NovelToon NovelToon
Reinkarnasi Ratu Terbuang

Reinkarnasi Ratu Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Reinkarnasi / Mengubah Takdir
Popularitas:7.6k
Nilai: 5
Nama Author: Nitaastri

Isabella adalah mantan pembunuh bayaran paling berbahaya dan paling di takuti di dunia gelap. Selama bertahun-tahun tangannya telah berlumuran darah.

Namun semuanya berubah saat Isabella menemukan seorang bayi perempuan di depan apartemennya. Sejak saat itu dia memutuskan pensiun demi keselamatan anaknya. Tapi sayangnya sang bos tidak menyukai itu, hingga dia membunuh anak Isabella karena menganggap jika anak itu adalah penghalang Isabella.

Melihat sang putri tewas, Isabella marah dan mulai memburu satu persatu orang yang telah membunuh putrinya. Setelah dendamnya terbayar, Isabella memutuskan untuk mengakhiri hidupnya sendiri.

Namun kematian ternyata bukan akhir baginya, karena setelah membuka mata kembali. Isabella mendapati dirinya berada di tubuh seorang wanita bernama Isabella Iris, seorang ratu yang di buang dari istananya sendiri.

Bagimana kisah Isabella selanjutnya....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nitaastri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18 Berbelanja kebutuhan rumah

Mereka bertiga akhirnya mulai memasuki desa, Isabella sengaja tidak memasukkan rusa yang mereka dapatkan sebelumnya ke dalam ruang penyimpanannya. Kali ini, dia berniat menjual rusa tersebut di desa itu.

"Permisi," panggil Isabella kepada seorang warga yang sedang berjalan.

Orang itu berhenti dan menatap Isabella.

"Ada apa?"

"Apakah Anda tahu di mana saya bisa menjual rusa?" Tanya Isabella.

"Rusa?" Orang itu melirik rusa besar yang dibawa Isabella, matanya sedikit membesar. Lalu dia kembali menatap Isabella, kemudian menatap Rusa itu lagi. Seakan tidak percaya kalau Isabella yang telah menangkap rusa itu, mengingat tubuh Isabella yang kecil.

"Kalau ingin menjual hewan buruan, coba datang ke rumah pemburu di ujung desa, dia biasanya membeli hasil buruan dari para petualang." Jelas pria itu.

"Terima kasih."

Isabella kemudian berjalan menuju tempat yang ditunjukkan orang tersebut. Setelah beberapa menit berjalan, dia akhirnya menemukan seorang pria bertubuh besar yang sedang membersihkan beberapa hasil buruan.

Pria itu langsung memperhatikan rusa yang dibawa Isabella.

"Kau ingin menjualnya?" Tanya orang itu.

"Ya." Jawab isabella sambil mengangguk.

Pria itu memeriksa tubuh rusa tersebut dengan teliti.

"Ukurannya cukup besar dan kondisinya masih bagus." Kata pria itu.

"Berapa harganya?" Tanya Isabella.

"Bagaimana kalau 50 koin perak?" Tanya pria itu.

Isabella sedikit terkejut.

"Lima puluh koin perak?" Tanya Isabella.

"Ya, untuk rusa sebesar ini, harga tersebut cukup pantas." Kata Pria itu.

Isabella mengangguk puas, ternyata tidak sia-sia dia menangkap rusa ini tadi.

"Baiklah."

Transaksi pun dilakukan, Isabella menerima 50 koin perak dan menyimpannya.

Lumayan.

Ternyata harga rusa cukup mahal juga, mungkin karena rusa yang mereka dapatkan memang jauh lebih besar dibandingkan rusa biasa.

Setelah selesai, Isabella kembali kepada Aeron dan Kael.

"Kita akan pergi ke kota."

"Kota?" tanya Kael.

"Ya, kota Rivendell."

Mereka kemudian mencari kereta kuda yang bisa disewa. Tidak lama kemudian, Isabella menemukan seorang kusir.

"Berapa harga untuk mengantar kami ke Rivendell?"

"Sepuluh koin perak."

Isabella mengangguk.

"Baik."

Mereka bertiga kemudian menaiki kereta kuda, p julerjalanan menuju Rivendell cukup jauh. Menurut sang kusir, kota tersebut berada di bawah kekuasaan Duke Marcus Arkham dan merupakan salah satu kota yang cukup ramai.

Setelah perjalanan selama beberapa waktu, akhirnya mereka tiba di gerbang kota Rivendell.

Begitu memasuki kota, Isabella langsung mencari toko herbal.

Dia masih memiliki berbagai tanaman herbal yang diperolehnya dari hutan, setelah beberapa saat mencari, akhirnya dia menemukan toko yang menjual berbagai macam ramuan dan bahan obat.

Isabella segera masuk.

"Selamat datang."

"Apakah kalian membeli tanaman herbal?"

"Tentu saja."

Isabella kemudian mengeluarkan beberapa tanaman herbal dari ruang penyimpanannya.

