Ethan Spencer Eko Argantara menolak keras perjodohan sepihak yang diatur keluarganya setibanya dia pulang dari New York. Baginya, menikahi gadis pilihan orang tua adalah hal konyol. Sialnya, sebuah insiden di department store mempertemukannya dengan Nayla Syakila Atmaja, gadis angkuh yang sukses memicu emosinya dalam pertengkaran dramatis, yang ternyata adalah sang calon tunangan.
Namun, rasa kesal Ethan berubah menjadi simpati ketika dia tahu Nayla menjadi target dari mantan tunangannya. Ethan membuang rasa gengsinya lalu melindungi Nayla
Di bawah satu atap dengan Nayla sebagai pasangan suami istri, Ethan siap melakukan apa saja demi melindungi miliknya.siapa pun yang berani menyentuh Nayla, harus berhadapan dengan dia.
"Tugasku adalah menjagamu, tapi obsesiku adalah memilikimu sepenuhnya."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vedyta Hyuk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
35. Pasangan harmonis
"Kamu baru saja mandi, wangi sekali."
"Ethan... iya, berhenti... kau bilang tadi sudah kesiangan." Nayla menggigil, meremas rambut Ethan yang masih setengah basah, lalu menggigit bibirnya gelisah. Ciuman pagi ini begitu mengingatkannya pada semalam, mereka baru tidur menjelang pagi, tubuh masih lelah namun perasaan masih membara, seolah belum puas.
"Buruan ganti bajumu, Nyonya Argantara. Ganti saja di sini."
"Tapi bajuku ada di kamar sebelah, kan?"
"Aku ambilkan. Tunggu di sini."
Ethan berdiri, membiarkan Nayla duduk di tepi ranjang, lalu berjalan ke ruang ganti, membuka lemari besar tempat menyimpan pakaian dan barang-barang istrinya.
"Sayang, mau pakai bra yang mana? Hitam? Putih? Atau merah muda saja ya, hehe..."
Mata Nayla membelalak, ia bahkan menutup mulutnya agar tidak berteriak kesal melihat suaminya mengacak-acak laci pakaian dalamnya.
"Hei! Aku bisa ambil sendiri!"
"Aku hanya membantu memilihkan bra, sayang..."
"Berikan itu! Dasar nakal!"
Nayla merebut pakaian dalamnya dari tangan Ethan dengan wajah kesal.
"Pakai yang hitam saja ya, kau terlihat seksi kalau pakai hitam."
"Sana keluar, dasar pria nakal dan bawel!"
Nayla mendorong Ethan keluar agar bisa berganti pakaian, meski Ethan yang jahil tetap berdiri di sana dengan senyum iseng, tak mau pergi begitu saja.
***
Kilas balik malam
Nayla Atmaja mengerjupkan mata lentiknya pelan. Pinggang rampingnya terasa berat karena pelukan lengan kekar yang mengunci tubuh mungilnya. Dengan perlahan, ia melepaskan pelukan Ethan Spencer Argantara lalu menatap wajah tampan pria itu yang tidur nyenyak dengan bibir sedikit terbuka.
Bibir seksi itu — yang beberapa jam lalu membuatnya kepayahan karena ciuman panas pria itu, dan membuat Nayla mulai terbuai oleh pesonanya.
Ia melirik jam di meja samping tempat tidur yang sudah menunjukkan pukul dua dini hari. Berarti ia tertidur di kamar Ethan setelah segala kemesraan yang mereka lakukan tadi.
Dengan penuh perhatian, Nayla menatap wajah tampan itu — bibir merah kecil yang seksi, hidung mancung, alis tebal, pipi putih tegas, rambut cokelat kehitaman, dan dahi yang indah. Bolehkah Nayla memuji bahwa prianya ini memang tampan?
