NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 32

Aku pulang tidak lama setelah Maya meninggalkanku di kafe itu, di sepanjang perjalanan aku terus memikirkan hubunganku dengan Maya yang telah berkembang menjadi sesuatu yang tidak bisa aku mengerti lagi. Aku tidak bisa mengerti Maya, kenapa dia peduli padaku? Kenapa dia ingin bergaul denganku? Kenapa Maya bertingkah seolah dia itu adalah orang yang penting di dalam hidupku? Kenapa dia bersikap tegas padaku namun selalu lembut ketika berhadapan sama Elma dan orang lain? Kenapa dia bisa tanpa malu meminta tolong padaku untuk hal – hal remeh seolah kami adalah teman yang sangat dekat?

...Aku sama sekali tidak bisa memahaminya lagi...

...Hari Sabtu pagi... hari yang aku takuti telah datang...

...Hari keberangkatan...

Aku menatap langit cerah pagi ini dan tidak tampak sedikit pun tanda – tanda akan turun hujan atau badai, sungguh, aku berharap hari ini akan muncul badai atau setidaknya hujan yang sangat deras sampai mengakibatkan banjir di berbagai jalan. Tapi sayang, harapan jahat seperti itu tidak terkabul, lagian kenapa hari ini bisa secerah ini?

Aku pun bersiap untuk berangkat ke sekolah di mana kami semua akan berkumpul di sana untuk menaiki bus pariwisata, tidak butuh waktu lama sampai aku merasa sudah siap dengan semua barang bawaanku dan segera akan berangkat dari rumah. Saat aku sedang sibuk memasang sepatu, aku mendengar suara langkah kaki mendekat dari belakang dan orang itu menghela nafasnya. Aku tahu siapa itu..

“Huh? Kakak... tumben bangun pagi banget~” celetuk Vanya sambil mengucek matanya, sepertinya dia baru saja terbangun dari tidur.

“Vanya kan tahu aku mau pergi study tour ke Bali, kami harus berkumpul pagi – pagi banget buat naik bus dari sekolah” jawabku sambil menyelesaikan mengikat tali sepatu, setelahnya aku berdiri dan berbalik untuk menatap Vanya.

“Aa~ study tour ya? Jadi pingiiiin~” timpal Vanya terlihat bersemangat dan iri padaku, namun raut wajahnya segera berubah menjadi menyebalkan dan aku yakin dia akan segera mengeluarkan kalimat yang pedas ditelingaku...

“Tapi nih ya, kok kakak berani keluar saat study tour? Bukannya gak punya temen ya?” ledek Vanya dengan sedikit tawa, yak seperti dugaanku ketika raut wajah itu keluar maka dia akan berkata tajam untuk mengejekku.

“Berisik!! Kita gak bakal yakin sama eksistensi teman kalau kita gak mengobservasi mereka secara langsung, tahu?!” bentakku

“Kakak ngomong apa sih?” timpal Vanya dengan nada terdengar kesal, aku menaruh kedua tangan di pinggang sambil membusungkan dada untuk menunjukkan ketangguhanku sebagai seorang kakak laki – lakinya.

“Serigala penyendiri juga bisa ikut dan merasa senang saat study tour tahu, jangan remehkan para penyendiri. Hati kami itu terbuat dari baja yang sangat keras dan tangguh, catat itu baik – baik” dengan sombong aku mengatakannya, aku harus memperkuat posisiku sebagai seorang kakak laki – laki dimata adik perempuannya.

“Menurut Vanya sih kakak punya peluang lima puluh persen untuk pura – pura sakit lalu di jadikan alasan buat gak ikut study tour” timpal Vanya tanpa rasa bersalah sedikit pun, seperti biasa mulutnya memang selalu setajam silet...

“Yah... pura – pura sakit juga bisa, tapi lebih baik aku tetap mengambil uang dari ibu buat ikut study tour lalu main ke persewaan PS (Play Station) dengan uang yang diberikan itu, kan?” ucapku menggodanya, seperti dugaanku Vanya langsung terlihat marah dan segera ingin memarahiku.

