NovelToon NovelToon
ISTRI GILA SANG DUKE

ISTRI GILA SANG DUKE

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Romansa Fantasi / Identitas Tersembunyi
Popularitas:14.6k
Nilai: 5
Nama Author: Archiemorarty

Kael Dravenhart, Pahlawan Perang Kerajaan Valdoria, menagih janji pernikahan dari sang Raja. Ia mengira akan menikahi sang putri tercantik, Liana. Namun, takdir berkata lain ketika Raja memberikannya Virelia; sang putri pertama yang terkenal gila, kasar, dan suka melempar vas ke kepala orang.

​Kael mengira rumah tangganya akan menjadi neraka karena harus mengurus istri yang gemar berteriak, menyuruhnya memanjat bulan. Ia tidak tahu bahwa di balik tawa kosong dan lemparan garpunya, sang istri adalah Raven, ketua pembunuh bayaran paling berbahaya sekaligus pemimpin revolusi yang bersumpah untuk menggulingkan sang Raja tiran!

​Ketika komedi pernikahan paksa berpadu dengan aksi pembunuhan berantai dan rahasia istana, sang Serigala Perang harus memilih: melaporkan istrinya ke istana, atau ikut membantu sang ratu bayangan menjungkirbalikkan takhta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Archiemorarty, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 24. KEWARASAN YANG KEJUTKAN

Matahari sore menyebarkan bias jingga keemasan yang hangat melalui celah tirai jendela kamar utama. Di dalam ruangan yang tenang itu, Virelia sedang bersandar setengah duduk di atas tumpukan bantal beludru, menyesap semangkuk sup kaldu hangat yang baru saja disiapkan oleh dapur.

TOK. TOK.

Suara ketukan pintu pelan terdengar, disusul oleh terbukanya daun pintu kayu. Elaine melangkah masuk dengan membawa nampan berisi mangkuk obat dan sepiring buah segar. Namun, begitu manik mata pelayan muda itu menangkap sosok Virelia yang sedang duduk tegak sambil menatapnya dengan senyuman tenang, langkah Elaine terhenti seketika.

Nampan di tangan Elaine hampir saja meluncur jatuh ke lantai. Air mukanya berubah drastis dari cemas menjadi sangat terharu.

"Y-Yang Mulia! Anda sudah sadar! Syukurlah! Saya sangat takut ... saya pikir Anda tidak akan membuka mata lagi setelah malam mengerikan itu!" pekik Elaine tertahan, langsung berlari cepat menghampiri tempat tidur.

Elaine meletakkan nampannya di atas meja kecil, lalu menjatuhkan diri berlutut di tepi ranjang sambil menangis sesenggukan.

Virelia menatap Elaine dengan rasa bersalah bercampur geli. Ia meletakkan mangkuk supnya sebentar, lalu mengulurkan tangan kirinya untuk mengusap puncak kepala Elaine dengan lembut.

"Sssshh ... jangan menangis, Elaine. Aku sudah tidak apa-apa. Lihat? Aku masih hidup dan bisa bernapas dengan normal," ucap Virelia dengan nada tenang, ramah, dan sangat wajar, jauh berbeda dari nada melengking atau teriakannya saat ia berpura-pura menjadi Ratu Awan dulu.

Elaine mendongak, menyeka air matanya dengan punggung tangan. Ia tersenyum lebar sambil mengangguk.

"B-Benar ... suara Anda terdengar sangat lembut. Anda terlihat jauh lebih baik," kata Elaine ragu.

"Tentu saja. Aku 'kan memang baik-baik saja," jawab Virelia santai sambil kembali meraih mangkuk supnya.

Mendengar kalimat itu diucapkan dengan gelagat yang begitu tenang, rasional, dan tanpa ada bumbu-bumbu khayalan tentang Ratu awan atau bebek panggang, Elaine tiba-tiba membeku.

Bola mata Elaine membelalak lebar. Senyum di wajahnya lenyap seketika, digantikan oleh ekspresi horor seolah ia baru saja melihat hantu gentayangan di siang bolong. Gadis pelayan itu merangkak mundur setengah langkah dari ranjang, menatap Virelia dari atas ke bawah dengan tatapan penuh kecemasan yang mendalam.

