NovelToon NovelToon
Lamaran Yang Bukan Untukku

Lamaran Yang Bukan Untukku

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Penyesalan Suami / Konglomerat berpura-pura miskin / Balas Dendam
Popularitas:5.5k
Nilai: 5
Nama Author: Sefin Eka Ramana Putri

Tujuh tahun Cynthia Dewi mencintai YB dengan seluruh hatinya. Namun di hari yang seharusnya menjadi bahagia bagi mereka berdua, YB justru melamar Karen — wanita yang selama ini selalu ia anggap adik. Cynthia melihat semuanya dengan mata kepalanya sendiri, dan hatinya hancur seketika. Di saat ia merasa sudah tak memiliki siapa pun, Aloy datang menolongnya. Ia bukan hanya teman lama, tetapi juga sosok yang menyimpan rahasia besar dari masa lalu Cynthia. Mampukah Cynthia membuktikan jati dirinya, membalaskan dendam, dan menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sefin Eka Ramana Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35: Pengkhianatan yang Terlihat Nyata

Di dalam kamar itu, kabut di kepala Yb belum benar-benar hilang. Pandangannya masih terasa samar, namun sosok yang ada di hadapannya terlihat persis seperti orang yang dicintainya — rambut panjang yang terurai, wajah yang tampak lembut, senyum yang menenangkan. Di matanya yang masih terasa berat, perempuan itu adalah Cynthia. Ia sama sekali tidak tahu bahwa minuman yang diminumnya tadi sudah dicampuri sesuatu. Yang ia ingat hanyalah bertemu dengan Cynthia di kafe tadi sore, mengobrol mesra, lalu kepalanya perlahan terasa pening dan tubuhnya terasa lemas sekaligus panas.

"Cynthiaku..." bisiknya pelan, menarik tubuh itu mendekat ke dalam pelukannya. "Aku rindu... rindu sekali..."

Perempuan itu membiarkan dirinya didekati, dikecup, dipeluk erat. Yb menciuminya, memeluknya, dan dalam keadaan setengah sadar, ia melampiaskan segala kerinduan yang selama ini terpendam. Ia mengira dirinya sedang bersatu dengan wanita yang dicintainya — melaksanakan hubungan selayaknya suami dan istri, tanpa keraguan sedikit pun. Ia tak tahu bahwa di hadapannya bukan Cynthia, melainkan orang lain yang sengaja disiapkan untuk menipu pandangannya.

Semuanya berlangsung dalam keheningan kamar yang tertutup rapat. Hingga akhirnya, setelah melepaskan segala hasrat yang tertahan, kelelahan pun menyelimuti tubuh Yb. Ia merebahkan diri kembali ke atas kasur, menarik perempuan itu ke dalam pelukan erat. Tangannya menyentuh rambut wanita itu, mengusapnya pelan, seakan tak ingin melepaskannya lagi. Keduanya terbaring tanpa sehelai kain pun menutupi tubuh, hanya diselimuti kain tebal yang ada di tempat tidur itu. Napas mereka teratur, perlahan terlelap — Yb masih yakin sepenuhnya bahwa yang ada di sampingnya adalah Cynthia.

Sementara itu, di perjalanan menuju hotel, hati Karen berdebar kencang. Setiap detik terasa seperti berjam-jam. Cynthia duduk di sampingnya, wajahnya tampak tenang namun di dalam hatinya, ia tahu momen yang telah direncanakan dengan teliti sebentar lagi akan terwujud.

Sesampainya di lobi hotel, Karen melangkah cepat menuju meja resepsionis.

"Permisi..." suaranya terdengar bergetar. "Saya ingin menanyakan di mana kamar yang dipesan atas nama Reza Oktovian."

Petugas resepsionis menatapnya sejenak, lalu bertanya sopan. "Maaf, boleh saya tahu siapa Anda?"

"Saya istrinya," jawab Karen mantap. "Saya istri sah Reza Oktovian."