“Lebih baik apanya?! Kakak jadi anak jahat sejagat raya!! Jangan bo’ongin ibu sama ayah!!” bentak Vanya terdengar begitu marah, aku pun tertawa melihat ekspresinya itu.

Aku serius mengatakan jika yang aku katakan tadi itu adalah sebuah gurauan, malahan aku tidak akan pernah melakukan kebohongan tidak bermoral seperti itu. Aku lebih baik langsung jujur saja kepada ayah dan ibu, sambil bersujud aku akan katakan pada mereka ‘Untuk suatu alasan yang terhormat, aku memohon untuk diizinkan tidak mengikuti acara study tour’ lalu mereka pasti akan mengizinkanku untuk tidak mengikuti acara membosankan itu.

“Aku cuma kepikiran untuk sesekali aku harus lebih serius melakukan kegiatan sekolah, itu gak ada salahnya” celetukku menutup obrolanku dengan Vanya, aku pun berbalik untuk keluar dari rumah menuju sekolah dengan terhormat demi menjaga kehormatanku sebagai seorang kakak laki - laki di hadapan Vanya.

Jika dipikir kembali maka tidak sulit untuk mencari alasan dari perkataanku tadi, Luna sudah susah – susah membantuku mencarikan kelompok dan akan ada dua orang yang akan jadi sedih kalau aku tidak bisa bersenang – senang di saat study tour kali ini. Meski aku kurang bersemangat karena pada dasarnya aku tidak menyukai kegiatan ini, orang seperti aku pun jika serius juga bisa bersenang – senang sama teman sekelas buat study tour.

...Akan aku buktikan pada kalian semua...

Siang hari setelah perjalanan yang cukup melelahkan dari sekolah, kami akhirnya sampai di pelabuhan untuk menyeberangi selat. Seperti yang sudah di agendakan oleh mayoritas murid di kelas, kelasku akan mengadakan acara barbeku di sekitar pantai sebelum kami menaiki kapal. Di sana aku melihat teman – teman sedang asyik membakar daging, bawang bombai, ikan, dan lain – lain, sedangkan aku... duduk sendirian bersandar di sebuah pohon sambil memandangi mereka semua.

“Hei!! Dagingnya sudah matang!” seru seorang cowok yang entah siapa namanya aku lupa, dia memanggil teman – teman sekelasku yang lain dan sepertinya dia melupakan ada aku yang sedang duduk sendirian di bawah pohon ini berjarak sepuluh langkah darinya.

Yep... tentu saja akan ada seseorang yang akan menjadi sukarelawan menjaga panggangan dan mengorbankan dirinya menjadi koki untuk kelas, dia sangat berdedikasi memanggang daging untuk teman sekelas lalu dengan suka rela membagikan setiap daging ke teman – temannya yang lain secara adil.

Melirik sedikit ke laut, aku melihat beberapa siswa – siswi sepertinya sudah tidak sabar untuk bermain air. Aku cuma berpikir 'Nanti bagaimana cara mereka naik kembali ke dalam bus kalau basah begitu?' tetapi aku bisa memahami kalau kekhawatiran seperti yang aku pikirkan tadi itu tidak sebanding dengan kegembiraan luar biasa yang didapat dari masa menuju remaja yang sesungguhnya. Indahnya masa muda...

Tunggu... kenapa aku jadi berpikiran seperti om – om yang sudah melewati masa remaja lalu merasa nostalgia melihat tingkah mereka? Aku juga sebenarnya masih seorang remaja meski tiga tahun lebih tua dari mereka semua, apa mentalku sudah benar – benar rusak dan berganti dengan mental om – om kantoran?

Yah... tapi tidak apa juga sih, aku suka dengan semua ketenangan ini. Awas saja kalau sampai ada yang mengatakan 'Kamu sendirian begini karena serigala penyendiri tidak memiliki teman buat diajak mengobrol' bukan seperti itu, oke?

“Heii!! Kemari! Dagingnya sudah matang loo~” seru seorang cewek yang jaraknya agak jauh dari kelompok kami yang sedang mengadakan acara barbeku juga, aku pun menoleh menatap sekumpulan cewek itu dan aku rasa mereka dari kelas Maya.

