"Entah ini awal baik atau awal yang buruk, aku tak tau, tapi hati ini telah memilihnya menjadi pedampingku, baik atau buruknya adalah konsekuensi ku yang mencintainya."Rara
Menurut Rara pernikahan adalah awal yang baik, awal yang akan membuatnya bahagia, tak di sangka awal yang menurutnya bahagia berubah menjadi kehancuran, kesalahan di masa lalunya yang tidak bisa di maafkan membuat rumah tangganya hancur .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Anggi Septianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 35
Rara menatap Alvi yang sedang terdiam di depannya, Alvi hanya terdiam sambil memainkan sedotan
" ada apa Vi ? " tanya Rara kesal karena melihat Alvi yang hanya terdiam
Alvi menatap Rara dengan tatapan sedih, tak lama Alena datang dan langsung bersujud di kaki Rara
" plis Mba, serahin Adam ke aku " Akan dengan tangisan yang keras
" maksud kamu apa sih " Rara dengan marah karena tiba tiba Alena bersujud di kakinya
" udah Al, kita omongin baik baik ya, malu di latin orang " ucap Alvi sambil membopong tubuh Alena kursi tempat duduknya
" Ra, Alena hamil " ucap Alvi dengan berbata bata
Rara terdiam, hatinya kembali merasakan sakit, dirinya benar benar merasakan kembali jatuh kedalam lubang
" Mba plis, aku hamil, serahin Pak Adam ke aku " Alena dengan tangisnya
" kamu buta ? kamu gak liat kalo aku juga lagi hamil " ucap Rara dengan sadis
Alena hanya terdiam sambil menangis, dirinya memang jahat tapi dirinya juga butuh seseorang untuk tanggung jawab atas kehamilan ini
" Mba, aku punya orang tua, aku mau bilang apa ke orang tua aku, kalo aku hamil dan gak ada bapaknya " tangis Alena
" lah menurut kamu aku gak punya orang tua " Rara sambil menahan tangisnya, hatinya benar benar hancur, seorang yang di cintai kini telah menghamili wanita lain saat istrinya sedang hamil, mengapa dunia sekejam ini pada dirinya? dosa apa yang telah dia perbuat sehingga kisah hidupnya seperti ini
Alena kembali terdiam lalu memeluk Alvi sambil menangis, Alvi hanya bisa terdiam sambil mengelus rambut sepupunya itu, entah apa yang harus dia katakan kepada Tantenya, dirinya telah berjanji untuk menjaga Alena tapi kini dia gagal
" Ra, aku mohon " ucap Alvi sambil mengemgam tangan Rara " aku minta tolong banget sama kamu, aku tau aku sama Alena egois tapi perut dalan kandungan Alena butuh ayah "
" emang anak dalam perut aku juga gak butuh ayah ? " Rara dengan mata yang berkaca, hatinya benar benar hancur dengan kenyataan ini, semuanya telah hancur
" Mba aku mohon " Alena kembali memohon sambil memeluk kaki Rara
Rara hanya terdiam, hatinya benar benar hancur, dengan sekuat tenaga dirinya tak ingin mengeluarkan air mata, dirinya harus kuat untuk anak yang kini dia kadung
" plis Al, kita sama sama perempuan, kita sama sama lagi hamil, plis jangan kaya gini " Rara
" Mba aku tau aku salah, aku tau aku udah nyakitin Mba, tapi aku bener bener udah gak tau lagi mau gimana, Maafin aku Mba, tapi aku butuh Pak Adam buat tangung jawab, ini anak dia Mba " tangis Alena di kaki Rara
" itu urusan kamu, bukan urusan aku, kamu udah buat rumah tangga aku hancur, dan sekarang kamu memohon untuk meminta Mas Adam, apa kamu punya muka ? " tanya Rara
" Mba, aku tau aku salah sama Mba, aku tau, tapi Mba aku bener bener sayang sama Pak Adam, aku mau dk jadi istri kedua Pak Adam asalkan Pak Adam mau tanggung jawab Mba "
" aku yang gak mau di duain, plis jangan kaya gini, aku muak dengan semua kamu " dengan emosi
Alvi pun kembali membopong tubuh Alena yang lemas, dirinya tak tahu harus bagaimana, ini semua memang salahnya yang memperkenalkan Adam pada Alena
" Ra " ucap Adam tiba tiba datang dan langsung memeluk Rara, Rara pun langsung mendorong tubuh Adam
" plis jangan sentuh aku Mas, aku udah muak sama kamu " tangis Rara pecah, dengan berlinang air mata Rara mendorong tubuh Adam agar tidak memeluknya
