NovelToon NovelToon
Membangun Rumah Duka

Membangun Rumah Duka

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami
Popularitas:1k
Nilai: 5
Nama Author: Nyta Yulaeha

Vayala seorang gadis berusia 29 tahun yang gagal menikah dengan mantan kekasihnya yang toxic dan memutuskan menikah dengan pria yang baru dikenalnya selama satu bulan.

impiannya membangun rumah tangga yang bahagia nyatanya hanya membangun rumah duka,pria yang terlihat baik,royal dan perhatian itu berubah menjadi kasar,perhitungan dan silent treatment sehingga membuatnya merasa kesepian dan sedih .

bagaimana Vayala menghadapi kehidupan rumah tangga yang membuatnya menderita itu...
apakah ia bisa bahagia dengan laki laki pilihan yang baru dikenalnya itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyta Yulaeha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 Omelan

 Terdengar suara panggilan masuk dari handphoneku,kulihat pada layar tertera nama Mas Bram.

"yank kamu siap siap sekarang kita kerumah ayah...ban motorku sudah berapa kali kempes harus diganti baru!".

"tapi ini sudah malam yank...apa enggak ganggu mereka apalagi jalanannya jauh dan gelap rawan penjahat".

"ga usah takut ada aku kan...yaudah aku sebentar lagi sampai rumah".

Ia menutup panggilan teleponnya dan aku segera berganti pakaian,hatiku merasa ragu untuk ikut dengannya aku tidak mau mertuaku berfikir kalau aku yang menyuruh mas Bram meminta uang terus kepada orangtuanya karena dalam rumah tangga pasti yang mengendalikan uang itu istrinya bukan suaminya.

Tin...Tin!!

Suara klason motor berbunyi dari luar,aku bergegas membuka pintu dan menguncinya dari luar.

"semua udah dicek didalam?"tanya suamiku yang sudah menunggu diluar.

"sudah semua!"sahutku sambil duduk dibelakang nya.

"Mas gimana kalau orangtua kamu marah atau enggak mau bukain pintu ,karena kan mereka pernah bilang kalau malam tidak mau diganggu kalau ada yang datang"ucapku pelan.

"tenang saja....kamu enggak usah khawatir!".

Udara terasa dingin menusuk kulit,di sepanjang jalan menuju rumah mertuaku tampak gelap dan sunyi hanya ada penerangan lampu minim yang berada di sekitar tepi jalan.

Suara jangkrik terdengar begitu keras,kebun kebun yang membentang tanpa ada yang menghuni membuatku semakin mendekap mas Bram dari belakang.

"aku takut mas"ucapku sambil menutup mata ,"kamu pegangan aku mau ngebut!"serunya menekan gas dengan kecepatan tinggi karena jarang kendaraan lewat jika malam hari di sekitar tempat itu.

Seorang security berdiri di samping portal pintu masuk menghentikan kami yang baru saja tiba.

"mau ketemu siapa mas!"tanyanya dengan nada tegas .

"mau ketemu orangtua saya pak haji yang rumahnya di ujung!"seru mas Bram .

Security itu dengan sigap membuka pintu portal itu dan mempersilahkan kami masuk,suasanan tampak sepi dan rumah rumah tertutup rapat tidak ada satupun yang berada diluar disekitar perumahan itu.

Aku segera turun dari motor dan mengetuk pintu pagar berukuran tinggi dan memberi salam kepada penghuni rumah itu.

"ngapain malam malam kesini ?"tanya ibu mertuaku terkejut melihat kami datang dimalam hari.

"Ayah ada Bu?"tanya mas Bram memasukkan motornya kegarasi halaman rumah.

"kenapa tanya ayah Bram...kamu tau ini jam berapa kenapa datang jam segini kaya enggak ada hari lain aja!"seru ibu ku dengan wajah masam.

"Ban motorku udah berapa kali kempes ditambal,aku mau minta uang buat beli ban baru Bu"ucap kas Bram menjelaskan.

"Kenapa sama motormu lagi..kan sudah dikasih duitnya masa masih minta lagi!!!"seru ayahku muncul dari balik pintu dengan nada kesal.

"ini udah enggak bisa dibenerin lagi yah mesti diganti baru..kalau enggak aku pakai motor ayah dulu ".

"kamu ini bodoh...!!! Motor bukan dirawat malah rusak teruusss!!!"bentak ayah mertuaku dengan nada keras tiba tiba.

Mendengar ucapannya membuatku terdiam dan hanya berdiri di samping pintu garansi,baru pertama kalinya aku mendengar orangtua mengatakan bodoh pada anaknya di usia yang sudah dewasa.

"Vayala kamu ngapain disitu sini masuk"tanya ibu mertuaku mengajakku masuk kedalam ruangan.

Aku seperti tidak mampu untuk berbicara kepada mertuaku walau biasanya aku suka berbincang dengan ibu mertuaku tapi bibirku kali ini rasanya keluar dan ingin cepat cepat pergi dari rumah ini.

Kulihat mas Bram berbicara dengan ayahnya menjelaskan tentang motornya Yang sering rusak karena di pakai untuk ojek online jarak jauh antar kota.

"kalian dari rumah..?Bram itu jadi anak enggak ada dewasanya,seperti anak kecil...apa apa minta sama orangtua!"ucap ibu mertuaku melihat sikap anaknya.

Aku tidak menjawab karena takut salah kata,aku hanya menunduk malu "seharusnya aku tidak ikut tadi "gumamku dalam hati .

"Vay ayo pulang!"seru mas Bram mengajakku pulang.

Tanpa basa basi aku segera berpamitan kepada mertuaku dan pulang bersama mas Bram.

"ayahku enggak kasih aku uang buat beli ban baru katanya lagi enggak punya duit!"serunya sambil mengendarai motor.

"lain kali kamu enggak usah ajak aku kalau kesini mas ..aku malu banget dan sakit hati saat ayah kamu bilang kamu bodoh"ucapku .

"mungkin dia lagi kesal kali,aku juga enggak tau kalau sama aku mereka sensi banget kaya aku bukan anak kandung mereka saja padahal kalau Fadil atau Fara minta uang selalu dikasih,aku minta buat benerin motor aja enggak ada!".ucapnya merasa kecewa.

"pokoknya aku enggak mau ya mas kamu ajak aku lagi ..aku enggak enak tau gak...Udah tau orang tua kamu begitu tapi kamu malah nekad kesini"seruku.

"iya nanti kalau akh kesini kamu mending tunggu dimana gitu kalau kamu enggak enak sama mereka".

...****************...

1
falea sezi
😒 adik ipar g tau diri
Nyta Yulaeha: /Facepalm/
total 3 replies
partini
nyesek sekali sinopsisnya
Nyta Yulaeha: selamat membaca kakak ../Bye-Bye/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!