Petugas itu mengangguk, memeriksa daftar di layar komputernya. "Baik, Ibu. Bapak Reza menginap di Kamar VVIP Nomor 3, Lantai 5. Kamar-kamar di lantai ini hanya bisa dipesan oleh anggota member terdaftar, dan hanya ada lima kamar seperti ini di lantai tersebut."

"Bisakah saya meminta kartu kunci cadangan?" tanya Karen, matanya berkaca-kaca. "Saya istrinya, saya butuh masuk ke sana."

Petugas itu ragu sejenak, namun melihat wajah Karen yang cemas dan berair mata, akhirnya menyerahkan kartu kunci cadangan itu. "Baik, Ibu. Silakan."

Karen menggenggam kartu itu erat, lalu berbalik menatap Cynthia. "Ayo..."

Mereka berdua berjalan menuju lift, naik ke lantai lima, melangkah menyusuri lorong yang sepi menuju pintu bernomor 3. Hati Karen berdegup kencang, napasnya terasa sesak. Di sampingnya, Cynthia berjalan tenang, seakan ikut cemas, padahal ia tahu persis apa yang akan terlihat di balik pintu itu.

Dengan tangan yang gemetar, Karen menempelkan kartu kunci ke alat pembaca. Bunyi terdengar — pintu terbuka.

Pemandangan di dalam kamar itu membuat kaki Karen terasa lemas seketika.

Di atas tempat tidur yang besar, terbaring suaminya — Yb — sedang tidur pulas sambil memeluk erat seorang perempuan lain. Kedua tubuh mereka telanjang bulat, hanya tertutup sebagian oleh selimut tipis. Tangan Yb menyusur lembut rambut wanita itu, wajahnya terlihat damai seakan sedang bermimpi indah. Tidak ada keraguan sedikit pun — mereka baru saja melaksanakan hubungan suami istri, dan kini tertidur berpelukan mesra tanpa pakaian sehelai pun.

Dunia seakan runtuh di depan mata Karen.

"Kau tidak tahu malu ya, Yb!"

Teriakan itu menggema di seluruh ruangan. Yb tersentak bangun, matanya menyipit bingung, masih berusaha mengumpulkan kesadarannya yang belum utuh. Ia menoleh ke samping, lalu ke arah pintu. Di sana berdiri Karen — istrinya — dengan wajah pucat pasi dan air mata yang sudah mengalir deras. Dan di sampingnya... Cynthia.

Yb terkejut luar biasa. Ia menunduk melihat perempuan yang masih dipeluknya. Wajahnya berbeda. Bukan Cynthia.

"Si... siapa kau?" serunya, segera melepaskan pelukan, menarik selimut menutupi tubuhnya sendiri. "Kau... kau bukan Cynthia..."

"Bukan?" Karen tertawa getir, air mata tak berhenti jatuh. "Jadi kau mengira selama ini kau sedang bersamanya? Kau mengira kau sedang memeluk Cynthia? Dan di mana Cynthia sebenarnya? Di sini! Di sampingku! Yang kau kira kau cintai itu bukan dia, Reza! Kau meniduri perempuan lain dan kau bahkan tidak menyadarinya!"

Yb menatap ke arah Cynthia, lalu kembali menatap perempuan asing itu. Kepalanya terasa pening, bingung, namun ia tetap diam soal siapa yang mengajaknya ke sini. Ia sama sekali tidak tahu bahwa minuman yang diminumnya tadi sudah dicampuri sesuatu. Yang ia ingat hanyalah bertemu dengan Cynthia di kafe tadi sore. Namun ia menelan kembali kata-katanya — ia tidak akan memberitahu Karen hal itu sekarang. Belum waktunya. Ia ingin menjaga hubungan rahasianya dengan Cynthia tetap tersembunyi, sampai saat yang tepat tiba — saat ia sendiri yang akan mengatakannya, bersamaan dengan pemberitahuan bahwa surat rumah sudah berpindah nama menjadi milik Cynthia. Ia tidak ingin Karen mengetahui hubungan itu dari kejadian hari ini.

"Aku..." suaranya tertahan, ia menunduk. "Aku tidak bisa menjelaskannya sekarang..."

