tidak ada yang terlahir lemah, namun juga tidak ada yang terlahir kuat, semua di bentuk oleh kerja keras.
buku ini akan menceritakan tentang bagaimana hidup sang berbakat sebelum menjadi yang terkuat
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nayla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 35
...Sebuah acara berkabung di adakan untuk anggota pelindung Kekaisaran yang gugur, nama mereka akan di ukir di batu pahlawan untuk selama lama nya....
"tegakkan punggung mu" ucap Lean pada seorang pemuda di samping nya.
"hiks"
"guru,,,, kenapa kita harus kehilangan anggota sedikit demi sedikit? tanya nya dengan isak tangis.
"Stevan Albert hansen"
teman seperguruan sekaligus rekan Athena.
" pada akhir nya manusia akan mati"
"jadi hentikan tangisan mu karena itu percuma, mereka yang kau tangisi tidak akan mendengar atau melihat air mata itu"
Lean menatap datar peti mati milik ke empat murid nya yang di kubur di makam pahlawan.
ia tidak merasakan apapun di hati nya, hanya kekosongan sementara.
...Athena menunduk memperhatikan peti mati rekan rekan nya yang di kubur, di dalam sana tidak ada satupun tulang belulang atau daging mereka....
...hanya sebuah benda milik ke empat rekan nya lah yang berada di dalam peti mati se besar itu....
"benar-benar tidak berguna" batin gadis itu, ia mengepalkan tangan nya kuat hingga darah perlahan-lahan keluar dari sana.
" karena diri ku bencana besar tidak berhasil di cegah" gumam nya dengan suara pelan.
...Leyte yang berdiri di samping gadis itu menyadari gerak gerik Athena, ia lalu menggunakan sihir untuk menyembuhkan luka di telapak tangan gadis itu....
"ini bukan salah mu" ucap pemuda itu pelan di pikiran Athena.
"Agarin Alesia Vonte"
"Asina Arentia Vonte"
" Emiliano Edwards Karsa"
"Aaron Jasmith Segar"
rekan rekan Athena berdiri sejajar di samping gadis itu.
...mereka mengucapkan nama rekan mereka yang gugur sambil menakupkan tangan berdoa kepada Tuhan....
setelah acara selesai gadis itu berjalan pergi meninggalkan kerumunan orang yang menangis.
namun di tengah-tengah jalan seorang pria menghadang nya.
"bisakah kita bicara? ucap pria berambut merah dan lambang Karsa di dada nya.
" saya tidak memiliki waktu" ucap gadis itu hendak pergi.
"aku mengajak mu berbicara bukan sebagai Duke Karsa tapi sebagai Seorang kakek" ucapan pria itu berhasil menghentikan langkah Athena.
gadis itu lalu menggunakan sihir teleportasi untuk membawa pria itu ke dalam ruang sihir milik nya.
"Spring"
pria tua itu memandangi area di sekitar nya.
yang ia lihat bukan lah ruang sihir seperti milik kebanyakan orang.
hanya tanah gersang, rawa racun dan kilatan badai.
pria itu lalu berbalik, di belakang nya seorang gadis sedang duduk di atas tumpukan mayat dengan tatapan datar.
"benar-benar mengerikan" pria tua itu bergumam sambil tersenyum tipis.
"apa kau sungguh memiliki kemanusiaan? tanya nya pada Athena.
" aku adalah seorang manusia dan seorang manusia pasti memiliki kemanusiaan " Athena turun dari atas tumpukan mayat, ia menatap datar pria tua di hadapan nya.
"aku hanya akan mendengarkan beberapa kata dari mu" ucap gadis itu membuat sebuah daftar yang hanya berisi 50 kata.
"hahaha" pria tua itu tertawa kecil.
"apa kau tidak menangis untuk kematian rekan mu?
" menangisi sebuah kematian tidak akan memberikan keuntungan "
"apa kau masih mengingat wajah ibu mu?
" aku mengingat nya karena pada dasar nya manusia memiliki ingatan"
"sungguh gadis yang besar kepala"
"aku akan memberikan mu ini"
pria tua itu memberikan sebuah liontin kecil berwarna merah cerah.
Athena menatap mata pria tua di hadapan nya.
"ini milik ibu mu yang ia tinggalkan untuk semua anak anak nya" pria tua itu tersenyum sambil memberikan liontin itu pada Athena.
"kau seharus nya memberikan nya pada anak ibu yang lain"
"mereka sudah mendapatkan nya"
Athena mengernyit heran.
"ini bukan liontin biasa, liontin ini di buat khusus oleh ibu mu untuk menyelamatkan anak-anak nya"
"aku baru bisa memberikan ini pada mu di saat kau sudah dewasa karena aku tahu kau bukan lah anak lemah yang gampang mati"
Athena menerima liontin yang di sodorkan oleh pria tua itu.
gadis itu lalu mengeluarkan sang Duke Karsa dari dalam ruang sihir nya.
mereka berdua saat ini sedang tatap muka di dunia luar.
"terimakasih" ucap gadis itu berjalan pergi.
..."Anderson Jack Karsa" sang Duke Karsa, dia adalah kakek Athena atau ayah dari Sianne Mede, Grand Duchess Vesper....
Athena berjalan masuk ke dalam bangunan dengan lambang mahkota dan pedang.
...De Vale, sang pelindung Kekaisaran yang bekerja untuk Kekaisaran itu sendiri, tugas mereka hanya lah membunuh para monster atau hewan spiritual yang hendak menerobos ke dalam Kekaisaran....