Pemilik toko mulai memeriksa satu per satu tanaman herbal yang di bawa Isabella.

"Tanaman ini masih cukup segar, aku bisa membelinya dengan harga 20 koin perak"

Setelah transaksi selesai, Isabella mendapatkan sejumlah uang dari tanaman herbal tersebut.

Sebelum pergi, Isabella tiba-tiba teringat sesuatu.

"Permisi."

"Ya?"

"Apakah Anda tahu tempat yang membeli daging monster?" Tanya Isabella pada pemilik toko itu.

Pemilik toko langsung menatap Isabella dengan heran, mungkin dalam hatinya dia bertanya-tanya siapa yang akan menjual daging monster. Tidak mungkin wanita di hadapannya ini kan, karena menurutnya Isabella terlihat seperti gadis yang lemah, lihat saja tangannya yang tampak halus itu.

"Daging monster?" Tanya pemilik toko itu.

"Benar." Kata Isabella sambil mengangguk.

"Boleh aku tau, siapa yang akan menjual daging monster itu?" Tanya sang pemilik toko.

Mendengar pertanyaan itu, isabella mengangguk. Sepertinya pemilik toko ini merasa penasaran dengan orang yang telah mengalahkan monster itu. Mungkin saja dia tidak mempercayai kalau Isabella yang telah mengalahkan monster itu.

"Aku." Jawab Isabella.

Mendengar hal itu, pemilik toko terkejut. Setelah itu dia kembali berpikir, mungkin Isabella adalah seorang petualan.

"Monster apa yang kau miliki?" Tanya pemilik toko itu.

"Beruang."

Wajah pemilik toko semakin terkejut, karena monster beruang termasuk monster yang cukup kuat. Bahkan para petualan yang memburu monster itu biasanya adalah petualan yang berada di rank A.

"Monster beruang?" Tanya sang pemilik toko, kembali memastikan.

Isabella mengangguk santai.

"Ya."

Pemilik toko terdiam beberapa saat sebelum akhirnya menunjuk ke arah jalan utama.

"Kalau ingin menjual daging monster, pergilah ke kawasan pasar para pemburu. Ada tempat khusus yang membeli hasil buruan monster di sana."

"Terima kasih."

Isabella segera pergi bersama Aeron dan Kael.

Setelah sampai di tempat yang dimaksud, Isabella langsung melakukan transaksi.

Begitu mengetahui bahwa daging yang dibawanya berasal dari monster beruang, pembeli itu langsung tertarik.

Setelah diperiksa, akhirnya kesepakatan harga dibuat.

Isabella mendapatkan 5 koin emas, Isabella menatap uang di tangannya.

Lumayan.

Ternyata daging monster beruang memiliki nilai yang cukup tinggi. Namun, sebelum pergi, Isabella kembali bertanya.

"Di mana biasanya orang menjual kristal sihir?"

"Kristal sihir?"

"Ya."

"Kalau kristal sihir, kau bisa menjualnya di toko artefak sihir. Tapi kau juga bisa menjualnya di toko herbal, mereka biasanya membeli kristal sihir sebagai salah satu bahan untuk membuat potion."

Isabella langsung menepuk keningnya.

"Ah!"

Aeron dan Kael menatapnya.

"Ada apa?" tanya Aeron.

"Aku tadi sudah datang ke toko herbal."

Isabella menghela napas.

"Kenapa aku lupa menanyakannya?"

Akhirnya Isabella memutuskan untuk pergi ke toko artefak sihir saja.

Setelah menemukan toko tersebut, Isabella segera mengeluarkan kristal-kristal sihir yang dia dapatkan.

Pemilik toko memeriksanya satu per satu.

"Kristal dari monster beruang 15 koin emas."

Isabella mengangguk.

"Kristal dari monster laba-laba 8 koin emas."

Isabella kembali mengangguk.

"Dan tiga kristal ini..."

Pria itu melihat ketiganya.

"Total 20 koin emas."

Setelah transaksi selesai, Isabella memasukkan uangnya.

Kemudian dia menoleh kepada Aeron.

"Bukankah tadi kau mengatakan harga kristal sihir yang kita dapatkan tadi cukup murah?"

Aeron menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Itu hanya perkiraanku."

"Perkiraan?"

"Ya, monster-monster yang kita kalahkan tadi hanyalah monster kelas rendah. Jadi aku mengira kristalnya juga tidak terlalu mahal."

Isabella menatap Aeron beberapa detik, kemudian dia hanya menggelengkan kepala.

"Sudahlah."

