Cattleya tak menduga pesta kemenangan saat timnya menjuarai kejuaraan akan membuatnya meninggalkan dunianya. Ia terbangun di tubuh seorang antagonis dalam sebuah novel yang dibacanya.
Cattleya yang diketahui mengandung anak kaisar diangkat menjadi selir. Dia tak bisa menjadi permaisuri karena sudah ada Adelle seorang putri Duke yang memang digadangkan jadi calon permaisuri.
Namun bisikan-bisikan yang datang ke telinganya yang mengatakan bahwa dirinya lebih pantas menjadi permaisuri membuat gadis pemalu itu menjadi berambisi. Terlebih Kaisar juga tak pernah mengacuhkan dirinya. Hingga pada akhirnya Cattleya meracuni Adelle dan dirinya dieksekusi mati.
Mengetahui hal tersebut, Cattleya pun memilih jalur aman, dia kabur dan bersembunyi. Namun plot novel tersebut tetap saja membuat dirinya ditemukan.
"Plot novel sialaaaan!!!"
Akankah Cattleya bisa mengubah plot novel tersebut?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyarui, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
One Night 35
"Maaf Tuan Duke, mulai hari ini sampai waktu hari dimana pesta peringatan pembentukan negara, wanita di larang masuk istana kekaisaran."
"Apa? Aturan apa ini?"
Duke Ramos Mortain melihat ke sana kemari. Dan benar saja, tak hanya keretanya yang diberhentikan di depan gerbang lalu diberi larangan. Kereta kuda milik bangsawan lain pun juga demikian. Mereka terpaksa turun dari kereta dan masuk dengan berjalan kaki karena membawa putri mereka.
Wajah Adelle langsung merah padam. Kedua tangannya memegang rok bawah gaunnya demgan erat.
Tak pernah ia duga bahwa akan ditolak begini untuk masuk ke istana. Dengan adanya penolakan tersebut, dan dilihat oleh para putri bangsawan lainnya yang dibawah ayah mereka, Adelle harus menanggung malu.
Bukan hanya malu, tapi dia juga akan menghadapi kecurigaan dari para bangsawan. Seroang calon permaisuri, bagaimana bisa ditolak untuk masuk ke istana? Jelas itu akan jadi rumor yang menyerang balik mereka.
Tentu saja peraturan itu diturunkan oleh Lucien. Pihak istana tak perlu repot membuat klarifikasi untuk rumor yang disebarkan oleh keluarga Mortain. Dengan tindakan kecil seperti ini saja, sudah cukup sebagai pukulan bagi mereka.
"Ayah, a-aku harus masuk. Aku tidak boleh kembali begitu saja. Lihat lah semua orang sedang melihat ke arah sini. Ayah, ini akan jadi sangat memalukan."
Adelle berbisik tepat di telinga Duke Ramos Mortain. Tangannya terus menggenggam roknya. Wajahnya juga nampak pucat pasi karena sadar bahwa banyak orang yang melihat ke arahnya.
Dan tak hanya sekedar menggunakan mata, namun ucapan demi ucapan pun mulai di dengar.
"Jadi curiga, dia sungguh calon permaisuri atau bukan?"
"Benar, masa dia tidak diperbolehkan masuk. Kalau benar calon permaisuri, seharusnya keluarganya kan juga ambil bagian dalam acara besar ini?"
"Janga-jangan itu hanya kebohongan? Wah tidak bisa dibayangkan apa hukuman yang akan diterima jika benar itu hanya bohong."
Merek benar-benar mulai meragukan setiap perkataan yang pernah Adelle ucapkan.
"Ayah, bagaimana ini?" bisik Adelle lagi. Punggungnya terasa begitu panas dengan tatapan orang-orang yang juga mengantri di depan gerbang istana.
"Buka gerbangnya, biarkan kami masuk. Kamu tidak tahu siapa aku hah?" Duke Mortain mencoba untuk menggertak penjaga. Namum mereka hanya bergeming. Tentu saja karena meraka tak peduli siapapun yang bicara. Bagi mereka, titah kaisar adalah yang paling utama.
"Anda silakan masuk Yang Mulia Duke. Tapi untuk Putri Adelle tidak bisa. Karena hari ini yang boleh masuk hanya kepala keluarga."
Duke Mortain nampak sangat marah. Namun dia tidak bisa membuat keributan di sini. Jika terus memaksa, bisa-bisa dirinya tak bisa masuk ke istana.
"Lantas, mengapa dia bisa?"
Mata Adelle membulat, tangannya menunjuk ke arah dalam pagar istana.
Duke Mortain mengikuti arah tangan Adelle, pun dengan yang lainnya. Mereka akhirnya juga bertanya mengapa ada wanita di dalam jika ada larangan.
"Oh itu berbeda Tuan Putri dan Tuan Duke. Beliau adalah Duchess Walter. Secara khusus dijemput oleh Baginda Kaisara sendiri."
APA?
Semua orang terkejut tanpa terkecuali. Mereka tahu bahwa Duke Walter dari Wilayah Utara tak pernah muncul di kegaitan bangsawan ibu kota. Maka dari itu keberadaan Duchess Walter yang mereka lihat sangatlah mengejutkan.
"Jangan bohong kamu!" pekik Duke Mortain.
"Tidak, Tuan Duke. Tidak ada gunanya saya berbohong. Beliau memang dijemput oleh Baginda secara langsung dengan menggunakan sihir teleportasi."
Jeeeeng
TBC