"Y-Yang Mulia ..." bisik Elaine dengan suara bergetar ngeri, tangannya menutup mulutnya sendiri.

Virelia mengerjap bingung, menghentikan sendok yang hampir menyentuh bibirnya.

"Ada apa, Elaine? Kenapa kau menatapku seperti itu?" tanya Virelia bingung.

"Ampuni saya, Yang Mulia. Tapi... tapi bolehkah saya bertanya satu hal? Apakah ... apakah saat Anda jatuh dan kepala Anda sempat terbentur batu yang sangat keras?" ucap Elaine gemetar ketakutan, air matanya kembali berkaca-kaca karena panik.

Virelia tertegun. Alisnya bertaut rapat. "Hah? Terbentur batu? Maksudmu apa? Tidak, kepalaku tidak terbentur."

Mendengar jawaban itu, kepanikan Elaine justru semakin meledak. Ia menggeleng-gelengkan kepalanya histeris.

"Kalau tidak terbentur, lalu kenapa ... kenapa Anda terlihat begitu waras?!" pekik Elaine tanpa sadar, suaranya naik satu oktaf karena shock berat.

"Hah?" respon Virelia.

"Anda berbicara dengan sopan! Anda menatap saya dengan tatapan penuh kesadaran! Tidak ada ancaman tentang cacing tanah raksasa, tidak ada teriakan tentang mahkota awan! Ya ampun ... racun itu pasti sudah merusak fungsi otak Yang Mulia Duchess secara permanen! Beliau menjadi waras!"

"Pfftt!"

Di sudut ruangan, Kael yang sejak tadi duduk bersandar membaca laporan militer sambil mendengarkan percakapan merek, langsung tersedak ludahnya sendiri. Pria itu buru-buru menutup mulutnya dengan tangan, mati-matian menahan gelombang tawa yang mendesak keluar dari tenggorokan dan dadanya. Bahunya bergetar hebat menahan tawa.

Virelia langsung menoleh ke arah Elaine dengan tatapan sebal yang luar biasa, lalu melirik tajam ke arah Kael yang sedang bersusah payah menahan tawa di sofa.

"Elaine! Aku tidak rusak! Aku memang seperti ini! Aku sedang tidak berhalusinasi! Aku waras!" protes Virelia dengan suara ketus, mencubit kecil selimutnya.

"Itu dia! Cara Anda memprotes barusan sangat logis! Orang dengan kewarasan minim tidak akan bilang kalau dirinya tidak waras dengan nada rasional seperti itu! Oh tidak ... jiwa Yang Mulia Duchess benar-benar telah melayang ke Negeri Awan sungguhan!" seru Elaine semakin histeris, menunjuk Virelia dengan jari gemetar.

Tanpa menunggu penjelasan lebih lanjut, Elaine melompat bangun dari posisinya berlutut. Dengan wajah pucat pasi dan napas tersengal-sengal, ia berbalik badan dan langsung berlari kencang keluar kamar sambil berteriak histeris.

"Tabib! Cepat panggil tabib! Kepala Yang Mulia Duchess mengalami kerusakan fatal! Beliau mendadak waras!" seru Elaine

BRUK! Pintu kamar tertutup banting oleh Elaine yang panik luar biasa.

Dan di detik berikutnya, pertahanan Kael runtuh sepenuhnya.

"Hahaha! Hahahaha!"

Suara tawa lepas Kael meledak memenuhi seluruh ruangan kamar utama. Pria itu menyandarkan punggungnya di sofa, memegang perutnya yang sakit karena tertawa terlalu kencang. Ia bahkan harus menyeka sudut matanya yang berair.

Virelia langsung merengut sebal. Ia melotot tajam ke arah Kael, meletakkan mangkuk supnya ke atas nakas dengan bunyi trang yang cukup keras.

