NovelToon NovelToon
Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Alunar Baya: Garis Batas Jantung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Diam-Diam Cinta / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:5.1k
Nilai: 5
Nama Author: Cichio23

Bagi dr. Alunar Abya Manggala (23 tahun), bertugas di pedalaman Kalimantan adalah pembuktian lepas dari nama besar ayahnya, Komjen Pol. Faza Idam Manggala. Namun, idealisme dokternya diuji saat ia nekat ingin menerobos jalur merah perbatasan demi menyelamatkan warga yang kritis.

Bagi Kapten Infanteri Sagara Danendra (28 tahun), aturan lapangan adalah harga mati. Mengemban tanggung jawab berat sebagai Danki Satgas sekaligus Danposkotis di Nunukan.

"Tugas saya menyelamatkan nyawa, Kapten!" protes Alunar sengit.

"Dan tugas saya memastikan Anda tetap hidup untuk melakukan tugas itu, Dokter Alunar! Di sini, Anda ikuti aturan main saya,” balas Sagara tidak kalah sengit.

Ketegangan makin memuncak ketika jalur perbatasan memanas oleh jaringan kriminal internasional yang sedang diburu lembaga yang dipimpin ayah sang gadis, yang tidak lain sosok laki-laki paling dibenci Sagara. Laki-laki yang menyebabkan ayah Sagara meninggal.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cichio23, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 19 Alunar Senyum Sagara Tantrum

Penuturan Irma tentang sosok Sagara semalam, membuat Alunar kesulitan tidur. Sehingga dirinya terjaga sampai pagi tiba.

Tok… tok! 

“Dokter Alunar! Suster Irma! Tolong buka pintunya.” 

Krieeet…

“Ada apa, Sus? Apakah ada pasien gawat?” tanya cepat Alunar. 

“Tidak, dok. Tim satgas mendapat laporan ada sidak dari pemerintah pusat berhubungan dengan demam massal yang terjadi pada anak-anak di desa tetangga," jelas perawat militer.

"Anda dab suster Irma ikut kumpul menyambut kedatangan."

“Siap, kami akan menyusul.”

"Ditunggu sekarang, dok. Karena helikopter sudah mendekati landasan."

"Siap, terima kasih informasinya."

Alunar langsung membangunkan Irma.  Apa yang dikhawatirkan Alunar benar-benar terjadi. Pemerintah pusat mencium ketidakberesan wabah yang sempat terjadi di wilayah Poskotis. 

“Suster Irma, tolong bangun! Ada sidak dari pemerintah pusat.” 

“Benarkah, dok?” tanya cepat Irma langsung meloncat dari ranjang. 

“Benar, ayo!” 

Bergabungnya Alunar dengan tim yang melakukan penyambutan. Berbarengan dengan suara mesin helikopter. 

Saat pintu helikopter terbuka. Tampak empat orang yang ditugasi untuk melakukan sidak. Namun, dari empat sosok itu, ada satu orang mencuri perhatian Alunar. 

“Kayak gak asing,” gumam Alunar sambil mencoba melihat sosok yang terhalang tubuh tegap Sagara. 

“Selamat datang di Poskotis ini, Bapak dan juga Ibu. Mari ikut saya!” 

Sagara dengan ditemani Arisandhi menyambut empat orang petugas sidak. Dari empat sosok tersebut ada satu tampak sangat berbeda. Usianya masih tergolong muda, berwajah tampan, tinggi, berkaca mata dan yang pasti sudah berhasil mencuri pandangan ke arah Alunar. 

Apalagi saat sengaja mengedipkan satu sisi matanya ke arah Alunar. Membuat wajah Sagara merah padam menahan cemburu b

Deg! 

“Mas Arjuna.” 

Gerakan mulut serta senyum menawan yang diberikan Alunar pada pemuda itu membuat hati Sagara meradang. 

“Dokter Aluna kenal?” tanya Irma penasaran. 

“Sepupu jauh saya, Kak,” jawab Alunar penuh semangat. Lalu berjalan ikut menyusul Sagara dan Arisandhi. Senyum milik pemuda tampan itu langsung berkembang saat Alunar mendekat. 