"Karena kau tidak punya alasan!" Karen membentak, langkahnya mundur perlahan. "Kau tidak bisa berbohong lagi! Mataku sudah melihat semuanya!"

Yb terdiam. Ia menahan diri untuk tidak menyebutkan nama Cynthia, tidak menceritakan pertemuan di kafe tadi, tidak mengungkapkan apa pun yang bisa membuka rahasia mereka sebelum waktunya. Semua penjelasan yang ada di ujung lidahnya ia telan kembali. Biarlah ia dianggap bersalah sekarang, asal rahasia itu tetap aman sampai hari yang telah ditentukan.

Cynthia berdiri di ambang pintu, menunduk seakan tak tega melihat pemandangan itu, padahal di dalam hatinya, rasa puas perlahan tumbuh. Langkah pertamanya berhasil. Karen kini membenci Yb, dan Yb memilih diam demi melindungi rahasia mereka.

"Aku pulang..." Karen berucap pelan, suaranya hancur. "Kau tidak perlu ikut aku. Aku sendiri yang akan pergi."

Ia berbalik, melangkah keluar dari kamar itu, meninggalkan Yb yang duduk terpaku di tepi tempat tidur, membiarkan dirinya disalahkan tanpa membela diri. Cynthia melirik sekilas ke arah Yb — tatapannya penuh makna yang hanya mereka berdua pahami — lalu bergegas menyusul Karen keluar.

Di lorong yang sepi, Karen berjalan dengan langkah gontai, bahunya berguncang menahan tangis. Cynthia berjalan di sampingnya, tak mengucapkan sepatah kata pun. Pekerjaannya sudah selesai. Satu babak berakhir, dan babak berikutnya tinggal menunggu waktu.