Seketika aku langsung teringat Maya, dalam hati aku bertanya ‘Apa itu artinya Maya berada tidak jauh dari sini ya?’ aku pun menoleh kanan – kiri untuk mencari keberadaan Maya namun yang aku temui malah Elma yang tersenyum begitu bahagia di dekat gazebo bersama kelompoknya. Aku rasa dia sedang bersenang – sen...

“Hei! Kamu gak makan, Raka?” tanya Luna yang entah sejak kapan dia sudah berdiri di depanku, dia membawa dua piring ditangannya dan menatapku dengan kesal.

“Boni masih memanggang, loh!” seru Luna lagi karena aku hanya diam memandanginya

“Oh eeh iya, aku bakal makan kok” timpalku hendak berdiri namun Luna memberikan piring disalah satu tangannya dengan beberapa potong daging, bawang bombai dan sayuran kepadaku, aku pun menerima piring itu dan kembali terdiam sambil terus memandangi piring.

Ketika itu aku tidak tahu harus berkata apa, jadi aku hanya menerimanya lalu segera memakan beberapa potong daging yang tersedia, dalam hati aku berkata ‘Luna sampai repot – repot membawakanku makanan ini, apa dia sadar aku merasa gak enak hati buat ngambil ke panggangan ya?’ namun semua pemikiran itu segera sirna saat aku merasakan betapa enaknya hasil panggangan teman sekelas bernama Boni itu.

“Enak kan?” tanya Luna tiba – tiba, aku cukup terkejut mendengarnya karena dia seolah tahu apa yang ada di dalam kepalaku.

“Iya, dia memanggang dengan sangat baik” timpalku memuji Boni... ooh jadi yang bertugas memanggang itu bernama Boni...

“Apa kamu bersenang – senang?” tanya Luna lagi dan untuk kedua kali aku kembali terkejut mendengar pertanyaan Luna.

“Emangnya aku kelihatan seperti sedang bersenang – senang?” aku tanya balik padanya dan seketika senyum Luna menghilang dari wajahnya, dia memandangku dengan datar.

“Jujur aja aku melihatmu kayak om – om yang kecapean kerja dan duduk termenung menunggu angkutan umum buat pulang” jawab Luna datar, aku kembali terkejut mendengar apa yang Luna ucapkan dari mulutnya itu.

Tidak aku sangka dengan wajah polos dan terlihat seperti anak baik – baik ini, Luna bisa mengeluarkan kalimat setajam itu, mungkin memang lagi ada tren anak cewek bermulut tajam seperti ini. Ada Maya, Vanya dan kali ini aku mendapatkannya dari Luna, ooh jangan lupakan Elma ketika pertama kali kami berbicara dan juga Sari yang terdengar sering mengumpat... Yaah aku rasa itu memang sedang menjadi sebuah tren cewek - cewek SMA.

“Bu... bukannya itu terdengar aku sangat kelelahan ya?” tanyaku lagi

“Emang gitu, kan?” tanya balik Luna padaku

“Iya juga, aku memang kelelahan sama semua ini” keluhku

Aku bersungguh – sungguh ketika mengatakan kalau aku kelelahan, ternyata aku terlalu meremehkan acara study tour ini. Memang aku sudah pernah mengalami kejadian ini di kehidupan pertamaku, namun sepertinya otakku mengklasifikasikan kenangan itu sebagai sebuah trauma yang harus segera aku lupakan. Aku tidak bisa mengingat sedikit pun apa saja yang aku lakukan ketika itu, padahal aku ingin menggunakan pengalaman itu sebagai hal yang akan aku ubah menjadi jauh lebih baik lagi yaitu menjadi seorang serigala penyendiri yang baik dan benar.

Masalah pertama yang membuatku merasa kelelahan adalah tempat kumpul, aku sampai di parkiran sekolah pagi – pagi sekali. Itu sebabnya aku menjaga jarak yang canggung sama teman – teman sekelas yang sedang asyik mengobrol satu sama lain, selama dua puluh menit... sendirian... hati kecilku langsung berteriak ‘Apa – apaan perasaan dikucilkan yang wow ini?!!’

