NovelToon NovelToon
SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

SAHABATKU MENJADI PENGANTI MAMAKU

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Daesy.Rf

Selama ini Mamaku nampak sehat-sehat saja, namun hari ke hari tubuh mama nampak kurus dan sakit-sakitan. Entah karena menahan sakit atau karena isu perselingkuhan Papa yang membuat Mama sakit.Tapi Mama tidak tahu siapa selingkuh Papa, yang sebenarnya ada di depan batang hidungku sendiri, ibarat musang berbulu domba itulah yang dihadapi keluargaku, dan aku baru tahu siapa selingkuh Papa setelah Mama tiada.

cerita ini sangat menarik penuh intrik dan pengkhianatan yang tak terduga datang dari orang terdekatnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daesy.Rf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 35 DITANTANG

Pak Ferdian masih nampak kesal dengan sikap dingin Bobby tadi malam yang dirasakan tidak menghargai dirinya. Dimeja makan Pak Ferdian telah duduk sambil meneguk kopi yang disediakan oleh istrinya.Bobby dengan terburu-buru turun dari lantai dua menuju meja makan yang sudah tersedia teh panas.

"Pagi Pi, Mi" Bobby menyapa kedua orangtuanya tanpa tahu bahwa ketegangan diruang makan itu akan terjadi. "Kamu duduk dulu Bob" perintah Pak Ferdian. "Aku buru-buru Pi mau ada operasi pagi ini" Bobby berusaha menjelaskan kegiatannya hari ini. "Duduk dulu, dengar Papi_!" Bobby akhirnya duduk mengikuti permintaan Papinya.

"Papi ingin kamu dan Mila anak Pak Hardinata lebih dekat lagi,Papi bermaksud menjodohkan kamu dengannya, dan kamu tidak bisa membantah permintaan Papi ini.Bobby menatap tajam Papinya.Buk Tia yang meletakan sarapan untuk Bobby juga tertegun mendengar perkataan suaminya tanpa melihat situasi lagi.

"Bobby sudah katakan, Papi tidak bisa mengatur hidup Bobby semaunya, Aku sudah punya pilihan lain Pi, dan jangan harap Papi bisa mengubah itu, aku mencintai Dinar atau aku tak akan menikah selamanya. Bobby mengambil tas nya dan beranjak dari meja tersebut.

"Bobby____!! Pak Ferdian sangat kesal atas jawaban anaknya. "Bobby, sarapan dulu Bob" Buk Tia memanggil. Bobby yang berangkat dengan kesal. "Maaf Mi aku sudah tidak selera, mendengar hidupku diatur seperti boneka" Pak. Ferdian melempar koran yang dibacanya dimeja.

"Anak kurang ajar, berani dia menentang aku" muka merah padam nampak diwajah pria separuh baya itu, yang masih terlihat gagah. "Sudah Pi, jangan memaksa seperti itu dia sudah besar,tidak mungkin kita yang mengatur kehidupannya, karena dia yang akan menjalani" Buk Tia berusaha memberi pengertian kepada Pak Ferdian. "Tapi Mi aku tidak mau punya besan seorang bekas Napi dan korup" Pak Ferdian menyakinkan istrinya tentang apa kata orang-orang nantinya.

"Sudahlah pi, buat apa kita peduli orang lain tapi anak kita tak bahagia itu sama kita menzhalimi anak sendiri Pi" Pak Ferdian tidak mengubris perkataan istrinya dan pergi meninggalkan ruang makan itu. "Uhhh, sama saja Mami dan anak" umpat Pak Ferdian dengan kesal. Buk Tia melihat suaminya yang pergi sambil.menghela nafas.

Bobby yang kesal akan perkataan Papinya Pagi ini, membuat moodnya tidak baik sampai dirumah sakit..Akhirnya dugaannya benar kenapa keluarga Mila datang tadi malam ke rumahnya.

"Bob__!!" suara wanita memanggilnya saat Bobby memasuki rumah sakit, nampak Mila yang baru datang berjalan diparkiran. Bobby melihat Mila sebentar dan berlalu pergi.

Mila berlari mengejar Bobby yang akan naik Lift, Pas ketika lift akan tutup, Mila datang memegang pintu Lift. "Kamu kenapa Sih Bob jutek kali pagi ini?" Bobby hanya terdiam setelah sampai dilantai Tiga dan pintu lift terbuka, Bobby memegang tangan Mila yang sedikit terdorong oleh kekuatan Bobby dan untung saja hanya mereka bedua di lift itu.

"Dengar Mila pagi ini aku bertengkar dengan Papi yang berniat menjodohkan kita, Aku mohon maaf sebelumnya aku tidak bisa menikahi kamu karena aku mencintai Dinar" Setelah berkata Bobby melepaskan pegangan nya dan meninggalkan Mila.Mila terpana melihat Bobby yang melangkah kearah ruangannya.

"Dinar__!" Siapa Dinar aku harus cari tahu siapa perempuan yang dicintai oleh Bobby. Sampai Bobby sangat mencintainya.

Sementara dirumah Dinar pagi itu sudah bangun mempersiapkan bekal untuk adiknya. Dinar yang sudah tidak bekerja lagi tetap bangun pagi dan membantu Buk Ani. Tiba-tiba pintu luar terdengar ketukan. "Siapa Bik?" Dinar menoleh kearah pintu. "Biar Bibi Buka" Bi Ani pergi menuju pintu luar dan membuka pintu itu.

