NovelToon NovelToon
Tertolak Rindu

Tertolak Rindu

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:39.6k
Nilai: 5
Nama Author: Rahma AR

Perhatian Kian Sakala selalu tercuri pada teman perempuan SMAnya, Wanda Safia yang selalu diperlakukan seperti babu oleh Aditama Hasta.

Wajah lelah dan tertekannya selalu mengusik hati manusiawinya Kian. Tapi sepertinya pertolongannya terhadalp Wanda malah selalu berbuah pahit untuk temannya itu

Semoga suka, ya♡♡♡
Spin off Pesona Cassanova. Tapi bisa dibaca terpisah

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahma AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ingatan masa lalu Panji

Panji mengetukkan jari jarinya di atas meja kerjanya. Dia baru saja selesai meeting. Pikirannya berkelana lagi tentang kejadian tadi. Dia memikirkan permintaan putranya Dewa yang tadi dikatakan padanya.

Kian menyukai Wanda? batin Panji berusaha ingin meyakininya. Dia menghela nafas. Teringat sosok salah satu putra kembar Dewa.

Mungkin dia bisa melindungi Wanda, batinnya kemudian menghela nafas lebih panjang.

Teringat kejadian tiga tahun yang lalu.

Hari itu Panji kedatangan Dana, mantan asistennya dulu, anaknya Bik Sunarmi-pembantu yang sudah bekerja sangat lama di rumahnya. Tentu saja dia kaget, karena Dana sempat menghilang setelah bekerja selama setahun. Ya, tepatnya setelah malam itu dia memaksa Dana karena dirinya terlalu banyak minum alkohol saat merayakan kesuksesan memenangkan tender hampir satu trilyun.

"Kamu kemana aja selama ini?" tanya Panji sambil bangkit dari kursinya ketika Dana sudah menutup pintu ruangannya.

"Ada yang harus saya katakan." Dana, perempuan muda yang sekarang berusia kira kira tiga puluh tahunan itu menatap tegas majikan ibunya.

Panji menghentikan langkahnya. Dia pun menyandarkan punggungnya di ujung meja kerjanya sambil mengamati Dana.

Perempuan muda yang sudah menjelma jadi wanita dewasa itu tampak pucat dan tubuhnya lebih kurus.

"Akibat perbuatan Pak Panji, saya hamil. Untuk menyelamatkan rumah tangga Pak Panji, saya pergi." Dana menghembuskan nafasnya setelah mengatakannya. Masih saja tetap terasa berat

"Sekarang kenapa kamu kembali?" Tatapan Panji tajam. Dia ingat waktu paginya setelah terbangun dari tidur, dia sudah menawarkan kesepakatan pada Dana kalo anak pembantu rumah tangganya hamil akibat hubungan semalam itu, harus digugurkan, dan dia akan memberikan uang yang sangat banyak sebagai gantinya.

Tapi setan memenuhi isi kepalanya hingga tidak hanya malam itu saja, tiap ada kesempatan berdua dengan Dana, Panji melam-pi@skan h@sratnya. Apalagi istrinya sudah telanjur mempercayai Dana untuk menemaninya bertugas ke luar kota.

Hingga tiga bulan. Dan Dana tiba tiba menghilang tanpa kabar. Hanya berpesan pada ibunya kalo dia baik baik saja.

Sekarang dia muncul, pasti bukan memberikan berita baik.

"Anak saya dan Pak Panji sekarang sedang menunggu di toko es krim yang ngga jauh dari tempat ini. Dia sekarang sudah kelas satu SMP." Dana agak kesulitan menarik nafas. Perkataan yang dia ucapkan pun sangat perlahan.

"Jadi sekarang kamu ingin merusak rumah tangga saya?" seringai mengejek tercipta di wajah Panji.

"Saya terpaksa."

Panji mendengus.

Dia mengambil buku ceknya dan melemparkannya hingga menabrak keras bahu Dana.

"Tulis berapa yang kamu mau. Pergi bersama anak itu, jangan pernah tampakkan wajah kalian lagi."

Dana sama sekali tidak peduli dengan kemarahan mantan bosnya. Dia malah mengeluarkan amplop coklat dari dalam tasnya.

"Saya sudah menelpon ibu agar menjemput Wanda sekarang. Mungkin ibu sekang sudah dalam perjalanan ke sana."

Sorot mata Panji tampak marah. Dana terlalu berani, padahal dulu dia sangat penurut dan tidak pernah membantahnya.

"Ibu juga sudah tau kalo Wanda anak Pak Panji."

Rahang Panji makin mengeras. Ini di luar dugaannya.

"Ini bukti kalo Wanda memang anak Pak Panji. Hasil tes dna." Dana menunjukkan amplop coklat yang sudah berada di tangannya-- yang kini dia acungkan ke arah Panji.

Tangan Panji mengepal, tidak dia sangka Dana datang dengan bukti tak terbantahkan.

"Saya tidak minta Pak Panji mengakuinya di depan Nyonya. Saya hanya minta Pak Panji mau merawat Wanda."

Baru saja Dana menyelesaikan ucapannya, pintu ruangannya terbuka.

Nyonya Merelin-istri Panji yang datang.

"Sayang...."

Merelin terkejut melihat kehadiran Dana yang sudah belasan tahun menghilang. Tapi melihat keterkejutan Dana dan suaminya yang menurutnya teraaa aneh, dia langsung curiga.

"Kamu kemana saja? Ibu kamu khawatir sampai masuk rumah sakit." Dia mendekat. Tatapnya menyorot pada amplop coklat yang dipegang Dana. Sepertinya amplop itu akan diberikan pada suaminya.