“Mas Arjuna.” 

“Alunar. Kamu beneran tugas di tempat terpencil ini?” tanya Arjuna antusias penuh kerinduan. 

“Benar.” 

Tanpa memperdulikan tatapan tajam Sagara. Alunar justru semakin akrab dengan pemuda tampan berkacamata itu.

“Mas dan tim berapa lama sidak di tempat ini?” tanya Alunar penasaran.

“Dua atau tiga hari. Pengennya lebih lama karena ada kamu di tempat ini,” goda Arjuna. 

Jujur saja saat ini Sagara ingin sekali muntah mendengar ucapan Arjuna. Tangannya sudah gemetar ingin memberikan peringatan kepada laki-laki disamping Alunar. 

"Kamu kelihatan agak kurusan sejak terakhir kita bertemu Jakarta. Paklek Faza pasti khawatir melepasmu disini," ujar Arjuna lembut dengan senyum menawan. 

“Sepertinya komandan kita ada saingan berat,” gumam Oka kepada Arisandhi yang bisa didengar oleh Sagara. 

“Aduh, udah kenal baik calon mertua. Sepertinya benar-benar saingan berat ini,” timpal Arisandhi. 

Tahu jika dirinya menjadi bahan gunjingan. Sagara memberikan tatapan tajam ke Oka dan Arisandhi, yang langsung membuat mereka berdua terdiam. 

“Bisa diam?” 

“Siap, bisa Ndan.” 

Sagara yang tidak ingin melihat kedekatan antara Alunar dan Arjuna. Langsung berdiri diantara Alunar dan Arjuna. 

Eh…

“Dengan siapa saya berbicara?” tanya cepat Sagara sebelum Alunar mengeluarkan sepatah kata. 

“Dokter Arjuna, bagian epidemiologi.” 

“Mari ikut saya. Karena saya yang bertanggung jawab wilayah Poskotis ini.” 

Arjuna terkesiap dengan ketidakramahan Sagara. Senyum di sudut bibirnya terangkat saat mengetahui ada amarah di mata Sagara melihat kedekatannya dengan Alunar. 

“Saya bisa membantu Anda, Kapten. Kebetulan saya kenal baik dokter Arjuna. Karena beliau…” 

“Ada pasien yang membutuhkan penanganan cepat Anda, dokter Alunar. Untuk urusan sidak dari kementrian biarkan anak buah saya yang menangani,” potong cepat Sagara. 

“Oh, baiklah. Saya pamit undur diri,” ucap Alunar cepat. Lalu menatap Arjuna yang terus tersenyum ke arahnya. 

“Mas Arjuna kalau butuh apapun langsung hubungiku!” 

“Siap.”

“Semangat Mas Arjuna.” 

“Semangat juga untukmu,” balas Sagara. 

Alunar langsung berlari menuju barak pemeriksaan. Meninggalkan Arjuna dan Sagara yang kini saling menatap. 

“Apakah ada yang ingin Anda bicarakan dengan saya, Kapten Sagara?” tanya Arjuna sambil tersenyum. 

Senyum manis bagi kaum perempuan. Namun, senyum menjengkelkan bagi Sagara yang kini merasa tersaingi. 

“Tidak, dokter.” 

“Jika memang tidak ada. Saya pamit untuk melanjutkan pekerjaan.” 

Arjuna meninggalkan Sagara yang terus menatapnya tidak suka. Rasa kesal benar-benar memuncak di hati Sagara. 

“Apa-apaan yang Alunar katakan barusan? Saling menghubungi satu sama lain? Jangankan saling menghubungi atau bertukar pesan. Nomor telepon Alunar saja aku belum memilikinya, Sialan!” gerutu Sagara tidak habis pikir jika dirinya kalah jauh dibandingkan Arjuna. 

“Aku pastikan mereka kembali ke Jakarta lebih awal dari jadwal seharusnya. Semua pekerjaan mereka harus selesai paling lambat dua hari sejak mereka datang,” ucap Sagara dengan keyakinan kuat. 

