NovelToon NovelToon
KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

KUGAPAI BAHAGIA DENGAN CARAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Konflik etika / Cinta Seiring Waktu / Balas Dendam
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Anyue

Dua saudara berstatus kakak beradik tinggal bersama sejak usia remaja tanpa kedua orang tua. Karena kedua orang tuanya sudah bercerai dan memilih tinggal bersama keluarga baru masing-masing.

Hal itu membuat mereka harus berjuang untuk bertahan hidup, dan takdir mereka berubah ketika dewasa.

Namun, suatu ketika kedua orang tuanya memperebutkan anak kedua , di situlah kakak membela adiknya tidak membiarkan mereka mengambil adiknya.

Lalu, bagaimana mereka melalui masa-masa sulit?


Ikuti terus kisahnya dan dukung karya author,
Terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anyue, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35.

Salindra terbangun mengerjapkan mata, ia mencium aroma masakan perutnya bergejolak meminta diisi. Sejenak ia berpikir merasakan kalau aroma masakan lain dari biasanya. Kali ini aroma masakan itu sangat asing dan belum pernah mencium aroma tersebut. Saat membuka mata Salindra sangat terkejut, hatinya merasa tidak enak dan malu.

Terbangun di kamar asing apalagi hari menjelang siang, salindra segera turun dan keluar dari kamar, berjalan menuju dapur. Saat melewati ruang makan melihat hidangan sudah matang dan sangat menggiurkan membuat perutnya bergejolak meminta untuk diisi.

“Kenapa perutku sakit sekali melihat makanan ini?" gumam Salindra menelan ludah dengan sulit.

Sebuah tepukan di bahunya membuat Salindra berjingkat. Hatinya merasa sangat malu karena terlambat bangun. Lagi-lagi dia tidur di rumahnya, tapi kali ini dalam keadaan tubuhnya sangat lelah sehingga membuat Salindra sangat nyaman.

"Tante Nilam,“

Nilam melihat Salindra berdiri sambil di depan meja melihat makanan tersenyum. "Cuci muka dulu sana, lalu kita makan bersama-sama!" perintahnya.

Salindra mengangguk kemudian berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka. Begitu selesai, ia bergabung bersama Nilam dan Arya. Salindra merasa ada yang aneh dengan mereka, ia ingin bertanya tapi merasa sungkan. Salindra memilih menikmati hidangan yang sudah tersaji di meja makan.

Saat melihat Arya duduk dengan wajah tenang tanpa melihatnya membuat Salindra berpikir, kalau ada sesuatu pada diri pria tersebut. Pikirannya merasa terganggu dengan pemandangan di depannya. Di mana Arya dan Nilam duduk bersebelahan, wajah mereka hampir sama.

Suasana ruang makan terasa hening tanpa suara obrolan yang berarti, hanya suara sendok yang beradu dengan piring, meskipun sesekali terdengar deheman namun, terasa canggung untuk memulainya.

Terdengar suara pintu dari arah depan membuat mereka yang sedang makan menoleh bersamaan. Nilam beranjak dari tempat duduk berjalan ke arah ruang tamu membuka pintu. Ia tersenyum saat melihat seorang perempuan paruh baya berdiri di depan pintu.

“Silahkan masuk, Mbak Sum!" Nilam menyuruh masuk dan mempersilahkan duduk di ruang tamu.

“Terimakasih, Bu Nilam,“ sahutnya sembari duduk dengan nyaman.

“Sebentar saya panggilkan orangnya." Nilam berjalan ke arah dalam memanggil Salindra.

“Salindra," panggil Nilam berdiri di belakang Salindra.

"Iya, Tante," sahut Salindra penasaran.

“Ayo ke depan dulu, kamu sudah selesai makan, kan!" kata Nilam melihat Salindra membereskan piring kotor.

“Sudah, Tante." Salindra menyudahi membereskan piring kotor dan berjalan mengikuti Nilam.

“Kenalkan, ini Mbak Sum. Mbak Sum, ini Salindra yang akan dipijat," kata Nilam tersenyum hangat.

Mbak Sum dan Salindra saling berjabat tangan sungkan. Salindra mengerutkan alis menoleh Nilam dengan hati bertanya.

Nilam tahu apa yang sedang dipikirkan Salindra memegang tangan Salindra dengan lembut. Lalu, berkata. “Salindra, kamu pasti capek sekali, Tante sengaja panggilkan Mbak Sum untuk memijat kamu. Agar badan kamu sehat dan bugar."