Tiba-tiba ia tergoda menyentuh wajah Ethan yang tetap saja tampan meski sedang terlelap. Ia menyentuh dahi putih itu lembut dengan punggung jarinya, lalu turun ke hidung mancung, ke pipi putih, mengusap rahang kekar yang begitu menggoda, hingga menyentuh bibir seksi Ethan yang sedikit terbuka.
Nayla terkikik pelan saat teringat bibir itu tadi membuatnya mendesah tak karuan.
"Sudah puas, Nyonya Argantara?"
"Aduh!"
Nayla langsung terkejut, berusaha menarik tangannya yang tiba-tiba digenggam Ethan. Ternyata pria itu sudah bangun.
"Kau... kau sudah bangun?" Nayla bertanya gugup sambil menunduk saat Ethan mengacak rambutnya yang sedikit berantakan.
"Iya, aku terbangun karena wajahku terus saja kau sentuh-sentuh sejak tadi. Kenapa mengganggu tidurku, ya?"
Nayla menggeleng malu, lalu memekik pelan saat Ethan menarik pinggangnya hingga selimut sedikit melorot, memperlihatkan bagian tubuhnya yang kemerahan karena bekas ciuman pria itu.
"Mau menggoda aku, sayang? Kau sengaja memegang-megang wajahku, kan?"
"Bukan! Siapa yang menggoda? Aku cuma merasa panas, mungkin AC-nya mati!"
Nayla melepaskan pelukan Ethan dengan paksa. Tertangkap basah seperti ini sungguh memalukan. Tapi dasar pria ini, mungkin ketularan suka bercanda juga.
"Kupikir kau mau menambah putaran lagi? Yang kelima atau sampai kesepuluh?"
"Ish! Kita belum sampai lima kali tadi~ Aduh, Ethan!!"
Ethan terkekeh, menarik pinggang ramping gadis itu hingga berada di bawahnya dan menatapnya dengan senyum jahat.
"Sepertinya tak ada salahnya menambah tiga putaran lagi, hehe."
"Itu tidak boleh, Ethan~ sstt..."
"Sst, nikmati saja, sayang. Diamlah, jangan terus-terusan protes."
Nayla menggeleng gelisah saat tangan panas Ethan menyentuhnya kembali, sengaja membangkitkan gairahnya, padahal jam di dinding kamar sudah hampir pukul tiga pagi.
Kilas balik selesai
****
Pasangan pengantin baru itu baru saja tiba di toko toserba JEWELERY yang masih sedang diperbaiki oleh beberapa pegawai kantor PT Element TBK yang tampaknya sedang lembur hari ini.
"Hei, kau sengaja ya than datangnya hampir jam makan siang begini?"
"Jangan terus-terusan marah, nanti kerutan di wajahmu makin banyak."
Dimas Anggara berdecak kesal, sekaligus terkejut karena Ethan tidak datang sendirian kali ini, ia sedang menggandeng tangan Nayla erat.
"Selamat siang, bang Dimas. Apa kabar?"
"Baik, sepertinya ada yang tidak biasa nih? Apa aku ketinggalan berita penting?"
Nayla menunduk dan tersipu malu saat Dimas menyikut lengan Ethan pelan sambil tersenyum menggoda.
"Hei, jangan hanya diam tersenyum saja. Nayla, apa kau dan si muka tebal ini sudah baikan?"
"Cih, diamlah kamu. Jangan terus-terusan menggoda istriku."
Dimas langsung tertawa terbahak-bahak saat Ethan baru saja mengucapkan kata — istri.
"Hahaha! Astaga aku, benar-benar ketinggalan berita penting ternyata. Cieee... istri nih! Semoga kalian rukun dan tidak berantem lagi ya. Nayla, kau harus menjaga si muka tebal ini dengan baik, karena dia sedikit... ya begitulah."
"Hei Dimas Anggara, jangan terlalu berlebihan!"
"Damai, bro! Hahaha~" Ethan langsung berteriak kesal saat Dimas malah menyeringai tanpa rasa bersalah.