Setelah mendapatkan cukup banyak uang, Isabella memutuskan untuk berbelanja. Hal pertama yang mereka beli adalah bahan makanan. Daging, beras, tepung, sayuran, buah-buahan, bumbu dapur, dan berbagai bahan makanan lainnya langsung dimasukkan Isabella ke dalam ruang penyimpanannya. Dia juga membeli pakaian baru, beberapa pakaian untuk ketiga anaknya, Liam, Sean dan Elora, kemudian pakaian untuk Martha dan tentu saja, Isabella juga membeli beberapa pakaian untuk dirinya sendiri. Selain itu, dia membeli lima selimut tebal, karena di rumah mereka hanya ada 1 selimut saja. Dengan udara malam di hutan yang cukup dingin, selimut tersebut akan sangat berguna. Setelah semua barang dimasukkan ke dalam ruang penyimpanan, Isabella merasa masih ada sesuatu yang kurang.

Senjata.

Dia kemudian membawa Aeron dan Kael menuju toko senjata. Begitu masuk, berbagai jenis pedang dan senjata lainnya langsung terlihat.

Isabella memilih dua pedang besar, satu untuk dirinya, satu lagi untuk Martha, dia juga memilih tiga pedang kecil, masing-masing untuk ketiga anaknya.

"Pedang ini untuk siapa?" tanya Aeron.

"ketiga anakku." Jawab Isabella.

Aeron dan Kael terkejut, mereka pikir Isabella belum memiliki anak.

"Jadi kau sudah memiliki anak?" Tanya Kael.

Isabella mengangguk.

"Aku memiliki 3 orang anak." Jawab Isabella.

"Apa! Tiga anak?" Tanya Aeron terkejut, dia pikir Isabella hanya memiliki setidaknya satu anak. tapi ternyata tuan barunya ini justru memiliki 3 anak.

"Berapa usia mereka?" Tanya Kael.

"Masih 4 tahun." Jawab Isabella.

"4 tahun tapi kau sudah mau mengajari mereka bertarung?" Tanya Aeron heran.

"Mereka harus belajar melindungi diri sendiri, aku tidak bisa terus berada di sisi mereka untuk melindungi mereka. Jadi mereka harus bisa melindungi diri mereka sendiri saat aku tidak ada." Kata Isabella.

Kemudian Isabella mengambil beberapa pisau.

Setelah membayar semuanya, dia memasukkan barang-barang tersebut ke dalam ruang penyimpanan.

Isabella menatap kedua hewan kontraknya itu.

"Kurasa sudah cukup."

"Apakah kita akan pulang sekarang?" tanya Kael.

"Ya."

Isabella kemudian berjalan meninggalkan toko, hari itu mereka datang ke Rivendell hanya dengan sedikit uang.

Namun setelah menjual rusa, tanaman herbal, daging monster, dan kristal sihir, mereka berhasil mendapatkan cukup banyak uang untuk membeli berbagai kebutuhan.

Sekarang mereka tidak hanya memiliki makanan yang cukup, tetapi juga pakaian hangat, selimut, dan senjata.

Isabella merasa jauh lebih tenang.

Setidaknya, untuk sementara waktu, mereka tidak perlu mengkhawatirkan kekurangan kebutuhan sehari-hari.

Bersambung

1
Dewi Habibah
😍😍😍
@Mita🥰
apakah selir dan kaisar yang mengendalikan monster
@Mita🥰
seru
Dewi Habibah
bagus ceritanya
@Mita🥰
wah sepertinya ada yang mengendalikan para monster " itu deh
@Mita🥰
lagi Thor 🥰🥰
Murni Dewita
💪💪💪💪 sampai finish ya thor
Naru_Ch@n: siap siap👍
total 1 replies
@Mita🥰
lanjut Thor Bagus ceritanya
kiu kiu
lanjut thor...semakin menarik...
Murni Dewita
lanjut
Dewi Anggraeni
Semangat thor up date nya 👍
Dewi Anggraeni
Lanjutttt terusss yah Thor .... Aku suka ceritanya ....
Murni Dewita
lanjut dan tetap semangat
Naru_Ch@n: siap siap💪
total 1 replies
kiu kiu
wkkk...gadis yg unik banget isabela ini. dia bersni melawan monster...klu ada jodoh yg pantas utknya....bawakan satu yg setara dg nya.semangat thor...ak penggemar dunia fantasy.apalagi fantasy barat... 😍😍😍
Naru_Ch@n: siap siap, makasih atas dukungannya💪
total 1 replies
kiu kiu
🤣🤣🤣🤣 isabella msmang tiada duanya.memang si kusir yg sembunyi d dlm kereta emang ptia penakut.herannya kenpa juga klu penakut terima tawaran menjadi kusir di mlm gelap gulita di desa itu.seharusnya dia pulang lebih awal.
Naru_Ch@n: Soalnya bayarannya banyak, makanya dia tergiur🤭
total 2 replies
Murni Dewita
next
xuer jinghao
lanjut Mangat thor 💪
kiu kiu
semangat thor...💪💪💪 terus lanjutkan.apa isabela tidak akan pulang mlm itu.bukankah ia janji pada 3 anaknya akan segera pulang sebelum petang.
Misa
👍
xuer jinghao
lanjut thor semangat ☺️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!