"Tertawalah sepuasmu, Duke Kael Yang Terhormat! Ini semua gara-gara kau yang membiarkanku terus berakting menjadi orang gila selama berminggu-minggu! Lihat sekarang! Karyawanmu sendiri menganggapku mengalami kerusakan otak permanen hanya karena aku berbicara dengan normal!" cibir Virelia dengan bibir mengerucut maju sepuluh sentimeter.

Kael meredakan tawanya, meskipun sisa-sisa senyuman geli masih jelas terpampang di wajah tampannya. Ia bangkit dari sofa, berjalan mendekati tempat tidur, lalu duduk di tepi ranjang sambil menatap Virelia dengan sorot mata penuh hiburan.

"Ya ampun, Virelia. Baru kali ini dalam sejarah kedokteran dunia aku melihat seorang pelayan panik histeris bukan karena majikannya kesakitan, melainkan karena majikannya tidak lagi gila," ucap Kael di sela-sela senyumannya, menggelengkan kepalanya pelan.

"Ini sama sekali tidak lucu! Bagaimana kalau Elaine benar-benar membawa tabib khusus gangguan jiwa dan mereka menyuntikku dengan obat penenang kuda?!" protes Virelia bersidekap dada, membuang mukanya ke arah jendela dengan wajah merona merah padam karena malu.

"Kalau itu terjadi, aku akan mendeklarasikan perang melawan seluruh staf medis istana," balas Kael jenaka, mencubit pelan pipi kiri Virelia yang merajut sebal.

Virelia masih cemberut tak terima.

"Tapi omong-omong, istrimu ini memang luar biasa. Kau berhasil membangun reputasi sebagai wanita paling tidak waras di seluruh kerajaan hingga membuat semua orang percaya begitu saja," kata Kael dengan senyum lebarnya.

"Itu strategi bertahan hidup, tahu! Kalau aku tidak berpura-pura gila sejak kecil, Raja Lucien sudah lama meracuniku atau menjadikanku alat politik di istana. Terburuknya aku dinikahkan dengan pria tua bangka gendut bau!" gerutu Virelia membela diri.

Kael mengangguk pelan. Senyuman di wajahnya perlahan melunak, digantikan oleh tatapan penuh kehangatan yang dalam. Ia meraih tangan kanan Virelia, menggenggamnya erat-erat di atas pangkuannya.

"Aku tahu. Dan karena itulah, mulai sekarang, kau tidak perlu lagi berpura-pura menjadi apa pun di hadapan siapapun. Di rumah ini, di sisiku, kau bisa menjadi dirimu sendiri seutuhnya, baik itu sebagai seorang ratu awan yang hobi meneriaki kupu-kupu, maupun sebagai ketua pembunuh bayaran yang paling mematikan," ucap Kael lembut.

Virelia tertegun. Ia menatap manik mata biru Kael yang jernih, merasakan ketulusan mutlak yang mengalir melalui genggaman tangan mereka. Rona sebal di wajahnya perlahan memudar, digantikan oleh senyuman kecil yang tulus.

"Terima kasih," bisik Virelia tulus.

Namun, momen romantis itu tidak berlangsung lama.

KRIEK!

Pintu kamar terbuka dengan dorongan yang cukup keras. Elaine datang tergesa-gesa dengan wajah pucat, menyeret lengan tabib tua yang tampak kebingungan karena ditarik paksa saat sedang meracik obat.

"Tabib! Cepat periksa kepala Yang Mulia Duchess! Beliau tadi berbicara dengan sangat normal! Ini tanda-tanda kerusakan saraf yang sangat berbahaya!" seru Elaine panik setengah mati.

Tabib tua itu mengerjap bingung, memegang kotak obatnya erat-erat, lalu menatap Elaine dan bergantian menatap Kael yang kini duduk tenang sambil tersenyum geli di sisi ranjang.

Sementara itu, Virelia menepuk jidatnya sendiri pelan dengan tangan kiri, menghela napas panjang penuh kepasrahan.

Baiklah. Sepertinya butuh waktu setidaknya satu tahun bagi puri ini untuk percaya bahwa aku sudah sembuh dari 'kegilaan' yang kubuat sendiri, batin Virelia pasrah.

