NovelToon NovelToon
Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Keira: Tersisihkan Dari Keluarga

Status: tamat
Genre:Penyesalan Keluarga / Teen Angst / Teen School/College / Tamat
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Aplolyn

Sejak kecil, Keira hidup jauh dari keluarganya. Ketika akhirnya mereka kembali dan ia berharap menemukan kehangatan yang selama ini dirindukannya, kenyataan justru menghancurkan harapannya.

Di rumah itu, ada seorang anak yang diperlakukan bak permata, sementara Keira hanya dianggap sebagai seseorang yang kebetulan memiliki hubungan darah dengan mereka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aplolyn, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35

"Kalung ini bukan emas, Keira. Bahkan sudah agak berkarat. Tak perlu dijaga begitu," kata Keyna pelan, menatap kalung itu dengan bingung.

"Ck, ribet sekali. Simpan saja dulu. Nanti kalau aku masih hidup, aku ambil lagi. Dan soal berharga atau tidak... kau takkan pernah paham apa yang kurasakan selama ini," jawab Keira kesal, namun tangannya tetap lembut saat membebaskan tali di pergelangan kaki kembarannya.

"Sudahlah, biar aku bantu juga," ucap Keyna, ingin sekali membantunya namun tak bisa bergerak.

"Terima kasih," ucap Keira pelan setelah tali itu putus. Ia berdiri, namun tiba-tiba tubuhnya terhuyung. "Ayo pergi. Sepertinya ada yang datang."

Baru saja mereka melangkah, Keira berhenti mendadak. Bahunya terasa perih sekali, dan saat ia menyentuhnya, tangannya basah oleh darah.

"Keira? Kenapa?" Keyna panik melihat noda merah yang semakin melebar di baju Keira.

"Tidak apa-apa," jawab Keira singkat, berusaha tersenyum seolah tak ada yang terjadi.

"Kau yakin?"

"Ya. Kita harus ke mana, Keyna?"

Ruangan itu gelap dan sempit. Tak ada jendela, tak ada pintu yang bisa dibuka dengan mudah. Hanya tembok batu yang dingin.

"Tunggu dulu," bisik Keira.

Tiba-tiba pintu terbuka dari luar. Seorang pria bertubuh kekar berdiri di sana sambil memutar-mutar pistol di tangannya dengan senyum sinis.

"Sepertinya ada yang mencoba kabur," ucapnya santai.

Keira menarik Keyna ke belakang tubuhnya, melindunginya dengan seluruh tenaga yang tersisa. "Siapa kau?"

"Namaku Bagas. Dan aku punya urusan dengan ayah kalian," jawab pria itu tenang. "Aku hanya ingin tahu... siapa di antara kalian yang paling disayang oleh Tuan Bara?"

Keira melangkah maju tanpa ragu. "Aku anak kesayangannya."

Beberapa pengawal yang berdiri di belakang Bagas langsung mengarahkan senjata ke arahnya.

"Diamlah, anak kurang berguna," ucap Keira dingin, menatap lurus ke arah Bagas.

Keyna yang mendengar itu merasa hatinya teriris. "Anak kurang berguna?" bisiknya pelan. Ia tak pernah membayangkan Keira akan berkata begitu.

"Wah, wah. Bagus sekali melihat kalian bertengkar sendiri," Bagas tertawa renyah. "Baiklah... lepaskan yang lemah itu. Bawa yang satu ini ke hadapanku."

"Kau percaya padanya?" tanya Keira, menatap tajam ke arah Bagas.

"Siapa yang akan langsung percaya begitu saja? Aku tahu Bara. Dia orang yang kuat. Mana mungkin dia menyayangi anak yang lemah dan sakit-sakitan seperti kalian?" Bagas tertawa meremehkan.

'Syukurlah,' batin Keira. Setidaknya sekarang Keyna aman.

"Kau berbohong!" teriak Keyna tiba-tiba, berusaha maju ke depan. "Aku yang paling disayang Papa! Kau tak tahu apa-apa!"

"Keyna, jangan!" Keira berusaha menahannya, namun kembarannya tak mau mendengar.

"Papa selalu memanjakanku! Sedangkan kau... kau hanya anak bayangan yang tak pernah ia pedulikan!" teriak Keyna lagi, air mata mulai jatuh.

Bagas tersenyum miring. "Jadi mana yang benar? Kalian berdua sama saja. Tak ada gunanya." Ia mengangkat pistol dan menembak ke arah Keira.

"Jangan!" Keira mendorong Keyna ke samping, menahan peluru itu dengan tubuhnya sendiri.

"Argh!" Keira jatuh ke tanah, darah segar mulai mengalir dari dadanya.

"Keira!" Keyna berlutut di sampingnya, tubuhnya gemetar hebat. "Kenapa kau bodoh sekali? Kenapa kau melindungiku?"

Keira tersenyum lemah, darah mulai menetes dari sudut bibirnya. "Karena... kau harus hidup, Keyna."

"Maafkan aku... maafkan aku yang tadi berkata begitu..." isak Keyna, memeluk tubuh kembarannya yang semakin dingin.

"Sudahlah... jangan menangis. Kau harus kuat," bisik Keira pelan, meski rasa sakit di dadanya begitu menyiksa.

"Kau bukan anak bayangan, Keira. Kau saudaraku. Kau yang selalu melindungiku..." Keyna memeluknya erat, seakan tak mau melepaskannya lagi.

1
Sulati Cus
g usah berharap py temen klu semua palsu, mending sendiri apapun akan aman jika sendiri🤔
Sulati Cus
km nya aneh msh bertahan dg keluarga toxic😔 mending pergi kerja sambil sekolah, ku dulu kg kek gitu pdhl jmn dulu tu susah nyari duit g kek sekarang dg ngoten, nulis online apapun keknya menghasilkan uang😅
Herlina Susanty
buat Keira pergi thor
Herlina Susanty: pergi ke mana aj lah thor yg penting gag kecewa trus 🤣🤣💪
total 2 replies
Cty Badria
karena kamu bodoh 1000% bodoh
Cty Badria
kok cmn 1 up nya
lily
masih membaca kpn bangkitnya ni si keira...
Murni Dewita
ya udah gak usah aja gabung sama orang2 yg spt t
Cty Badria
lupakan saja mereka dari pd sakit hati. buat hekulah hatimu tuk mereka
Cty Badria
/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
Cty Badria
kenapa g keluar Dr rmh itu setiap hr dipukuli...aj rasanya bodoh banget
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!