh secara legal lewat tagihan Room Service itu adalah kenikmatan kapitalis yang nggak ada duanya! Bos diem aja deh, Bos mau pesen wine seharga satu miliar juga gue checkout-in sekarang!"

Di ruangan lain, di pusat kendali Istana Barat, Kaisar Julian sedang menatap layar tagihan kamarnya yang tiba-tiba melonjak tak terkendali.

"Y-Yang Mulia Kaisar..." lapor seorang jenderal dengan gemetar. "Tamu di Presidential Suite baru saja memesan 100 porsi Puding Aurora, 50 botol Wine Abadi, dan... dan mereka meminta Golem kita membelikan 20 set bantal bulu Pegasus asli..."

Julian memegang dadanya yang mendadak sesak. Urat di dahinya berkedut.

"Gadis iblis itu... dia bukan istri Pangeran... dia adalah lintah darat berwujud manusia!" erang Julian frustrasi. Namun entah kenapa, bukannya membenci, Julian justru merasa semakin tertantang untuk menaklukkan gadis bar-bar yang tidak mempan digertak dengan kekayaan dan teknologi itu.

1
Fajar Fathur rizky
Julian baik banget kasih banyak uang sampai mau nangis
Anastasya
author yg manis ijin masukan boleh ya
boleh gak bahasa si Elera ini di ganti jadi "Aku" Jangan "Gue" biar kita baca nya enak dikit gitu thor😄kasian di pangeran di gue guein
Nathalia
hama pirang gak tuh🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!