...mereka juga menjalani misi misi penting seperti membawa pesan, mengawal kaisar, dan menyeimbangkan suatu daerah....
...mereka juga di tugaskan membantu masyarakat, seperti seorang ksatria, namun tugas De Vale sendiri memiliki batas dan ukuran....
mereka hanya akan mengerjakan tugas atau misi di atas 12 tingkat.
"Ceklek" Athena membuka pintu bangunan itu.
di dalam sana beberapa orang langsung memandangi nya.
"kemarilah Athena" ucap Lean.
gadis itu lalu berjalan dan berdiri di hadapan meja bundar raksasa.
"kau adalah satu satu nya yang selamat dari perbatasan"
"apa kau bisa memberikan bukti pertarungan mu? seorang pria berjubah hijau berdiri di hadapan Athena, Komandan ksatria Kekaisaran.
" saya sungguh bertanya-tanya kenapa komandan ksatria berada di sini? tanya gadis itu menatap pria di hadapan nya.
"saya memiliki hak untuk ikut berdiskusi di meja ini" balas pria itu menunjukkan sebuah gulungan yang berisi perintah dari kaisar.
Athena mengigit jari nya sendiri dan meneteskan darah yang keluar ke lingkaran sihir di atas meja.
"ini adalah pertarungan saya di perbatasan" ucap gadis itu datar.
mereka semua memperhatikan dengan cermat rekaman pertarungan Athena.
gadis itu menghentikan rekaman tepat di bagian tiga orang misterius.
"mereka mengaku sebagai-
"bawahan raja iblis! pria berbaju hijau itu memotong ucapan Athena yang langsung membuat gadis itu kesal.
" saya telah membunuh salah satu dari mereka " gadis itu melanjutkan rekaman.
"namun tepat saat saya menebas kepala nya saya merasakan sebuah kekuatan asing yang meledak"
"itu adalah karena kekuatan mereka tidak terdaftar di Kekaisaran" lanjut pria berbaju hijau itu.
"benar" gadis itu mencoba untuk tetap bersabar.
anggota De Vale di belakang Athena sedikit kesal saat komandan ksatria justru terlalu banyak bicara di meja De Vale.
meskipun memiliki gulungan kaisar dia tidak lah memiliki hak sebanyak itu untuk berbicara.
"jadi saya mengambil sedikit sample dari darah mereka bertiga"
gadis itu membuka ruang sihir nya dan mengeluarkan tiga tabung kecil darah.
"saya sempat meneliti tiga sample ini dan menemukan fakta bahwa ketiga nya tidak memiliki perbedaan dengan darah manusia pada umum nya"
"tentu saja karena suku iblis adalah pecahan dari manusia"
"karena kekuatan mereka janggal saya-
" sudah lah hentikan omong kosong mu dan jelaskan dengan rinci kenapa ribuan monster muncul di perbatasan!!
"agenda kali ini adalah membahas ribuan monster bukan bawahan raja iblis!! pria berbaju hijau itu menendang meja dengan sangat kuat.
" apa kualitas De Vale sudah hancur?!!!! tanya nya dengan suara keras dan lantang.
"Kualitas Hougan jauh lebih baik dari kalian!!!
beberapa rekan Athena sudah menarik pedang mereka karena tidak tahan dengan pria berbaju hijau itu.
Athena yang sudah kehilangan kesabaran mengenggam erat tongkat di tangan nya.
"Brakh!! meja bundar di hadapan mereka hancur seketika.
" bisakah anda membiarkan saya melanjutkan ucapan saya?! tanya Athena dengan tatapan tajam.
"aku hanya membantu mu menjelaskan agar lebih mudah di pahami" balas pria berbaju hijau itu.
"anda bukan komandan Andre kan?!
" komandan tidak akan pernah melakukan tindakan menjijikkan seperti ini!
"tenang lah Athena! Lean memijit pelipis nya pelan.
" dengan wewenang saya, saya menyuruh anda keluar dari meja De Vale! ucap gadis itu dingin menunjuk mata Pria berbaju hijau itu menggunakan tongkat yang ia genggam.
"memang nya sebesar apa wewenang mu mengusir ku yang memiliki gulungan kaisar?! tanya pria berbaju hijau itu yang justru bangkit dan menantang Athena.
gadis itu membakar gulungan di tangan pria baju hijau itu.
" ack!
"apa yang kau lakukan?!! pria itu marah saat gulungan kaisar di bakar oleh Athena.
beberapa orang di belakang berdiri dengan wajah panik saat gadis itu menginjak kepala pria baju hijau di hadapan nya.
" brakh!! kepala pria itu terbentur keras ke lantai.
beberapa rekan Athena di belakang gadis itu tersenyum puas.
"Bugh!
" bugh!
"bugh!
gadis itu terus menerus menginjak kepala orang berbaju hijau di hadapan nya hingga tertanam ke lantai.
" meskipun anda adalah komandan, saya adalah Vesper! ucap gadis itu dingin.
"selain itu kau bukan lah Komandan ksatria Kekaisaran Andrew Bullet!
" bugh! Athena menendang pria itu hingga ia melayang menjauh menabrak dinding.
"brakh! dengan wajah yang setengah hancur tubuh nya perlahan lahan melebur dan hilang.
" siapa yang membiarkan parasit seperti nya masuk?! tanya gadis itu dengan tatapan tajam pada semua orang di dalam bangunan.