Disisi lain.Alunar terdiam dengan wajah bingung saat barak kesehatan dalam keadaan aman terkendali. Membuat Irma yang melihat Alunar berdiri bingung, langsung menghampiri dokter cantiknya. 

“Kenapa, dok? Apakah ada hal buruk telah terjadi?”

“Bukankah ada pasien kritis? Ada dimana, Suster?” 

“Pasien kritis?” 

“Benar.” 

“Siapa yang bilang, dok?” 

“Yang bilang…” 

Alunar tidak melanjutkan ucapannya. Dirinya baru sadar jika Sagara sengaja mengerjainya. 

“Kenapa dokter ada di tempat ini. Apakah dokter tidak ikut mendampingi petugas yang melakukan sidak?” 

“Eh, iya. Ini mau kesana,” jawab cepat Alunar. 

“Titip barak kesehatan ini, Sus. Jika ada hal penting langsung hubungi aku!” 

“Siap, dok.” 

Alunar kembali ke ruang tempat berkas berada. Sebab,  dirinya menjadi dokter penanggung jawab tentang terjadinya wabah demam masal. 

Sebuah keputusan kecil yang mampu membuat Sagara kelabakan melihat kedekatan Alunar dan Arjuna. 

****

Siang harinya di area koridor logistik bawah. Ketegangan konyol akibat cemburu buta Sagara semakin menjadi-jadi. Hingga mampu membuat seisi markas ikut kelabakan. 

Sagara sengaja mengadakan inspeksi dadakan berkali-kali di sekitar ruangan tempat Alunar dan Arjuna berada. Oka dan Arisandhi, tentu menjadi orang paling sibuk hari ini. 

"Sertu Oka!” 

“Siap, Ndan.” 

“Kenapa engsel pintu gudang obat ini terasa agak seret? Perbaiki sekarang juga menggunakan pelumas!" perintah Sagara dengan suara lantang di depan pintu ruang berkas, sengaja mencari-cari alasan kerjaan agar bisa tetap berdiri untuk menguping pembicaraan Alunar dan Sagara.

Huff…

Oka hanya bisa menghela napas pasrah dengan wajah memelas. Entah sudah berapa kali Sagara memberikan perintah konyol untuknya.

"Siap, perintah dilaksanakan, Komandan. Tapi engsel ini sebenarnya baru saja diberi pelumas kemarin subuh oleh tim perintis," sahut Oka berani membela diri.

"Jangan banyak membantah perintah atasan! Lakukan saja atau saya hukum kamu potong rumput lagi pakai sangkur!" bentak Sagara dengan wajah merah padam karena salah tingkahnya tertangkap basah oleh bawahannya sendiri.

Dari dalam ruangan kaca yang transparan. Alunar yang sedang menjelaskan laporan penggunaan cairan antitoksin tampak sesekali tertawa lepas bersama Arjuna. Tampaknya melakukan pekerjaan sambil melepas kangen membuat beban kerja lebih ringan. 

Kedekatan yang sangat alami antara keduanya. Membuat Sagara yang mengintip dari balik celah pintu merasa seperti sedang dihantam badai peluru di dadanya.

"Letnan Arisandhi! Masuk ke dalam ruangan sekarang juga!" perintah Sagara tiba-tiba dengan suara ditekan rendah. Menyenggol lengan wakilnya yang sejak tadi ikut menonton kelakuan konyol komandannya dari balik dinding koridor.

"Siap, ada tugas taktis apa lagi di dalam sana, Komandan?" tanya Arisandhi dengan nada suara meledek.

"Bawa mangkuk buah apel merah dari ruang perwira atas, lalu antarkan ke dalam ruangan itu sekarang! Katakan pada mereka bahwa logistik makanan di pos ini harus diserahkan secara berkala, dan pastikan kamu duduk diam di antara mereka berdua untuk mengawasi jalannya proses sidak dokumen agar tidak terjadi kebocoran informasi rahasia kesatuan!" instruksi Sagara panjang lebar tanpa jeda. 