"Nyo nyonya....." Suara dan tubuh Dana bergetar.

GREP

Merelin langsung merampas amplop itu tanpa bisa dicegah Dana. Wajah Panji seketika pucat.

"Amplop apa ini? Kamu mau memeras bosmu?" Walau kemarahannya ditujukan pada Dana, tapi sorot tajamnya terarah ke suaminya yang tampak seperti cacing kepanasan. Gelisah dengan wajah makin pucat.

Dana ngga menjawab. Lidahnya kelu. Ini di luar rencananya.

"itu hanya surat tak berguna, sayang." Panji langsung panik dan bermaksud mengambil amplop di tangan istrinya, tapi tidak berhasil.

"Ya sudah kalo tidak penting. Biar aku lihat." Tatap matanya berpindah pada buku cek yang ada di dekat sepatu Dana.

"Kamu memberikannya cek kosong?" Perasaan curiga semakin memenuhi isi kepalanya.

"Biar dia tidak mengganggu kita lagi sayang," kilah Panji dengan nada suara meyakinkan.

"Memangnya apa yang sudah dia lakukan?" Tangan Merelin membuka tutup amplop dan mengambil kertas yang hanya ada selembar di dalamnya

Dana memejamkan mata. Tubuhnya makin gemetar. Ketakutan sudah merayapi sendi sendinya.

Panji menggusar wajahnya dengan bayangan pernikahannya yang akan retak dan mungkin hancur saat ini juga.

Dalam hati merutuk. Kesalahan lamanya yang dia pikir sudah terkubur dengan menghilangnya Dana, kini muncul di depan mata.

Mata Merelin membelalak ketika tau kertas apa yang sedang di pegangnya. Hasil tes dna suaminya.

Suaminya punya anak dengan Dana?! Serasa ada guruh yang menggelegar di dalam kepala dan jantungnya. Dia terdiam tanpa bisa mengalihkan pandangan pada skor nilai kecocokannya.

Sempurna!

DEG DEG DEG

Suaminya mengkhianatinya dengan anak pembantunya!

Darah yang mengalir di dalam tubuhnya terasa mendidih. Tangannya terayun begitu saja dengan sekuat tenaga yang dia punya.

PLAK!

Saking kerasnya atau mungkin karena tubuh Dana yang belum siap menerima tamparan, wanita muda itu terdorong keras ke belakang dan jatuh terduduk ke lantai. Ada darah di sudut bibir yang terkena tamparan itu.

Hening dan terasa mencekam

Dana menyeka dengan punggung tangannya. Kepalanya terasa pusing. Tapi dia paksakan untuk terap berdiri.

"Urusan saya sudah selesai. Saya pergi." Tempo pengucapannya lebih lambat dan volume suaranya lebih perlahan.

Tanpa mempedulikan teriakan penuh benci yang disertai makian dan sumpah serapah dari nyonyanya, Dana meneruskan langkahnya, keluar dari ruangan mantan bosnya

Panji saat ini sudah mendekap tubuh kalap istrinya. Ketika pintu sudah tertutup rapat, Panji sekarang yang menjadi sasaran amukan Merelin.

"Teganya kamu! Teganya!" Air mata istrinya mengalir bersama luapan kemarahannya.

"Maaf. Aku khilaf. Maafkan aku."

Merelin terus saja berteriak histeris, tidak terima dengan pengkhianatan suaminya.

Ingatan itu masih jelas di pikirannya. Seakan akan baru saja terjadi.

Pa nji menghela nafas panjang. Setelah kejadian itu, Merelin berubah dingin. Dia tetap berada di sisinya demi putra satu satunya mereka. Juga untuk menghukum dirinya dengan selalu mengasari Wanda.

1
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ MENTARY 💘
Erza emang bibit Kay lah
Rahmawati
Wanda pasti malu bgt kl tahu dia saudaraan sama aditama
Pujierde
mungkin wanda akan marah kepada bapaknya sitam" dan mungkin wanda malu sama kian, saudara"nya kian dan teman" yang lainnya sehingga wanda kabur
Pujierde
saking syak syik syok tuh lambung jadi kembung 😂😂
Pujierde
kamu mksdnya kepala ezra dibahu kamu el 🙈🙈
Pujierde
wiih udh tengleng aja tuh kepala kamu el syak syik syok yaa 😂😂
Pujierde
betul banget anak tengilmu main langsung ngegas aja
Pujierde
kan tadi ezra udah ijelasin waktu kenalan klo elia pacarnya hadeeee oma gista udh lupa aja
Pujierde
opa kaysar......udh tuir woiiii tolong jangan ngajarin anaknya makin tengil😂😂
Pujierde
kok akuh merasa gista dan keysar belum cocok punya cucu yaks 😀😀
Pujierde
berarti puncuk dicinta ulampun tiba donk jadi bisa langsung gaskeeeen
Pujierde
ezraaaaa kenapa siiiih kamu model bapak kamu 😂😂
Lusi Hariyani
ezraaa...bikin ank org jantungan km
✨@dian_$💫
ihhiirrr om ezzraaaaa....
Rahmawati
lanjuttt
Rahmawati
elia gk bisa berkutik😂
udah dikenalin sbg calon istri berarti ezra serius
✨@dian_$💫
lebih suka part Ezra nya drpd Kian😀
Setyowati Setyowati
lanjut ...jangan tunggu lama"
biby
ajaran sesat sang bapak... tapi bs jg d coba 🤣🤣
Lusi Hariyani
keberuntunganmu ezra
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!