"Ada Bu Dinar?" Suara orang di luar itu adalah seorang pria yang ingin bertemu Dinar, Dinar yang mendengar langsung menuju ke arah Buk Ani. Dinar melihat ke arah pintu yang ternyata Yuda direkturnya.

"Mau apa anda kemari !!" Dinar berteriak, mereka yang hanya berdua perempuan tinggal, nampak berusaha seolah dirumah ada seseorang karena Pak Sukri mengantarkan Dut ke sekolah, tak ada pria di rumah itu.

"Dinar aku mau bicara,tolong beri saya kesempatan, kembalilah ke kantor, jika Papi tahu kamu mengundurkan diri aku bisa ditendang.

"Maaf saya sudah mendapat pekerjaan baru, jadi saya tidak akan kembali ke perusahaan kamu lagi" Dinar berusaha berbohong agar dia tidak lagi kembali ke perusahaan dengan bos bejat tersebut.

"Maaf Pak Yuda saya sudah katakan kemarin saya mengundurkan diri, siang ini surat pengunduran diri saya akan saya kirim ke tim direksi lewat e-mail Mohon tinggalkan rumah saya atau saya akan lapor polisi anda menganggu disini. Yuda terdiam mendengar ancaman Dinar. Please Dinar maafkan saya.

"Saya berharap kamu hadir di meeting kali ini karena ini adalah proyek besar bagi perusahaan, saya tunggu kamu"

"Tidak, saya tidak akan datang jangan berharap, Dinar menutup pintu rumahnya dan melihat Yuda masih berdiri di sana" Tak lama Pak Sukri datang mobilnya memasuki halaman rumah. "Dinar__!"

Yuda teriak memanggil Dinar yang sudah mengunci pintu rumahnya. Pak Sukri yang keluar dari Mobil, nampak heran ada seorang pria. memanggil Dinar. "Maaf Bapak siapa ya memanggil Non Dinar" Pak Sukri bertanya kepada Yuda yang belum tahu siapa.

"Saya Yuda Bos Dinar Pak" Pak Sukri yang mendengar nama Bos Dinar langsung muka yang tadi ramah berubah merah dan marah. "Jadi anda Bos bejat yang sudah berbuat tidak senonoh kepada anak saya, Pak Sukri yang memiliki perawakan tegap berkulit sawo memegang kerah baju Yuda.

Dinar dan Bik Ani yang mengintip dari luar melihat Pak Sukri yang memegang krah baju Yuda langsung membuka pintu dan keluar. "Pak__! jangan kotori tangan bapak untuk orang itu" teriak Dinar. Bik Ani berlari memegangi suami nya, Pak Sukri melepaskan pegangan krah bajunya pada Yuda.

"Pergi__anda dari sini!!" dan jangan pernah datang lagi, anak saya tidak akan bekerja lagi di perusahaan anda" Yuda yang mendengar suara Pak Sukri yang lantang langsung beranjak dari rumah itu dan melajukan mobilnya meninggalkan rumah Dinar.

"Uffff__,Dinar nampak lega karena Yuda sudah pergi, dia tahu perusahaan tidak akan melepaskan kan dia mengundurkan diri, tapi dengan bukti ada pelecehan di perusahaan itu maka posisi Yuda tidak akan baik-baik saja, jika Pak Rogut mengetahui itu semua.Tapi dia tidak akan kembali walau Pak Rogut yang akan memintanya, karena dia sudah memutuskan berhenti dan tak ingin bersambung diri lagi ketika kejadian kemarin membuat dia harus menghindar walau gaji besar harus ditinggalkan nya.

Sementara Bobby akhirnya berhasil berbicara dengan Pimpinan rumah sakit dan menyakinkan nya karena saham yang dimiliki Bobby juga besar akhirnya, pihak rumah sakit menyetujui permintaan Bobby untuk mengisi ke kosongan bidang manager ekslusif di rumah sakit itu.

"Hallo__sayang, Assalamu'alaikum, kamu dimana" Bobby menelpon Dinar memberi tahu kesempatan kerja yang didapatnya walau lewat pertolongan orang dalam.

"Dirumah Bob, tadi Yuda datang kesini" mendengar nama Yuda, Bobby langsung naik pitam. "Mau apa lagi laki-laki itu datang" Dinar menceritakan semua kejadian yang terjadi pagi ini.

"Syukurlah ada Pak Sukri semoga kamu aman saja, oh ya besok. kamu sudah mulai bekerja disini bagian manager ekslusif. Nanti aku kenalkan dengan dirut rumah sakit, jadi besok kita ketemu pagi disini.

"Tapi Bob aku ingin cari kerja sendiri, masa aku ditolongin kamu, aku kan punya kemampuan"

"Sudah aku mau kamu kerja disini, jangan bawel agar aku bisa dekat dan ngawasi kamu disini" Dinar terdiam sesaat.

"Baiklah" Dinar menyetujui permintaan Bobby jadi mereka bisa saling dekat dan sering ketemu. cukup peristiwa kemarin malam membuat trauma bagi Dinar.

1
Delsi Irma
Hai ini adalah karya terbaruku singgah ya.
Delsi Irma
Hai singgah dinovel perdanaku ya....saling support Sabahat Novel toon semua
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!