Arisandhi tertawa pelan, menggelengkan kepalanya melihat tingkat keparahan cemburu buta Sagara yang sudah berada di luar batas kewajaran. lagi dan lagi Sagara menggunakan alasan militer sangat konyol bagi ukuran intelijen tempur perbatasan. 

"Izin, Komandan. Mengapa tidak Ndan sendiri saja yang mengantarkan buah apel ke dalam ruangan dan duduk di samping dokter Alunar? Rasanya itu jauh lebih efisien daripada menyuruh saya menjadi obat nyamuk," sindir Arisandhi dengan nada suara berbisik yang santai namun menusuk tepat ke inti rasa gengsi Sagara.

“Saya komandan pos, Sandhi! Tugas saya di luar sini memantau keamanan perimeter makas, bukan mengurusi urusan buah di dalam ruangan!" semprot Sagara.

"Lakukan saja perintah saya atau kamu saya jemur di lapangan upacara sampai sore nanti!" ancam Sagara lagi mencari-cari pelampiasan atas emosinya yang kembali memuncak.

"Siap, perintah dilaksanakan dengan tuntas, Komandan pejuang cemburu!" sahut Arisandhi dengan sikap hormat yang sempurna. Lalu pergi sambil tertawa lepas di koridor. 

Di bawah rasa cemburu buta yang membakar hatinya siang itu, Sagara menyadari satu hal yang sangat menakutkan bagi ego militernya. Ia telah jatuh cinta sepenuhnya pada dokter berhijab putri dari musuh masa lalunya itu. 

“Persetan dengan dendam di masa lalu. Yang aku inginkan hanyalah Alunar. Lagipula yang aku benci Faza bukan Alunar,” gumam Sagara menyakinkan pada dirinya lalu kembali mengawasi tempat Alunar dan Arjuna berada. 

1
syora
bayangin dua lki" berwatak kategori kering bersatu 🤣🤣🤣🤣
pasti dkt bnyk perjuangan saga agak sm sulitnya dgn faza dulu
bedanya saga htus lbh krja keras lg mlwan ego krna dendam
ika
ayo Sagara...
biar dapet restu dari jenderal Faza
🤭😍
ika
dredeg aku....
syora
alhamdulillah alunan slamat
ya allah saga harga dr anda bnr" ya ckckcj
Danny Muliawati
jangan terlalu benci nanti cinta loh 😜
Danny Muliawati
pasti jodoh ini mah 😄
ika
who is?
musuh siapa ini?
ika
akhir nya update juga...
semangat ya Thor...
di tggu update selanjutnya...
Cichio23: siap kakak
total 1 replies
ika
hahaha....

kasian sekali kamu Sagara 🤭🤭🤭
ika
ga sabar nunggu mereka jadian 🤭🤭🤭
ika
jreng jreng jreng....

silahkan berusaha Sagara 😄🤣🤣
syora
benci bd tipis sm cinta
aplikasi klau smpai luna th ms lalu ayah saga yg jg bertindak kurang baik ke ayah faza dl
ingt saga ada tour tunai,jgn slh lngkh hnya krna ego yg blm tentu bar knyataannya
ika
wes ta lah ...
benci jadi cinta iku....
nikmati saja, buang dendam nya Sagara ...
alunar gadis baik, dari klrga baik jg...
syora: setujuuuuu pkai👍👍👍👍👍tar klau alunan bnr" bnci blik
habis dah saga
total 1 replies
ika
lanjut kan saja Sagara...
mpe kpn kamu seperti itu???
syora
setuju posisi blh kapten tp klau nggak bs profesional buat apa
Fatimah Zubaedah
duh Sagara...Awas nanti jatuh cinta,cinta kepada alunar
ika
ayahmu yg jahat Sagara, kamu ga tau kan cerita nya?
ak loch dah baca . ..
🤭🤭🤭
Cichio23: Masa sih, Kak? Othor loh belum tahu🤭😄
total 1 replies
syora
padahal kamu blm tahu almarhum ayah dl seperti apa
lanjut sj egomu gara
hingga penyesalan
bikin pingin ngetik kalau aja nih ank
ika
tegang cuy....
Fatimah Zubaedah
tahan nafas thorr bacanya😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!