NovelToon NovelToon
Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Ruang Ajaib Di Istana: Ratu Penguasa

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Transmigrasi / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:14.3k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Evelyn Carter tewas dalam kecelakaan mobil di abad ke-21. Namun saat membuka mata, ia tidak berada di rumah sakit, melainkan di sebuah istana kuno.

Ia kini hidup dalam tubuh Ratu Evelyn Lancaster, ratu muda yang terkenal lemah dan sedang menunggu kematian karena racun dari para selir. Di istana, semua orang sudah bersiap menyambut kematiannya.

Selir kesayangan raja ingin merebut tahta ratu. Para menteri diam-diam mengatur kekuasaan baru. Tapi mereka tidak tahu satu hal... Ratu yang bangun hari itu, bukan lagi wanita yang sama. Di dalam tubuh itu hidup jiwa wanita modern yang cerdas dan tidak mudah diinjak.

Selain itu, Ratu memiliki Ruang Ajaib. Tempat rahasia yang menyimpan obat, pengetahuan, dan teknologi masa depan.

Kini, orang-orang yang menunggunya mati akan segera sadar. Ratu yang mereka anggap lemah… justru akan menjadi penguasa sejati di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter — 11.

Suatu malam, Evelyn sedang menata peta distribusi di mejanya. Alexander datang diam-diam, lalu berdiri di sampingnya.

“Apa yang kau cari di sana?” tanyanya.

“Masalah.”

“Dan?”

Evelyn menunjuk titik-titik di peta. “Kelangkaan di tiga wilayah. Harga naik bukan karena gagal panen… tapi ditahan.”

Alexander melirik, dan cukup untuk mengerti.

“Permainan lama.”

Evelyn mengangguk. “Dan efektif… kalau tidak dilawan.”

“Kau tidak hanya menyelidiki di istana.” Raja tersenyum tipis.

“Karena masalahnya.... tidak hanya di istana.”

Alexander mengambil satu laporan, membacanya cepat lalu meletakkannya kembali. “Kau benar.”

Jawaban itu sederhana, namun bagi seorang raja itu berarti banyak.

Evelyn menatap pria itu, sedikit berbeda dari biasanya. “Jarang sekali Yang Mulia cepat mengakuinya.”

Alexander menoleh. “Aku tidak pelit bicara… hanya memilih kapan harus mengatakannya.”

Tatapan mereka bertemu, Evelyn melihat sesuatu yang lain pada diri Alexander. Pria itu bukan lagi hanya seorang raja berkuasa dan dingin, tapi pria yang mulai menghargainya.

...*****...

Sementara itu, dukungan Sophia mulai goyah. Beberapa pedagang menolak bekerja sama dan beberapa pejabat mulai menjaga jarak.

Rumor-rumor beredar...

“Ratu membantu distribusi.”

“Ratu menurunkan harga.”

Di paviliun Sophia, suasana semakin dingin.

“Siapa yang berpaling?” tanyanya pelan.

Seorang pelayan berlutut. “Beberapa pedagang… dan dua pejabat wilayah.”

“Ganti mereka!”

Namun saat pelayan itu pergi, tangannya mengepal erat. “Evelyn... Aku akan menghancurkanmu.”

Esoknya...

Aula kembali ramai.

Kali ini, beberapa menteri mulai melihat ke arah ratu saat diskusi berlangsung. Lord Vincent duduk di kursinya seperti biasa, dalam diam.

Namun kali ini, akhirnya Lord Vincent angkat bicara lebih dulu. “Distribusi pangan bisa distabilkan dengan membuka jalur baru.”

“Dengan biaya besar.” Seorang menteri lain menyela.

Vincent tidak menoleh saat menimpali. “Biaya itu lebih kecil... dibandingkan jika terjadi kerusuhan.”

Hening.

Raja Alexander menatap Lord Vincent, lalu ke arah Evelyn. Keputusan akhirnya diambil, dia menyetujui saran Lord Vincent.

Setelah rapat, Vincent berjalan mendekati Evelyn. “Langkah Anda… mulai terlihat.”

“Anda lah yang membantu saya, Lord Vincent. Terima kasih...“ Evelyn tersenyum tulus.

Vincent tersenyum tipis. “Aku memilih pihak yang tidak akan kalah.”

Evelyn mengangguk. “Pilihan yang bijak.”

Dan sejak saat itu terlihat sangat jelas, Perdana Menteri Lord Vincent... memihak ratu.

Malam hari, Evelyn mengenakan pakaian sederhana. Tanpa perhiasan, tanpa tanda kekuasaan. Ia keluar seperti biasa, secara diam-diam.

Kasim Bernard hanya bisa menghela nafas, namun tidak menghentikan. Di jalanan, ia berjalan seperti orang biasa. Pasar malam ramai, suara tawar-menawar terdengar.

Evelyn berhenti di satu lapak, melihat gandum.

“Harganya turun,” kata penjual itu.

Evelyn tersenyum tipis. “Bagus untuk kalian.”

“Katanya ratu yang mengurusnya.” Penjual itu tertawa kecil.

Evelyn tidak menjawab, tetapi sorot matanya berubah, ada kepuasan yang tak disembunyikan. Ia melangkah lagi, mengamati lebih banyak, mendengar lebih jauh. Semakin jelas… kepercayaan rakyat pada istana mulai kembali.

Namun di kejauhan, sepasang mata mengawasi tanpa berkedip.