1
Aldebaran Putra Alfahri
Wow Bab 25 bikin hatiku terasa berat! Betapa ironisnya Cynthia harus tinggal di rumah yang dulunya miliknya bersama YB. Aku ingin tahu bagaimana kisahnya akan berlanjut! Semangat terus membuat bab‑bab selanjutnya! 🥰
Tea Wald
Author, Bab 24 ini sungguh menyakitkan! Senyum manis Karen di depan orang lain ternyata tidak tulus sama sekali. Aku kasihan melihat Cynthia yang harus bekerja keras setiap pagi namun diperlakukan buruk saat hanya berdua. Aku penasaran kapan kepalsuan Karen akan terbongkar, semangat terus menulis ya! 💖
Tea Wald
Author, cerita ini sangat menarik! Alurnya penuh rahasia masa lalu yang membuat penasaran, setiap bab selalu ada kejutan baru. Saya suka bagaimana karakter Cynthia berusaha mencari jati dirinya dengan penuh keberanian. Semangat terus melanjutkan ceritanya ya! Sangat direkomendasikan untuk dibaca!💖
Devi Permata Sari
Author, Bab 23 ini bikin hatiku campur aduk! Semua orang bersukacita mendengar kabar kehamilan Karen, padahal di balik itu ada rencana besar yang tersembunyi. Aku semakin penasaran bagaimana Cynthia akan membongkar semua kepalsuan itu, semangat terus menulis ya! 💖
Rio
Perubahan sikap Cynthia di Bab 22 sangat menarik! Setelah bertahun‑tahun bersabar, sekarang ia mulai memiliki keteguhan hati yang baru. Aku tidak sabar melihat bagaimana ia akan menghadapi rahasia‑rahasia tersembunyi selanjutnya, tetap semangat, Author! 😊
Ridho Yanuar
Author, Bab 21 ini suasananya benar‑benar tegang! Kemarahan Karen dan ibu kandungnya membuatku khawatir apa yang akan terjadi pada Cynthia. Aku penasaran bagaimana Cynthia akan menghadapi tuduhan‑tuduhan itu nanti, semangat terus menulis ya! 💖
Rio
Author, Bab 20 ini sungguh menghangatkan hati! Momen hangat antara Cynthia dan Aloy membuatku ikut tersenyum, tapi aku juga penasaran cobaan apa yang akan datang selanjutnya. Aku tidak sabar melihat kelanjutan ceritanya, semangat terus menulis ya! 💖
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak ya Rio atas komentar hangatnya! Aku senang kamu suka momen Cynthia dan Aloy di Bab 20. Benar sekali, masih ada cobaan‑cobaan menarik yang menanti mereka. Aku akan terus semangat menulis kelanjutan ceritanya, jangan lupa terus ikuti ya! 💖
total 1 replies
Ridho Yanuar
Author, dua bab ini benar‑benar menyentuh hati! Di Bab 18 aku ikut merasa sedih saat Cynthia keluar dari rumah keluarga Hutapea, tapi kata‑kata wanita tua itu memberi harapan. Lalu di Bab 19, beban rahasia yang semakin berat membuatku khawatir akan Cynthia. Aku penasaran cobaan berat apa yang akan datang selanjutnya! Semangat terus menulis ya, aku akan ikuti cerita ini sampai tamat! 💖
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak Ridho atas komentar yang menyentuh hati! Aku juga ikut merasakan kesedihan Cynthia saat harus keluar dari rumah keluarga Hutapea di Bab 18. Kata‑kata wanita tua itu memang menjadi harapan kecil baginya. Terus ikuti ceritanya ya, masih banyak rahasia yang akan terungkap! 💖
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Menarik sekali bab 18 ini! Cynthia tidak menyerah meskipun diusir dari rumah Hutapea. Aku penasaran bukti apa yang akan ia temukan selanjutnya. Semangat terus membuat bab‑bab baru ya! 🥰
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah membaca dan berkomentar, Ruchika! Bagus sekali kamu melihat semangat Cynthia yang tidak menyerah. Bukti‑bukti yang akan ia temukan nanti penuh kejutan lho. Tetap saksikan kelanjutan ceritanya ya! 😊
total 1 replies
ArsyilaQi
bantu support karya ya kak....
semangat 💪💪
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah mendukung karya ini! Dukunganmu jadi penyemangatku untuk menulis bab‑bab selanjutnya. Jangan lupa terus ikuti ceritanya ya! 😊
total 1 replies
Moreno Fathur rochman
Author, bab 17 ini membuat hatiku terasa sesak! Berani‑beraninya Cynthia datang ke rumah keluarga Hutapea untuk menyampaikan kebenaran, tapi malah dicemooh dan dimaki. Aku semakin penasaran apakah bukti kalung itu nanti akan bisa membongkar semua rahasia. Semangat terus menulis ya, aku akan tetap mengikuti ceritanya! 💖
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan komentar yang menyentuh ini! Saya senang kamu bisa merasakan betapa sesaknya hati Cynthia saat itu. Benar sekali, masih banyak rahasia yang harus dibongkar dari keluarga Hutapea. Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya ya! Terima kasih sudah setia mengikuti! 💖
total 1 replies
Dita Anggraini