Aku memang terbiasa sendiri kalau di dalam kelas, namun saat itu aku memiliki bangku yang memang khusus untuk aku duduki, setidaknya aku masih merasa dianggap sebagai kelompok di sana. Tetapi kali ini, aku harus berdiri sendirian tanpa tempat yang jelas setelah mencoba untuk menjaga jarak sama teman – teman sekelas yang sedang asyik mengobrol. Fakta jika aku adalah seorang penyendiri sama sekali tidak bisa ditutupi di saat seperti ini, rasanya tidak bisa aku gambarkan sedikit pun bagaimana tertekannya hatiku berada dalam kondisi seperti ini.

Masalah kedua adalah ketika menaiki bus, akan ada yang bilang ‘Woi! Main kartu yuk’ biasanya di ucapkan oleh cowok – cowok, lalu ada yang bilang ‘Tukeran camilan yuk!’ dan yang ini biasanya di ucapkan oleh cewek – cewek. Lalu aku? Meski tidak mengantuk, aku memilih untuk pura – pura tidur karena tidak mungkin ada yang akan mengajakku main kartu dan anak cewek juga tidak mungkin ada yang mengajakku bertukar camilan. Bisa kamu bayangkan betapa canggungnya aku dalam kondisi seperti itu? 'Damage-nya gak ngotak!!' begitulah yang aku teriakkan ketika pura - pura tertidur di dalam bus.

Dan masalah ketiga adalah ketika akan menaiki kapal feri yaitu saat ini, semua tidak berubah. Aku masih sendirian dan merasa begitu berat beban hatiku menghadapi semua kesepian dan keterasingan ini, aku tidak memiliki tempat khusus yang memungkinkan seseorang bisa melihatku masih ada bersama mereka.

Yah aku rasa aku memang sudah banyak menghabiskan waktu dengan duduk – duduk sendirian tapi aku tetap kelelahan karena ini masalah kondisi mental, padahal waktu berangkat aku mengatakan akan membuktikan aku juga bisa bersenang – senang meski aku seorang serigala penyendiri, namun pada akhirnya aku cuma bisa minta maaf pada Vanya dalam hati bahwa aku sudah menyerah dan kakakmu ini tidak bisa melakukannya dengan baik.

...Aku sudah menyeraaah!!...

1
Chizuru
cekatan sama pesimis beda tipis gak sih 🤣🤣🤣🤣🤣
SS Star
tuh kan Raka!!! /Sob//Sob/ hasil dari suicide mission lo buat nyelametin orang malah bikin lo berakhir jadi public enemy dibenci satu sekolah, iih kzl!! /Sob//Sob//Sob/ elma juga napa diem bae, gak sadar apa ya kalau dia baru aja bikin raka dapet villain role sewilayah sekolah? gw sekarang literally jadi paham banget gimana perasaan maya, instinct buat nampol raka tuh emang sekuat itu rasanya /Sob//Sob//Brokenheart/
SS Star
iih lowkey kzl bet sama raka!!! /Sob//Sob/ kek gak ada cara buat save elma yang lebih gentle apa ya? /Sob//Sob/ meskipun gw kagum sih dia masih care dan mau bantu elma biar kejadian drop out itu gak keulang, tapi ya mikir dikit kek. minimal cari cara yang lebih cool dan berestetika gito loh/Sob//Sob/ rakaaa!!!
Cece
tragis bgt 🤣.. udahlah reinkarnasi Krn Maya...masih di bully habis2an SMA mayaaa....🤣🤣
You Know me So well
sadizz coeg 🤣🤣
i'm your
ampun dah, kesian bet sama raka/Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry//Cry/
Fatieh
tutup MBG, biarkan Maya dan Elma yang memasak 🔥🔥🔥
Raudhatul
elma gak enakan orangnya🤣🤣🤣
Chizuru
mayaa badash🤭🤭🤣
BiNtAnG kEjOrA
lanjutkan Maya...jangan berhenti😄😄😄😄
H5 (halima) :v
Maya sadiiiissss 🤣🤣🤣
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!