Dan di sampingnya, tawa kecil Kael kembali terdengar merdu, menikmati setiap detik kekacauan manis yang diciptakan oleh sang istri tercinta.

1
sweet escape
Waduuuh d kasih seneng2 eh sekrg d kasih tegangnya🫠🫠🫠🫠🥹duke dan duchess😱
sweet escape: 😱 oemji kak wkwkw
total 2 replies
sweet escape
Yang satu sembuh, eh pasien lain tumbuh kembang😂😱😱
Archiemorarty: Iya juga lagi lah 🤣
total 1 replies
Septi Wijaya
akak oThor nih... mereka lagi hangat hangatnya kok dikasi ulet bulu siiichh
Archiemorarty: soalnya ulet bulu ada dimana mana 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
ujian cinta dataaanggg
Archiemorarty: Hahaha 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
lanjuttt dong..
Eli Rahma
wahhh kemajuan nih ..siRatu awan kiss duluan..apa gk jumpalitan tuh si Kael..😅
Archiemorarty: Minta saru kerajaan langsung dikasih kayaknya sama Kael 🤭
total 1 replies
Eli Rahma
tapiiii senangkaaann...😅
Archiemorarty: Dalam hati mah aghhhh...dia 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
kayak emak² ngomelin anaknya pergi kencan..😅
Archiemorarty: iya juga yak 🤣
total 1 replies
Ayu Padi
keren ..selalu di tunggu Up ny ...💪💪💪
Archiemorarty: Asiap kakak...makasih udah baca ceritanya kak, happy reading sampai akhir cerita ya 🥰
total 1 replies
mimief
pengalaman hidup yg pait
menjadikan aku lebih tegar dan terlihat serba bisa .
siapapun yg selalu didorong kepinggir jurang setiap saat,pastinya mekanisme perlindungan diri nya lebih aktif 🥹🥹
Archiemorarty: Benarrr...😭
total 1 replies
mimief
thats my girl 😍😍😍
mimief: wkwkwkwkw
bacanya langsung bernada yaaa
total 2 replies
mimief
aku...pernah baca sebuah komik yg Ampe sekarang berkesan bgt dialog nya
" menjadi seorang perempuan harus serba bisa
bahkan ketika kita memakai gaun yg cantik,kita harus bisa berdiri tegak di dalam sebuah pertempuran."
mimief: salah satu komik fav ku Thor
kisahnya luar biasa😍
total 2 replies
mimief
nah tu liat jul
ratu awan lu
Elaine mana?
syok ga liat boneka Barbie nya bisa begitu🤣🤣🤨
mimief: kejang kejang ga dia
ratu awan nya bisa swaag🫣🤣😍
total 2 replies
mimief
ya ampuun
sweet banget si mereka😍😍
mimief
mulut mu jul..
dah kayak Mak Mak komplek
pas bgt itu🤣🤣
mimief: masalahnya tapi bener🫣🤣🤣
total 2 replies
mimief
buahahahahaha..
ga usah malu
bangga donk ah
ajaran siapa itu🤣🤣🤣
Archiemorarty: Kata Varelia : bukan aku 🤣
total 1 replies
Eli Rahma
uluuhhh...srigala perang ini udah kecanduan pipi si Ratu awan..😅
Archiemorarty: ya kan 🤭
total 3 replies
mimief
hei...anda jangan cuci tangan
gara gara siapa tu woiiii🫣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Pinter kali emang mereka itu 🤣
total 1 replies
mimief
kan kan🫣🤣🤣.cuman Elaine doank yg berani nyela julian🥹🥹🥹
lama lama virusnya akan kah nyampe ke Julian???🤨
Archiemorarty: Bisa jadi ini 😎
total 1 replies
mimief
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🫣
othor.....tolong
kok lebih menjiwai mereka si
aku jadinya percaya sama siapa???
🫣🤣🤣🤣🤣
Archiemorarty: Jangan percaya sama isi puri Duke, terutama Duke nya sendiri 🤣
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!