" Ra, Maafin aku, aku salah " Adam dengan raut muka yang agak acakan " aku sayang sama kamu "
" stop Mas, stop, kalo Mas bener bener sayang sama aku, Mas gak akan ngelakuin ini sama aku, jelas jelas Mas udah buat Alena hamil " Rara dengan kencang
" Ra itu bukan anak aku, kamu harus percaya sama aku "
Alena pun langsung menampar pipi Adam dengan keras " bukan anak kamu, inget pak inget kamu yang udah perawanin aku " Alena dengan kecang sambil menagis " Pak aku udah serahin semua buat bapak, tapi apa Pak, bapak udah janji bakal nikahin aku kalo aku hamil, tapi apa, bapak malah buang aku ketika aku hamil, bapak bener bener bener gak punya hati " tangis Alena
" diam kamu Al, aku gak mencintai kamu, aku hanya mencintai Rara, kamu itu cuma pelampias aku, plis jangan nganggu rumah tangga aku sama Rara, aku bisa sama kamu " Adam pada Alena
karena kesal Alvi pun langsung menampar pipi Adam kembali " pak, bapak punya hati gak sih, anak yang Alena kadung itu anak bapak. kenapa bapak sejahat ini sih,bapak udah nodain sepupu saya dan sekarang bapak bapak gak mau tanggung jawab " Alvi dengan kesal ini
" diam kamu Vi, kenapa sih kamu ikut campur urusan saya, ini urusan saya bukan urusan kamu " ucap Adam dengan sangat keras
Alvi hanya terdiam sambil memeluk Alena yang menangis, dirinya tak tahu harus bagaimana, hatinya benar benar kecewa dengan Adam
" Ra plis, Maafin aku, aku janji aku bakal merubah semua, kita bakal seperti dulu " Adam sambil memengang tangan Rara
Rara hanya terdiam sambil menangis dirinya benar benar telah kecewa dengan Adam, hatinya terlalu kecewa untuk memulai semua dari awal
" plis Mas jangan nganggu aku, aku hanya ingin bahagia, plis Mas jangan nganggu aku " tangis Rara dengan kencang
" Ra, Mas janji akan buat Rara bahagia seperti dahulu " Adam dengan muka memohon pada Rara
" Mas aku udah putusin aku mau minta cerai dari kamu, aku ingin menjalani hidup tanpa kamu Mas, aku udah cape dengan semua perlakuan kamu, plis jangan nganggu, biarkan aku bahagia dengan anak aku " Rara dengan tangisan
"Ra ini anak kita, anak kamu dan aku, ayo kita besarkan mereka bersama, Ra ini semua salah dia, dia yang godain aku biar aku selingkuh dari dia Ra " tangis Adam
" plis Mas jangan nganggu aku, urusin aja selingkuhan kamu yang lagi hamil " Rara sambil berlari hatinya benar benar sudah kuat untuk berlama berlama bersama Adam
" Pak " ucap Alena sambil menarik tangan Adam yang ingin mengejar Rara " plis Mas jangan tinggalin aku, aku butuh tanggung jawab kamu " tangis Alena dengan sangat keras sambil memeluk tubuh Adam
Rara terus berlari dengan kecang menuju Taman, hatinya benar benar merasakan sakit, sekuat apa apapun dirinya berusaha untuk tidak menangis, tapi air mata tak bisa berbohong, hatinya benar benar hancur dengan semua keadaan ini
Rara pun duduk di bangku di tengah taman sambil menangis, dirinya tak memperdulikan tatapan orang orang yang menganggapnya gila karena menangis di tengah tengah Taman
Tiba tiba ada seseorang yang memeluk Rara lalu mengelus rambut Rara dengan lembut " aku tau koh kamu kuat, Rara yang aku kenal itu cewe yang amat strong " ucap lelaki itu
suara itu benar benar familiar di telinga Rara, Rara pu langsung menatap laki laki itu
♡
♡
♡
mama sma papa Adit yg anter seserahan
sehingga sering mmbuat aku salfok🤣🤣🤣
tapi aku suka bgt Thor SMA cerita kmu👍
siapa lgi ni
apa jgn2 mamanya Adit yaaaaa
sakit aku bacay thor
jahat Skali si Adam
koq Rara resain dari restoran koq gak ada kabar ya Thor .dan gimna cerita Adit yg bos restoran tpt Rara bekerja
gak lembut bilg lembur smpai pulg MLM segala katay
ngapain lagi dikasih kesempatan
tuk dimaafin
bodoh kmu Rara👎
rumh tangga pun hancur
siapa laki2 yg mmberikn Rara pekerjaan yaaa 🤔