Salindra merasa malu dan sungkan, memang benar dirinya merasakan badan pegal dan sakit semua. Salindra tidak pernah dipijit dan tidak tahu rasanya dipijit itu seperti apa.

"Maaf sudah merepotkan, Tante. Sebenarnya_"

“Tidak usah sungkan dipijat itu enak gak sakit, Mbak Sum, nanti pelan-pelan saja kalau Salindra merasa sakit," kata Nilam berpesan kepada Mbak Sum.

“Iya, Bu Nilam," jawabnya sambil mengangguk hormat.

Salindra dan Mbak Sum masuk ke kamar untuk melakukan ritual pijat. Sedangkan Nilam pergi ke belakang sementara Arya duduk di teras menerima panggilan telepon.

“Aku akan ke sana tapi tidak sekarang,“ katanya sambil mengernyitkan dahi.

_

_

Arya mengepalkan tangannya mendengar perkataan orang di seberang telepon. Kemudian menutup panggilan telepon.

“Jadi, mereka tidak tahu kalau aku yang menyelamatkan Salindra. Baiklah, kalau begitu akan aku buat kalian penasaran,“ umpat Arya dengan senyum licik.

“Siapa mereka?" tanya Nilam berdiri tak jauh dari Arya menatap dengan tajam.

Arya terkejut langsung menoleh. “Mereka teman sekantor dengan Salindra dan salah satu pria menyukai Salindra tapi, Salindra tidak menyukai pria itu," jawab Arya meneguk minumannya.

Nilam duduk melihat wajah Arya hatinya penasaran. Raut wajah Arya seperti sedang menyembunyikan sesuatu darinya. Nilam tidak langsung bertanya mengenai hubungan Arya dengan Salindra. Ia ingin melihat sejauh mana Arya melindungi Salindra.

“Apakah ada hubungannya denganmu?" tanya Nilam menelisik setiap kata yang diucapkan Arya.

"Tidak ada, aku yakin mereka akan terus mencariku," jawabnya.

Nilam menghembuskan napas perlahan sambil geleng-geleng kepala. Setiap Arya datang ke rumahnya selalu membawa masalah seperti halnya sekarang membawa perempuan bernama Salindra yang sama sekali tidak dikenalnya.

Di kamar Salindra merasakan sensasi pijatan tangan dari Mbak Sum membuatnya tertidur. Sehingga Mbak Sum tidak berani berbicara, ia tersenyum melihat Salindra yang begitu menikmati pijatannya.begitu selesai Mbak Sum keluar dari kamar dan mencuci tangannya.

"Mbak Salindra sangat kecapekan, kasihan sekali meskipun badannya berisi tapi ototnya terasa kaku," kata Mbak Sum ketika menjelaskan kepada Nilam.

Nilam terkejut mendengarnya, hatinya merasa kasihan. Setiap melihat Salindra, ia selalu memperhatikan dengan teliti, turut membenarkan perkataan Mbak Sum.

“Jika benar seperti itu apakah ada obat atau ramuan untuk Salindra?“ tanya Nilam dengan wajah khawatir.

“Harusnya sering istirahat dan menjaga daya tubuh dengan minum vitamin herbal untuk menambah stamina," jelas Mbak Sum.

Nilam mengangguk paham, Mbak Sum berpamitan pulang. Kemudian Nilam pergi ke suatu tempat bersama Arya.

Beberapa jam kemudian Salindra terbangun dengan tubuh bugar. Ia terkejut melihat tubuhnya yg tidak memakai sehelai kain langsung mencari pakaiannya. Sesaat tertegun mencium aroma minyak pijat yang menenangkan, barulah dirinya sadar kalau beberapa jam yang lalu melakukan pijat.

Salindra sudah rapi dengan pakaiannya dan berkumpul dengan Nilam di ruang tengah. Matanya mencari sosok Arya tidak menemukan pria itu di segala sudut ruangan. Nilam memperhatikan arah pandang Salindra.

“Arya pergi, katanya ada urusan. Nanti dia akan kembali, kamu tenang saja," ucap Nilam.

Salindra dibuat terhenyak mendengar perkataan Nilam hatinya merasa malu dan salah tingkah.

"Aku tidak apa-apa kok, Tante," sahut Salindra menutupi wajah canggungnya.