Wah tulisanmu sangat bagus di bab 16! Ucapan wanita tua itu terasa begitu mendalam, rahasia di balik kalung berlian membuat hatiku penasaran. Ada banyak hal tersembunyi dari masa lalu Cynthia. Teruslah buat bab‑bab seru ya, Author! 😊
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas apresiasinya untuk Bab 16! Saya senang sekali rahasia kalung berlian berhasil membuatmu penasaran. Masih banyak rahasia masa lalu Cynthia yang akan terungkap perlahan‑lahan. Tunggu bab‑bab seru selanjutnya ya! 💖
total 1 replies
Satria Aldizar Reyndra Anggaru
Wah bab 15 benar‑benar bikin hatiku teriris melihat Cynthia yang menangis begitu! Rasanya ada rahasia besar yang belum terungkap dari keluarga Hutapea. Aku sangat penasaran apa yang akan terjadi selanjutnya. Bagus sekali penulisanmu, Author! Semoga cerita ini terus berjalan dengan seru!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar dan dukungannya! Saya senang sekali kamu bisa merasakan kesedihan Cynthia di Bab 15. Benar sekali, masih ada rahasia besar keluarga Hutapea yang belum terungkap. Tunggu kelanjutan ceritanya ya, akan ada banyak kejutan! Terima kasih sudah mengikuti cerita ini! 🥰
total 1 replies
Rokhsi Yanto
bagus ceritanya author. q syukak. q mau ngikutin smpe slesai ya author. tapi request q 1 yaitu setelah cerita ini tamat tolong bikinkan cerita horor percintaan dong author ya..di tunggu gebrakan nya🥰🥰
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan bintang 5‑nya ya! Saya sangat senang kamu mau mengikuti cerita ini sampai selesai. Permintaan cerita horor percintaan sudah saya catat ya, semoga nanti bisa saya wujudkan setelah cerita ini tamat. Terus ikuti kelanjutan ceritanya ya, terima kasih! 🥰
total 1 replies
Dokkan Battle
YB? REZA ARAP?
Sefin Eka Ramana Putri: yabss..betul kak.😊
total 1 replies
Kartini Pertiwi
Kak, Bab 14 bikin hatiku ikut berdebar! 🥺 Momen Cynthia berdiri di depan gerbang rumah Keluarga Hutapea terasa begitu tegang. Aku penasaran siapa pemilik kalung sebenarnya dan apa yang akan terjadi setelah ini! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas dukungan dan komentarnya ya! Saya senang suasana tegang di Bab 14 bisa membuat hatimu ikut berdebar. Misteri pemilik kalung masih akan terungkap perlahan‑lahan. Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya ya! Terima kasih sudah setia mengikuti! 💖
total 1 replies
Dewi Fortuna
Kak, Bab 13 benar‑benar membuat hatiku bergetar! 🥺 Betapa terkejutnya Cynthia mengetahui bahwa ia putri kandung Keluarga Hutapea. Namun rasa bahagianya bercampur ketakutan. Aku sangat penasaran bagaimana pertemuannya dengan orang tua kandungnya nanti! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar dan dukungannya ya! Saya senang kamu bisa merasakan perasaan campur aduk Cynthia saat mengetahui asal‑usulnya. Pertemuan dengan orang tua kandungnya akan membawa banyak kejutan nanti. Tunggu kelanjutan ceritanya ya! 💖
total 1 replies
Rio
Kak, Bab 12 bikin hatiku berdebar‑debar! 🥺 Momen Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi ke Aloy terasa begitu menyentuh. Semoga mereka segera menemukan jawaban tentang asal‑usul Cynthia! Semangat terus menulisnya, Kak!
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak sudah membaca dan memberi komentar di Bab 12, Rio! 🥰 Sangat senang kamu merasakan ketegangan dan harapan di momen itu. Akan ada petunjuk‑petunjuk baru selanjutnya, jangan lupa ikuti terus ceritanya ya! 💛
total 1 replies
yanti
bagus, q syukak dengan cerita nya. terima kasih author udah bikin cerita nya hidup kayak seolah olah q masuk ke dunia mereka. keren👍🥰😍
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih sudah suka ceritanya, Yanti! 🥳 Bahagia sekali mendengar ceritaku terasa hidup bagimu. Aku akan terus semangat berkarya, tunggu petualangan tokoh‑tokoh kita selanjutnya! 👍
total 1 replies
Ruchika Putri Onsu
Luar biasa sekali Bab 11! 🥰 Momen ketika Cynthia menyerahkan buku harian dan foto bayi kepada Aloy adalah langkah besar. Sekarang Aloy sudah tahu rahasia bahwa Cynthia diambil dari Rumah Sakit Pertamina. Apa yang akan mereka lakukan selanjutnya? Jangan lewatkan kelanjutan ceritanya! Semangat terus author! 💖✨
Sefin Eka Ramana Putri: Terima kasih banyak atas komentar bagusnya, Ruchika! 🥰 Benar sekali, momen itu menjadi langkah penting bagi Aloy. Tunggu kelanjutan rahasia‑rahasia berikutnya ya! Jangan lupa terus ikuti ceritanya sampai selesai ya.
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!