Alexander.

Pria itu berdiri di bayangan, tidak mendekat dan hanya melihat.

“Aku sudah tau, semuanya adalah hasil kecerdasanmu ratu…” gumamnya pelan penuh pujian pada Evelyn.

Alexander datang kembali ke paviliun ratu. Evelyn baru saja kembali, masih dengan pakaian sederhana. Ia berhenti saat melihat pria itu sudah ada di kamarnya, ia mengerti dirinya sudah terpergok tapi wajahnya tetap tenang.

“Yang Mulia datang lebih cepat malam ini.”

Alexander melirik pakaian Evelyn, namun masih berpura-pura. “Dari luar?”

Evelyn tidak langsung menjawab.

Namun Alexander berjalan mendekat. “Pasar ramai?”

Evelyn sedikit terdiam. “Jadi… Anda sudah tahu?”

“Aku ini raja.” Alexander berdiri tepat di depannya.

“Lalu kenapa tidak menghentikan?”

Alexander menatap Evelyn lebih lembut dari biasanya. “Karena kau... melakukan hal yang benar.”

Kalimat itu, lebih dalam dari sebuah pujian. Evelyn tidak langsung menjawab, karena ia kehilangan kata-kata.

Alexander mengangkat tangannya, merapikan ujung kerah pakaian wanita itu. Gerakan itu sederhana, tapi sangat terlihat begitu intim.

“Kau tidak perlu menyembunyikan apapun dariku.” Suara itu rendah, tidak memerintah.

“Dan... jika aku tetap ingin menyembunyikannya?” Jawab Evelyn.

Alexander tersenyum tipis. “Kalau begitu… aku akan berpura-pura tidak tahu.”

Evelyn menghela nafas.

“Apa yang kau pikirkan?” tanya Alexander.

Evelyn menatap luar. “Bagaimana mengalahkan semua orang.”

“Ambisius.” Alexander tertawa pelan.

“Aku hanya realistis.”

“Apa kau juga ingin mengalahkanku?“

Evelyn menatap Alexander dalam-dalam. “Selama tujuan kita sejalan, dan Yang Mulia berdiri di pihakku… aku tidak akan melawan.”

“Jawaban yang aman.” Alexander tersenyum. “Kalau suatu hari kita berbeda jalan… kau akan melawanku?”

“Jika harus, ya.”

Alih-alih marah mendengar jawaban jujur itu, Alexander justru tersenyum tipis dan menikmati keberanian Evelyn.

Mata Raja Alexander menggelap. “Malam ini... aku akan tidur di sini, jangan menolakku.”

Evelyn tertegun. Sejak ia berada dalam tubuh ratu ini, pria itu biasanya hanya datang lalu pergi.

“A-aku…”

“Aku tidak akan menyentuhmu jika kau tidak bersedia,” lanjut Alexander tenang. “Sekarang, lepaskan pakaian luarku. Sudah terlalu larut, aku ingin beristirahat.”

Pria itu melangkah mendekat, lalu merentangkan tangan.

Ada kegugupan yang tak bisa disembunyikan di diri Evelyn. Ia memang mulai beradaptasi dengan kehidupan istana, tapi hal seperti ini… masih terasa asing.

Dengan gerakan kaku, Evelyn mendekat. Jemarinya perlahan membuka jubah sang raja, lalu satu per satu lapisan pakaian luar itu dilepaskan. Hingga akhirnya, Alexander hanya mengenakan pakaian tipis.

Pria itu tersenyum tipis, lalu duduk di tepi ranjang. “Kau juga bersiaplah tidur.”

Tanpa berkata lagi, Raja Alexander membaringkan tubuhnya.

Evelyn tetap berdiri di tempat, memegang pakaian-pakaian yang baru saja ia lepaskan dari tubuh sang raja. Wajahnya tampak bingung, pikirannya mulai berputar.

Di mana ia harus tidur malam ini?

Haruskah ia keluar dari kamar… atau tetap di sini?

1
Tiara Bella
waduh pinter bngt author ceritanya saling menyambung ya
Wanita Tangguh🧩🌠: Kurang tau kak, mungkin beberapa ada yg gk lanjut baca 🤭 pas beberapa bab gak sesuai ekspektasi mereka, jd gk lanjut baca. Gpp, nulis ini aku santai aja kak bt selingan karya Leya😁
total 3 replies
Surianto Tiwoel
wah,, pasti ibu suri yg bunuh,, ibunya Alexander
Miss Typo
Raja dan Ratu bikin perasaan campur aduk, harusnya formal aja eh romantis bgt lagi 🤣
Tiara Bella
so sweet bngt ya raja Alexander sm ratu Evelyn.....😍
Rita
🔥🔥🔥🔥🔥🔥🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
😅😅😅😅😅
Rita
🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Rita
🤣🤣🤣🤣🤣
Rita
😅😂😂😂😂😂
Rita
wah siap2 evelyn ngambek😅😂😂
Rita
waahhhh👍👍👍👍
Nyonya Gunawan
Kirain alex beneran koma..😄😄
Tpi bgus jg sich biar di lihat kala ma wili
Rita
ceritanya bagus,seru,tegang g betele2
Rita
berani macam2 tunggu pembalasan ku😅😂pov evelyn
Rita
bangun̈in singa betina
Rita
ikut panik
Rita
waspada yg bs dilakukan plus bersiap
Rita
peka
Rita
waspada
Rita
tuh 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!