“Maaf jika Tante bertanya sedikit tentang keluargamu…"

Nilam menjeda kalimatnya. Salindra melihat wajah Nilam dengan serius. Nilam menarik napas dalam lalu, menghembuskannya perlahan.

“Apakah kedua orangtuamu masih ada?“ tanya Nilam menatap Salindra lekat.

Salindra mengangguk penasaran. Ia merasa Nilam terlalu jauh menyelidiki keluarganya. Salindra tidak mudah begitu saja jujur dengan orang baru dikenalnya dan membuatnya aneh.

Nilam mengangguk paham tapi hatinya merasa kurang puas dengan jawaban Salindra, karena tidak memberi penjelasan apapun. Ia tahu Salindra menutupi masalah keluarganya. Nilam sudah mencari identitas Salindra, saat pertama kali melihatnya sudah merasa mengenal Salindra karena wajahnya mirip dengan seseorang.

...----------------...

Sejak malam Jayanti merasa gelisah, beberapa kali menghubungi adiknya tidak ada jawaban sama sekali. Perasaannya tidak tenang, kejadian dulu kini terulang kembali. Di ruang tamu ia mondar-mandir seperti setrika, sambil mengotak-atik ponselnya, tidak juga mendapat kabar dari adiknya.

"Kenapa sih susah sekali dihubungi, memangnya pergi kemana dari malam sampai pagi?" Jayanti merasa sangat frustasi.

Langkahnya keluar masuk rumah, mengambil air minum, sampai beberapa kali. Akhirnya kelelahan duduk di kursi sambil menyenderkan punggung dan kepalanya, matanya terpejam merasakan kepala sakit memikirkan adiknya yang belum juga pulang.

Di luar terdengar suara mobil berhenti di depan rumah. Jayanti enggan beranjak dari tempat duduk karena merasa berat. Seorang perempuan berdiri di ambang pintu menatapnya dengan kasihan tapi bibirnya tersenyum.

Salindra melangkah masuk mendekati kakaknya dan duduk di sampingnya lalu memijat tangannya dengan pelan. Jayanti terperanjat langsung membuka mata lebar-lebar, begitu melihat seseorang berada di dekatnya memastikan kalau perempuan yang duduk di sampingnya adalah adiknya, dengan menepuk pipinya.

Salindra tertawa melihat tingkah kakaknya. "Kakak kenapa tidur di ruang tamu?"

“Kamu sudah pulang?" Jayanti memegang wajah Salindra dan memeluknya sambil menangis haru.

Jayanti melihat seorang perempuan paruh baya berdiri di depan pintu bersama Arya terkejut. Pandanganya tertuju pada sosok perempuan seperti mengenalnya lalu melepaskan pelukan.

1
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
👍
Rain Aricia
Ga usah dipaksa. Ga semua orang itu mau nikah, lo aja yg dh nikah ga tentram tuh rumah tangga
Rain Aricia
Ayahnya perlu dicuci otaknya
Rain Aricia
Mau gebrek rumah orang? Ga sopan Cit
Rain Aricia
Citra ga usah cari gara2 deh, ntar hidupnya susah lho
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
maksud konsepnya gimana 🤷
Anyue: Muna dia-nya
total 1 replies
Protocetus
Thor saya minta maaf kalau ada salah Thor 🥹
Anyue: Sama-sama, aku juga minta maaf.

jadi, terharu hiks....
total 1 replies
Alia Chans
suk😣🌹
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good boy 🫰
Anyue: setuju
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
good 🫰
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ih oon, harusnya klw laki² serius mah ya dia yg biayain dasar otak lu Jayanti di taroh dimana. nggak mungkin nyangkut di kepala author mah wk.
Anyue: Jadi pengen tertawa
total 1 replies
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
bagus
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
ya biayain sama kamu atuh. nggak mungkin kan di sebut mokondo mah nggak terima malu atuh punya mobil tapi pelit.
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
Gw masih baca Hazel, 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
alah siah 🤣
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
kepo
HNP_FansSNSD/Army ᴛ⑅⃝ˢ🐈
eh nggak semua masalah pribadi org tuh bisa di ceritain yah.
Anyue: Benar sekali
total 1 replies
Rain Aricia
Ishh ada aja org yg iri
Anyue: Dimanapun selalu saja ada orang seperti ini
total 1 replies
Rain Aricia
Berarti kemampuan Salindra ga main2
Rain Aricia
Kalau ini sih yg paling deg2annya diwawancara
Anyue: sport jantung
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!